Tampilkan postingan dengan label Osin Family. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Osin Family. Tampilkan semua postingan

Kamis, 05 Desember 2019

Bijak Dengan Apa Yang Ada



Menjelang akhir pekan dan masa uas di sekolah kak nad. Kami bersepakat untuk berkunjung ke sebuah mini market dengan ketersediaan logistik yang cukup lengkap. Berbelanja aneka kebutuhan dapur serta aneka jajanan anak-anak.


"Menggeledah aneka barang yang kami beli dengan maksud agar dapat diketahui secara presisi barang-barang apa saja yang masih tersedia.

Ternyata diketemukan di beberapa barang dan jenis yang sama.

Artinya kami sudah cukup menghabiskan banyak dana untuk membelanjakan barang untuk keperluan yang tak digunakan saat ini atau dalam waktu dekat. Terutama dibagian snack anak-anak.

Berdasarkan hasil temuan tersebut, kami buat list barang-barang apa saja yang akan kami cari saat kunjungan ke supermarket sehingga apa yang kami belanjakan hanya barang yang benar-benar kami butuhkan.


Sabtu, 30 November 2019

Tentukan Berbagai Langkah Stategis dari mereka yang terdekat



Pengeluaran uang pada sebuah rumah tangga bukan hanya tentang kebutuhan satu orang saja, melainkan keseluruhan anggota keluarga. Jika biasanya seorang ibulah yang akan mengatur keuangan bulanan untuk kebutuhan sehari-hari, bagaimana jika kita lekatkan tanggung jawab tersebut pada seisi penghuni rumah. Ada peran dan sumbangsih keluarga untuk melakukan perencanaan keuangan yang baik agar semua pengeluaran dapat mencukupi semua kebutuhan dengan baik dan tidak berlebihan tentunya.

Mengatur finansial keluarga pastinya bukan hal yang mudah, nah berikut ini adalah hasil rangkuman dari diskusi keluarga kami dalam rangka usaha memaksimalkan peran anggaran dan likuiditas keluarga kami:

1. Membuat daftar belanja harian, mingguan atau bulanan yang menjadi kebutuhan primer keluarga

2. Mengusahakan untuk makan bersama di rumah atau minimal makan dari hasil olahan rumah, selain untuk berhemat tapi juga dalam rangka ikhtiat untuk hidup sustain

3. Menabung, baik secara konvensional melalui media celengan rumahan, atau saving pada bank umum, atau menginvestasikan dana cash pada saluran-saluran investasi

4. Dahulukan belanja hanya pada barang kebutuhan dan abaikan barang yang tengah menjadi incaran.

5. Merencanakan agenda liburan dengam cermat, hemat dan tepat

6. Menggunakan sarana transportasi umum jika memungkinkan

7. Terapkan metode FIFO dalam mengelola segala pengisi rumah
Jika ada satu barang masuk maka harus ada satu barang yang keluar



Saya jadi teringat sedikit mengenai definisi Hemat, bahwa hemat adalah sikap hidup yang mengandalkan diri sendiri untuk mencukupi kebutuhannya, tidak boros namun juga tidak kikir.
Point penutupnya adalah, tidak cukup hanya dengan berhemat dan bertahan tapiiiii ya kudu mau berjuang. Sekian ceramah 7 menit dari si emak, sampai jumpa di pertemuan selanjutnya πŸ˜ƒ

Jumat, 29 November 2019

Membacalah Sekarang Bijaklah Kemudian



Kalian pernah tau ga kalau ada sebuah nasihat (belum cukup lama) yang bilang kalau:

"Membaca selama satu jam itu seperti kalian lagi membaca selama enam puluh menit"

πŸ˜€πŸ˜‚πŸ€£


Hohohoho ampuuun jangan timpuk emak pake lembaran merah ya gaes, iso ambyar ati si emak nantinya gaesπŸ€£πŸ˜‚

Intisarinya adalah, please gaes luangkanlah sedikit waktu dari setiap hari dalam hidup kita untuk membaca, kalau perut lapar diobatinnya dengan makan, maka otak dan kelaparannya salah satu caranya bisa dipadamkan dengan  nutrisi dari buku.



Masih bernuansa "Melek Finansial", sebagai pereda dari berbagai padatnya aktivitas kami dipekan kemarin adalah mengisi waktu dengan membaca serta berandai-andai.

Sebuah buku bertajuk " Cerdas Mengelola Uang" Besutan manis Uni Fifie tersayang. Ada banyak pembelajaran manis yang bisa diceritakan kembali bersama para buah hati, ada berbagai implementasi sederhana dalam memberikan pemahaman mudah tentang apa iti Perencanaan Keuangan pada anak-anak.


Tengoklah kisah "Ria dan Ikan Hias", dimana mengisahkan usaha seorang Ria kecil untuk bisa memelihara sepasang ikan kecil idamannya. Ada pula kisah Tiro dan berbagai kegigihannya untuk mendapatkan apa yang diinginkannya dan masih banyak pembelajaran manis yang bisa dipetik hikmahnya bersama para anak-anak.

