Tampilkan postingan dengan label Komunikasi Produktif. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Komunikasi Produktif. Tampilkan semua postingan

Kamis, 18 April 2019

Bahasa Indonesia Resep Mujarab Memulai Komunikasi Produktif

Beruntunglah kita terlahir di bumi pertiwi yang walaupun berasal dari suku yang berbeda, tinggal di pulau yang berbeda serta adat dan istiadat yang berbeda, namun kita memiliki Bahasa Indonesia yang menyatukan kita semua. Penah gak melakukan uji analisa, jika tiada Bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional, akan seperti apa kita berkomunikasi dengan individu yang “berbeda”dengan kita? Orang-orang dari ujung barat Indonesia bisa berkomunikasi dengan saudaranya di ujung timur negri dengan bahasa Indonesia sebagai penyelamat dan penengah mereka. Bayangkan saja jika para penduduk tidak bisa saling berkomunikasi, mempersatukan mereka bisa jadi hal tersulit bagi kita semua.
Komunikasi Produktif

Sabtu, 13 April 2019

Mengukir Cinta Memahat Kisah Bersamamu

Ada kalanya waktu bergulir dengan sangat cepat, namun tak jarang pula rasanya waktu lambat berputar. Perspektif kitalah yang menbuat adanya deviasi dari dua pemikiran ini. Seperti sebuah perumpaan, saat kita tengah melamun, akan ada dua pilihan tersaji : 'Kehilangan Waktu Luang atau Mencari Peluang".

Komunikasi Produktif Day#17


Akhir pekan senantiasa menghadirkan bumbu romansa di dalam keluarga kami, kadang kami lewatkan dengan "kencan khusus", baik orang tua dengan salah satu anak, atau " Kencannya" Para orang tua alias saya dan Ayana.

Karena biasanya sessi Kencan berdua ini menjadi penghubung dan penguat bonding di antara kami. Tak perlu mencari kemewahan, cukup makan berdua di warung bakso kesayangan, atau berbelanja beberapa kebutuhan, cukup sederhana namun di lalui dengan penuh makna.

"Kencan" Ala emak dan Pak Kepsek

Tak jarang "masalah" akan bisa terselesaikan hanya dengan obrolan "intim" berdua. Saat suasana cenderung menggeser ke kutup merah, maka sudah saatnya menarik salah satu anak secara bergantian untuk masuk ke sessi kencan bersama pasangan.

Apakah efektif untuk selalu menumbuhkan hormon oksitosin di jiwa emak? Silahkan menjawab dengan asumsi manapun namun satu yang mungkin jangan terlupa, yuuk cobain cara kami menguatkan bonding, dengan selalu berdekatan dengan keluarga kita 😃

Bandar Lampung, 13 April 2019
Puspaning Dyah, catatan bunda pembelajar


#day17
#komunikasiproduktif
#kuliahbundasayang
#ibuprofesional

Kamis, 11 April 2019

Empati Kita adalah karena kita peduli

Komunikasi Produktif Day#15


Beberapa hari ini linimasa sosial media saya selalu ramai akan kicauan bernada politik maupun berita seorang selebritis yang kemudian akhirnya menjadi tersangka hingga terpaksa menginap di hotel prodeo. Buat saya beberapa berita tersebut adalah semacam sebuah rendang. Di masak kemarin, di hangatkan berkali-kali agar makin keluar aroma khas rendang serta bumbu santan yang semakin "semlekok", makin di angetin makin enak dan makin nagih.

Tapi di antara semua berita tersebut, ada dua hal yang cukup menarik perhatian saya. Pertama berita mengenai desakan penutupan sebuah perusahaan penambangan emas di bumi Aceh yang mempunyai dampak lingkungan cukup luas, serta berita bulliying pada seorang siswi di Pontianak.

Di tengah gaung Revolusi Mental, justru saya melihat banyaknya kecatatan mental yang terjadi hampir di semua lapisan masyarakat. 
Jika dahulu para pejabat "mencuri" uang rakyat masih cukup malu-malu dan melakukannya di balik meja, namun saat ini bentuk pelucutan pada "kepercayaan rakyat" sudah sampai taraf membahayakan. 

