Tampilkan postingan dengan label Bunsha Journey. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bunsha Journey. Tampilkan semua postingan

Minggu, 16 Juni 2019

Ahad ceria Osin Family



Ahad ceria ala Osin Family di buka dengan menunaikan fitrah jasmani kami dengan jalan berolahraga demi tetap menjaga stabilitas organ-organ tubuh serta menjaga hati dan fikiran agar tetap waras, sehat dan bergas 😃


Jogging selalu menjadi pilihan bagi kami untuk menghabiskan Ahad pagi kami. Menghabiskan quality time bersama keluarga dengan lari kecil memutari stadion olahraga dari rumah hingga cukup membuat keringat bercucuran dan napas tersengal-sengal. QadarullahNya di area seputar stadion terdapat mobil keliling BNN yang tengah mengadakan sosialisasi perihal Napza dan sahabat-sahabatnya.

Bermodal rasa penasaran, Kak Nad memacu semangatnya untuk mendatangai mobil keliling tersebut dan melihat secara langsung apa saja yang termasuk dalam kategori narkotika dan obat terlarang.



Cek list yang kami tetapkan hari ini adalah mengantarkan donasi sedekah Kak Nad berupa alat kebersihan untuk masjid-masjid terdekat dari kediaman kami terpaksa di tunda terlebih dahulu, beralih dengan menemani ayana yang hari ini memenuhi undangan silaturahim ke tempat rekan kerja ayana di lanjut dengan silaturahim dengan para om dan tante serta saudara sepupu Kak Nad.


Kebersamaan, canda tawa dan aneka kisah mewarnai perjalanan kami hari ini, berbincang mengenai konten media sosial untuk para duo jenderal serta beberapa rencana petualangan kami di tahun-tahun mendatang




Bukankah hal besar sesulit apapun itu bisa terasa ringan saat mengerjakannya bersama? Dan langkah kecil kita dari rumah bisa jadi akan menghantarkan kita pada tujuan utama dan pencapaian tujuan penciptaan kita di bumi Allah ini?





Bandar Lampung, 16 Juni 2019
Puspaning Dyah, karena menulis adalah meninggalkan jejak

Kamis, 02 Mei 2019

Manajemen Waktu Adalah Cara Jitu Bersahabat Dengan Kemandirian

Melatih Kemandirian Day#8
Pas di tanggal 02 mei 2019, biasanya sih kebanyakan orang-orang di Indonesia memperingatinya sebagai hari Pendidikan, namun menjadi hal yang beda buat si emak, karna apa? karna di tanggal ini justru merayakan peringatan Hari Kartini bersama kawan-kawan satu organisasi.

Sedari pagi saya di sibukkan dengan aneka persiapan untuk menjalani hari ini. si emak yang bertugas sebagai sekretaris, bertanggungjawab pada banyak hal berhubungan dengan kesekretariatan, kehumasan, dan terkadang melebar ke bidang yang lainnya, semacam nyolokin kabel proyektor, tukang setel sound system dan banyak hal teknis lainnya 😀😁

Beruntungnya si mak setelah banyak purnama di lalui, akhirnya si mak mendapat teman seperjuangan, hihihihi maksudnya itu ada tandem untuk jadi sekretaris di periode kepengurusan yang sekarang. artinya akan ada bala bantuan untuk membantu segala tanggung jawab terkait organisasi.

Hari ini di mulai dengan sikap manis Adek Yeza yang seolah faham bahwa emaknya lagi dalam sibuk mode on, di rapihkannya tempat tidur kami, mengganti seprai dengan yang baru, serta langsung menuju kamar mandi tanpa perlu bujuk rayu seperti biasanya sembari saya masih sibuk berkutat dengan banyak tugas organisasi.

Kak Nad yang telah selesai dengan segala standar pagi termasuk bekal snack dan makan siang yang di siapkan sendiri olehnya (doi tinggal masukin saja sih ke kotak bekel apa saja menu yang telah tersaji di meja makan), dan meluncurlah doi ke sekolah bersama Ayana. Sementara si mak sibuk berkegiatan bersama Adek Yeza.

Satu point yang berhasil saya latih hari ini adalah membantu rekan saya dalam menghandle beberapa tugas yang biasanya saya kerjakan. berada satu kota namun berbeda aktivitas dengan ayana, membuat saya harus terampil membagi waktu dan mendelegasikan beberapa tugas domestik maupun yang lain pada orang yang tepat. seperti misalnya saat hari ini saya tidak dapat menjemput Kak Nad di sekolah formalnya, tugas ini saya delegasikan kepada Budhe Nia sang asisten kami untuk bersama Adek Yeza menjemput Kak Nad menggunakan moda transportasi online.