Membacalah gaes selama itu masih mudah untuk kalian lakukan,
Fokuslah pada buku bacaanmu, itu masih jauh lebih mudah dibanding membaca kode-kode dari si dia yang hilal kepastiannya masih samar-samar πŸ˜ƒ



Sabtu, 20 Juli 2019

Travelling and Family, we called it Perfect



Di suatu quotes tertulis:
"Spontaneity is the best kind of adventures"

Mungkin frasa itulah yang menunjukkan value keluarga kami yang gemar melakukan petualangan yang terkadang tanpa rencana. Mendadak dan modal nekat seringkali menjadi kegiatan seru kami




Mempelajari hal baru mengenai Geothermal sebagai energi alternatif yang saat ini di kembangkan oleh Pertamina dan qadarullahNya salah satunya pengembangan geothermal ini ada di daerah Tanggamus sebuah kabupaten di Provinsi Lampung yang berjarak sekitar 70-80km.

Sehingga berjalanlah kami menuju tempat tersebut, melihat secara langsung bagaimana kah pengolahan Geothermal tersebut. Bonusnya adalah kami sempat menjelajah Air Terjun Pelangi, sebuah objek wisata tersembunyi yang berada di dekat tempat Geothermal tujuan kami.


Terlihat semangat Kak Nad yang semula mengendur menjadi berbinar-binar saat menjumpai bentang alam di hadapannya yang perlu segera di taklukkan.

Satu persatu anak tangga di jajakinya , melewati hamparan kebun kopi yang membentang, memanjakan rasa dengan sapaan manja kabut tipis yang menjadi teman petualangan kami di sore ini. Hingga sampailah kami di sebuah pertunjukan musik alam di mana suara gemericik air, lambaian daun dan dahan, serta hembusan angin menjadi sebuah orkestra luar biasa untuk kami sore ini.



Gairah kinestetiknya terangsang dengan senonsor motorik selama perjalanan, visualnya di manjakan dengan bentang alam yang begitu luar biasa, sisi audionya merekam dengan baik aneka suara alam yang tersaji.



Jumat, 19 Juli 2019

Dancing With Your Hearth



Ada suatu masa ketika di saat Kak Nad demen banget sama salah satu serial di channel TV kabel kami yang menayangkan sebuah tayangan yang berisi drama musikal, di mana banyak terdapat agenda menari dan menyanyi. Terkadang Kak Nad akan menirukan gaya para pemain dalam bernyanyi maupun menari.

Bagi kami stimulus menari selain sebagai alat untuk mengembangkan kemampuan motoriknya juga melatih disiplin dan merangsang kecerdasannya. Bahkan beberapa literasi menyebutkan bahwa aktivitas ini berperan dalam memacu kematangan emosi.

Ada aktivitas melatih keseimbangan, koordinasi aneka gerak motorik, kepekaan akan ritme irama tubuh yang di selaraskan dengan dinamika irama musik pengiring. Kami sadar betul do usia anak-anak saat ini membutuhkan saluran yang baik untuk mengalirkan energi positif mereka.


Daaaan kabar gembiranya adalah, menari tak hanya menjadi aktivitas membahagiakan bagi anak-anak, melainkan bisa menjadi suatu healing process bagi orang dewasa.


Berdasarkan beberapa pengamatan kami, duo jenderal senang gemar sekali jika dihadapkan pada aktivitas yang melibatkan banyak gerak, walaupun hanya sekedar meraba suatu objek.
Terutama jika di tunjang dengan suara yang menurut mereka menyenangkan untuk di nikmati. Reaksi terhadap suara pun di tunjukkan dalam hal yang berbeda, jika Kak Nad akan menunjukkan dengan turut bersenandung mengikuti irama musik, namun Adek Yeza cenderung menciptakan lirik yang baru dengan tetap mengikuti nada dari musik maupun video yang di dengarnya.



Bandar Lampung, 19 Juli 2019
Puspaning Dyah, fasilitator pendamping duo jenderal

Rabu, 17 Juli 2019

Menu Sehat dari dapurku sendiri



Saat telah memasuki masa sekolah, artinya masa di mana freezer harus terisi dengan aneka logistik sebagai amunisi untuk bekal sekolah duo jenderal (hihihihi adek yeza mulai ngerasa kalau dia juga sekolah jadi ya tetap masuk hitungan untuk di buatkan bekalπŸ˜ƒ)

Dan melibatkan anak-anak dalam proses ini menjadi aktivitas menyenangkan untuk kami. Di mulai dengan menyusun menu frozen food, merancang anggaran yang di butuhkan, berbelanja hingga proses mengolah bahan mentah menjadi sajian untuk penghuni Osin Family.



Di pekan ini kami memutuskan membuat frozen food berupa nugget ayam, chicken roll ala-ala yang mirip dengan sajian di salah satu gerai food waralaba favorit anak-anak, serta bakso sapi yang bisa kami olah kembali menjadi aneka masakan turunan.

Proses berbelanja telah kami lewati di hari kemarin. Sehingga hari ini tersajilah aneka frozen food untuk perbekalan kami satu pekan ke depan. Pengamatan terhadap reaksi mereka pun mendapat hasil yang hampir serupa, saat mendapat instruksi dalam mengolah menu, duo jenderal cenderung terkesan abai karena mereka sibuk bercengkrama satu sama lain, walaupun ternyata instruksi di kerjakan secara runut dan mendekati sesuai dengan apa yang menjadi runutan dalam proses.


Memilih makanan sehat adalah pilihan utama untuk kami, dan menyiapkannya secara mandiri adalah proses untuk kami berbahagia bersama. Seperti itulah mungkin perkara mengenai Jodoh, seperti saat kita tengah memilih makanan sehat. Sebetulnya sudah tersaji dekat dengan kita, hanya kadang kita mengabaikannya dengan alasan tak cocok dengan selera kita.