Salah siapa jika kemudian generasi muda sibuk menghamba pada sesuatu yang bukan mengarahkan mereka pada fitrahnya, melainkan begitu memuja sesuatu yang kurang mendatangkan manfaat untuk mereka. Bukankah dengan kemudahan akses umtuk masuk ke dan dunia digital harusnya semakin membuat banyaknya informasi positif yang bisa di serap oleh para generasi muda milenial?

Salah siapa dong kalau sudah begini? Salah gue? Salah temen-temen guee....????


Kalimat Istighfar lah yang kemudian mampu terucap. Telah tiba masa yang di gambarkan oleh Baginda Muhammad SAW, bahwa anak-anak kita adalah anak-anak akhir zaman. Tak selamanya kita akan mendampingi mereka, namun di masa ini adalah masa yang paling tepat untuk kita menumbuhkan kepribadian dan mendampingi setiap proses tumbuh kembangnya.

Anak-anak kita tidaklah tumbuh dalam masa kecil kita terlebih masa orang tua kita. Maka tidak bijak rasanya jika kita "copy paste" bagaimana orangtua kita mengasuh dan mendampingi proses tumbuh kembang kita.

Bajar membina keharmonisan keluarga, hadir secara fisik dan hati untuk anak-anak kita menjadi salah satu cara menjaga asset negara di masa mendatang. Sejatinya anak adalah peniru yang ulung, maka berhati-hatilah dalam memilihkan kata untuk,mereka.

Mengubah kata negatif menjadi sesuatu yang bersifat membangun dan mendidik.
Karena saudara kita adalah cerminan diri kita, apa yang kita lisankan adalah doa yang akan kembali pada diri kita.

Teruslah membina komunikasi pada seluruh anggita keluarga, buatlah SOP sendiri di dalak keluarga yang "memaksa" masing-masing individu mau membuka suara dan memulai perbincangan dengan yang lain.

Pak, bu....? Jika bukan kita yang peduli dengan anak kita harus pada siapa kita bisa mengadu?
Jika bukan sekarang kapan lagi???



#day15
#kuliahbundasayang
#ibuprofesional
#komunikasiproduktif

Rabu, 10 April 2019

Bermimpilah dan Bergegas Bangun Untuk Mewujudkan Mimpimu

"There is only one thing that makes a dream imposisible to achieve : the fear of failure"



Adalah sebuah quotes yang tidak sengaja terbaca saat saya berselancar di cyber digital sore tadi. Kurang lebih terjemahan bebasnya adalah :

"Hanya ada satu hal yang membuat mimpi menjadi mustahil tercapai : ketakutan dan kegagalan", kutipan yang di tulis oleh Paulo Coelho di dalam bukunya yang bertajuk " The Alchemist".

Membaca tulisan di atas, seperti ada yang membisikkan kepada saya bahwa jangan pernah merasa takut untuk melangkah dan berusaha mengejar impian. Karena satu atau dua kali kegagalah masih menjadi hal wajar. Di dalam kegagalan itulah kita belajar mengenal letak kesalahan kita.

Mengingat sessi bersama Mas Ardi Gunawan seorang motivator dan penulis buku "Kajian Magnet Rezeki", beliau mengatakan bahwa setidaknya jam mati saja akan benar dua kali dalam sehari. Artinya sebanyak apapun kesalahan yang kita lakukan baik sengaja maupun tidak sengaja pasti akan ada suatu nilai yang di anggap benar dalam keseluruhan hidup kita.

Kenapa jadinya ngebahas soal "mimpi" sih? Pan judulnya kita lagi ngomongin soal KOMUNIKASI PRODUKTIF  ye kan? 😂
Hihihihi jadi ceritanya tuh, beberapa hari ini si emak lagi berhubungan intens (ya elaaah intens kayak apaan aja yak 😂) sama Uni Nesri sang manajer HRD IIP yang menjadi salah satu penanggungjawab dalam acara Konferensi Ibu Profesional yang mau di selenggarakan Agustus mendatang.