Beberapa pekerjaan dapat saya selesaikan dengan baik di hari ini, meeting dengan calon klien, bersua dengan para sahabat lama untuk sekedar melepas satu saudara kami yang akan pindah sekolah, meeting dan mengorganisasi pertemuan di bulan ini serta tak lupa berbagai tugas domestik yang dapat terselesaikan dengan baik, karena perencanaan waktu yang tepat, matang serta tak lupa tetap saling berkomunikasi dengan seluruh anggota keluarga.


Bandar Lampung, 02 Mei 2019
Puspaning Dyah, Catatan Bunda Pembelajar


#hari8
#gamelevel2
#tantangan10 hari
#melatihkemandirian
#kuliahbundasayang
@institut.ibu.profesional


Kamis, 18 April 2019

Bahasa Indonesia Resep Mujarab Memulai Komunikasi Produktif

Beruntunglah kita terlahir di bumi pertiwi yang walaupun berasal dari suku yang berbeda, tinggal di pulau yang berbeda serta adat dan istiadat yang berbeda, namun kita memiliki Bahasa Indonesia yang menyatukan kita semua. Penah gak melakukan uji analisa, jika tiada Bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional, akan seperti apa kita berkomunikasi dengan individu yang “berbeda”dengan kita? Orang-orang dari ujung barat Indonesia bisa berkomunikasi dengan saudaranya di ujung timur negri dengan bahasa Indonesia sebagai penyelamat dan penengah mereka. Bayangkan saja jika para penduduk tidak bisa saling berkomunikasi, mempersatukan mereka bisa jadi hal tersulit bagi kita semua.
Komunikasi Produktif

Sabtu, 13 April 2019

Mengukir Cinta Memahat Kisah Bersamamu

Ada kalanya waktu bergulir dengan sangat cepat, namun tak jarang pula rasanya waktu lambat berputar. Perspektif kitalah yang menbuat adanya deviasi dari dua pemikiran ini. Seperti sebuah perumpaan, saat kita tengah melamun, akan ada dua pilihan tersaji : 'Kehilangan Waktu Luang atau Mencari Peluang".

Komunikasi Produktif Day#17


Akhir pekan senantiasa menghadirkan bumbu romansa di dalam keluarga kami, kadang kami lewatkan dengan "kencan khusus", baik orang tua dengan salah satu anak, atau " Kencannya" Para orang tua alias saya dan Ayana.

Karena biasanya sessi Kencan berdua ini menjadi penghubung dan penguat bonding di antara kami. Tak perlu mencari kemewahan, cukup makan berdua di warung bakso kesayangan, atau berbelanja beberapa kebutuhan, cukup sederhana namun di lalui dengan penuh makna.

"Kencan" Ala emak dan Pak Kepsek

Tak jarang "masalah" akan bisa terselesaikan hanya dengan obrolan "intim" berdua. Saat suasana cenderung menggeser ke kutup merah, maka sudah saatnya menarik salah satu anak secara bergantian untuk masuk ke sessi kencan bersama pasangan.

Apakah efektif untuk selalu menumbuhkan hormon oksitosin di jiwa emak? Silahkan menjawab dengan asumsi manapun namun satu yang mungkin jangan terlupa, yuuk cobain cara kami menguatkan bonding, dengan selalu berdekatan dengan keluarga kita 😃

Bandar Lampung, 13 April 2019
Puspaning Dyah, catatan bunda pembelajar


#day17
#komunikasiproduktif
#kuliahbundasayang
#ibuprofesional

Jumat, 12 April 2019

Sudahkah Berkomunikasi Produktif Hari Ini?

Komunikasi Produktif Day#16


Hari Jumat bisa jadi adalah hari yang cukup padat untuk Osin Family. Karena apa? Karena banyak agenda sosial yang kami rancang dan di plot di hari Jumat. Sedari Kamis malam duo Jenderal telah saling bekerjasama menyiapkan suguhan untuk sedekah jumat, dan di pagi ini mereka membuka hari dengan lebih pagi sebagaimana rencana yang telah kami susun sebelumnya, menitipkan sedekah jumat pada salah satu lembaga crowfunding untuk,di salurkan kepada para penerima manfaat.

Persiapan Duo Jenderal untuk Sedekah Jumat 

Hasil kerjasama Duo Jenderal


Ada banyak tantangan berkomunikasi yang kami jalani hari ini. Tantangan pertama adalah kami harus bisa meyakinkan bude Nia sang asisten andalan kami untuk mau melangkahkan kaki menuju tempat fisioterapis untuk melakukan terapi pada pergelangan tangannya yang mengalami fraktur akibat aksi akrobatiknya di dapur rumah kami beberapa waktu yang lalu 😂