Beruntungnya saya, yang berjodoh dengan kawan-kawan dan pasangan hidup yang mampu membuat saya bersemangat untuk tetap hidup sehat agar semakin banyak lagi memberi manfaat untuk yang lainnya.


Bandar Lampung, 17 Juli 2019
Puspaning Dy

Selasa, 16 Juli 2019

Belajar dari rasa ingin tahu






Kenapa si emak ngirimin gambar duo jenderal yang lagi ngeliyatin orang? Hohohohoo ya gitu emang itu duo jenderal kalau lagi di ajak ke suatu tempat.
Mereka memiliki rasa penasaran dan ingin tahu yang di sampaikan dengan cara yang berbeda, Kak Nad yang akan memberi respon dengan langsung mendatangi objek maupun subjek yang di tuju, sedangkan adek yeza akan cenderung menjadi pengamat dan memetakan situasi sekitar mencoba mengingat situasi dan keadaan untuk kemudian ia manfaatkan di tempat dan waktu yang tepat.



Ada beberapa ciri khas dari duo jenderal jika bertemu dengan orang asing. Kak Nad yang biasanya akan lamgsung mengajak berkenalan jika di rasa orang tersebut akan memberi feedback yang baik padanya, sedangkan Adek Yeza yang cenderung menghafal apa saja yang melekat pada suatu objek atau subjek untuk kemudian di ceritakan kembali baik kepada ayah, bunda maupun kakaknya.

Seperti hari ini saat duo jenderal di ajak ke suatu pusat perbelanjaan modern untuk memenuhi beberapa logistik yang telah habis, entah berapa orang yang telah di ajak berkenalan oleh Kak Nad, dan entah berapa banyak objek yang telah di rekam oleh Adek Yeza sepanjang perjalanan kami.

Tinggal menunggu hari esok untuk memulai petualangan kami berikutnya.

Senin, 15 Juli 2019

Warna-warni Kisah Kita



Benarkah menggambar hanya perlu imajinasi?

Hai guys, kalian pada tau yang namanya referensi gak ya?
Itu tuuh yang katanya keadaan saat kita terlahir kembali

#pletaaak maak itu namanya mah reinkarnasi maak 🀣🀣🀣

Wakakakkkk....
Jadi apa tuh hubunganna referensi sama imajinasi saat menggambar? Adakah hubungan mesra di antara keduanya? Mari kita telisik lebih jauh

In every bidang referensi di gunakan sebagai acuan, bisa juga di gunakan sebagai alat bukti dalam memperkuat sebuah hipotesa yang sedang kita teliti, kerjakan atau upayakan. Misalnya seorang pengacara atau penyidik pasti butuh kan sebuah alat bukti untuk memperkuat argumen saat menghadapi suatu kasus.

Some people say, menggambar ya cuman butuh imajinasi aja, kagak perlu yang lain lagi dah, but in fact menggambar juga butuh referensi, why? Kalau gak ada referensi heemmm menurut penerawangan si emak ya akan sulit sekali terselesaikan.

Misalnya gini deh, coba gambarkan suasana pasar di siang hari, apa yang akan kalian lakukan untuk memulainya?

Sederhanya lagi berimajinasi itu kayak proses berikut deh,
Kalian akan lihat sebuah objek yang di simpan di dalam fikiran, lalu mencoba merasakan turut hadir di dalam keadaan itu, lalu mencoba menggambarkannya.
Ide yang ada di dalam otak akan sulit di terjemahkan, menjadi suatu gambaran yang sulit di lihat seperti saat kita memandang foto yang nyata, tapiiii ada gairah kuat untuk menggerakkan pensil dan alat gambar ke dalam kanvas dan mengisi ruang kosong di hadapan kalian. Tapi nyatanya proses yang di lalui tak semudah yang di bayangkan.

Naah di point inilah yang saya katakan bahwa dalam menggambar kita tidak sekedar butuh imajinasi, melainkan juga keberadaan referensi. Kita akan sangat kesulitan menggoreskan suatu garis atau suatu bidang jika kita sebelumnya tidak pernah merasakan melihat secara langsung bidang dan garis tersebut, bagaimana proporsinya, bagaimana hubungan yang terjalin dengan objek-objek di sekitarnya dan lain sebagainya.

Kesimpulannya adalah, saat proses menggambar, jika kita pernah melihat bentuk aslinya, maka dengan referensi akan membantu gambar hasil karya kita bisa terlihat berkali-kali lipat lebih baik dan terlihat natural. Lalu bagaimana jika seseorang menggambar suatu hal yang absurb, abstrak dan tak berwujud? Well boleh saya katakan bahwa ia menggabungkan aneka referensi yang bersifat realitik dan menghadirkan secara fisik imajinasi dalam fikirannya ke dalam suatu goresan karya.

So, apa sih hubungannya sama praktik kami dalam mengamati gaya belajar anak?
Hahahahaa ga ada hubungannya secara langsung koq πŸ˜ƒπŸ€£


Proses bermain menyenangkan di Osin Family kurang lebih seperti gambaran di atas. Aktivitas standar sore Kak Nad di isi dengan menggambar dan mewarnai, sebuah aktivitas yang sangat di gemari dan membuatnya nyaman, hingga pernah terlontar keinginannya untuk menjadi seorang pelukis.

Ketimbang mendengarkan saya berdongeng, ia lebih memilih aktivitas yang terlihat menarik di matanya. Memadupadankan garis dan lengkung menjadi paduan gambar yang menarik, serta mewarnai suatu objek yang di pilihnya.