Saya menuliskan beberapa mimpi keluarga kami sebagai bagian dari Ikhtiar menuju Our Mission Life ke dalam paper yang saya kirimkan di ajang "Call for Paper". Baru dapat ide lancar untuk nulis Paper yang akan di ikutsertakan itu pas d Hari H pengumpulan paper (kebiasaan bener si emak kalau ngerjain sesuatu pasti mephet-emphet sama deadline😂)



Bada Maghrib ada ide untuk menuangkan dalam tulisan, brainstroming dengan Pak Kepsek dan dua jam kemudian jadilah paper tersebut. Gak ada kepikiran buat lolos seleksi atau apapun itu, niatnya cuman nulis aja sesuatu yang bisa mendatangkan manfaat untuk orang lain sembari menuangkan ide untuk perubahan menuju ummat yang lebih sejahtera.

Eeeeh koq ya ndilalah di kontak langsung sama Uni Nes, wawancara via WA yang sumpah bikin kringetan (karna emang balas WA dalam kondisi di jalanan yang panasnya membara 🤣🤣🤣), tantangan banget buat saya yang seorang Auditori di mana akan lebih nyaman saat berkomunikasi via tatap muka dan suara. Eeeh lha ini di minta menjelaskan konsep yang saya tulis secara gamblang dan sejelas-jelasnya melalui media Whatsaap pula, lha dalah belepotan bener lah ya menyampaikan maksud hati agar pesan yang ingin di kirim sampai tepat sasaran.

Akhirnya perlu beberapa kali saya menjelaskan dengan alur yang bolak balik maju mundur secara random hingga akhirnya sessi wawancara perlu di cukupkan di iringi ucapan terima kasih😅

Lalu apa hasilnya? Wait and see aja deh, karena saya sendiri belum cukup yakin ide gila saya bisa di terima dengan mudah di kebanyakan orang 😂

Point yang bisa saya pelajari dari interaksi ini adalah, kita tidak  bisa menyamakan orang lain demi membuat kita nyaman. Seperti kasus yang saya alami, si auditori ini di paksa harus mampu tetap menjalankan KOMUNIKASI PRODUKTIF pada pihak lawan bicara melalui media dan apapun keadaan yang terjadi.

Saya jadi langsung membuka kembali suatu buku bacaan yang menuliskan sebuah kata penyemangat :

"You do not write your life with words, you write it with actions. What you think is not important. It is only important what you do"

Yeee kurang lebih artinya mah, "Kamu tidak menuliskan hidupmu dengan kata-kata. Kamu menuliskannya dengan tindakan. Apa yang kamu fikirkan tidaklah terlalu penting, satu-satunya yang penting adalah apa yang kamu lakukan"

Sebuah kutipan dari Patrick Ness yang di ambil dari salah satu buku yang kemudian di angkat ke dalam layar lebar. Banyak rencana dan harapan tapi sebanyak apapun itu, harapan tidak akan pernah menjadi kenyataan tanpa adanya tindakan dan usaha. Nasihat lama menorehkan bahwa untuk mewujudkan mimpi menjadi nyata kita harus bergegas bangun dan mewujudkannya. Gak pernah ada kata terlambat atau terlalu cepat, semuanya akan terjadi pada waktu yang telah di tetapkan. Tugas saya, kamu dan kita adalah berusaha, no putus asa, karena semua akan indah pada waktunya 😍😍😍
Oke cuy 😁



Bandar Lampung, 10 April 2019
Puspaning Dyah, penjelajah hikmah


#day14
#kuliahbundasayang
#ibuprofesional
#komunikasiproduktif




Selasa, 09 April 2019

Komunikasi Yang Baik Jalan Menumbuhkan Fitrah Berkasih Sayang

Komunikasi Produktif Day#13

"Buuuuuun, adek nyubitin perut aku...." Aduan Kak Nad di siang tadi sembari menunjuk bagian perutnya yang kurang nyaman baginya.

Tak lama berselang setelah tangisannya reda dan duo jenderal mulai bermain bersama....