Budhe saat menjalani sessi terapi


Memberi pemahaman bahwa fisioterapi bukanlah sebuah ikhtiar pengobatan yang "horor" dan membuat bulu kuduk merinding🤣 daaaan finally bude akhirnya bersedia menginjakkan kaki di tempat terapi walaupun di dahului dengan adegan melarikan diri macam film-film bollywood. Menjalani serangkaian proses terapi yang berlangsung kurang lebih 1,5 jam dengan di sertai rintihan dan derai air mata karna tak kuasa menanggung himpitan di dada 🤣🤣🤣

Berlanjut dengan home sharing yang kali ini membahas beberapa isu utama. Tentang rencana berbagi kebahagiaan saat milad Kak Nad esok hari, di lanjut dengan rapat untuk memutuskan menu apa yang akan di olah sebagai objek market day di sekolah formal Kak Nad esok senin dan di tutup dengan obrolan bersama pak Kepsek untuk konsep project photo si emak dalam waktu dekat (jadi ceritanya kang poto amatiran ini lagi dapat job untuk jadi fotografer sebuah buku menu dari caffe yang mau launching dalam waktu dekat, jadi si emak butuh saran dan inputan untuk menguatkan konsep yang akan di presentasikan ke calon kliennya si emak)

Yuhuuuuu ternyata mempraktikkan teori KOMUNIKASI PRODUKTIF itu gak hanya berlaku untuk keluarga, namun bisa kita praktikkan pada siapapun orang yang berhadapan secara langsung maupun tak langsung dengan kita.

Sessi Home Sharing Osin Family malam ini di sebuah rumah makan tak jauh dari rumah


Jika lukisan tersaji melalui goresan kuas dan warna yang berpadu dalam balutan "seni", maka bicara pun seperti itu, perlu ada seni dan menghadirkan rasa agar terasa ruh yang bersenyawa di dalam ratusan huruf yang kita keluarkan.

Sudahkah berkomunikasi produktif hari ini? In Shaa Allah kami sudah, kamu kapan? 😘


Bandar Lampung, 12 April 2019
Menjelang Milad Kak Nad
Puspa Fajar, catatan bunda pembelajar



#day16
#kuliahbundasayang
#komunikasiproduktif
#ibuprofesional

Kamis, 11 April 2019

Empati Kita adalah karena kita peduli

Komunikasi Produktif Day#15


Beberapa hari ini linimasa sosial media saya selalu ramai akan kicauan bernada politik maupun berita seorang selebritis yang kemudian akhirnya menjadi tersangka hingga terpaksa menginap di hotel prodeo. Buat saya beberapa berita tersebut adalah semacam sebuah rendang. Di masak kemarin, di hangatkan berkali-kali agar makin keluar aroma khas rendang serta bumbu santan yang semakin "semlekok", makin di angetin makin enak dan makin nagih.

Tapi di antara semua berita tersebut, ada dua hal yang cukup menarik perhatian saya. Pertama berita mengenai desakan penutupan sebuah perusahaan penambangan emas di bumi Aceh yang mempunyai dampak lingkungan cukup luas, serta berita bulliying pada seorang siswi di Pontianak.

Di tengah gaung Revolusi Mental, justru saya melihat banyaknya kecatatan mental yang terjadi hampir di semua lapisan masyarakat. 
Jika dahulu para pejabat "mencuri" uang rakyat masih cukup malu-malu dan melakukannya di balik meja, namun saat ini bentuk pelucutan pada "kepercayaan rakyat" sudah sampai taraf membahayakan. 

Salah siapa jika kemudian generasi muda sibuk menghamba pada sesuatu yang bukan mengarahkan mereka pada fitrahnya, melainkan begitu memuja sesuatu yang kurang mendatangkan manfaat untuk mereka. Bukankah dengan kemudahan akses umtuk masuk ke dan dunia digital harusnya semakin membuat banyaknya informasi positif yang bisa di serap oleh para generasi muda milenial?

Salah siapa dong kalau sudah begini? Salah gue? Salah temen-temen guee....????


Kalimat Istighfar lah yang kemudian mampu terucap. Telah tiba masa yang di gambarkan oleh Baginda Muhammad SAW, bahwa anak-anak kita adalah anak-anak akhir zaman. Tak selamanya kita akan mendampingi mereka, namun di masa ini adalah masa yang paling tepat untuk kita menumbuhkan kepribadian dan mendampingi setiap proses tumbuh kembangnya.

Anak-anak kita tidaklah tumbuh dalam masa kecil kita terlebih masa orang tua kita. Maka tidak bijak rasanya jika kita "copy paste" bagaimana orangtua kita mengasuh dan mendampingi proses tumbuh kembang kita.

Bajar membina keharmonisan keluarga, hadir secara fisik dan hati untuk anak-anak kita menjadi salah satu cara menjaga asset negara di masa mendatang. Sejatinya anak adalah peniru yang ulung, maka berhati-hatilah dalam memilihkan kata untuk,mereka.

Mengubah kata negatif menjadi sesuatu yang bersifat membangun dan mendidik.
Karena saudara kita adalah cerminan diri kita, apa yang kita lisankan adalah doa yang akan kembali pada diri kita.