Kembali ke proses yang natural, kita semua terlahir dengan kreativitasnya masing-masing walaupun berada pada tingkatan yang berbeda.
Proses kreativitasnya tengah berlangsung hari ini, di mana ia tengah merangkai aneka kolase warna dan bentuk menjadi sebuah karya yang bisa di nikmatinya. Matanya tak jemu memperhatikan aneka pallet warna, memadupadankan satu warna dengan warna lain hingga terciptalah aneka warna baru, untuk sementara memanjakan indera penglihatan dan rabaan dengan balutan kreativitas.

Bagaimana dengan esok?
Hihihihi kita nantikan cerita selanjutnya ya, proses Home Education yang menyenangkan ala Osin Family.




Bandar Lampung, 15 Juli 2019
Puspaning Dyah, bersama kalian hidupku berwarna

Kamis, 27 Juni 2019

Our Fun Holiday



Yuhuuuuu aktivitas duo jenderal hari ini di isi dengan banyak agenda fisikπŸ˜€

Di mulai dengan menyiapkan menu sarapan berupa roti tawar panggang dengan filling dan topping suka-suka mereka, lanjut dengan mengerjakan aneka pekerjaan rumah sederhana seperti memasukkan pakaian kotor ke dalam mesin cuci, menyapu dan mengepel serta merapihkan mainan yang tersebar.

Di lanjut dengan menyiapkan menu makan siang yang di pimpin oleh kak nad, dan sesuai keputusan malam sebelumnya jika hari ini kami akan mengkonsumsi ikan bakar sebagai menu santap siang kami. Dengan bantuan aplikasi youtube kak nad browsing dan mencari informasi bagaimana tutorial membuat ikan bakar, dapur rumah kami menjadi media laboratorium untuk kak nad bereksperimen dengan berbagai aneka bumbu, hingga terbitlah sebuah menu sebagai teman kami untuk bersantap hari ini.

Ikan bakar hasil kreasi Kak Nad

Aneka polybag berisi biji sayur


Aktivitas sore masih berlanjut sebagai kelanjutan proyek hari kemarin yaitu menyemai biji untuk di jadikan micro green dan beberapa sayur yang kami tanam untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari kami, kali ini adek yeza yang berperan sebagai asisten bunda, berperan sebagai pengatur jumlah benih yang akan di sebar di dalam setiap polybag maupun tray yang telah di siapkan oleh kak nad

Asisten bunda hari ini

Bibit cabe yang siap di semai



Aktivitas hari ini kami tutup dengan beberapa butir kelapa sebagai pelepas dahaga πŸ˜ƒ

Rabu, 26 Juni 2019

Menumbuhkan harapan lewat berkebun



Heeemmmm project apa ya yang baru dari Osin Family hari iniπŸ˜ƒ

As a schecule Buras Masamba di mana salah satunya memasukkan unsur berkebun dalam salah satu aktivitas menarik bagi kami. Di mulai dengan browsing cara mengecambah sayuran untuk di dapat micro green, si mini sayuran yang konon kabarnya memiliki kandungan nutrisi yang ruar biasa.

Berlanjut dengan berjalan-jalan ke sebuah toko pertanian untuk belanja aneka biji sayur serta beberapa peralatan yang mendukung. Si emak seperti biasa bertugas sebagai juru mudi, kak nad sebagai eksekutor memilih biji sayur yang akan kami tanam, adek yeza berperan sebagai bagian logistik yang bertanggungjawan dalam hal memastikan segala kebutuhan telah tercukupi tanpa ada yang terlewat, masuk aman dan turun dari kendaraan hingga mendarat dengan baik di kebun mungil kami

Soal tanam menanam kita pasrahkan untuk hari kemudian, dan marilah kita tutup project hari ini dengan hati gembira dan sedikit rasa lelah sebagai tambahan kenikmatan untuk bumbu tidur siang hari ini πŸ˜ƒ

Senin, 24 Juni 2019

Family Forum sebagai salah satu media memantapkan misi hidup



25062010 - 250619
Menjelang satu dasawarsa Disha Journey kami memaknai kembali 9 tahun kebersamaan yang telah kami ukir

Di mulai dengan ritual doa bersama memohon kebersamaan dalam keberkahan serta tak lupa di selipkan doa agar keberadaan kami semakin banyak menebar manfaat untuk ummat.



Beberapa target jangka pendek maupun jangka panjang kami tuliskan kembali. Menjelang usia 40 di mana usia matang menurut kacamata islam untuk kami kembali menelisik seberapa banyak peran yang kami ambil untuk  turut serta membangun ummat dan seberapa keras usaha kami untuk meningkatkan jiwa spiritualitas kami untuk mempersiapkan sebanyak-banyaknya bekal kami kelak.

Ada sebuah artikel yang pernah kami dapatkan, di mana di sebutkan bahwa usia 40 tahun adalah masa matang seorang hamba untuk mampu siap dalam segala sisi, telah selesai dengan tugas dirinya dan siap mengambil peran lebih di masyarakat dan berbakti untuk ummat. Sebagaimana kisah perjalanan Rasulullah yang mengemban misi kenabian di usia 40 tahunNya.

Banyak rencana jangka panjang yang kami bahas ulang, merumuskan strategi bersama maupun individu untuk tercapainya misi hidup kami dan menjemput peran peradaban yang di amanahkan di pundak kami.

