Tampilkan postingan dengan label Catatan Bunsha. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Catatan Bunsha. Tampilkan semua postingan

Rabu, 25 Desember 2019

Mengikat Memori


Petualangan Osin Family masih berlanjut hingga hari ini. Bangun pagi hari dan mempersiapkan diri sedini mungkin dalam usaha penalukan sebuah misi, yaitu jelajah transportasi

Dimulai dengan mencoba MRT dari stasiun Bundaran HI hingga ke stasiun Blok M, berpusing-pusing ria di kawasan Blok M, serta mengendarai busway milik transjaya.

Memberikan pemahaman bahwa menggunakan sarana transportasi adalah satu dari sekian banyaknya pilihan untuk meminimalisir jejak karbon di bumi dan sebagai salah satu ikhtiar untuk membuat bumi jauh lebih sehat.



Mengikat makna dan mengulang memori, disajikan dalam bentuk visual sebagai pengganti narasi dan diksi untuk menceritakan kembali berbagai petualangan kami hari ini.

Senin, 23 Desember 2019

No way buat Mati Gaya


Tak ada kata mati gaya untuk bermain dan bersenang-senang dimanapun tempatnya. Mencipta permainan dengan barang di sekitar kita adalah salah satu aktivitas. Seperti permainan tiup ulat yang kami mainkan sore ini.



Memanfaatkan kertas serta sedotan plastik dari jus buah yang kami beli di warung sebelah hotel tempat kami menginap, di sulap menjadi ulat-ulat kecil yang lucu dan menggemaskan.


Sabtu, 21 Desember 2019

Yang tersembunyi dari bayangan


Bermain bayangan menjadi agenda bermain kami malam ini. Berhubung dek Yeza sedang masa pemulihan pasca demamnya dua hari yang lalu, maka aktivitas kami lebih banyak dilakukan di dalam kamar.

Mencari ide bermain yang seru, akhirnya kami menemukan permainan dengan menggunakan tangan serta memanfaatkan redupnya cahaya di kamar hotel kami.

Aneka bentuk binatang kami uji coba melalui tangan dan jemari yang anggap aja deh menyerupai penampakan aslinya.

Eitz kenapa gak ada dokumentasinya? Hihihi soalnya tampilan pada dinding berbayangan menyajikan siluet penampakan kami sehingga batal untuk ditayangkan bersanding bersama aneka bentuk hewan lucu hasil kreasi lipatan jari jemari kami

Jumat, 20 Desember 2019

Antara Jakarta dan Tegal


Memulai perjalanan Tration (Travelling Education) ala Osin Family dalam rangka menyongsong hari libur nasional maka kami memulai petualangan dengan melakukan perjalanan Jakarta-Tegal dengan moda transportasi Kereta Api. Sebuah pilihan kendaraan angkutan umum yang sudah lama sekali tak kami lakukan karena sulitnya mendapat akses menggunakan moda transportasi ini saat berada di Pematang Siantar, kota tempat tinggal kami saat ini.

Melakukan pemesanan tiket melalui situs tiket online, berlanjut mencari informasi bersama fasilitas apa saja yang tersedia, berapa waktu tempuh yang kami butuhkan untuk sampai di kota tujuan membuat kami bisa well  prepared pada beberapa persiapan untuk membuat perjalanan kami mudah, nyaman dan menyenangkan terlebih saat harus travelling tanpa pendampingan bapak Kepala sekolah.


Beberapa buku bacaan sengaja dipersiapkan sebagai teman perjalanan, headset telah rapih dalam genggaman, satu dan dua mainan kecil aman masuk dalam jinjingan sebagai berbagai amunisi mengatasi kebosanan.




Namun rencana tetaplah menjadi rencana, saat rencana A harus pasrah beralih pada rencana B hingga mungkin ke rencana ZZ. Waktu 4 jam perjalanan menjadi waktu yang cukup panjang bagi duo jenderal. Mainan telah segala di eksplor, aneka sudut gerbongpun tak terlewat disambangi, maka interaksi dua arah menjadi penyelamat mati gayanya mereka di dalam sang kotak baja.

Bermain aneka tepuk, atau saling menyayikan aneka lagu dolanan menjadi pengiring perjalanan kami.