Teruslah membina komunikasi pada seluruh anggita keluarga, buatlah SOP sendiri di dalak keluarga yang "memaksa" masing-masing individu mau membuka suara dan memulai perbincangan dengan yang lain.

Pak, bu....? Jika bukan kita yang peduli dengan anak kita harus pada siapa kita bisa mengadu?
Jika bukan sekarang kapan lagi???



#day15
#kuliahbundasayang
#ibuprofesional
#komunikasiproduktif

Rabu, 10 April 2019

Bermimpilah dan Bergegas Bangun Untuk Mewujudkan Mimpimu

"There is only one thing that makes a dream imposisible to achieve : the fear of failure"



Adalah sebuah quotes yang tidak sengaja terbaca saat saya berselancar di cyber digital sore tadi. Kurang lebih terjemahan bebasnya adalah :

"Hanya ada satu hal yang membuat mimpi menjadi mustahil tercapai : ketakutan dan kegagalan", kutipan yang di tulis oleh Paulo Coelho di dalam bukunya yang bertajuk " The Alchemist".

Membaca tulisan di atas, seperti ada yang membisikkan kepada saya bahwa jangan pernah merasa takut untuk melangkah dan berusaha mengejar impian. Karena satu atau dua kali kegagalah masih menjadi hal wajar. Di dalam kegagalan itulah kita belajar mengenal letak kesalahan kita.

Mengingat sessi bersama Mas Ardi Gunawan seorang motivator dan penulis buku "Kajian Magnet Rezeki", beliau mengatakan bahwa setidaknya jam mati saja akan benar dua kali dalam sehari. Artinya sebanyak apapun kesalahan yang kita lakukan baik sengaja maupun tidak sengaja pasti akan ada suatu nilai yang di anggap benar dalam keseluruhan hidup kita.

Kenapa jadinya ngebahas soal "mimpi" sih? Pan judulnya kita lagi ngomongin soal KOMUNIKASI PRODUKTIF  ye kan? 😂
Hihihihi jadi ceritanya tuh, beberapa hari ini si emak lagi berhubungan intens (ya elaaah intens kayak apaan aja yak 😂) sama Uni Nesri sang manajer HRD IIP yang menjadi salah satu penanggungjawab dalam acara Konferensi Ibu Profesional yang mau di selenggarakan Agustus mendatang.

Saya menuliskan beberapa mimpi keluarga kami sebagai bagian dari Ikhtiar menuju Our Mission Life ke dalam paper yang saya kirimkan di ajang "Call for Paper". Baru dapat ide lancar untuk nulis Paper yang akan di ikutsertakan itu pas d Hari H pengumpulan paper (kebiasaan bener si emak kalau ngerjain sesuatu pasti mephet-emphet sama deadline😂)



Bada Maghrib ada ide untuk menuangkan dalam tulisan, brainstroming dengan Pak Kepsek dan dua jam kemudian jadilah paper tersebut. Gak ada kepikiran buat lolos seleksi atau apapun itu, niatnya cuman nulis aja sesuatu yang bisa mendatangkan manfaat untuk orang lain sembari menuangkan ide untuk perubahan menuju ummat yang lebih sejahtera.

Eeeeh koq ya ndilalah di kontak langsung sama Uni Nes, wawancara via WA yang sumpah bikin kringetan (karna emang balas WA dalam kondisi di jalanan yang panasnya membara 🤣🤣🤣), tantangan banget buat saya yang seorang Auditori di mana akan lebih nyaman saat berkomunikasi via tatap muka dan suara. Eeeh lha ini di minta menjelaskan konsep yang saya tulis secara gamblang dan sejelas-jelasnya melalui media Whatsaap pula, lha dalah belepotan bener lah ya menyampaikan maksud hati agar pesan yang ingin di kirim sampai tepat sasaran.

Akhirnya perlu beberapa kali saya menjelaskan dengan alur yang bolak balik maju mundur secara random hingga akhirnya sessi wawancara perlu di cukupkan di iringi ucapan terima kasih😅

Lalu apa hasilnya? Wait and see aja deh, karena saya sendiri belum cukup yakin ide gila saya bisa di terima dengan mudah di kebanyakan orang 😂

Point yang bisa saya pelajari dari interaksi ini adalah, kita tidak  bisa menyamakan orang lain demi membuat kita nyaman. Seperti kasus yang saya alami, si auditori ini di paksa harus mampu tetap menjalankan KOMUNIKASI PRODUKTIF pada pihak lawan bicara melalui media dan apapun keadaan yang terjadi.