Adek : "Buuuuuun, kakak ngambil mainan aku gak pake ijin...." Jerit si adek saat ke luar dari kamar dengan bersimbah air mata

Bunda : "Kak Nad lupa ya minta izin sama adek? Next harus izin dulu ya karena mainan itu punya adek"

Bunda : "Dek, Bunda tau adek marah dan sebel sama kakak, tapi adek tetep gak boleh kasar sama kakak, adek kan laki-laki, pesan ayah apa coba? Laki-laki harus jadi pelindungnya perempuan kan?"

Apakah pertikaian berhenti saat itu juga? Hehehehee belum tentu pemirsa, walaupun usaha pengalihan untuk adek sudah di lakukan tapi ia tetap ngotot pada pendiriannya, dan memang prinsip di keluarga kami tidak berlaku bahwa sang kakak harus selalu mengalah pada adiknya atau bahkan sebaliknya, melainkan siapa yang berhak maka harus mengambil haknya kecuali jika ada kesepakatan di antara dua belah pihak.

Bunda : "Duuh kalau udah begini, bunda gak tau nih abisnya kalian berdua gak ada yang mau ngalah"

Nadia : "Oke bund, aku yang ngalah, aku yang salah udah ngerebut mainan adek"

Bunda : "Alhamdulillah, makasih banyak ya Kak, Kak Nad keren banget deh"

Melihat situasi ini...

Adek : "Iya eza juga salah udah marah sama kakak, mau di peluk juga sama nda"



Akhirnya semua mengalah, menagih minta di peluk dan di cium, serta kembali bermain bersama.

Fyiuuugh rupanya keaktifan Kak Nad hari ini berbuah rasa tidak nyaman untuk adek. Saling memperebutkan sesuatu, lalu beradu argumen, saling adu fisik menjadi pemandangan sehari-hari yang mewarnai rumah kami, walaupun begitu cepat mereka merasa tidak nyaman dengan yang lainnya, namun secepat itulah mereka saling berpelukan dan duduk bersama kembali dalam suasana yang lebih ceria.

Ada jeda yang perlu kita ambil untuk melerai mereka, mengambil salah satu anak dan membisikkan kata cinta, menularkan energi positif, membangun rasa nyaman dan mau memaafkan satu sama lain. Ada kalanya pula untuk mendudukkan mereka berdua, mendengarkan apa yang menjadi isi hati mereka dan membuat mereka menjadi kurang nyaman akan perilaku salah satu pihak. Bukan sekedar belajar berkomunikasi tapi menumbuhkan fitrah berkasih sayang di antara mereka.



Di setiap hari kami menjemput Kak Nad dari sekolah formalnya, hampir selalu ada "oleh-oleh" yang di bawa untuk adiknya baik berupa makanan, hasil karya di kelasnya atau  harta karun berburu dari hutan jati. Jika berupa makanan maka akan di makan berdua dengan sang adeksepanjang perjalanan kami menuju rumah, jika berupa sesuatu barang maka kak nad akan langsung bercerita kisah di balik barang bawaannya itu, dan adek yeza akan menjadi pendengar setia yang dengan antusias mendengarkan apapun celotehan Kak Nad.

Begitulah indahnya persaudaraan dan kasih sayang yang senantiasa kami syukuri, walaupun proses menjaga keistiqomahan itu sangatlah tidak mudah. Menjadi hal wajar jika perkelahian, pertikaian dan perdebatan terjadi namun ikhtiar untuk selalu membentuk agar nilai persaudaraan dan kasih sayang harus selalu tumbuh subur di dalam keluarga agar mereka siap melanjutkan tongkat estafet kepada saudara dan keturunan mereka kelak.