Aaaah menyenangkannya saat ada lawan kita bermain dan mengeksplor sumber daya yang kita miliki di sekitar kita.

Selasa, 03 Desember 2019

Produksi Mandiri Membuatku Mengerti


Dalam satu kesempatan anak-anak bertanya pada saya:

"Bund, apa sih bedanya kalau kita masak sendiri dan kita beli di resto, cafe atau toko kue?"

Ketimbang menjawabnya dengan pendekatan pengayaan atau uraian macam jawaban soal ujian maka saya ajak duo jenderal untuk langsung terjun merasakan bedanya saat kita berproduksi sendiri atau memanfaatkan jasa servis makanan di luar rumah.

Sebagaimana menu harian Osin Family, jadwal kudapan sore ini adalah Donat Kentang. Bahan-bahan telah tersedia di rumah dan tinggal waktu eksekusi menunggu jadwal duo jenderal kembali dari sekolah formalnya.

Adonan donat dalam proses fermentasi


Pasca proses panjang demi menghadirkan sepotong donat hangat yang empuk dan nikmat, kami melakukan perhitungan ulang akan biaya yang kami habiskan saat proses produksi.

Dengan perkiraan total biaya produksi baik biaya langsung maupun biaya tak langsung di dapatlah angka total yang kemudian dibagi sesuai dengan jumlah donut yang berhasil diproduksi. Diskusi berlanjut dengan membandingkan harga jual donat pada bakery.

Sehingga dari berbagai proses dan aktivitas kami hari ini mereka membuat beberapa kesimpulan:

1. Memasak sendiri membutuhkan biaya yang lebih murah daripada beli
2. Dengan biaya yang nilainya masih lebih kecil dibanding saat membeli di luar ternyata bisa mendapat hasil yang lebih banyak
3. Dengan membuat sendiri kita bisa faham bahan yang digunakan, bahan dengan kualitaa baik berpengaruh pula pada biaya produksi barang

Dan akhirnya terjawab dengan sendirinya apa yang menjadi pertanyaan mereka, mereka tanpa sadar sedang menuju jawaban yang mereka cari.


Senin, 02 Desember 2019

Bijak Menyalurkan Uang



Belanjalah seperlunya sesuai kebutuhan agar tak mubazir kemudian
#quotesnglanturemak

Et dah apaan bener lah si emak baru awal aja udah ngoceh-ngoceh mulu, emang dasar si emak ini minta disawer lho 😂


Oke gaes jadi kali ini emak mau cerita games yang dimainkan bersama sang Jenderal Sulung

Games kali ini kami namakan "Tebak" (Tepat Belanja Kebutuhan). Rulesnya sederhana, Kak Nad akan menerima uang sejumlah Rp. 50.000,- untuk dibelanjakan snack selama 3 hari (termasuk jatah snack untuk adek yeza)





Pasca pulang sekolah, kami sempatkan untuk mampir ke toko dekat dengan sekolah. Karena sudah nampak jelas budget yang ada, Nad dengan seksama memperlihatkan label harga yang tertera di masing display toko. Mengingat budget yang terbatas maka Kak Nad betul-betul hanya membeli apa yang sangat diinginkan remaja tanggung tersebut.

Beberapa kali rombak isi tas belanja, mengkombinasikan seta mengisi tas tersebut dengan barang yang sesuai dan pas dengan budget dan keinginannya. Hingga akhirnya didapatlah aneka snack pilihan hasil dari bongkar pasang sini dan sana 😃


Walaupun sesampainya dikasir tetap saja ada beberapa harga yang berbeda antara label harga dan data pada kasir plus ada penambahan PPN sebesar 10% dari total belanja yang sebelumnya tidak dimasukkan kak nad sebagai salah satu biaya.

Minggu, 01 Desember 2019

Menabung untuk kepentingan masa depan



Siapapun saat ia telah berpenghasilan maka ia wajib untuk mengelola keuangannya dengan bijak. Demi apa? Demi gaji yang dihasilkan dalam sebulan tak ludes habis tanpa sisa hanya dalam hitungan hari.

Bisa juga sih dipengaruhi sama yang namanya gaya hidup, pergaulan teman yang membuat kita gak komit dan terjerumus pada kebiasaan hidup hedon.