Saya jadi langsung membuka kembali suatu buku bacaan yang menuliskan sebuah kata penyemangat :

"You do not write your life with words, you write it with actions. What you think is not important. It is only important what you do"

Yeee kurang lebih artinya mah, "Kamu tidak menuliskan hidupmu dengan kata-kata. Kamu menuliskannya dengan tindakan. Apa yang kamu fikirkan tidaklah terlalu penting, satu-satunya yang penting adalah apa yang kamu lakukan"

Sebuah kutipan dari Patrick Ness yang di ambil dari salah satu buku yang kemudian di angkat ke dalam layar lebar. Banyak rencana dan harapan tapi sebanyak apapun itu, harapan tidak akan pernah menjadi kenyataan tanpa adanya tindakan dan usaha. Nasihat lama menorehkan bahwa untuk mewujudkan mimpi menjadi nyata kita harus bergegas bangun dan mewujudkannya. Gak pernah ada kata terlambat atau terlalu cepat, semuanya akan terjadi pada waktu yang telah di tetapkan. Tugas saya, kamu dan kita adalah berusaha, no putus asa, karena semua akan indah pada waktunya 😍😍😍
Oke cuy 😁



Bandar Lampung, 10 April 2019
Puspaning Dyah, penjelajah hikmah


#day14
#kuliahbundasayang
#ibuprofesional
#komunikasiproduktif




Senin, 08 April 2019

Magnet Rezeki dan Membuka Perisai Diri

Terkadang kita hanya butuh beberapa effort kecil untuk membuka sebuah obrolan dengan orang "asing". Tanyakan hal-hal umum seputar dirinya sebagai " Pemancing" Obrolan mampu menjadi jurus jitu bagi saya saat berada di tengah-tengah lingkungan yang baru. Saya jadi teringat beberapa prinsip dasar yang Ibu Profesional tuliskan saat kita tengah menjalin suati sinergi dengan pihak lain. Antara lain prinsip U Win I Win, Understanding first than to be understood, understand your unniquiness, dan code of conduct and moral characters.

Hari ini atas atas izin dan ridho pak kepsek, berangkatlah saya untuk mengambil job mendokumentasikan suatu acara di pinggir kota Bandar Lampung. Bersama Adek Yeza yang sangat kooperatif selama saya harus bekerja meliput sebuah kegiatan. Doi yang bisa duduk manis di barisan paling belakang bersama setumpuk mainan dan cemilannya membuat saya cukup tenang menuntaskan kewajiban saya hari ini. Seperti biasa setiap saya akan bertugas, maka saya akan menyampaikan dengan cukup lugas kepadanya, di mana, kapan, bersama siapa, akam bertemu dengan siapa saja serta banyak gambaran umum sebagai informasi awal baginya, agar iapun bisa mempersiapkan "perbekalan" apa yang perlu di bawanya.

Sang pengawal setia bunda

Menggunakan beberapa prinsip sebagaimana tertuliskan di muka, hari ini saya berkesempatan menjalin silaturahim dan perkenalan dengan banyak orang baru. Bahkan berita baiknya adalah sang pemateri acara hari ini yaitu Mas Ardi Gunawan tanpa saya tawarkan terlebih dahulu, tertarik menjalin sinergi dengan Ibu Profesional Lampung dan menyapa teman-teman IP Lampung dalam berbagai forum berikutnya. Woow hari ini saya praktik langsung ilmu yang baru saja beliau ajarkan mengenai "Magnet Rezeki". Bagaimana rezeki-rezeki itu akan datang secara tiba-tiba tanpa kita menyadarinya saat kita mau untuk membuka "Perisai Diri".

Hayyo Tebak, sedang berpose bersama siapakah si emak?

Kabar baiknya pula seorang artis yang pernah ngetop di zamannya, yang saat ini berkesempatan hadir dan saya bisa berkenalan dengannya, tak pelit ilmu ingin berbagi sesuatu dengan kawan-kawan saya di IP Lampung begitu saya kenalkan tentang portofolio IP Lampung dalam sosial media yang kami miliki. Mashaa Allah Tabarakallah atas segala kebaikan dan kemudahan yang Allah berikan kepada saya dan IP Lampung. Semoga komunikasi yang baik bisa mendatangkan sinergi yang mendatangkan manfaat bagi banyak pihak.



Bandar Lampung, 8 April 2019
Puspaning Dyah, Bunda Pembelajar

#day12
#kuliahbundasayang
#ibuprofesional
#komunikasiproduktif

Minggu, 07 April 2019

Suara di Sekitar Adalah Cara Alam Menyapa dan Menyatukan Kita

Quotes yang saya kirimkan untuk sessi Senin Semangat


Bertemu kembali di hari Ahad, itu artinya waktu untuk emak beranjangsana ke suatu tempat surganya si emak alias pasar tradisional. Wekawekawekaweka... Kenapa jadi tempat istimewa? Karena di tempat ini si emak bisa memanjakan mata dan bersilaturahim dengan banyak saudara 😀

Rabu, 03 April 2019

Senin, 01 April 2019

Monday Is Wonderful Day


Komunikasi Produktif Day#5
“MONDAY IS WONDERFUL DAY” adalah kata-kata penyemangat yang selalu kami gunakan sebagai pemantik semangat di awal pekan, terutama awal pekan yang identik dengan segala hal berbau kericuhan dan kepanika... wekawekaweka.... yaaah anggap aja deh sebagai alibi untuk mengalihkan bad mood menjadi straight mood 😊

Jumat, 29 Maret 2019

Melayanimu Dengan Tulus, Caraku Berbahasa Padamu...