Tiada langkah besar yang akan tercapai tanpa satu kayuhan kaki kita untuk melangkah menuju akhir tujuan kita. Di awali dengan project kecil, menengah hingga project yang melibatkan banyak orang. Seperti apakah hasil yang kami dapatkan nanti? Biarlah waktu yang akan menjawabnya
#tsaaah udah macam sinetron kekinian aja kan ya πŸ˜ƒπŸ˜ƒ





Minggu, 23 Juni 2019

Sudahkah berkasih sayang hari ini?



Keluarga merupakan tempat membentuk karakter dan menumbuhkan hal-hal baik sedari dini, sebuah rumah yang menghantarkan para penghuninya dapat tumbuh dengan energi positif dan membangun serta tempat kembali saat berkeluh kesah dan menumpahkan segala rasa. Terkadang aktivitas salah satu keluarga yang dominan di ranah publik membuat adanya ketimpangan dalam menghabiskan waktu yang berkualitas bersama seluruh anggota keluarga.

Ada banyak cara yang di siasati oleh Osin Family untuk tetap mendapatkan waktu yang berkualitas bersama seluruh anggota keluarga, hal sederhana seperti ayana yang meluangkan waktu istirahat siang untuk kembali ke rumah setelah ibadah dhuhurnya untuk menikmati santap siang bersama di rumah, jika kepulangan ayana yang tidak terlalu larut maka sessi pillow talk menjadi salah satu moment yang kami nantikan, semacam ajang curhat dan saling melapor raport hari ini.

Waktu akhir pekan menjadi salah satu waktu yang berharga, di mana selalu di habiskan dengan aktivitas bersama seluruh penduduk Osin Family. Baik itu olahraga, memasak bersama, beberes rumah bersama atau hanya sekedar duduk santai di taman memandang hamparan tanaman yang membentang di halaman rumah kami.

Aktivitas duo jenderal dan ayana membersihkan tenda


Seperti di hari ini, Ahad kami habiskan dengan menyelesaikan beberapa pekerjaan rumah bersama, memasak, bersih-bersih rumah dan terutama adalah mengerjakan sesuatu yang tertunda yaitu membersihkan tenda pasca camping dan hiking kami beberapa waktu yang lalu. Sembari menikmati jamuan berupa buah potong hasil dari kebun kami sendiri, bercengkrama dengan hangat serta meluangkan waktu untuk tertawa lepas bersama.
Salah satu buah hasil kebun kami sendiri



Bagi kami apapun kegiatannya, berapapun lamanya kami mengerjakan hal tersebut akan selalu menjadi agenda rutin sebagai salah satu cara kami mempertahankan kehangatan keluarga. Menghadirkan diri secara utuh, agar sinyal kasih sayang di antara kami dapat di tangkap dengan baik melalui radar anggota yang lain.

Menempatkan keluarga menjadi prioritas utama membuat kami (saya dan ayana) secara sadar untuk lebih memilih aktivitas yang bisa melibatkan kami berempat, alih-alih memilih kegiatan pribadi seperti bertemu dengan rekan sejawat maupun mengbiskan waktu dengan menekuni hobi pribadi yang tak bisa melibatkan para anggota keluarga. Bukankah menjadi sebuah project yang sederhana namun membawa impact yang luar biasa bagi pengembangan jiwa dan raga?πŸ˜ƒ

Selamat menikmati hari bersama keluarga


Bandar Lampung, 23 Juni 2019
Puspaning Dyah, di tulis saat gelombang kasih sayang sedang terpancar kuat

Kamis, 16 Mei 2019

Mandiri itu Artinya Kamu Lebih Menghargai dirimu di banding Sebelumnya


Saat di minta menuliskan aliran rasa mengenai tantangan yang kami terima di level 2 kelas bunda sayang Ibu Profesional, saya sempat menunda untuk menuliskannya. Karena apa? Karena alibi ini masih bulan Ramadhan, jadwal cukup padat dengan berbagai project Ramadhan dan sosial, komunitas di regional yang lumayan menyita fikiran, belum lagi jadwal organisasi yang kadang gak bisa di ajak kompromi...
Fyiuuugh intinya mah kesimpulan alibi di atas Males 🀣🀣🀣
Huahahahhahaaa....

Males koq di piara yak? Mending pelihara arwana yang konon kabarnya bawa rejeki buat yang ngerawatπŸ˜†

Ini lah akibat manajemen waktu yang belum pas sehingga rasanya energi sudah cukup terkuras dengan aktivitas sekunder hingga lupa pada yang primer.

Saat mendapat materi mengenai Melatih Kemandirian, kami merefleksi kembali si titik kemandirian yang mana pijakan kami hari ini, dalam hal apa saja kami berempat sudah bisa di kategorikan menjadi pribadi mandiri?

Ayana seorang lelaki dewasa berusia 35 tahun dengan aktivitas di ranah publik yang terkadang lupa untuk meletakkan kembali handuk seusai ritual mandinya,
Si emak perempuan kebanyakan gaya dengan kemampuan spasial di bawah rata-rata di usianya yang memasuki tahun ke-33 sehingga masih sangat bergantung pada Ayana dalam hal membaca peta jalan,
Kak Nad wanita muda menjelang usia Akil Baligh yang masih butuh "di ceriwisin" saat harus meletakkan barang kembali ke asal
Atau Adek Yeza pemuda tanggung berlesung pipit yang terkadang belum tergerak untuk mengambil "jatah makan" jika tidak di sediakan si emak


Akhirnya perlahan kami coba untuk bertransformasi dan meninggalkan kebiasaan-kebiaan yang terlacur
Menet
Alah bisa karena biasa...
Pepatah lama di atas masih kah relevan? Kalau saya sih yes gak tau deh Raul Lemas 🀣

Karena menurut saya pribadi "tantangan" sesungguhnya baru di mulai pasca lepas masa tantangan, apakah kita masih bisa konsisten menjalankan segala petunjuk dari setiap materi yang di berikan? Apakah mengerjakan tantangan T10 hanya sebagai penggugur kewajiban untuk bisa lulus dari kelas ini? Ataukah untuk sebuah "gaya" dan "naik kelas" karena berhasil mengumpulkan suatu badge tertentu?