Salah satu perencanaan keuangan yang baik dapat dilakukan dengan "MENABUNG". Yes sederhana banget yak, dan berikut beberapa alasan yang bisa emak berikan pada duo jenderal untuk memotivasi mereka untuk mau dan gemar menabung:

1. Menabung tidak hanya untuk diri sendiri, melainkan untuk generasi berikutnya, anak keturunan kita
Mengelola keuangan itu bukan perkara hari ini semata, melainkan menjadi salah satu warisan kebaikan dimasa mendatang. Utamakan menabung daripada keinginan untuk pemenuhan kebutuhan diri yang sifatnya terbatas dan sesaat.

2. Menabung membuatmu kaya dalam banyak arti harafiah
Seorang Brigham Young mengatakan:
" Jika kamu pingin kaya simpan apa yang kamu dapatkan. Orang bodoh bisa dapat uang, tapi butuh orang bijak untuk menyimpannya dan mempergunakannya  untuk kebutuhan sendiri"

Idealnya setiap orang bisa mendapatkan uang termasuk orang tak bekerja sekalipun. Dengan menjadi pengemis misalnya, jadi sesungguhnya bisa mendapatkan uang bukanlah sebuah kemewahan dan keistimewaan.

3. Foya-foya di masa muda bisa sengsara dimasa tua.
Mengelola keuangan semuda mungkin usiamu
Adalah pilihan sangat bijak.



Nah berdasarkan ketiga fondasi tersebut, kami mulai mengedukasi duo jenderal untuk mulai teratur menabung. Menyisihkan sebagian keuntungan setiap produk yang diproduksi dan mempercayakannya pada lembaga ketiga, semacam bank umum untuk mereka bisa menitipkan sebagian dana sebagai tabungan mereka.



Sabtu, 30 November 2019

Tentukan Berbagai Langkah Stategis dari mereka yang terdekat



Pengeluaran uang pada sebuah rumah tangga bukan hanya tentang kebutuhan satu orang saja, melainkan keseluruhan anggota keluarga. Jika biasanya seorang ibulah yang akan mengatur keuangan bulanan untuk kebutuhan sehari-hari, bagaimana jika kita lekatkan tanggung jawab tersebut pada seisi penghuni rumah. Ada peran dan sumbangsih keluarga untuk melakukan perencanaan keuangan yang baik agar semua pengeluaran dapat mencukupi semua kebutuhan dengan baik dan tidak berlebihan tentunya.

Mengatur finansial keluarga pastinya bukan hal yang mudah, nah berikut ini adalah hasil rangkuman dari diskusi keluarga kami dalam rangka usaha memaksimalkan peran anggaran dan likuiditas keluarga kami:

1. Membuat daftar belanja harian, mingguan atau bulanan yang menjadi kebutuhan primer keluarga

2. Mengusahakan untuk makan bersama di rumah atau minimal makan dari hasil olahan rumah, selain untuk berhemat tapi juga dalam rangka ikhtiat untuk hidup sustain

3. Menabung, baik secara konvensional melalui media celengan rumahan, atau saving pada bank umum, atau menginvestasikan dana cash pada saluran-saluran investasi

4. Dahulukan belanja hanya pada barang kebutuhan dan abaikan barang yang tengah menjadi incaran.

5. Merencanakan agenda liburan dengam cermat, hemat dan tepat

6. Menggunakan sarana transportasi umum jika memungkinkan

7. Terapkan metode FIFO dalam mengelola segala pengisi rumah
Jika ada satu barang masuk maka harus ada satu barang yang keluar



Saya jadi teringat sedikit mengenai definisi Hemat, bahwa hemat adalah sikap hidup yang mengandalkan diri sendiri untuk mencukupi kebutuhannya, tidak boros namun juga tidak kikir.
Point penutupnya adalah, tidak cukup hanya dengan berhemat dan bertahan tapiiiii ya kudu mau berjuang. Sekian ceramah 7 menit dari si emak, sampai jumpa di pertemuan selanjutnya 😃

Jumat, 29 November 2019

Membacalah Sekarang Bijaklah Kemudian



Kalian pernah tau ga kalau ada sebuah nasihat (belum cukup lama) yang bilang kalau:

"Membaca selama satu jam itu seperti kalian lagi membaca selama enam puluh menit"

😀😂🤣


Hohohoho ampuuun jangan timpuk emak pake lembaran merah ya gaes, iso ambyar ati si emak nantinya gaes🤣😂

Intisarinya adalah, please gaes luangkanlah sedikit waktu dari setiap hari dalam hidup kita untuk membaca, kalau perut lapar diobatinnya dengan makan, maka otak dan kelaparannya salah satu caranya bisa dipadamkan dengan  nutrisi dari buku.