Komunikasi Produktif Day#2

Hari kedua mempraktikkan teori Komunikasi Produktif secara lebih intens, kenapa di bilang intens? Kan memang saben harinya mah kite tetep saling berkomunikasi ye kan mpok? Walau mungkin gak pake kaidah-kaidah yang di tuliskan dalam teori Komunikasi Produktif 😊Nah berhubung si emak lagi ngejalanin tantangan dan niat ingsun pingin komit sama perkuliahan ini jadi ya sebisa mungkin epridey mempraktikkan satu persatu teori di dalam aneka rumus KOMUNIKASI PRODUKTIF ala IBU PROFESIONAL.

So hari Jumat ini kami menjalani hari yang cukup menarik, hihihihihi sepulang dari sekolah formalnya Kak Nad kami berencana mengerjakan beberapa aktivitas percobaan sains hasil dari belanja ide di Science Fair di sekolah Kak Nad beberapa waktu yang lalu. Sesuai dengan hasil Komunikasi Produktif kemarin, kami memutuskan di hari ini akan melakukan percobaan Jembatan Warna dan Musik Air.

Berhubung kami belum berhasil mendapatkan beberapa botol kaca yang sejenis untuk bekal melakukan uji coba musik air, akhirnya kami mengalah dengan melakukan percobaan Jembatan Warna saja untuk sore ini. Beberapa peralatan dan bahan yang mendukung percobaan di siapkan bersama duo Jenderal hingga mulai percobaan yang kemudian kami kedatangan satu personil tambahan yaitu Adek Khalid tetangga sebelah rumah kami yang turut serta bermain dan beraktivitas bersama kami sore ini.

Maka, menggelar play mart-lah kami bertiga di halaman depan rumah, berpayung pohon jambu yang rindang serta hendusan manja Maretta si anak kucing kesayangan Kak Nad dan Adek Yeza, di temani sekotak nasi kebuli dan kari ayam untuk makan siang terlambatnya si emak (ini perpaduan menu yang gak ideal, so please don't try this at your home yeayh 😉)
Duo Jenderal Osin Family yang siap bereksperimen

Percobaan Jembatan Warna ala Osin Family bisa di intip di : Percobaan Sains Sederhana Melalui Jembatan Warna

Home Education berjalan dengan baik sebagaimana biasanya, normal tanpa ada kejutan berarti. Namun di sessi pertengahan proses Home Education saya tidak menyadari jika masuknya Kak Nad ke dalam rumah karna sebab musabab doi ngambek bin merajuk pada saya. Si emak baru menyadari perubahan mood sang anak gadis saat doski keluar dari rumah dengan mata yang telah bersimbah air mata, jiyaaaaaaah si emak kumat lebaynya 😉

Usut punya usut, kemerajukan sang Kakak terpicu pada rasa cemburu menyaksikkan si Adek yang asyik dengan percobaan sainsnya, proyek Jembatan Warna, sedangkan si Kakak hanya mendapat peran sebagai seksi perlengkapan dan peralatan alias asisten bunda untuk masuk dan keluar rumah mengambil peralatan yang kurang dan belum terbawa. Doskipun ingin mendapat peran lebih yang melibatkan dirinya aktif mengerjakan suatu percobaan.

Alarm alam telah berdering menandakan sessi Home Education bersama Adek Yeza harus segera kita hentikan demi kemsalahatan ummat dan tetap berdirinya Pancasila sebagai ideologi bernegara... Halagh  apa pula lah si emak ini 😉😉😉wekawekawekawekaweka.....

Kupeluk erat dirinya yang tengah gundah gulana, ku biarkan ia dalam isakan tangisnya, hingga ketika isakan mulai mereda, saat irama jantung mulai teraba normal kembali, saat mata teduhnya tak lagi malu-malu menghindar dari radar mataku, ku bisikkan kata cinta padanya...

"Kak, bunda sayang Kak Nad, Kak Nad adalah anak bunda yang paling solihah, bunda bangga sekali dengan kebaikan hati Kak Nad yang mau menolong bunda mempersiapkan aneka peralatan untuk media belajar Adek Yeza, namun nak, maafkanlah bundamu jika ternyata sikap bunda ada salah di pemikiranmu nak, bunda belum tau apa yang di mau Kak Nad, jadi yuuk nak kasih tau bunda bagaimana bunda bisa membantu kamu nak..."