Bismillah, semoga Allah SWT selalu menyatukan kami dalam ikatan cinta dan kasih sayang




Bandar Lampung, 9 April 2019
Puspaning Dyah, penjelajah hikmah



#day13
#kuliahbundasayang
#ibuprofesional
#komunikasiproduktif




Senin, 08 April 2019

Magnet Rezeki dan Membuka Perisai Diri

Terkadang kita hanya butuh beberapa effort kecil untuk membuka sebuah obrolan dengan orang "asing". Tanyakan hal-hal umum seputar dirinya sebagai " Pemancing" Obrolan mampu menjadi jurus jitu bagi saya saat berada di tengah-tengah lingkungan yang baru. Saya jadi teringat beberapa prinsip dasar yang Ibu Profesional tuliskan saat kita tengah menjalin suati sinergi dengan pihak lain. Antara lain prinsip U Win I Win, Understanding first than to be understood, understand your unniquiness, dan code of conduct and moral characters.

Hari ini atas atas izin dan ridho pak kepsek, berangkatlah saya untuk mengambil job mendokumentasikan suatu acara di pinggir kota Bandar Lampung. Bersama Adek Yeza yang sangat kooperatif selama saya harus bekerja meliput sebuah kegiatan. Doi yang bisa duduk manis di barisan paling belakang bersama setumpuk mainan dan cemilannya membuat saya cukup tenang menuntaskan kewajiban saya hari ini. Seperti biasa setiap saya akan bertugas, maka saya akan menyampaikan dengan cukup lugas kepadanya, di mana, kapan, bersama siapa, akam bertemu dengan siapa saja serta banyak gambaran umum sebagai informasi awal baginya, agar iapun bisa mempersiapkan "perbekalan" apa yang perlu di bawanya.

Sang pengawal setia bunda

Menggunakan beberapa prinsip sebagaimana tertuliskan di muka, hari ini saya berkesempatan menjalin silaturahim dan perkenalan dengan banyak orang baru. Bahkan berita baiknya adalah sang pemateri acara hari ini yaitu Mas Ardi Gunawan tanpa saya tawarkan terlebih dahulu, tertarik menjalin sinergi dengan Ibu Profesional Lampung dan menyapa teman-teman IP Lampung dalam berbagai forum berikutnya. Woow hari ini saya praktik langsung ilmu yang baru saja beliau ajarkan mengenai "Magnet Rezeki". Bagaimana rezeki-rezeki itu akan datang secara tiba-tiba tanpa kita menyadarinya saat kita mau untuk membuka "Perisai Diri".

Hayyo Tebak, sedang berpose bersama siapakah si emak?

Kabar baiknya pula seorang artis yang pernah ngetop di zamannya, yang saat ini berkesempatan hadir dan saya bisa berkenalan dengannya, tak pelit ilmu ingin berbagi sesuatu dengan kawan-kawan saya di IP Lampung begitu saya kenalkan tentang portofolio IP Lampung dalam sosial media yang kami miliki. Mashaa Allah Tabarakallah atas segala kebaikan dan kemudahan yang Allah berikan kepada saya dan IP Lampung. Semoga komunikasi yang baik bisa mendatangkan sinergi yang mendatangkan manfaat bagi banyak pihak.



Bandar Lampung, 8 April 2019
Puspaning Dyah, Bunda Pembelajar

#day12
#kuliahbundasayang
#ibuprofesional
#komunikasiproduktif

Minggu, 07 April 2019

Suara di Sekitar Adalah Cara Alam Menyapa dan Menyatukan Kita

Quotes yang saya kirimkan untuk sessi Senin Semangat


Bertemu kembali di hari Ahad, itu artinya waktu untuk emak beranjangsana ke suatu tempat surganya si emak alias pasar tradisional. Wekawekawekaweka... Kenapa jadi tempat istimewa? Karena di tempat ini si emak bisa memanjakan mata dan bersilaturahim dengan banyak saudara 😀

Sabtu, 06 April 2019

Jadilah Keluarga Demokrasi, Gunakan Naluri Mendengarmu

Menjadi sebuah kebiasaan dalam keluarga kami untuk mendiskusikan apapun kegiatan yang akan kami kerjakan bersama terutama jika menyangkut hari-hari memorable untuk salah satu atau kami berempat.

