Tampilkan postingan dengan label Hari2. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hari2. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 22 Februari 2020

Bermain peran sebagai pedagang


Me time emak bersama Kak Nad di habiskan dengan main, ngobrol dan beraktivitas bareng. Nostalgia dengan permainan jaman emak masih muda, yaitu "pasaran".

Banyak insight yang kami dapatkan hari ini, selain melatih disiplin, logika matematika, inteluactual curiosity, Nad pun belajar tentang fitrah seksualitas dengan penyampaian bahasa yang sederhana.

Menguatkan bonding antara emak dan kak nad sang princess kebanggan kami semua

Minggu, 26 Januari 2020

Mawar dan Durinya





"Ayo Ibu tendang bolanya kearahku", pekik gembira kunci sang kelinci kecil
"Nak, Ibu lelah cobalah bermain bersama ayahmu", jawab ibu Kunci
" Baiklah Bu, akan ku cari ayah di halaman", jawab Kunci

Kunci bergegas menuju halaman depan rumah untuk mencari ayah.
"Ayah, ayolah bermain bola bersamaku", pinta Kunci pada Ayah
" Maaf Musti, sepertinya Ayah tak bisa menemanimu, bagaimana jika kau membantu Ayah meninjau taman bunga kita?", jawab Ayah
"Wagh pasti akan menjadi kegiatan yang seru dan menyenangkan, baiklah Yah akan kubantu Ayah".

Seringnya membantu Ayah dengan segala urusan kebun, membuat Kunci hafal hampir sebagian bunga yang ada di taman bunga. Dengan siulan yang gembira, Kunci memulai menyiram bunga mawar, salah satu bunga kesayangan Ibu.

"Br...br...br... Dingin sekali air ini", gumam bu Landak yang tak sengaja tersiram air oleh Kunci
" Maafkan aku Bu Landak, aku tak tahu ada engkau yang tengah tertidur di antara bunga mawar ini", ujar Kunci dengan perasaan menyesal.
"Tak mengapa Kunci, bukan salahmu jika kau tak melihat aku di antara semak-semak, lagipula aku senang dengan guyuran air dinginmu", jawab Bu Landak

" Bunga mawar ini sangat cantik, aku ingin memetiknya dan memberikan pada Ibu, pasti ia akan sangat senang menerima bunga ini", lirih Kunci pada Bu Landak
"Jika kau ingin memetik bunga mawar ini, Kau harus meminta pertolongan ayahmu atau orang dewasa lainnya Kunci, karena mawar ini memiliki duri yang setajam duri-duri di tubuhku ini", timpal Bu Landak
"Baiklah, akan ku panggilkan Ayah untuk membantuku mengambil beberapa tangkai mawar, terima kasih Bu Landak atas nasihatmu", jawab Musti dengan senyum manisnya.

Sabtu, 23 November 2019

Mengenal Konsep Uang melalui Proses Magang anak di usia Pra Latih


Sejak usia kapankah anak-anak boleh dikenalkan dengan fungsi uang? Lalu bagaimana cara yang manis dalam mengajarkan konsep "Manajemen Keuangan" pada anak-anak? Menjadi pembahasan menarik bagi kami sang #pasanganakuntan 😄

Kami berdua berpendapat, di rentang usia pra latih, anak-anak sudah pantas untuk dikenalkan konsep uang, termasuk di dalamnya mengenalkan tentang konsep pengelolaan keuangan sederhana. Bagian kecenya adalah, dengan pendekatan apa yang bisa kita gunakan agar menyederhanakan konsep "Financial Planning" pada mereka.

Beberapa anak mungkin telah mengenal uang (dalam artian fisik uang), tapi belum banyak yang memahami konsep uang itu sendiri seperti apa. Segelintir  anak (mudah-mudahan hanya jumlah minoritas dari keseluruhan  populasi) berfikir bahwa mencari uang itu mudah karena orangtua selalu memilili uang. Lebih parahnya adalah saat mereka memiliki framing bahwa orangtua satu-satunya penghasil uang bagi mereka.


Sadar atau tidak setiap makhluk hidup pasti hidup dengan tujuan. Misalnya saja saat seseorang memiliki rasa lapar, maka ia akan berusaha mencari makanan dengan tujuan mengenyangkan perutnya, menjaga kesehatannya, atau sekedar makan untuk bisa berkumpul bersama orang lain.