Masih bernuansa "Melek Finansial", sebagai pereda dari berbagai padatnya aktivitas kami dipekan kemarin adalah mengisi waktu dengan membaca serta berandai-andai.

Sebuah buku bertajuk " Cerdas Mengelola Uang" Besutan manis Uni Fifie tersayang. Ada banyak pembelajaran manis yang bisa diceritakan kembali bersama para buah hati, ada berbagai implementasi sederhana dalam memberikan pemahaman mudah tentang apa iti Perencanaan Keuangan pada anak-anak.


Tengoklah kisah "Ria dan Ikan Hias", dimana mengisahkan usaha seorang Ria kecil untuk bisa memelihara sepasang ikan kecil idamannya. Ada pula kisah Tiro dan berbagai kegigihannya untuk mendapatkan apa yang diinginkannya dan masih banyak pembelajaran manis yang bisa dipetik hikmahnya bersama para anak-anak.

Membacalah gaes selama itu masih mudah untuk kalian lakukan,
Fokuslah pada buku bacaanmu, itu masih jauh lebih mudah dibanding membaca kode-kode dari si dia yang hilal kepastiannya masih samar-samar 😃



Selasa, 26 November 2019

Hemat pangkal Berhasil dan Tak Kenal Mubazir



Setiap orangtua pasti menginginkan anaknya tumbuh dengan banyak hal positif serta membangun. Mereka dapat tumbuh dengan  baik dan aneka karya yang membangun.
Menjadi hal yang wajar mengingat bahwa kepribadiaan seseorang akan tertempa sedemikan rupa sejak masih kanak-kanak. Aneka sifat bawaan ini kelak akan menjadi bibit subur bagi pembentukan karakter hingga diusia dewasa mereka kelak.

Bisa jadiiii, atas latar belakang hal di muka tersebut yang membuat para orangtua bekerja ekstra keras menanamkan disiplin dan aneka kebiasaan baik ke dalam diri dan jiwa anak-anak.
Jika dilakukan dengan cara dan waktu yang tepat hasilnya pasti akan sangat luar biasa, namun bila yang terjadi adalah sebaliknya, dampak negatiflah yang mungkin akan mewarnai proses tersebut.

Salah satu dari sekian banyaknya aktivitas baik yang "didoktrinkan" adalah "ayyoo nak kita belajar hidup hemat" 😊


Penanaman dasar-dasar hidup hemat akan berpengaruh besar pada kesuksesan seseorang dalam mengatur keuangan atau bahkan keseluruhan hidupnya.

Ada beberapa aktivitas menyenangkan untuk melibatkan anak-anak, salah satunya adalah mengajak mereka terlibat dalam aktivitas perencanaan keuangan keluarga.



Sesuai dengan Itinery yang telah kami susun bersama, anak-anak akan  mengunjungi salah satu bulkshop di Ibukota dimana sang owner adalah teman si emak. Ada satu wawasan dan input yang diterima Kak Nad dan Adek Yeza, bahwa berbelanja di Bulkshop jauh dapat memangkas anggaran belanja bulanan, karena di sini kita semua dapat membelanjakan sesuai dengan jumlah kebutuhan, habiskan apa yang menjadi tanggungjawabmu, slogan tersebut rasanya pantas sekali di gaungkan pada seluruh stakeholder.


Senin, 25 November 2019

Buah Tangan sang Pengikat Cinta


Saling memberi hadiah adalah salah satu faktor yang menumbuhkan saling cinta di antara kaum muslimin. Sampai ada sebuah pepatah Arab yang tertulis:

"Hadiah yang di berikan oleh sebagian orang kepada oramg lainnya bisa menumbuhkan kasih sayang diantara keduanya"


Seperti budaya dari Osin Family dimana kami senantiasa membawakan oleh-oleh baik sesuatu yang khas daerah kami maupun sesuatu yang kami produksi sendiri dari rumah dan dapur kami.