Dan akhirnya tercetuslah uneg-unegnya di sela tangis yang mulai terdengar lirih, bahwa ia tak ingin melakukan uji coba jembatan warna bersama sang adik karena project ini telah kami lakukan beberapa kali di waktu yang lampau, akhirnya ia pun memilih sebuah project lain untuk di mainkan bersama sang emak tercinta, yaitu melukis dengan media cat air dan meneruskan project rumah princess lego miliknya.

Ku ambil bulu sebatang ku raut sama panjang.... eh salah itu mah lirik nyanyian yak.. wekawekawekaweka... Ku gendong ia menuju tempat gudang harta karun mereka, wajahnya yang perlahan ceria dan cerah kembali sebagai pertanda bahwa badai telah berlalu berganti dengan aroma Petrikor yang tenang dan menyejukkan 😊

Bagi seorang anak, rumah adalah jenjang pendidikan pertama sebelum menapak pendidikan formal dan berhadapan langsung dengan lingkungan sosial. Bagi kami para orangtua, rumah menjadi media laboratorium untuk melatih sikap mental yang benar dalam memahami hubungan antar manusia. Dan saya adalah generasi kuno yang meyakini ada korelasi positif antara sukses keluarga dan sukses pribadi.

Kehangatan rumah yang di dalamnya terjalin komunikasi yang harmonis dan saling memperhatikan, akan menguatkan setiap individu yang ada di dalamnya untuk menghadapi sejumlah tantangan di luar sana. Kejernihan hati dan kebijaksanaan yang sungguh-sungguh dalam membersamai keluarga akan menjadi investasi seumur hidup yang tak akan di lupakan oleh keturunan kita kelak.

Indah sekali bukan sebuah pepatah dari nasihat lama yang sering kita dengar?

“HOME SWEET HOME”

Tiada tempat terindah selain rumah, tempat kita menikmati segalanya bersama dalam sebuah bingkai kanvas bernama keluarga.
Aktivitas "Life Practical Skill" yang di kerjakan duo Jenderal hari ini, menyajikan fresh pressed juice 

Hasil Fresh Pressed Juice hasil kolaborasi Duo Jenderal hari ini




Bandar Lampung, 29 Maret 2019

Puspa Fajar, Catatan Bunda Pembelajar



#hari2
#gamelavel1
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbundasayang




Kamis, 28 Maret 2019

Memulai Komunikasi Produktif di Dalam Keluarga



Komunikasi Produktif Day#1

Berkomunikasi mungkin adalah salah satu hal naluriah yang selalu kita kerjakan sehari-hari. Tapi kadang karena semakin seringnya kita lakukan, hampir setiap hari, setiap waktu sih ada aja hal-hal yang terlewat. Seperti contoh bagaimana sih kaedah yang baik, yang perlu kita jalankan agar pesan yang ingin kita sampaikan dapat di tangkap dengan baik oleh sang penerima pesan? And this it, kami para mahasiswi yang tengah memasuki Kelas Bunda Sayang Ibu Profesional dengan Materi pertama yang di ajarkan adalah “Komunikasi Produktif” baik kepada diri sendiri , pasangan, maupun para buah hati.

Sabtu, 02 Desember 2017

Ayahku pendongeng yang kece



Yeeaaayyh its weekend, its time  dating with Ayana 😃

Sebagaimana adat dan kebiasaan yang berlaku di Osin Family, weekend adalah waktunya untuk Quality Time bersama keluarga terutama Ayana, rencana semula akan kami habiskan dengan berenang namun memgingat kondisi fisik anak-anak yang tengah terjangkit virus flu dan mendekati ke arah batuk uhuk uhuk, jadilah agenda berenang kami alihkan untuk outing. Dan pilihan tempat untuk outing kami jatuhkan ke Camp 91, salah satu destini outing di Bandar Lampung, sekaligus ajang mengejar ketertinggalan motorik kasar Adek Yeza.



Sembari menghabiskan waktu di tempat outing, Ayana menyisipkan petuah-petuahnya melalui cerita petualangan heroik untuk membangkitkan semangat Kak Nad dan Adek Yeza mencoba berbagai wahana outbond yang tersedia di tempat outing pilihan kami. Dan terbukti cerita khayalan Ayana efektif membuat anak-anak percaya diri mencoba hampir semua wahana outbond yang disediakan.