Begitu pula pada anak-anak, sebelum kita mengenalkan konsep Perencanaan Keuangan, bisa kita arahkan terlebih dahulu apa tujuan keuangan itu sendiri.

"Hemat Pangkal Kaya"
Sebuah peribahasa lawas yang tak asing dipendengaran kita semua. Salah satu caranya adalah dengan menabung.

"Bang bing bung yook kita nabung"
"Tang ting tung yook mari berhitung"
"Tahu-tahu kita nanti jadi untung"

Bagi orangtua kelahiran 80n pasto familiar dengan salah satu lirik lagu anak yang pernah hits dijamannya dahulu
 Cara terasyik mengenalkan konsep menabung pada mereka adalah libatkan mereka untuk membeli/membuat celengan milik mereka pribadi.
Pilihlah bentuk dan warna sesuka dan segembira mereka, agar merekapun tertarik untuk segera memenuhi sang celengan.



Banyak sekali manfaat mengajarkan menabung pada anak-anak, salah satunya adalah mereka menjadi pembelajar yang mandiri, tidak mudah bergantung pada orang lain, serta memupuk subur tentang konsep menabung.

Buat pula aneka permainan menarik yang melibatkan peran mereka. Ajak mereka turut libatkan mereka dan beri dukungan penuh pada segala akvitas.





Salah satu kegiatan menyenangkan bagi anak-anak adalah saat mereka bisa menjalankan sesi magang di rumah mereka sendiri. Terkadang mereka menjalani pekerjaan sebagai tukang cuci mobil, pekerja cuci piring, dan aneka tugas rumah tangga yang diberikan baik atas pilihannya sendiri atau atas instruksi kami selaku pemberi kerja dan fasilitator mereka.

"Upah" yang didapat akan masuk menjadi tabungan mereka untuk suatu saat kelak dibelanjakan barang yang menjadi "wish dream" yang mereka tulis dalam jurnal keluarga di awal tahun. Serta tak lupa menyisihkan bagian dari sebagian total tabungan untuk diberikan kepada mereka yang berhak menerima


Senin, 15 Juli 2019

Warna-warni Kisah Kita



Benarkah menggambar hanya perlu imajinasi?

Hai guys, kalian pada tau yang namanya referensi gak ya?
Itu tuuh yang katanya keadaan saat kita terlahir kembali

#pletaaak maak itu namanya mah reinkarnasi maak 🤣🤣🤣

Wakakakkkk....
Jadi apa tuh hubunganna referensi sama imajinasi saat menggambar? Adakah hubungan mesra di antara keduanya? Mari kita telisik lebih jauh

In every bidang referensi di gunakan sebagai acuan, bisa juga di gunakan sebagai alat bukti dalam memperkuat sebuah hipotesa yang sedang kita teliti, kerjakan atau upayakan. Misalnya seorang pengacara atau penyidik pasti butuh kan sebuah alat bukti untuk memperkuat argumen saat menghadapi suatu kasus.

Some people say, menggambar ya cuman butuh imajinasi aja, kagak perlu yang lain lagi dah, but in fact menggambar juga butuh referensi, why? Kalau gak ada referensi heemmm menurut penerawangan si emak ya akan sulit sekali terselesaikan.

Misalnya gini deh, coba gambarkan suasana pasar di siang hari, apa yang akan kalian lakukan untuk memulainya?

Sederhanya lagi berimajinasi itu kayak proses berikut deh,
Kalian akan lihat sebuah objek yang di simpan di dalam fikiran, lalu mencoba merasakan turut hadir di dalam keadaan itu, lalu mencoba menggambarkannya.
Ide yang ada di dalam otak akan sulit di terjemahkan, menjadi suatu gambaran yang sulit di lihat seperti saat kita memandang foto yang nyata, tapiiii ada gairah kuat untuk menggerakkan pensil dan alat gambar ke dalam kanvas dan mengisi ruang kosong di hadapan kalian. Tapi nyatanya proses yang di lalui tak semudah yang di bayangkan.

Naah di point inilah yang saya katakan bahwa dalam menggambar kita tidak sekedar butuh imajinasi, melainkan juga keberadaan referensi. Kita akan sangat kesulitan menggoreskan suatu garis atau suatu bidang jika kita sebelumnya tidak pernah merasakan melihat secara langsung bidang dan garis tersebut, bagaimana proporsinya, bagaimana hubungan yang terjalin dengan objek-objek di sekitarnya dan lain sebagainya.