Komunikasi Produktif Day#10

April menjadi bulan yang mungkin di tunggu oleh Kak Nad, karena apa? Karena ini adalah bulan kelahirannya, seakan-akan telah terproklamirkan bahwa April is her mine 😆

Jumat, 05 April 2019

Komunikasi Non Verbal dan Menajamkan Mata Hati

Komunikasi Produktif Day#9


Alhamdulillah kembali bertemu dengan hari Jumat yang penuh berkah😀

Auto install jika memasuki hari Jumat maka saatnya agenda rutin Osin Family untuk sedekah Jumat. QadarullahNya hari ini si emak lagi gak dalam keadaan yang cukup kondusif, sehingga akhirnya menawarkan kembali ke duo Jenderal apakah hari ini tetap akan mengadakan Sedekah Jumat atau tidak? Jika ya maka mereka berdua lah yang akan banyak berperan dalam menyediakan apa yang akan di suguhkan dalam Sedekah Jumat pekan ini

Rabu, 03 April 2019

Selasa, 02 April 2019

Senin, 01 April 2019

Monday Is Wonderful Day


Komunikasi Produktif Day#5
MONDAY IS WONDERFUL DAY” adalah kata-kata penyemangat yang selalu kami gunakan sebagai pemantik semangat di awal pekan, terutama awal pekan yang identik dengan segala hal berbau kericuhan dan kepanika... wekawekaweka.... yaaah anggap aja deh sebagai alibi untuk mengalihkan bad mood menjadi straight mood 😊

Sabtu, 30 Maret 2019

Saturday is our Happy Day


Komunikasi Produktif Day#3


Saturday is happy day, hari beriang gembira bersama seluruh penduduk di negeri OSIN Family 😊

Rencana hari ini kami akan melakukan kunjungan ke tempat budidaya mutiara air laut yang menjadi binaan suatu dinas di Provinsi Lampung, namun qadarullahNya kondisi fisik Ayana yang cukup lelah setelah beberapa hari overload tempat kerjanya, akhirna pagi hari kami lakukan dengan membenahi beberapa perkakas yang saat ini sudah bukan lagi terletak pada tempat yang seharusnya. Duo jenderal banyak terlibat dalam menyelamatkan berbagai perkakas yang memang sudah terletak pada tempat tidak seharusnya. Mengalirlah obrolan dari duo jenderal untuk memberi catatan tempat penyimpanan berbagai perkakas yang terkadang tidak dikembalikan di tempat seharusnya oleh asisten kami di rumah.

Jumat, 29 Maret 2019

Melayanimu Dengan Tulus, Caraku Berbahasa Padamu...


Komunikasi Produktif Day#2

Hari kedua mempraktikkan teori Komunikasi Produktif secara lebih intens, kenapa di bilang intens? Kan memang saben harinya mah kite tetep saling berkomunikasi ye kan mpok? Walau mungkin gak pake kaidah-kaidah yang di tuliskan dalam teori Komunikasi Produktif 😊Nah berhubung si emak lagi ngejalanin tantangan dan niat ingsun pingin komit sama perkuliahan ini jadi ya sebisa mungkin epridey mempraktikkan satu persatu teori di dalam aneka rumus KOMUNIKASI PRODUKTIF ala IBU PROFESIONAL.

So hari Jumat ini kami menjalani hari yang cukup menarik, hihihihihi sepulang dari sekolah formalnya Kak Nad kami berencana mengerjakan beberapa aktivitas percobaan sains hasil dari belanja ide di Science Fair di sekolah Kak Nad beberapa waktu yang lalu. Sesuai dengan hasil Komunikasi Produktif kemarin, kami memutuskan di hari ini akan melakukan percobaan Jembatan Warna dan Musik Air.

Berhubung kami belum berhasil mendapatkan beberapa botol kaca yang sejenis untuk bekal melakukan uji coba musik air, akhirnya kami mengalah dengan melakukan percobaan Jembatan Warna saja untuk sore ini. Beberapa peralatan dan bahan yang mendukung percobaan di siapkan bersama duo Jenderal hingga mulai percobaan yang kemudian kami kedatangan satu personil tambahan yaitu Adek Khalid tetangga sebelah rumah kami yang turut serta bermain dan beraktivitas bersama kami sore ini.

