Tampilkan postingan dengan label thinkcreative. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label thinkcreative. Tampilkan semua postingan

Minggu, 05 Januari 2020

Melatih selera taste dan upgrade skill emak


Hari menjelang kembali ke tempat domisili kami di Pematang Siantar dimanfaatkan oleh si emak dengan berguru pada sang maestro dan guru kehidupan emak.

Sementara anak-anak bersa Ayana menikmati quality time bertiga, emakpun menunaikan hak tubuhnya untuk berguru pada banyak maestro, salah satunya adalah maestro di bidang kuliner, ibu Fatmah Bahalwan.

Mengikuti jadwal yang tertera adalah kelas Bakwan Malang.

Sementara anak-anak asyik bersama ayana, emak berkutat dengan  dunia kuliner.

Dan inilah penampakan



Sabtu, 04 Januari 2020

Mewarnai sarana Relaksasi


Weekend seru bersama teman-teman menjadi pembuka hari kami. Kopdar sekaligus playdate bersama sahabat lama sembari bernostalgia masa remaja, et dah mak ooh emak...

Karena playdate di dalam mall maka berburu venue dimana nyaman untuk anak-anak berpetualang. Pilihan jatuh pada arena bermain anak, aneka permainan indoor dijelajahi satu persatu bersama sahabat baru. Di tutup dengan agenda mewarnai bersama yang hasilnya berupa sebuah gantungan kunci atau hiasan pajangan yang bisa ditempatkan di berbagai media datar.



Kamis, 02 Januari 2020

Atur Strategimu dan Bijaksana menentukan Keputusan



Pernah ngerasain main monopoly gak pas masa kecil kalian? Hihihi kalau belum pernah berarti masa kecil kalian kurang asyik gaes 😂

Ada beberapa nilai positif yang bisa didapat dari permainan ini, kerjasama, bermain jujur and no playing victim, strategi dan menganalisis kekuatan diri maupun kekuatan lawan. Yang bikin seru adalah main monopoli ini afdolnya dilakukan bersama teman-teman, bukannya mojok sendirian 😂




Yes itulah monopoli jaman jadoel, kini aneka bentuk monopoly yang menjelma menjadi boardgame bernilai edukasi. Salah satunya adalah monopoli yang si emak dapatkan sebagai dorprize saat event Pandu 45 di Bogor beberapa waktu yang lalu. Boardgame bernilai edukasi dan menanamkan cinta lingkungan tak bosan kami mainkan bersama saat waktu senggang kami sekaligus pengisi waktu liburan yang bermanfaat dan berharga.

Memanfaatkan areal taman di hotel yang tak seberapa menjadi spot favorit kami untuk memainkan boardgame ini

Rabu, 01 Januari 2020

Membebaskan imajinasi lahirkan kreativitas


Penjelajahan Osin Family kali ini bermuara pada Museum Layang-layang di daerah Jakarta Selatan. Berbekal gmaps kami meluncur untuk menemukan lokasi salah satu nuseum dengan koleksi layang-layang terbanyak dan terlengkap.









Belajar mengenai sejarah dan asal mula layang-layang, melihat secara dekat aneka bentuk layang-layang dari seluruh pelosok negeri, turut serta dalam proses pembuatan layang-layang serta tak lupa membaur bersama yang lain untuk menerbangkan layang-layang bersama teman-teman baru


Menjadi petualangan yang seru dan menarik untuk kami tulis ulang dalam diary perjalanan kami

Senin, 30 Desember 2019

Mengembangkan Imajinasi Melalui Potongan Bangun Ruang


Rehat malam setelah beraktivitas penuh di luar rumah sembari menulis ulang kisah perjalanan kami hari ini, diisi dengan permainan tebak kreasi.

Beberapa potongan bangun ruang dari lembaran koran iklan sebuah supermarket yang kami temukan di sudut rumah. Diolah berbagai macam bentuk menyerupai sebuah hewan atau bentuk imajinatif lainnya.

Saat jenderal sulung bertugas menggunting potongan kertas menjadi potongan bangun ruang berbagai ukuran, sang jenderal sulung mengkreasikan berbagai puzzle menjadi sebuah bentuk

Katanya sih "Kanguru"

Aktivitas duo jenderal

Ceritanya Kupu-kupu

Ketika anak-anak merindukan idot dan imot



Katanya sih Bebek



Rabu, 25 Desember 2019

Mengikat Memori


Petualangan Osin Family masih berlanjut hingga hari ini. Bangun pagi hari dan mempersiapkan diri sedini mungkin dalam usaha penalukan sebuah misi, yaitu jelajah transportasi

Dimulai dengan mencoba MRT dari stasiun Bundaran HI hingga ke stasiun Blok M, berpusing-pusing ria di kawasan Blok M, serta mengendarai busway milik transjaya.

Memberikan pemahaman bahwa menggunakan sarana transportasi adalah satu dari sekian banyaknya pilihan untuk meminimalisir jejak karbon di bumi dan sebagai salah satu ikhtiar untuk membuat bumi jauh lebih sehat.



Mengikat makna dan mengulang memori, disajikan dalam bentuk visual sebagai pengganti narasi dan diksi untuk menceritakan kembali berbagai petualangan kami hari ini.

Selasa, 24 Desember 2019

Bersenang-senang dengan origami


Penjelajahan Osin Family hari ini dimulai dengan berkeliling Ibukota menggunakan bus wisata yang disediakan gratis oleh pemerintah provinsi.