Kesimpulannya adalah, saat proses menggambar, jika kita pernah melihat bentuk aslinya, maka dengan referensi akan membantu gambar hasil karya kita bisa terlihat berkali-kali lipat lebih baik dan terlihat natural. Lalu bagaimana jika seseorang menggambar suatu hal yang absurb, abstrak dan tak berwujud? Well boleh saya katakan bahwa ia menggabungkan aneka referensi yang bersifat realitik dan menghadirkan secara fisik imajinasi dalam fikirannya ke dalam suatu goresan karya.

So, apa sih hubungannya sama praktik kami dalam mengamati gaya belajar anak?
Hahahahaa ga ada hubungannya secara langsung koq 😃🤣


Proses bermain menyenangkan di Osin Family kurang lebih seperti gambaran di atas. Aktivitas standar sore Kak Nad di isi dengan menggambar dan mewarnai, sebuah aktivitas yang sangat di gemari dan membuatnya nyaman, hingga pernah terlontar keinginannya untuk menjadi seorang pelukis.

Ketimbang mendengarkan saya berdongeng, ia lebih memilih aktivitas yang terlihat menarik di matanya. Memadupadankan garis dan lengkung menjadi paduan gambar yang menarik, serta mewarnai suatu objek yang di pilihnya.

Kembali ke proses yang natural, kita semua terlahir dengan kreativitasnya masing-masing walaupun berada pada tingkatan yang berbeda.
Proses kreativitasnya tengah berlangsung hari ini, di mana ia tengah merangkai aneka kolase warna dan bentuk menjadi sebuah karya yang bisa di nikmatinya. Matanya tak jemu memperhatikan aneka pallet warna, memadupadankan satu warna dengan warna lain hingga terciptalah aneka warna baru, untuk sementara memanjakan indera penglihatan dan rabaan dengan balutan kreativitas.

Bagaimana dengan esok?
Hihihihi kita nantikan cerita selanjutnya ya, proses Home Education yang menyenangkan ala Osin Family.




Bandar Lampung, 15 Juli 2019
Puspaning Dyah, bersama kalian hidupku berwarna

Sabtu, 15 Juni 2019

Berkreasi dari yang terdekat



Akhir pekan adalah waktu yang menyenangkan untuk di habiskan bersama keliarga terkasih. Seperti kegiatan yang kami lakukan bersama di pagi ini, sesuai dengan apa yang Kak Nad tuliskan hari ini kami lalui dengan menunaikan beberapa point dalam daftar aktivitas duo jenderal.

Memulai hari ini dengan olahraga yang rutin kami lakukan bersama, di mana pekan ini di buka dengan jalan santai di lapangan depan rumah sembari berjemur dan menengok beberapa kucing komplek 😄


Cangkang telur yang siap untuk di bersihkan


Di lanjutkan dengan project membuat pupuk dan pembasmi hama organik dari bubuk cangkang telur. Di mana kami memulai prosesnya dengan membersihkan cangkang telur limbah produksi kue kering kami saat Ramadan yang lalu dari sisa telur yang masih menempel di dalam cangkang telur. Saat si emak dan Kak Nad membersihkan cangkang telur, Ayana dan Adek Yeza bertugas membersihkan aneka alas kaki yang kami gunakan saat hiking dan camping pekan yang lalu.

Nadia dan aktivitasnya

Yeza dan aktivitasnya

Deretan hasil karya Adek dan Ayana

Di tengah sesi membersihkan cangkang, terselip dialog tentang asal muasal proses pembentukan telur ayam, bagaimana kuasaNya Allah yang bisa membuat telur menjadi anak ayam serta beberapa masakan kreasi dari telur.

Sebagai penutup aktivitas hari ini di lalui duo jenderal dengan berbelanja di suatu toserba untuk membeli beberapa barang kebutuhan masjid yang memang telah di niatkan oleb Kak Nad sebagai wujud rasa bersyukur mereka pada sang Illahi Rabbi.



Cukup sekian report project kami hingga hari ini, dan sampai jumpa In Shaa Allah dengan even berikutnya 😃




Bandar Lampung, 15 Juni 2019
Puspaning Dyah, saat menulis melukiskan adalah kisah