Seperti halnya dalam Tration kami kali ini dengan waktu perjalanan yang cukup singkat maka kamipun menyempatkan untuk membawakan buah tangan bagi teman-teman yang memang sudah janjian untuk bertemu atau yang janjian on the spot.

Dengan sebelumnya mengkalkulasi total biaya produksi kami memutuskan untuk membuat semdiri "Kue Ketawa" Salah satu panganan khas Pematang Siantar. Melibatkan anak2 untuk proses produksi


Menghitung biaya produksi serta melakukam secara mandiri roti ketawa yang akan mereka berikan.

Dari serangkaian proses produksi, Anak-anak membuat kesimpulan bahwa dengan memproduksi sendiri jauh menghasilkan jumlah yang lebih banyak dengan barang produkai kualitas di atas rata-rata

Selain dapat berhemat mereka mendapat kepuasan sendiri karena dapat memberikan persembahan terbaik bagi para sahabat.

Minggu, 24 November 2019

Saat Liburan Bukan Sekedar Wacana Forever



Kehidupan itu berada dalam kendali kita, mau sukses atau tidak semuanya bergantung pada niat serta kerja keras untuk mencapainya. Yeayh walaupun kadang kita merasa ada aja yang membatasi kita untuk mencapai tujuan dan apa yang ingin kita dapatkan. Lalu hal apa saja yang perlu kita lakukan untuk melepaskan hambatan atau batasan yang ada?

Ada beberapa hal yang bisa di lakukan untuk menjadi pondasi meraih apapun yang kita inginkan.
Salah satunya adalah "Pengembangan Diri" sebagai salah satu usaha untuk memenuhi kebutuhan Aktualisasi Diri. Berita baiknya adalah, salah dua dari hal untuk menyingkirkan hambatan adalah dengan menghabiskan waktu untuk "LIBURAN"

Piknik asik ala Osin Family


Hhahahahahaa yez liburan gaes, piknik, refreshing gitu lho 😃
Karena biasanya orang menjadi suntuk karena dua sebab:
1. Kurang temen
2. Kurang maen jauh

Sesi liburan adalah salah satu pembahasan yang tak pernah ketinggalan di perencanaan awal tahun sekaligus sebagai bagian dari Family Strategic Planning kami. Kenapa harus direncanakan? Biar gak ambyar di tengah jalan, baik konsep, waktu terutama anggaran 😂

Bagian merencanakan keuangan liburan tak mungkin jika tidak melibatkan peran serta anak-anak. Seperti perencanaan liburan kali ini dan berikut adalah beberapa tips dari Osin Family dalam melakukan perencaan keuangan liburan keluarga yang bisa dilakukan dengan melibatkan seluruh anggota keluarga

Nad dan Monas 😅

Nad dan Om Moto

Pas banget ketemu karnaval

1. Mulai memprediksi total biaya perjalanan (transportasi, akomodasi, konsumsi serta biaya oleh-oleh)
2. Pilih moda transportasi paling memungkinkan
3. Selalu cadangkan biaya tak terduga, jikapun tidak digunakan biaya ini dapat di retur sebagai bagian tabungan.

Karena judulnya aja Financial Planning, maka hitung dengan detail segala potensi biaya selaraskan dengan itinery yang juga telah di buat dengan sangat detail ☺

Demikian ocehan emak, salam dari kami sang penjejalah hikmah 😃

Sabtu, 23 November 2019

Mengenal Konsep Uang melalui Proses Magang anak di usia Pra Latih


Sejak usia kapankah anak-anak boleh dikenalkan dengan fungsi uang? Lalu bagaimana cara yang manis dalam mengajarkan konsep "Manajemen Keuangan" pada anak-anak? Menjadi pembahasan menarik bagi kami sang #pasanganakuntan 😄

Kami berdua berpendapat, di rentang usia pra latih, anak-anak sudah pantas untuk dikenalkan konsep uang, termasuk di dalamnya mengenalkan tentang konsep pengelolaan keuangan sederhana. Bagian kecenya adalah, dengan pendekatan apa yang bisa kita gunakan agar menyederhanakan konsep "Financial Planning" pada mereka.

