Tampilkan postingan dengan label Hari13. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hari13. Tampilkan semua postingan

Kamis, 06 Februari 2020

Sekaleng gandum untuk paman galih



Paman Galih adalah seorang pemulung yang seringkali melewati area komplek rumah Dani. Dani sampai hapal jam kedatangan Paman Gani.

Sekitar pukul 4 sore saat Dani biasanya tengah asik bermain bola di taman bersama teman-temannya.

Pernah Dani bertanya, mengapa Paman Gani baru lewat di komplek rumah Dani sekitar jam 4 sore, Paman Gani menjawab karena jam itulah ia biasanya kembali lagi ke rumahnya yang berada di belakang komplek rumah Dani.

Namun sudah beberapa hari Paman Gani tak nampak, hingga Dani selalu bertanya, kemanakah perginya Paman Gani?

Dihari keempat Paman Gani lewat kembali di taman seperti biasanya, tak menyia-nyiakan waktu, Dani mengejar Paman Gani.

"Paman, kemanakah Paman selama beberapa hari kemarin?", tanya Dani
" Hai Dani, anak Paman, Sani namanya Ia tengah sakit. Jadi paman harus menjaganya dan menunda semua kegiatan", jawab Paman Gani

"Paman adakah yang bisa kulakukan", tawar Dani pada paman

" Tak perlu repot Dani, teruslah belajar agar kelak kau jadi anak pandai yang bisa menolong orang-orang susah seperti paman ini", jawab paman Gani

Seperginya Paman Gani, Dani berfikir keras apa yang bisa ia berikan untuk Paman Gani

"Ahaaaa..., aku tahu apa yang bisa kulakukan", pekik Dani sore itu

Sesampainya di rumah, dibukanya tabungan yang selama ini disimpannya. Terkumpullah sejumlah nominal untuk dapat diolah oleh Bunda yang hobi memasak.

Setelah didapat barang yang dicari, ia menemukan sang Bunda tengah menggoreng ikan...

"Bund, aku ingin bisa membantu Paman Gani dengan uang ini, tapi aku tak tahu bagaimana dan apa yang harus kulakukan", kata Dani pada Bunda

" Gan, bagaimana kalau kau belikan Paman Gani gandum untuk bisa ia olah menjadi aneka kue-kue, bukankah Paman Gani jago membuat kue?", jawab Bunda

Ide cemerlang dari Bunda yang langsung diiyakan oleh Gani, bergegas dibelanjakannya gandum dan aneka kebutuhan membuat kue serta bergegas menyerahkan hasil buruannya pada Paman Gani berharap sedikit bantuan darinya bisa meringankan beban keuangan Paman Gani, memberi tanpa merendahkan harga diri sang penerima bantuan.

Rabu, 04 Desember 2019

Rizkiku terbentang luas



Ada beberapa pembahasan menarik saat sesi curhat bersama duo jenderal sore ini. Kalimat pembuka dicetus oleh ocehan Kak Nad saat ia mengatakan,

"Bund, kata temen aku, aku tuh orang kaya, emang bener ya bund kalau kita tuh orang kaya?"

Emak tarik nafas, rileks daaaaaaaan bersiap untuk,
Ambil cemilan.... Wekawekaweka...

Gak dong, bersiap untuk mencari padanan rangkaian kalimat nan indah sebagai tanggapan atas pernyataan jenderal sulung.

Sesi halaqoh bada shalat maghrib kami dibukalah πŸ˜ƒ
Saya mencoba membalikkan pertanyaan Kak Nad dengan bertanya kembali padanya,

"Emangnya kaya itu yang kayak gimana sih kak?"
"Hemmm... Yang punya banyak uang, punya mobil bagus, trus bisa beli apa aja bund", jawab sang anak gadis

"Trus kalau definisinya kayak gitu, menurut kakak kita sekarang uda kaya belum kak?" Tanyaku kembali

"Ya harusnya sih udah bund, kan kita uda punya mobil, ayah punya kerjaan pastinya tiyap bulan ayah dapat gaji kan bund, artinya kan Ayah punya uang kan bund, uangnya bisa di pake beli apa aja kebutuhan kita", jawabmu kembali

Ya nak asumsimu memang betul, tapi ada beberapa hal yang perlu kita kuatkan terkait konsep harta versimu sayangku. Tak apa belum terlambat, karena bundamupun masih belajar koq Nak.