Mengantri bersama para penumpang lainnya, kami start perjalanan dari halte monas dengan tujuan semula adalah menuju Kota Tua. Tapi berhubung bus yang dituju tak kunjumg muncul, maka kami beralih rute menuju tujuan Jakarta modern, dimana bus akan melewati monas, bundaran HI, senayan, mengeliling Gelora Bung Karno dan kembali lagi menuju monas.




Arus balik dengan traffic yang cukup padat membuat anak-anak bosan dan hampir mati gaya. Terlebih di dalam bus terdapat aturan untuk tak boleh mengkonsumsi makanan dan minuman sehingga aktivitas yang bisa dilakukan hanya mengamati pemandangan di luar bus saja.




Dengan modal empat lembar tiket bus, kami berkreasi membuat origami burung dan memanfaatkannya menjadi dongeng pengantar perjalanan kami menuju kembali ke halte monas.

Senin, 23 Desember 2019

No way buat Mati Gaya


Tak ada kata mati gaya untuk bermain dan bersenang-senang dimanapun tempatnya. Mencipta permainan dengan barang di sekitar kita adalah salah satu aktivitas. Seperti permainan tiup ulat yang kami mainkan sore ini.



Memanfaatkan kertas serta sedotan plastik dari jus buah yang kami beli di warung sebelah hotel tempat kami menginap, di sulap menjadi ulat-ulat kecil yang lucu dan menggemaskan.


Minggu, 22 Desember 2019

Fun Games with New Friend


Masih dalam rangka Tration Osin Family, hari ini kak Nad berpetualang berdua bersama bunda menjelajahi kota Bogor demi "ngelmu bareng". Si emak yang mau belajar dan mencuri jam terbang para maestro, kak nad pun ingin bergembira bersama teman-teman baru.



Dengan menggunakan moda transportasi KRL, membutuhkan waktu kurang lebih 80 menit untuk sampai di stasiun Bogor. Hingga kemudian kami berdua sampai di venue tempat acara berlangsung. Menghitung jumlah stasiun yang kami lewati selama perjalanan, mengamati aktivitas di dalam maupun di luar KRL, mengobservasi jenis pekerjaan yang bisa kita temui menjadi salah dua aktivitas pengisi waktu perjalanan.

Meneruskan proses registrasi, Kak Nadpun beraktivitas bersama para ananda yang dititipkan di KC. Beragam aktivitas di kerjakan Kak Nad bersama para teman baru, termasuk salah satunya nampak dalam penampakan berikut ini




Sabtu, 21 Desember 2019

Yang tersembunyi dari bayangan


Bermain bayangan menjadi agenda bermain kami malam ini. Berhubung dek Yeza sedang masa pemulihan pasca demamnya dua hari yang lalu, maka aktivitas kami lebih banyak dilakukan di dalam kamar.

Mencari ide bermain yang seru, akhirnya kami menemukan permainan dengan menggunakan tangan serta memanfaatkan redupnya cahaya di kamar hotel kami.

Aneka bentuk binatang kami uji coba melalui tangan dan jemari yang anggap aja deh menyerupai penampakan aslinya.

Eitz kenapa gak ada dokumentasinya? Hihihi soalnya tampilan pada dinding berbayangan menyajikan siluet penampakan kami sehingga batal untuk ditayangkan bersanding bersama aneka bentuk hewan lucu hasil kreasi lipatan jari jemari kami

Jumat, 20 Desember 2019

Antara Jakarta dan Tegal


Memulai perjalanan Tration (Travelling Education) ala Osin Family dalam rangka menyongsong hari libur nasional maka kami memulai petualangan dengan melakukan perjalanan Jakarta-Tegal dengan moda transportasi Kereta Api. Sebuah pilihan kendaraan angkutan umum yang sudah lama sekali tak kami lakukan karena sulitnya mendapat akses menggunakan moda transportasi ini saat berada di Pematang Siantar, kota tempat tinggal kami saat ini.

Melakukan pemesanan tiket melalui situs tiket online, berlanjut mencari informasi bersama fasilitas apa saja yang tersedia, berapa waktu tempuh yang kami butuhkan untuk sampai di kota tujuan membuat kami bisa well  prepared pada beberapa persiapan untuk membuat perjalanan kami mudah, nyaman dan menyenangkan terlebih saat harus travelling tanpa pendampingan bapak Kepala sekolah.


Beberapa buku bacaan sengaja dipersiapkan sebagai teman perjalanan, headset telah rapih dalam genggaman, satu dan dua mainan kecil aman masuk dalam jinjingan sebagai berbagai amunisi mengatasi kebosanan.




Namun rencana tetaplah menjadi rencana, saat rencana A harus pasrah beralih pada rencana B hingga mungkin ke rencana ZZ. Waktu 4 jam perjalanan menjadi waktu yang cukup panjang bagi duo jenderal. Mainan telah segala di eksplor, aneka sudut gerbongpun tak terlewat disambangi, maka interaksi dua arah menjadi penyelamat mati gayanya mereka di dalam sang kotak baja.

Bermain aneka tepuk, atau saling menyayikan aneka lagu dolanan menjadi pengiring perjalanan kami.

Aaaah menyenangkannya saat ada lawan kita bermain dan mengeksplor sumber daya yang kita miliki di sekitar kita.