Beberapa anak mungkin telah mengenal uang (dalam artian fisik uang), tapi belum banyak yang memahami konsep uang itu sendiri seperti apa. Segelintir  anak (mudah-mudahan hanya jumlah minoritas dari keseluruhan  populasi) berfikir bahwa mencari uang itu mudah karena orangtua selalu memilili uang. Lebih parahnya adalah saat mereka memiliki framing bahwa orangtua satu-satunya penghasil uang bagi mereka.


Sadar atau tidak setiap makhluk hidup pasti hidup dengan tujuan. Misalnya saja saat seseorang memiliki rasa lapar, maka ia akan berusaha mencari makanan dengan tujuan mengenyangkan perutnya, menjaga kesehatannya, atau sekedar makan untuk bisa berkumpul bersama orang lain.

Begitu pula pada anak-anak, sebelum kita mengenalkan konsep Perencanaan Keuangan, bisa kita arahkan terlebih dahulu apa tujuan keuangan itu sendiri.

"Hemat Pangkal Kaya"
Sebuah peribahasa lawas yang tak asing dipendengaran kita semua. Salah satu caranya adalah dengan menabung.

"Bang bing bung yook kita nabung"
"Tang ting tung yook mari berhitung"
"Tahu-tahu kita nanti jadi untung"

Bagi orangtua kelahiran 80n pasto familiar dengan salah satu lirik lagu anak yang pernah hits dijamannya dahulu
 Cara terasyik mengenalkan konsep menabung pada mereka adalah libatkan mereka untuk membeli/membuat celengan milik mereka pribadi.
Pilihlah bentuk dan warna sesuka dan segembira mereka, agar merekapun tertarik untuk segera memenuhi sang celengan.



Banyak sekali manfaat mengajarkan menabung pada anak-anak, salah satunya adalah mereka menjadi pembelajar yang mandiri, tidak mudah bergantung pada orang lain, serta memupuk subur tentang konsep menabung.

Buat pula aneka permainan menarik yang melibatkan peran mereka. Ajak mereka turut libatkan mereka dan beri dukungan penuh pada segala akvitas.





Salah satu kegiatan menyenangkan bagi anak-anak adalah saat mereka bisa menjalankan sesi magang di rumah mereka sendiri. Terkadang mereka menjalani pekerjaan sebagai tukang cuci mobil, pekerja cuci piring, dan aneka tugas rumah tangga yang diberikan baik atas pilihannya sendiri atau atas instruksi kami selaku pemberi kerja dan fasilitator mereka.

"Upah" yang didapat akan masuk menjadi tabungan mereka untuk suatu saat kelak dibelanjakan barang yang menjadi "wish dream" yang mereka tulis dalam jurnal keluarga di awal tahun. Serta tak lupa menyisihkan bagian dari sebagian total tabungan untuk diberikan kepada mereka yang berhak menerima


Jumat, 22 November 2019

Jika Bisa Mencipta, Kenapa Harus Membeli?



"Bund, kapan kita buat cireng?"
"Bund, sore ini bikin cemilan yook?!"
"Bund, kayaknya tho bund, cireng yang kita sering liyat di toko itu bukan dari bahan yang bagus deh, jadi yok kita buat yang kayak gitu bund?"


Demikianlah kira-kira berbagai rentetan kalimat rayuan pulau kelapa yang dilontarkan sang Jenderal Sulung jika ingin menikmati kudapan tertentu.

Ya, kami memang membiasakan anak-anak untuk menikmati kudapan dari hasil jerih payah mereka.
Jika suatu hari mereka meminta martabak manis sebagai cemilan sore, maka kami biarkan mereka memanfaatkan area dapur sebagai media laboratorium mereka.

Atau kapan hari mereka menetapkan meni tertentu sebagai kudapan, maka berusaha sendiri untuk mengolah segala bahan dari rumah menjadi panganan yang bisa dinikmati seluruh anggota keluarga...

Sesuai dengan menu susun kami pekan ini, di hari kemarinlah kami  membuat cireng, sang kudapan favorit duo jenderal.
Menghitung rencana biaya produksi, memperkirakan besarnya biaya transport, menghitung berapa banyak hasil produksi serta memperkirakan berapa besar nilai jual dari satu potong cireng yang mereka hasilkan dan kemudian membandingkan dengan harga jual cireng sejenis di pasaran.

