Tampilkan postingan dengan label Hari8. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hari8. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 01 Februari 2020

Saat Ayana berkisah



Yuhuuuuuu hari berkumpul bersama Ayana pun tiba

Setelah dua bulan lamanya Ayana DL di Ibukota, Ayana kembali dengan banyak cerita seru untuk dikisahksn


Dan khusus untuk malam ini, tiada sesi dongen dari bunda karena duo jenderal lebih memilih untuk mendengarkan cerit dan keseruan Ayana sama yang m

Jumat, 29 November 2019

Membacalah Sekarang Bijaklah Kemudian



Kalian pernah tau ga kalau ada sebuah nasihat (belum cukup lama) yang bilang kalau:

"Membaca selama satu jam itu seperti kalian lagi membaca selama enam puluh menit"

πŸ˜€πŸ˜‚πŸ€£


Hohohoho ampuuun jangan timpuk emak pake lembaran merah ya gaes, iso ambyar ati si emak nantinya gaesπŸ€£πŸ˜‚

Intisarinya adalah, please gaes luangkanlah sedikit waktu dari setiap hari dalam hidup kita untuk membaca, kalau perut lapar diobatinnya dengan makan, maka otak dan kelaparannya salah satu caranya bisa dipadamkan dengan  nutrisi dari buku.



Masih bernuansa "Melek Finansial", sebagai pereda dari berbagai padatnya aktivitas kami dipekan kemarin adalah mengisi waktu dengan membaca serta berandai-andai.

Sebuah buku bertajuk " Cerdas Mengelola Uang" Besutan manis Uni Fifie tersayang. Ada banyak pembelajaran manis yang bisa diceritakan kembali bersama para buah hati, ada berbagai implementasi sederhana dalam memberikan pemahaman mudah tentang apa iti Perencanaan Keuangan pada anak-anak.


Tengoklah kisah "Ria dan Ikan Hias", dimana mengisahkan usaha seorang Ria kecil untuk bisa memelihara sepasang ikan kecil idamannya. Ada pula kisah Tiro dan berbagai kegigihannya untuk mendapatkan apa yang diinginkannya dan masih banyak pembelajaran manis yang bisa dipetik hikmahnya bersama para anak-anak.

Membacalah gaes selama itu masih mudah untuk kalian lakukan,
Fokuslah pada buku bacaanmu, itu masih jauh lebih mudah dibanding membaca kode-kode dari si dia yang hilal kepastiannya masih samar-samar πŸ˜ƒ



Jumat, 21 Juni 2019

Berani kotor itu baik, berani bersih jauh lebih baik



Kalau si emak ngebikin survey kecil-kecilan seberapa lama bertahannya rumahmu dalam keadaan rapih, kira-kira para responden akan menjawab apa ya 🀣

Karena sesungguhnya rumah rapi dan bersih adalah keniscayaan semata untuk Osin Family. Bisa di hitung hanya dalam hitungan jam saja rumah kami dalam keadaan tertata dengan baik sesuai standar common people. Wakakakkk, standar kebanyakan orang lho ya, bukan standar kami tetapkan sendiri. Karena apa? Karena bagi kami rumah yang berantakan adalah tanda bahwa rumah itu sedang "hidup", di mana ada bukti nyata tumbuh kembang anak-anak dengan baik, ada bahagianya anak-anak yang tak lelah untuk berproses serta tak lupa ada peluh emak yang tercecer 🀣


Selama proses libur sekolah formal yang tengah di jalani Kak Nad, banyak sekali ragam aktivitas yang kami kerjakan bersama, baik sebagai suatu tim maupun sebagai individu. Suatu kondisi yang memungkinkan si emak memiliki beberapa waktu luang untuk melumat aneka buku padat gizi guna semakin mengejar jam terbang keprofesionalitas si emak, serta anak-anak memiliki banyak alternatid untuk menghabiskan energi mereka.




Seperti Kak Nad yang mengambil peran sebagai manajer kamar dan gordyn, di mana tugasnya adalah memastikan segala isi kamar akan nampak indah di pandangan mata dan membuat kami betah untuk beraktivitas di dalam kamar, serta tambahan tanggung jawab untuk memastikan seluruh gordyn di rumah dapat terbuka maupun tertutup sesuai waktunya.

Jika kemudian ada klausul tambahan atas job desk dan batasan kerja serta tanggung jawab, maka akan di lakukan adendum sebagaimana di perlukan πŸ˜€

Apakah hasilnya sesuai dengan harapan, ekapektasi dan SOP yang selama ini menjadi pakem si emak dalam menentukan kondusif atau tidaknya suatu ruangan? Hahahahahaaa tentu tidaaak pemirsa, ada kalanya hanya posisi bantal saja yang di rapihkan, sedangkan sprei dan selimut hanya di letakkan secara asal, lain hari masih menyisahkan ceceran pakaian kotor di atas lantai atau bisa jadi handuk yang di letakkan asal taruh dan belum segera di letakkan kepada tempat yang berhak.

Ambil nafas panjang, tarik secara perlahan dan hembuskan tanpa terburu-buru, sembari beristighfar dan lantunan doa yang tak pernah putus

" Ya Allah nak, bunda berdoa semoga Allah memberikanmu keluasan ilmu hingga kelak kau ciptakan teknologi bersih-bersih tanpa perlu lelah"

Atau kadang sayapun berdoa

"Bismillah semoga Allah menjadikanmu generasi Akhlakul Karimah yang dari lisanmu selalu bisa menenangkan orang-orang di sekitarmu, menjadi penyejuk hati siapapun yang berada di dekatmu sesulit apapun keadaan mereka"

Bukankah kita tak pernah tau kapan dan di mana doa baik kita kan di kabulkan olehNya? Di banding menghabiskan energi untuk membuang emosi melalui lengkingan 7 oktaf yang sanggup memecahkan seluruh kaca jendela, baiknya kita ganti dengan doa baik untuk mereka yang mampu menggetarkan langit-langit arsy dan membuat para malaikat turun dan turut mengaaminkan apa yang kita lantunkan





Bandar Lampung, 21 Juni 2019
Puspaning Dyah, proses menuju Ibu yang penyabar