Nasihat lama berbunyi,
"Rezeki itu bukan sekedar uang, teman yang baik adalah Rezeki dari Allah".

Ar-Rahmah dan Ar-Rahim menjadi dua asma Allah yang disebut di awal surat maupun bacaan Hamdallah disetiap dzikir kita. Makna yang sangat dalam, menunjukkan luasnya kuasa Allah dalam mencurahkan segenap sayang, kasih dan cintaNya pada makhluk-makhluk-Nya. Seekor semut di dasar sumur saja sudah dijamin Allah rizkinya, bagaimana dengan kita manusia yang bisa berikhtiar segenap tenaga, pastinya Allah akan tetap mencukupkan rezeki kita. Walau kadang bisa jadi manusianya saja yang kurang peka memaknai konsep rezeki yang Allah titipkan pada kita.


Belanjakanlan rezeki yang Allah berikan dengan cara yang bijak, penuhi hak orang lain dalam setiap harta yang kita miliki dalam saluran sedekah maupun zakat dan infak kepada golongan yang berhak menerima.

Karena sebuah hadist dari HR Bukhari menyebutkan,

"Bisa jadi sedekahmu dibalas oleh Allah dengan seorang teman yang baik"

"Perumpamaan teman yang shalih dengan yang buruk itu seperti penjual minyak wangi dan pandai besi. Berteman dengan penjual minyak wangi membuatmu harum karena kamu dapat membeli dari mereka atau sekurang-kurangnya mencium bau wanginya. Sementara berteman dengan pandai besi akan membakar tangan dan kakimu atau kamu hanya akan mendapatkan bau tak sedap"

Maka semakin banyak kita bersedekah dari harta kita maka sebetulnya saat itu kita tengah dalam usaha mengkayakan diri kita.

Sesi diskusi yang menyenangkan bersama duo jenderal dan membahagiakan sekali saat mereka menjadikan kami orangtuanya sebagai sumber pertama mendapatkan informasi sehingga bersama kami mencoba memaknasi hikmah dari banyaknya rahasia yang Allah hadiahkan pada kita.

Rabu, 26 Juni 2019

Menumbuhkan harapan lewat berkebun



Heeemmmm project apa ya yang baru dari Osin Family hari iniπŸ˜ƒ

As a schecule Buras Masamba di mana salah satunya memasukkan unsur berkebun dalam salah satu aktivitas menarik bagi kami. Di mulai dengan browsing cara mengecambah sayuran untuk di dapat micro green, si mini sayuran yang konon kabarnya memiliki kandungan nutrisi yang ruar biasa.

Berlanjut dengan berjalan-jalan ke sebuah toko pertanian untuk belanja aneka biji sayur serta beberapa peralatan yang mendukung. Si emak seperti biasa bertugas sebagai juru mudi, kak nad sebagai eksekutor memilih biji sayur yang akan kami tanam, adek yeza berperan sebagai bagian logistik yang bertanggungjawan dalam hal memastikan segala kebutuhan telah tercukupi tanpa ada yang terlewat, masuk aman dan turun dari kendaraan hingga mendarat dengan baik di kebun mungil kami

Soal tanam menanam kita pasrahkan untuk hari kemudian, dan marilah kita tutup project hari ini dengan hati gembira dan sedikit rasa lelah sebagai tambahan kenikmatan untuk bumbu tidur siang hari ini πŸ˜ƒ