Weelll.. Tidak semudah itu Fergusso, Mandiri itu letaknya ada di jiwa yang tercermin dari perilaku keseharian, bukan sekedar berbagai kata yang di ukir dalam bingkai sebuah tugas.

Selamat memaknai kembali arti kemandirian versi terbaikmu
Dan nikmatilah manisnya menjadi pribadi yang percaya dan lebih mencintai dirimu tanpa suatu alasan yang melemahkan rasa itu



Bandar Lampung, 11 Ramadhan 1440H
Puspaning Dyah, menulis adalah menorehkan rasa


Kamis, 09 Mei 2019

I can do it by my self

Memasuki hari ke-4 di bulan Ramadhan tahun ini, menjadi tahun kedua Kak Nad berpuasa satu hari penuh sekaligus tahun pertama untuk adek Yeza belajar puasa.

Di usianya yang menjelang lima tahun, sudah cukup banyak kemampuan motorik dan sensorik serta jiwa empatinya pun mulai terasah.

Termasuk dalam hal kedisiplinan dan kemandiriannyaπŸ€—
Mulai dari bangun pagi dengan sendirinya, bersih-bersih diri, berganti pakaian, memenuhi kebutuhan logistiknya (makan dan mengambil apa yang menjadi keinginannya).

Yach walaupun padu padan busananya masih belum cukup oke, but its better than nothing lah, setidaknya kemauan untuk mengerjakan dan menyiapkan segala keperluan pribadi dapat di lakukan secara mandiri.

Termasuk ia yang mulai terbiasa untuk berangkat ke masjid baik karena mengikuti ayana maupun atas keinginannya sendiri.

Rabu, 08 Mei 2019

Our Virtue Tree until Iedul Fitri

Memasuki Ramadhan hari ketiga, Kak Nad mulai beradaptasi dengan suasana Ramadhan dan puasa. Alhamdulillah memasuki tahun kedua kak nad bisa menjalani puasa satu hari full.

Terbiasa untuk bangun sahur, menikmati waktu-waktu menunggu bedug magrib sembari bercengkrama dengn yang lain.

Sebagai pengisi kekosongan waktu, kami bertiga membuat "Vitri to Fitri', alias Sebuah Virtue Tree yang kami pajang sebagai bagian dari golongan yang memeriahkan konten yg di buat oleh " Keluarga Pembaharu"

Berbagai ide di lontarkan, hingga di putuskan membuat pohon dengan melukiskannya ke atas sebuah kertas.






Dan berdirilah Pohon Harapan ala Osin Family yang siap untuk menyambut Ramadhan kami kali ini. Point kemandirian yang duo jenderal lakukan adalah, dengan inisiatifnya para duo jenderal kembali membersihkan area kerja, dan mengembalikan segala alat tempur pada tempat semula

Selasa, 07 Mei 2019

Cerdas Finansial Menjadi Caraku Mandiri Dalam Keuangan

Seberapa penting sih ngajarin anak untuk tau dan mengerti tentang uang di saat usia dini? Bukannya mereka belum bisa ngebadain ya mana uang pecahan besar atau kecil? Wong baca aja belum jelas, apalagi berhitung?


Kalau kami sih geng orangtua yang peduli untuk memberikan edukasi perihal keuangan sedini mungkin kepada duo jenderal. Banyak masalah keuangan yang di hadapi para orang dewasa bukan karena minimnya penghasilan yang di dapat, melainkan karena belum mampu mengelola keuangan dengan tepat, yang mana salah satu pemicunya adalah belum di biasakan sedari kecil untuk mengelola uang dengan cara yang benar.


Konsep mengenal uang yang kami berlakukan untuk duo jenderal tercakup pada empat hal utama, yaitu :

  1. Bahwa kita butuh uang untuk mendapatkan suatu barang (dengan cara membelinya)
  2. Kita perlu bekerja dan sedikit bersusah payah untuk bisa mendapatkan uang
  3. Tidak ada "seketika" dalam mendapatkan sesuatu, perlu waktu dan kerja keras
  4. Anak-anak perlu di beri pemahaman dan pembeda antara "kebutuhan" dan "keinginan"

Terkadang kami harus bertindak tega dengan menunda apa yang menjadi kesenangan mereka. Pemahaman sederhana tentang konsep "keinginan" dan "kebutuhan" menjadi sebuah praktik yang terjadi setiap harinya. Seperti contoh saat kita makan bersama di rumah adalah sebuah kebutuhan, sedangkan makan di restoran adalah sebuah "keinginan".





Terlebih untuk Kak Nad yang mulai bisa mendapat penghasilan dari bisnis Pudding yang di kelola secara amatiran. Bagaimana modal kerja yang di dapat, bisa berputar untuk mebiayai produksi selanjutnya termasuk di sisihkan untuk sedekah dan tabungan.