Rupanya trial and error kami mendongeng untuk anak-anak membuat mereka menjadi candu, outing di lanjutkan dengan agenda bulanan belanja ke toko buku sebagai reward anak-anak terhadap beberapa tantangan yang sebelumnya kami berikan dan dapat di selesaikan dengan baik oleh mereka. Hingga akhirnya sessi malam di tutup dengan membacakan buku hasil pilihan anak-anak

Bandar Lampung, 2 November 2017
Puspaning Dyah, saat fasilitatorpun berproses bersama para anak didiknya

Kamis, 30 November 2017

Mendongeng Bagian dari Upaya Membangkitkan Empati dan Simpati


Sessi sharing malam sembari menunggu antrian di Dokter Gigi

Secara etimologi Dongeng merupakan bentuk sastra lama yang bercerita tentang suatu kejadian luar biasa yang penuh dengan khayalan (fiksi) yang di anggap oleh masyarakat adalah suatu hal yang tidak benar-benar terjadi. Dongeng bisa juga di terjemahkan sebagai bentuk cerita tradisional atau cerita yang di sampaikan turun temurun dari nenek moyang. Dongeng berfungsi menyampaikan ajaran moral (mendidik) dan juga menghibur.

-Sumber www.wikipedia.com-


Mendapat materi baru di Kelas Bunda Sayang IIP tentang Mendongeng untuk anak menjadi sebuah tantangan berat untuk saya. Lebih banyak saya hanya menceritakan isi buku dongeng atau buku cerita sejenis sebagai pengantar tidur maupun sebagai salah satu kegiatan positif saat proses membersamai mereka.


Mendongeng berarti kegiatan aktif membacakan dongeng, dan untuk saat ini saya masih tergolong bukan tipe pendongeng yang baik, bagaimana tidak jika sang pendongeng malah justru lebih cepet ngantuk dan tertidur dengan sendirinya di bandingkan anak-anak yang di bacakan dongeng 😂😂😂



Yang membuat menarik dari tantangan kali ini,  sebenarnya banyak hal bisa di gali sebagai objek mendongeng terutama jika menyangkutpautkan dengan banyak materi pelajaran yang di dapatkan Kak Nad di sekolah formalnya yang hampir mendekati waktu-waktu UAS. Dan menelisik bahwa gaya belajar Kak Nad yang cenderung Kinestetik, di mana akan lebih mudah memahami cerita dan pemahaman-pemahaman positif yang saya sampaikan melalui berbagai gerakan anggota tubuh.


Mungkin benarlah jika kita memiliki niat baik, maka akan di permudah oleh Allah SWT. Menjemput Kak Nad pulang dari sekolah formalnya adalah ritual siang yang jarang sekali absen dari jadwal harian saya. Hari ini saya memang sedikit terlambat menjemput Kak Nad karena satu dua dan tiga hal terkait tugas dan tanggung jawab domestik.


Sesampainya di sekolah nampak terlihat putri kecilku berlinang air mata dan tersedu, mengadu keisengan teman sekelasnya yang "mencantelkan" kerudung Kak Nad di atas ranting pohon. Ulalaaaaa... hhmmmmm... inilah kesempatan pertama saya "mendongeng" di hadapan Nad dan Yeza. Dengan susah payahlah kutahan isak tangianya dengan janji manis akan ku suguhkan cerita luar biasa di dalam mobil selama perjalanan pulang kami.



Gadis kecilku menurut dan berdamai dengan rasa kecewa serta sakit hatinya atas keusilan sang kawan. Di dalam mobil, di mulailah "Dongeng" pertama bunda hari ini.

Dongeng di mulai dengan latar hutan belantara yang rimbun penuh dengan tumbuhan liar dan semak belukar, Alkisah tersebutlah seorang pemuda bernama Adin (kebetulan teman yang mengisengi Kak Nad bernama Dani), Adin sang penggembala domba tersesat jauh ke dalam hutan karena keisengannya mencari buah ciplukan, hingga tanpa sadar ia masuk terlalu jauh ke dalam hutan.


Dengan minimnya perbekalan akibat kemalasan Adin mengisi kembali kantong air hingga habis tak bersisa isinya kembali serta kotak bekal makanan yang tidak di temukan di dalam tasnya akibat kelalaian Adin tidak mengembalikan bekal makanan ke dalam kantongnya kembali. Singkat cerita Adin dapat berhasil lolos dari hutan dan kembali ke rumah dengan sehat sentausa karna pertolongan Allah SWT.


Setelah sessi mendongeng siang tadi, saya meminta Nad mengulang setidaknya beberapa point yang menjadi sorot utama dari cerita saya. Dan ia pun menyimpulkan bahwa meletakkan segala sesuatu harus pada tempatnya agar orang lain tak mengambilnya. Persis sekali dengan apa yang di alami Nad hari ini, di mana ia dengan tidak sengaja meletakkan kerudung di tempat tidak biasanya hingga menjadi korban "keusilan temannya"


Bismillah ya nak, kita lalui tantangan di kelas Bunda Sayang IIP kali ini dengan semangat membara 😃





Bandar Lampung, 30 November 2017

Puspaning Dyah, saat mendongeng adalah mengasah kreatifitas





Pic : Source by Google