Maka, menggelar play mart-lah kami bertiga di halaman depan rumah, berpayung pohon jambu yang rindang serta hendusan manja Maretta si anak kucing kesayangan Kak Nad dan Adek Yeza, di temani sekotak nasi kebuli dan kari ayam untuk makan siang terlambatnya si emak (ini perpaduan menu yang gak ideal, so please don't try this at your home yeayh 😉)
Duo Jenderal Osin Family yang siap bereksperimen

Percobaan Jembatan Warna ala Osin Family bisa di intip diPercobaan Sains Sederhana Melalui Jembatan Warna

Home Education berjalan dengan baik sebagaimana biasanya, normal tanpa ada kejutan berarti. Namun di sessi pertengahan proses Home Education saya tidak menyadari jika masuknya Kak Nad ke dalam rumah karna sebab musabab doi ngambek bin merajuk pada saya. Si emak baru menyadari perubahan mood sang anak gadis saat doski keluar dari rumah dengan mata yang telah bersimbah air mata, jiyaaaaaaah si emak kumat lebaynya 😉

Usut punya usut, kemerajukan sang Kakak terpicu pada rasa cemburu menyaksikkan si Adek yang asyik dengan percobaan sainsnya, proyek Jembatan Warna, sedangkan si Kakak hanya mendapat peran sebagai seksi perlengkapan dan peralatan alias asisten bunda untuk masuk dan keluar rumah mengambil peralatan yang kurang dan belum terbawa. Doskipun ingin mendapat peran lebih yang melibatkan dirinya aktif mengerjakan suatu percobaan.

Alarm alam telah berdering menandakan sessi Home Education bersama Adek Yeza harus segera kita hentikan demi kemsalahatan ummat dan tetap berdirinya Pancasila sebagai ideologi bernegara... Halagh  apa pula lah si emak ini 😉😉😉wekawekawekawekaweka.....

Kupeluk erat dirinya yang tengah gundah gulana, ku biarkan ia dalam isakan tangisnya, hingga ketika isakan mulai mereda, saat irama jantung mulai teraba normal kembali, saat mata teduhnya tak lagi malu-malu menghindar dari radar mataku, ku bisikkan kata cinta padanya...

"Kak, bunda sayang Kak Nad, Kak Nad adalah anak bunda yang paling solihah, bunda bangga sekali dengan kebaikan hati Kak Nad yang mau menolong bunda mempersiapkan aneka peralatan untuk media belajar Adek Yeza, namun nak, maafkanlah bundamu jika ternyata sikap bunda ada salah di pemikiranmu nak, bunda belum tau apa yang di mau Kak Nad, jadi yuuk nak kasih tau bunda bagaimana bunda bisa membantu kamu nak..."

Dan akhirnya tercetuslah uneg-unegnya di sela tangis yang mulai terdengar lirih, bahwa ia tak ingin melakukan uji coba jembatan warna bersama sang adik karena project ini telah kami lakukan beberapa kali di waktu yang lampau, akhirnya ia pun memilih sebuah project lain untuk di mainkan bersama sang emak tercinta, yaitu melukis dengan media cat air dan meneruskan project rumah princess lego miliknya.

Ku ambil bulu sebatang ku raut sama panjang.... eh salah itu mah lirik nyanyian yak.. wekawekawekaweka... Ku gendong ia menuju tempat gudang harta karun mereka, wajahnya yang perlahan ceria dan cerah kembali sebagai pertanda bahwa badai telah berlalu berganti dengan aroma Petrikor yang tenang dan menyejukkan 😊

Bagi seorang anak, rumah adalah jenjang pendidikan pertama sebelum menapak pendidikan formal dan berhadapan langsung dengan lingkungan sosial. Bagi kami para orangtua, rumah menjadi media laboratorium untuk melatih sikap mental yang benar dalam memahami hubungan antar manusia. Dan saya adalah generasi kuno yang meyakini ada korelasi positif antara sukses keluarga dan sukses pribadi.