Setelah di rasa beberapa tabungan Kak Nad dan Adek Yeza mulai terasa berat, akhirnya di putuskan untuk membongkar dua celengan dari beberapa celengan yang dimiliki mereka. Memisahkan berbagai pecahan uang rupiah berdasar jenis, nominal dan tahun emisi (hahahaha kalau point terakhir ini mah karena ketularan ayana yang begitu memperhatikan dengan detail setiap rupiah yang jatuh ke tangannya 🀣), menghitung dan menjumlah semua perolehan yang di dapat dari dua celengan yang berhasil di bongkar.




Hingga kemudian kami tawarkan untuk menyimpan tabungan mereka di bank umum. Berbekal informasi digital dan berbagai referensi akhirnya kami putuskan untu menabung di bank syariah. Dan di hari ini berangkatlah kami bertiga menuju bank syariah yang letaknya tak jauh dari kediaman kami. Setelah segala persyaratan lengkap, akhirnya terbit juga sebuah buku tabungan dan sebuah kartu ATM atas nama Kak Nad. Di mana buku tabungan ini akan secara rutin di isi dengan keuntungan hasil bisnis Kak Nad maupun rezeki lain yang di dapat oleh para duo Jenderal.



Bandar Lampung, 07 Mei 2019
Puspaning Dyah, Catatan Bunda Pembelajar

Minggu, 05 Mei 2019

I'm Responsibility With My Own

Ada agenda apakah Osin Family di hari Ahad menjelang 1 Ramadhan ini?

Hihihihi di mulai dengan aktivitas mecahin sebagian celengan karena duo jendral udah gak sabar buat berkunjung ke bank, menabung dan menikmati proses yang terjadi selama berada di dalam suatu bank πŸ˜€





Lanjut apakah agenda berikutnya? Hohohoho lanjut dengan merapihkan rambut si adek yang mulai panjang tak beraturan. Di mulai dari persiapan mandiri adek memasukkan baju ganti pilihannya ke dalam tas biru kesayangan, duduk manis di dalam salon mengantri untuk tiba waktunya mendapat pelayanan


Dan tibalah kami di rumah, berfamily project membantu tugas ayana yang tahun ini kebagian jatah sebagai penanggungjawab urusan religi di kantor

Sabtu, 27 April 2019

Memulai Kebiasaan Baik Untuk Warisan Generasi Mendatang


Memulai sesuatu hal yang baru serta tak lazim di kebanyakan orang, awalnya mungkin akan terasa aneh dan asing. Salah satu kebiasaan yang kami tanamkan pada anak-anak adalah selalu merapihkan kembali meja makan setelah selesai di gunakan baik saat sessi makan bersama maupun berbagai kegiatan domestik yang lainnya, termasuk jika tengah menikmati jamuan di rumah makan atau yang sejenisnya.

Point pentingnya bukan pada apa yang kamu pesan tapi pada apa yag bisa kamu habiskan dan apa yang bisa kamu rapihkan kembali.


Berempati pada para waitress di rumah makan, membantu meringankan tugasnya dengan menata kembali dengan rapih dan minim sampah yang berserakan pasca menyantap hidangan adalah salah satu bentuk yang kami latih pada anak-anak sedari dini. Ada upaya mereka untuk bertanggungjawan pada setiap sendok nasi dan lauk pauk yang mereka ambil, karena sebanyak apa mereka mengambil porsi makan, sebanyak itu pula yang harus mereka habiskan. Seberapa banyaknya menu yang mereka pesan, sebanyak itulah mereka perlu membereskan. Melatih anak-anak untuk kembali membereskan meja makan hingga nampak seperti sedia kala adalah salah satu ikhtiar untuk mereka mengenal kemandirian dan rasa tanggung jawab sedini mungkin, untuk bekal terbaik dimasa mendatang.



Bandung, 27 April 2019
Puspaning Dyah, Catatan Bunda Pembelajar



#hari3
#gamelevel2
#tantangan10 hari
#melatihkemandirian
#kuliahbundasayang
@institut.ibu.profesional

Jumat, 29 Maret 2019

Melayanimu Dengan Tulus, Caraku Berbahasa Padamu...


Komunikasi Produktif Day#2

Hari kedua mempraktikkan teori Komunikasi Produktif secara lebih intens, kenapa di bilang intens? Kan memang saben harinya mah kite tetep saling berkomunikasi ye kan mpok? Walau mungkin gak pake kaidah-kaidah yang di tuliskan dalam teori Komunikasi Produktif 😊Nah berhubung si emak lagi ngejalanin tantangan dan niat ingsun pingin komit sama perkuliahan ini jadi ya sebisa mungkin epridey mempraktikkan satu persatu teori di dalam aneka rumus KOMUNIKASI PRODUKTIF ala IBU PROFESIONAL.

So hari Jumat ini kami menjalani hari yang cukup menarik, hihihihihi sepulang dari sekolah formalnya Kak Nad kami berencana mengerjakan beberapa aktivitas percobaan sains hasil dari belanja ide di Science Fair di sekolah Kak Nad beberapa waktu yang lalu. Sesuai dengan hasil Komunikasi Produktif kemarin, kami memutuskan di hari ini akan melakukan percobaan Jembatan Warna dan Musik Air.