Aktivitas Duo Jenderal membuat adonan cireng

Penampakan Cireng siap goreng





Anak-anak membuat kesimpulan bahwa dengan membuat sendiri akan menghasilkan ongkos yang lebih murah namun dengan bahan yang jauh berkualitas.

Kamis, 07 November 2019

Buah Karya Yeza untuk Bunda



Hari ini emak sedikit mau cerita sosok sang Jenderal Sulung yang oleh Ayana diberi nama Adhyasta Faeyza Shadiq konon kabarnya karena ada doa tersemat disana. Adhyasta yang menurut Ayana berarti pengawas karena sedari lahir ayana seolah-olah mampu melihat mata awas adek yang memindai lingkungan sekitarnya, Faeyza yang berarti sukses dan Shadiq berarti terpercaya. Sehingga harapannya kelak Yeza akan tumbuh menjadi orang yang selalu awas, menjadi pemimpin sukses namun selalu jujur dalam bertingkah laku.

Rabu, 06 November 2019

Fitrah Belajar Sepanjang Hayat

Ada sebuah kolerasi positif yang saya temukan seiring berjalan waktu saat proses menumbuhkan fitrah belajar dengan jiwa disiplin serta pembentukan karakter ananda


Anak-anak yang tumbuh jiwa belajar dengan baik akan menjadi anak yang jauh lebih tertib dan disiplin pada waktu dan segalanya.
Semisal contoh sederhana, ketika seorang anak telah sadar dan paham makna belajar untuk meningkatkan segala aspek dalam dirinya (kognitif, motorik, sensorik dll) akan bertransformasi menjadi anak yang "gemati" Serta jauh lebih menghargai baik barang bawaannya maupu  segala pernak-pernik mereka.


Bada' ibadah maghrib anak-anak dengan rapinya mengerjakan standar petang guna menyambut dengan hati hakikat belajar itu sendiri...

Point Streght adek yeza berdasarkan pengamatan sejauh ini adalah disiplin dan bermental baja, ia pantang menyerah sebelum segala instruksi tamat ia kerjakan.

Selasa, 05 November 2019

Memulai Petualangan Bersama Teman Baru



Yuhuuuui, ada hal menarik beberapa hari belakangan ini yang ditunggu kehadirannya oleh Kak Nad. Konon kabarnya sih di kelas Kak Nad bakalan ada murid pindahan baru. Its means dia akan punya teman baru sesama anak pindahan, semacam sedang berusaha mencari temen satu gank agaknya 😂🤣


Hari pertama sang siswi baru hadir, Nad belum punya kesempatan untuk membuka obrolan baru dengan doi berhubung tempat duduknya yang kata Kak Nad sih berjauhan.

Nah waktu berdua khusus dengan sang anak baru, datang saat prosesi manasik haji di sekolah kak nad. As a new comer pastinya doi berdua belum melaksanakan program parenting di sekolah yang salah satunya adalah proses Manasik Haji.



Nah di kesempatan kali inilah Nad punya waktu dan ruang agak leluasa untuk bisa ngobrol, main dan beraktivitas bareng.

Hemmm... At a first emak mau cerita gimana prosesi Manasih Haji ala sekolah Kakak ya. Jadi tuh setiap prosesi manasik haji maka sang bunda harus pula turut mendampingi setiap ananda, turut bersama melaksanakan segala ritual orang berhaji pada umumnya.
Melelahkan sih, wong di lakuinnya pas di siang terik yang menyengat. So far Nad masih nyaman , gak grusa-grusu, gak gumunan justru sering mengalah dan memberikan kesempatan pada anak lain yang terlihat sangat tergesa dan belum mau tertib.

Pasca proses manasik haji barulah kesempatan main berdua dengan Zahra sang teman baru Kak Nad.  Hemmm sepanjang jangkauan radar si emak fokus mata Nad tertuju manakala lawan bicaranya tengah bercerita atau menanggapi suatu hal. Sehingga secara tidak langsung membuat lawan bicara nyaman melakukan komunikasi dengannya.