Kehangatan rumah yang di dalamnya terjalin komunikasi yang harmonis dan saling memperhatikan, akan menguatkan setiap individu yang ada di dalamnya untuk menghadapi sejumlah tantangan di luar sana. Kejernihan hati dan kebijaksanaan yang sungguh-sungguh dalam membersamai keluarga akan menjadi investasi seumur hidup yang tak akan di lupakan oleh keturunan kita kelak.

Indah sekali bukan sebuah pepatah dari nasihat lama yang sering kita dengar?

“HOME SWEET HOME”

Tiada tempat terindah selain rumah, tempat kita menikmati segalanya bersama dalam sebuah bingkai kanvas bernama keluarga.
Aktivitas "Life Practical Skill" yang di kerjakan duo Jenderal hari ini, menyajikan fresh pressed juice 

Hasil Fresh Pressed Juice hasil kolaborasi Duo Jenderal hari ini




Bandar Lampung, 29 Maret 2019

Puspa Fajar, Catatan Bunda Pembelajar



#hari2
#gamelavel1
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbundasayang




Kamis, 28 Maret 2019

Memulai Komunikasi Produktif di Dalam Keluarga



Komunikasi Produktif Day#1

Berkomunikasi mungkin adalah salah satu hal naluriah yang selalu kita kerjakan sehari-hari. Tapi kadang karena semakin seringnya kita lakukan, hampir setiap hari, setiap waktu sih ada aja hal-hal yang terlewat. Seperti contoh bagaimana sih kaedah yang baik, yang perlu kita jalankan agar pesan yang ingin kita sampaikan dapat di tangkap dengan baik oleh sang penerima pesan? And this it, kami para mahasiswi yang tengah memasuki Kelas Bunda Sayang Ibu Profesional dengan Materi pertama yang di ajarkan adalah “Komunikasi Produktif” baik kepada diri sendiri , pasangan, maupun para buah hati.

Selasa, 04 April 2017

Jurnal Ibu Pembelajar_Hari Kedua_Kreasi bersama Kertas Roti

Di sela-sela persiapan menyelesaikan project utama dalam tantangan level 3 Kelas Bunsay IIP, kami menyempatkan untuk selalu bermain dan bergembira.

Seperti biasa kegiatan "Sekolah dirumah" di mulai dengan diskusi akan bermain apa kita hari ini, di saat proses "cerita" tanpa sengaja pintu lemari tempat penyimpanan harta karun saya terbuka (harta karun = peralatan baking saya, seperti case cupcake, mika plastik, sendok kue, dll 😄)

Melihat tumpukan cupcake case dan kertas roti di ujung lemari, mencetuskan ide untuk memanfaatkanya sebagai bahan bermain dan belajar kami sore ini


Untuk permulaan saya memberikan contoh untuk Nadia kreasi yang bisa di hasilkan dari kertas roti, untuk kemudian Nadia mampu kembangkan sesuai imajinasi, kreatifitasan-nya, dan keunikan daya fikirnya.



Kembali pada minat utamanya saat ini, yaitu melukis (doi masih setia dengan cita-citanya untuk jadi pelukis 😁😁😁)
Maka apapun media dan bentuk crafting apapun yang saya tawarkan, akan di sisipi dengan aktifitas melukis


Pola lukisan Nadia Saat ini mulai menunjukkan perubahan ke arah lebih baik di banding saat pertama kali melukis, kali ini komposisi warna mulai di mainkannya, gambarnya-pun sudah mulai "bercerita" dan saling melengkapi satu sama lain dalam setiap komponen yang di lukisnya.




Demikianlah perjalanan Sekolah dirumah kami, di sela-sela aktifitas persiapan untuk project utama kami yang hampir menyentuh angka 75% persiapan

#level3
#kuliahbunsayiip
#myfamilymyteam
#hari13

#TDoLM_WritingChallenge
#Portofolio.FBE.Nadia
#JurnalIbuPembelajar.JIP4
#FitrahBakat
#FitrahBelajar
#day2to7days