Berhubung kami belum berhasil mendapatkan beberapa botol kaca yang sejenis untuk bekal melakukan uji coba musik air, akhirnya kami mengalah dengan melakukan percobaan Jembatan Warna saja untuk sore ini. Beberapa peralatan dan bahan yang mendukung percobaan di siapkan bersama duo Jenderal hingga mulai percobaan yang kemudian kami kedatangan satu personil tambahan yaitu Adek Khalid tetangga sebelah rumah kami yang turut serta bermain dan beraktivitas bersama kami sore ini.

Maka, menggelar play mart-lah kami bertiga di halaman depan rumah, berpayung pohon jambu yang rindang serta hendusan manja Maretta si anak kucing kesayangan Kak Nad dan Adek Yeza, di temani sekotak nasi kebuli dan kari ayam untuk makan siang terlambatnya si emak (ini perpaduan menu yang gak ideal, so please don't try this at your home yeayh πŸ˜‰)
Duo Jenderal Osin Family yang siap bereksperimen

Percobaan Jembatan Warna ala Osin Family bisa di intip di : Percobaan Sains Sederhana Melalui Jembatan Warna

Home Education berjalan dengan baik sebagaimana biasanya, normal tanpa ada kejutan berarti. Namun di sessi pertengahan proses Home Education saya tidak menyadari jika masuknya Kak Nad ke dalam rumah karna sebab musabab doi ngambek bin merajuk pada saya. Si emak baru menyadari perubahan mood sang anak gadis saat doski keluar dari rumah dengan mata yang telah bersimbah air mata, jiyaaaaaaah si emak kumat lebaynya πŸ˜‰

Usut punya usut, kemerajukan sang Kakak terpicu pada rasa cemburu menyaksikkan si Adek yang asyik dengan percobaan sainsnya, proyek Jembatan Warna, sedangkan si Kakak hanya mendapat peran sebagai seksi perlengkapan dan peralatan alias asisten bunda untuk masuk dan keluar rumah mengambil peralatan yang kurang dan belum terbawa. Doskipun ingin mendapat peran lebih yang melibatkan dirinya aktif mengerjakan suatu percobaan.

Alarm alam telah berdering menandakan sessi Home Education bersama Adek Yeza harus segera kita hentikan demi kemsalahatan ummat dan tetap berdirinya Pancasila sebagai ideologi bernegara... Halagh  apa pula lah si emak ini πŸ˜‰πŸ˜‰πŸ˜‰wekawekawekawekaweka.....

Kupeluk erat dirinya yang tengah gundah gulana, ku biarkan ia dalam isakan tangisnya, hingga ketika isakan mulai mereda, saat irama jantung mulai teraba normal kembali, saat mata teduhnya tak lagi malu-malu menghindar dari radar mataku, ku bisikkan kata cinta padanya...

"Kak, bunda sayang Kak Nad, Kak Nad adalah anak bunda yang paling solihah, bunda bangga sekali dengan kebaikan hati Kak Nad yang mau menolong bunda mempersiapkan aneka peralatan untuk media belajar Adek Yeza, namun nak, maafkanlah bundamu jika ternyata sikap bunda ada salah di pemikiranmu nak, bunda belum tau apa yang di mau Kak Nad, jadi yuuk nak kasih tau bunda bagaimana bunda bisa membantu kamu nak..."

Dan akhirnya tercetuslah uneg-unegnya di sela tangis yang mulai terdengar lirih, bahwa ia tak ingin melakukan uji coba jembatan warna bersama sang adik karena project ini telah kami lakukan beberapa kali di waktu yang lampau, akhirnya ia pun memilih sebuah project lain untuk di mainkan bersama sang emak tercinta, yaitu melukis dengan media cat air dan meneruskan project rumah princess lego miliknya.

Ku ambil bulu sebatang ku raut sama panjang.... eh salah itu mah lirik nyanyian yak.. wekawekawekaweka... Ku gendong ia menuju tempat gudang harta karun mereka, wajahnya yang perlahan ceria dan cerah kembali sebagai pertanda bahwa badai telah berlalu berganti dengan aroma Petrikor yang tenang dan menyejukkan 😊

Bagi seorang anak, rumah adalah jenjang pendidikan pertama sebelum menapak pendidikan formal dan berhadapan langsung dengan lingkungan sosial. Bagi kami para orangtua, rumah menjadi media laboratorium untuk melatih sikap mental yang benar dalam memahami hubungan antar manusia. Dan saya adalah generasi kuno yang meyakini ada korelasi positif antara sukses keluarga dan sukses pribadi.

Kehangatan rumah yang di dalamnya terjalin komunikasi yang harmonis dan saling memperhatikan, akan menguatkan setiap individu yang ada di dalamnya untuk menghadapi sejumlah tantangan di luar sana. Kejernihan hati dan kebijaksanaan yang sungguh-sungguh dalam membersamai keluarga akan menjadi investasi seumur hidup yang tak akan di lupakan oleh keturunan kita kelak.

Indah sekali bukan sebuah pepatah dari nasihat lama yang sering kita dengar?

“HOME SWEET HOME”

Tiada tempat terindah selain rumah, tempat kita menikmati segalanya bersama dalam sebuah bingkai kanvas bernama keluarga.
Aktivitas "Life Practical Skill" yang di kerjakan duo Jenderal hari ini, menyajikan fresh pressed juice 

Hasil Fresh Pressed Juice hasil kolaborasi Duo Jenderal hari ini




Bandar Lampung, 29 Maret 2019

Puspa Fajar, Catatan Bunda Pembelajar



#hari2
#gamelavel1
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbundasayang