Tampilkan postingan dengan label Yeza Journey. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Yeza Journey. Tampilkan semua postingan

Rabu, 20 September 2017

Wisata Edukasi di Way Kambas, Lampung Timur



Osin Family yang lagi Edu Trip ke Way Kambas


 
Gerbang masuk area Way Kambas

Seberapa banyak sih populasi Gajah yang menghuni Taman Nasional Way Kambas saat ini? Yes untuk mencari informasi tersebut, Minggu 17 September Osin Family mengadakan Family Project dengan melakukan Outing ke Taman Nasional Way Kambas. Taman Nasional yang secara langsung dikelola oleh Pemerintah Pusat ini terletak di Kecamatan Labuhan Ratu, Lampung Timur, Provinsi Lampung. Berdiri tahun 1985, mulanya di peruntukkan sebagai Sekolah Gajah Pertama di Indonesia, dengan nama awal adalah Pusat Latihan Gajah (PLG) yang seiring berjalannya waktu di ubah menjadi Pusat Konservasi gajah (PKH) dengan harapan mampu menjadi pusat konservasi gajah dalam hal penjinakkan, pelatihan, perkembangbiakan dan konservasi pastinya. Waktu tempuh yang harus di capai kurang lebih 2jam perjalanan dari pusat kota Bandar Lampung. Selain tempat konservasi gajah, di Way Kambas juga terdapat International Rhino Foundation yaitu tempat pemeliharaan dan menjaga spesies badak dari ancaman kepunahan, yang sayangnya saat kunjungan kami ke sana saat itu, IRF belum di buka untuk umum.

 
Loket Karcis 

Ini adalah kali kedua kunjungan kami ke Way Kambas, saat kunjungan pertama dalam rangka mengantarkan kerabat yang berkunjung ke Lampung, dan kali ini kunjungan kami dalam rangka mengenalkan lebih jauh tentang Gajah dan habitatnya pada anak-anak, sekaligus menemani Ayana yang berniat mengabadikan keindahan panorama dan lingkungan habitat gajah yang akan dipergunakan sebagai bahan untuk penyelesaian Video Company Profile di kantor Ayana.

Untuk memasuki area Konservasi Gajah setiap pengunjung di kenai tarif Rp. 20.000/orang yang di bayar saat kalian sampai di pitu gerbang Way Kambas. Untuk masuk ke area konservasi masih harus menempuh perjalanan kurang lebih 9km lagi, namun kelelahan cukup terbayarkan dengan tingkah polah kera-kera liar yang lucu sepanjang perjalanan dari pintu gerbang menuju area konservatif. Para pengunjung diperkenankan untuk memberi makan berupa pisang maupun aneka buah tropis yang di jual oleh penduduk setempat di pintu gerbang utama saat pengunjung membayar biaya restribusi. Harga pisang yang di tawarkan relatif murah dan masih memungkinkan untuk di tawar oleh calon pembeli dengan kisaran Rp. 5.000 – Rp. 15.000,- per sisir.
Biaya Parkir Mobil di Way Kambas


Area parkir yang disediakan cukup luas untuk menampung pengunjung yang datang, dikenakan biaya Rp. 10.000 untuk mobil dan Rp. 5.000,- untuk motor. Pada kunjungan pertama kami masih terlihat adanya BRT dengan rute Rajabasa – Way Kambas, namun di kunjungan kali ini kami tidak melihat adanya penampakan dari BRT tersebut, entah sudah di tiadakan maupun memang saat itu belum beroperasi.

 
Loket Karcis untuk naik Gajah

Sepanjang mata memandang nampak pemandangan gajah yang memang sudah di latih untuk membawa penumpang di atas pundaknya yang tentunya di dampingi oleh pawang yang juga telah terlatih. Untuk bisa menaiki gajah pengunjung dikenakan tarif Rp.20.000,- per orang, dan di perkenankan naik gajah sekitar 5-10menit (hanya berkisar area terdepan dari pusat konservasi), jika pengunjung berkeinginan mengelilingi area hutan konservasi, melihat langsung tempat pelatihan gajah disediakan trip khusus, pengunjung boleh memilih untuk mengambil paket ½ jam atau 1 jam. Jika pengunjung berkeinginan melakukan trip bersama gajah selama 1 jam, biaya yang di tetapkan adalah sebesar Rp. 250.000,- per orang. Untuk trip setengah jam yang disediakan pengunjung membayar biaya Rp. 150.000/orang dengan trip berkeliling ke tempat pelatihan gajah, melihat danau yang di gunakan para gajah bermain, sebagian area konservasi dan kali ini kami memilih trip setengah jam. Bersama gajah betina berusia 22 tahun bernama “Poni” beserta Pakde pawang yang nampaknya sudah cukup akrab dengan Poni. Kami berkeliling menuju area tempat gajah-gajah di latih, “kamar tidur” para gajah, padang savana yang biasa di gunakan para gajah bermain, rawa yang di gunakan para gajah untuk “mandi”, serta sebagian hutan yang memang menjadi habitat para gajah Sumatera tersebut.
Gajah yang berkeliling di area utama

Melalui penuturan Pakde, saat ini hanya terdapat sekitar 75 gajah Sumatera berbagai usia yang berada dalam pengawasan ketat pihak pengelola. Sebagian gajah yang ada telah di sumbangkan kepada beberapa kebun binatang di Indonesia seperti Taman Safari dan Kebun Binatang Ragunan. Salah satu faktor penyebab menurunnya angka populasi gajah karena perburuan liar pada gajah-gajah di habitat aslinya. Gajah yang hanya di buru demi mendapatkan sepasang gading yang kemudian di biarkan mati dan terkapar begitu saja di tengah hutan akibat ulah tak bertanggungjawab pemburu liar. Sedih sekali rasanya mendengar penuturan pakde pawang 😔😔😔😔
Mak dan Kak Nad bersama Poni dan Pakde

Pakde banyak bercerita tentang nasib para gajah di hutan liar, di saat trip kami di perlihatkan batas hutan yang masih masuk area konservasi way kambas. Di hutan liar tersebut masih terdapat populasi Harimau Sumatera liar yang masih bermukim di hutan tersebut, dan uniknya menurut cerita para pawang, Harimau-harimau tersebut bersahabat dengan kumpulan gajah liar. Tuh kan para binatang aja bisa bersahabat satu sama lain, harusnya kita manusia bisa lebih bijak dan bersahabat dengan mereka maupun alam sekitar kita kan?

Sembari berkeliling pakde bercerita keseharian yang di lalui para gajah di Way Kambas, perilaku dan sifat-sifat mereka yang ternyata tak jauh beda dari manusia. Tidur yang mendengkur, riuhnya mereka saat “bergosip” atau serunya saat mereka lagi “pacaran”.
Melintasi Padang Rumput area bermain para gajah
Selesai trip kami, rupanya bersamaan dengan jadwal pertunjukkan dan atraksi para gajah yang memang hanya di adakan setiap hari Minggu antara pukul 13.00 – 13.30 wib, namun adanya pertunjukan melihat pula banyaknya pengunjung yang hadir hari itu. Pertunjukan berlangsung selama kurang lebih 1 jam dengan menampilkan atraksi keseimbangan gajah, gajah berhitung sampai gajah berjoget dangdut. Pengunjung di perkenankan untuk berinteraksi langsung dengan gajah selama pertunjukkan berlangsung. Untuk melihat atraksi gajah ini setiap pengunjung di kenakan tarif Rp. 20.000,-

Atraksi Gajah menjaga keseimbangan

Atraksi gajah berhitung 

Atraksi gajah bermain hulahop


Secara keseluruhan fasilitas umum yang di sediakan oleh pihak pengelola sudah cukup lengkap, kios-kios yang menjajakan oleh-oleh, kedai makan sebagai penghilang rasa lapar sesaat, musholla, dan kamar mandi umum yang mungkin perlu secara lebih ekstra memperhatikan kebersihan dan kewangian toilet 😊, area kids fun pun tersedia bagi anak-anak yang ingin melatih motorik kasarnya. Satu hal yang perlu di bangun kembali adalah kesadaran para pengunjung untuk turut serta memperhatikan dan menjaga kebersihan lingkungan. Sayang rasanya masih banyak di jumpai tumpukan sampah, atau beberapa botol bekas air mineral yang berceceran di beberapa tempat akibat ulah pada pengunjung yang belum memiliki kesadaran yang tinggi serta kecerdasan sosial yang cukup untuk terlibat dan merasa bertanggungjawab pada kebersihan lingkungan. Cukup di sayangkan ulah para pengunjung minoritas ini (berharap semakin lama jenis pengunjung seperti ini akan semakin menghilang) padahal di sisi lain pihak pengelola telah menyediakan fasilitas tempat sampah di beberapa spot.
Toko Penjual Souvenir dan oleh-oleh

Area wahana bermain anak
Hihihihihi..... namanya juga sedang berpetualang, pasti akan ada banyak hal yang bisa di ceritakan atau bahkan di tuliskan ulang, entah untuk memori dan kenangan di masa mendatang atau bahan literatur calon wisatawan yang akan melakukan kunjungan serupa yang kami lakukan. Akhir edu trip kami hari ini di tutup dengan kelelahan dan pinggang serta kaki yang cukup gemetaran efek kagok naik gajah yang cukup lama 😊

Yuuk lah mulai dari sekarang kita bangun kebiasaan untuk sadar lingkungan, sadar bahwa kita juga bagian dari lingkungan yang baik dan buruknya kita pula yang akan kena imbasnya. Mulai dari hal yang sederhana untuk mencipta sesuatu yang luar biasa suatu saat kelak.



Mari berwisata ke Lampung 😊



Bandar Lampung, 20 September 2017

Puspaning Dyah, saat menulis adalah menceritakan kembali kisah perjalanan

Sabtu, 27 Mei 2017

Ramadhan 1st day, Listiyono Family



Project Bunda untuk membuat ucapan selamat Ramadhan atas nama LF


Setelah menyelesaikan misi dalam Family Project TTS (Touring to Singapore) selama 4 hari di Singapura, Omah Sinau Listiyono kembali ke tanah air dengan segudang aktifitas yang menanti.

Sekembalinya di Lampung project persiapan Ramadhan telah sampai di pelupuk mata, rasa haru suka cita dan semangat tinggi kami menyambut hadirnya Ramadhan yang mulia.

Walaupun secara fisik kami belum terlalu mempersiapkan (dekor rumah dengan tema ramadhan, print out play sheet Ramadhan, tabel target Ramadhan dll) namun kami berusaha dengan baik mempersiapkan mental anak-anak dalam menyambut Ramadhan.

H-1 menjelang Ramadhan, kami mengajak anak-anak untuk melakukan ritual Rijid (Safari Masjid) sembari menyelesaikan salah satu project Ramadhan bunda dan ayana dengan beberapa takmir masjid yang kami datangi.

Tarawih hari pertama di lalui dengan cukup mengecewakan karena anak-anak tidak cukup kondusif untuk mengikuti sholat tarawih berjamaah di musholla Nadia masih terlena dengan suasana musholla yang sepi seperti saat kami menunaikan shalat wajib sehari-harinya, sehingga cenderung "autis" dengan dunianya 😥

Puasa hari pertama untuk Nadia berhasil terlewati dengan baik, Nadia sanggup menjalani tantangan untuk puasa full day dan tanpa buka puasa di tengah hari seperti puasa Ramadhan tahun lalu, walaupun pertahanan Nadia terlihat mulai goyah saat memasuki waktu ashar, merintih menahan rasa haus dan tak sabar menunggu bedug maghrib di tabuh.

Antrian untuk membeli kelapa muda


Wajah kehausan berpuasa hari ini



Jadilah kami mengajak anak-anak ngabuburit keliling kota Bandar Lampung, melihat aneka penjual takjil dan menu berbuka puasa, dan berhenti sejenak membeli kelapa muda untuk modal iftor sore ini


Alhamdulillah akhirnya masuk waktu berbuka



Kamis, 04 Mei 2017

Superheroku_Level 4_Gaya Belajar Anak_Hari ke-10

Agenda rutin kami setiap pagi adalah pengantarkan Ayana dan Nadia (6y1m) menuju stasiunnya di hari kerja 😀

Mengantar Ayana sampai di depan pintu masuk kantornya, lanjut perjuangan melawan kemacetan Bandar Lampung di pagi hari dengan mengantar Nadia ke sekolah formalnya yang berjarak sekitar 20km dengan waktu tempuh 30-45 menit 😀😀😀

Seperti biasa Yeza (2y6m) menjadi navigator andalan saya dalam hal berkemudi di jalan raya


Sepulang mengantar Nadia ke sekolahnya, kami sempatkan untuk mampir berbelanja beberapa kebutuhan rumah tangga si suatu toserba. Perhatian Yeza tertuju pada sebungkus mainan superhero yang memang beberapa waktu lalu menjadi incarannya.

Kami pun kembali melanjutkan perjalanan ke rumah dengan tak lupa menenteng superhero baru di tangan Yeza


Setelah menyelesaikan beberapa urusan domestik sembari menunggu Nadia kembali dari sekolahnya, kami berdua (saya dan Yeza) bermain peran dalam melakonkan superhero versi Yeza



Yeza tampak antusias dan menikmati saat kami berlarian seolah-olah superhero yang tengah terbang mengejar musuh, atau saat superhero berdiskusi dengan sesama superhero. Hingga lelap dalam tidurnya pun bayang-bayang lakon superhero yang kami mainkan seharian ini masih melekat kuat di ingatannya dan terbawa sampai di alam bawah sadarnya malam ini.


#level4
#gayabelajaranak
#kelasbunsayiip
#harike-10

Senin, 01 Mei 2017

Vintage Toys_Level 4_Gaya Belajar Anak_Hari Ketujuh

Memasuki Senin rasa Minggu kali ini kami manfaatkan dengan bermain bersama anak-anak di area sekitar "Omah Sinau". Rutinitas pagi kami lalui seperti biasanya, ibadah pagi bersama, di lanjutkan dengan olahraga ringan di lapangan depan rumah kami, menyusul berolahraga bulu tangkis bersama.

Untuk kali pertama anak-anak berlatih bermain bulu tangkis bersama Ayana, di awal mereka terlihat enggan mencoba, ngos-ngosan mengejar sang bulu ayam yang terbang kian kemari, namun perlahan mereka menemukan keasyikan saat bermain dan mengejar "bulu ayam" yang terbang kian kemari.


Aktifitas bonding antar anggota keluarga di lanjut dengan kegiatan di dalam rumah, Ayana mengenalkan anak-anak terhadap permainan tradisional berupa "congklak atau dakon". Sebuah permainan tradisional yang mengajarkan kesabaran, play fair dan kejujuran. Sembari bermain, Ayana dan saya bergantian menceritakan manfaat dari bermain congklak serta betapa permainan ini menjadi favorit untuk di mainkan saat saya maupun ayana berada di rentang usia Nadia saat ini.




Di tengah ketertarikan Yeza (2y6m) terhadap segala objek yang berwarna cerah, alih-alih ikut dalam permainan congklak bersama kami, Yeza lebih cenderung memilih bermain mandi bola dan memisahkan warna bola-bola plastik tersebut ke dalam kelompok warna yang sama.

Kecenderungan yang ada saat ini,  Yeza lebih suka mengamati benda yang secara visual menarik mata dan hatinya. Demikian pula kegemarannya dalam membaca buku, Yeza menggemari buku-buku dengan banyak corak warna dan gambar.





#level4
#harikeTujuh
#kuliahbunsayiip
#gayabelajaranak

Minggu, 30 April 2017

Minggu Ceria Bersama Ayana_Level 4_Hari Keenam_Gaya Belajar Anak

Me-refresh fikiran atas hasil psikotest Nadia (6y1m) saat proses masuk tingKat Sekolah Dasar di sekolah formal pilihannya, di mana dari psikotest yang di adakan (tidak ada test semacam berhitung maupun membaca layaknya beberapa test permulaan saat anak-anak masuk SD)  menunjukkan hasil kemampuan intelegensia (IQ)  Nadia yang berada di kategori Superior dan dinilai matang untuk memasuki jenjang tingkat sekolah di atasnya saat ini (Kelas 1 SD),  hanya dengan penambahan catatan terkait dengan kemampuan motorik kasarnya.

Hihihi...  Memang jika di amati pola saat Nadia mengikuti outbond semasa TK-A dan TK-B nampak bahwa Nadia kurang menikmati proses outbond (sessi olahraga)  di kelasnya. Sehingga beberapa kemampuan terkait dengan motorik kasarnya perlu di genjot ekstra saat proses Home Education di rumah


Dan Ayana mengambil peran sebagai pimpro dalam hal melatih motorik kasar ananda sekaligus menyalurkan kemampuan kinestetik ananda.

Di mulailah hari ini dengan aktifitas di mushola, Yeza yang masih tertidur di gendong oleh ayana untuk tetap mengikuti sholat berjamaah di musholla. Sepulang kegiatan ibadah pagi, kami lanjutkan dengan aktifitas olahraga di stadion olahraga yang letaknya tidak terlalu jauh dari kediaman kami.


Jogging pagi mengelilingi lapangan stadion, di lanjutkan dengan sarapan bersama di kedai bubur ayam langganan kami, di lanjut dengan proses istirahat (dan tak lupa mandi pagi yang sudah terlalu siang 😁😁😁)

Berhubung hari ini ada jadwal menghadiri walimah pernikahan sahabat kami, jadilah siang hari ini di isi dengan agenda "kondangan"


Melanjutkan rencana untuk semakin intens melatih motorik kasar anak-anak, perjalanan kami lanjutkan dengan outing ke toko sport untuk membeli raket bulu tangkis yang akan kami pergunakan bersama anak-anak


Sore ini pun di tutup dengan kegiatan berlatih bulu tangkis bersama.









#level4
#kuliahbunsayiip
#gayabelajaranak
#harike-6

Sabtu, 29 April 2017

Berkunjung ke kebun_Level 4_Hari Kelima_Gaya Belajar Anak

Seperti biasanya hari libur adalah harinya Ayana bersama anak-anak. Berhubung di pagi ini telah ada agenda untuk menghadiri pertemuan orang tua dan fasilitator di sekolah formal Nadia (6y1m) walhasil waktu olahraga pagi kami pangkas dan di ganti dengan kegiatan outing setelah kami melakukan pertemuan di sekolah.

Saat bunda dan Ayana menghadiri rapat PMOG


Tujuan outing kami kali ini adalah desa tempat Mbak Yeni (Asisten yang bekerja di rumah kami) berasal. Menikmati pemandangan sepanjang perjalanan, Elang laut yang bergengger manja di pucuk-pucuk pohon sepanjang pantai yang kami lewati, memperhatikan dengan seksama gerbong kereta api berisi muatan batubara yang melintas saat kami dalam perjalanan, menghitung dengan ceria berbagai jenis kendaraan yang kami lewati menjadi sebuah pengalaman yang menyenangkan untuk anak-anak. Berhubung Nadia belum pernah bertemu dengan elang laut, maka ketika pertama kalinya melihat hewan tersebut,beberapa waktu dalam perjalanan kami habiskan mencari informasi tentang elang laut melalui media internet di gadget.


Sesampainya di tempat mba yeni, anak-anak begitu antusias untuk melihat kebun di belakang rumah mba yeni, karena di sana lah letak para sapi, kambing dan ayam di pelihara dan beraktifitas di sekitarannya.

Melihat sapi dan berbagai hewan ternak, menyentuhnya secara langsung dengan mereka, menjadi pengalaman menarik untuk anak-anak.

Sepulang kami dari tempat mba yeni, saya mencoba mengulang kembali perjalanan kami hari ini, memancing Nadia untuk melanjutkan cerita yang telah saya mulai.




Hari ini saya dan Ayana belajar lagi hal-hal kecil mengenai parenting. Sekecil apapun, sesederhana apapun yang kita berikan untuk anak-anak sepanjang kita bisa menyikapinya dengan lebih bijaksana, memanfaatkan peluang sekecil apapun untuk media belajar anak-anak, dan memberikan stimulus positif untuk tumbuh kembangnya saat ini dan kelak di kemudian hari.


#level4
#harikelima
#kuliahbunsayiip
#gayabelajaranak


Jumat, 28 April 2017

Menulis dengan ceria_Level 4_Hari Keempat_Gaya Belajar Anak

Menulis sebetulnya menjadi aktifitas yang kurang di minati oleh Nadia (6y1m), aktifitas bersama pena dan kertas yang paling diminatinya sejauh ini masihlah seputar melukis dan mewarnai.

Untuk itulah terkadang saya perlu mencari beberapa alternatif cara untuk menyajikan "kurikulum" menulis di tengah aktifitas Home Education di rumah kami, sehingga menjadi sebuah aktifitas yang menyenangkan dan jauh dari kata membosankan.

Seperti halnya hari ini, Nadia dan Yeza belajar mengenal huruf melalui media visual dan audio.

Saya mencoba menuliskan beberapa huruf yang telah familier untuk Nadia serta membacanya melalui lagu, jika saat bertemu dengan suatu huruf, saya mencoba mengkolerasikannya dengan sebuah nama hewan atau benda,  jika kemudian huruf tersebut sebagai perwakilan nama hewan, maka saya berpura-pura menirukan sura dan tingkah laku hewan tersebut. Jika misalnya huruf tersebut mewakili sebuah benda, saya mengajak Nadia dan Yeza menunjuk benda tersebut jika berada di sekitar rumah kami.






Rupanya metode pembelajaran seperti ini jauh lebih efektif, metode pembelajaran yang justru membuat anak nyaman dan tertarik untuk terus mencoba dan mempraktikkan berulang-ulang kali.


Nak, tau gak sih? Kalau hari ini Bunda sedang mengajarkan membaca dan menulis melalui konsep audio visual, selain agar kalian nyaman dan jauh dari kesan terpaksa untuk melakukannya, bunda sebenarnya sedang mengemban misi menemukan gaya belajar mana sih yang paling asyik untuk kalian 😀😀😀


Hihihihi....  Jangan bosen ya nak, kita uji coba di banyak hal-hal baik berikutnya 😀😀😀



#level4
#harike-4
#kuliahbunsayiip
#gayabelajaranak

Kamis, 27 April 2017

Aku senang bergerak_Level 4_Hari Ketiga_Gaya Belajar Anak

Mengawali hari kami buka dengan berkegiatan di luar rumah, niat hati ingin praktik Senam Kesegaran Jasmani (SKJ 88) ala-ala jaman saya dan Ayana masih duduk di bangku Sekolah Dasar dahulu, tapi pada kenyataannya baru lima menit berselang anak-anak sudah mengeluh lelah dan bosan (dan bunda-pun hanya bisa tepok jidat sambil mengelus dada, melihat lipatan lemak di perut sambil berbisik, duhai LEMAK untuk saat ini kamu masih bisa tinggal di perut mamak ya karena mamak batal olahraga pagi ini 😂😂😂)


Demi tetap ingin berolahraga sekaligus sebagai sarana untuk merangsang kemampuan kinestetik anak-anak, kegiatan pagi kami alihkan dari yang semula hanya seputaran rumah menjadi berpindah ke area seputaran lapangan tenis dan taman komplek (Alhamdulillah fasilitas olahraga di komplek rumah dinas kami terbilang lumayan lengkap)

Jadilah pagi ini kami berolahraga di lapangan dengan agenda "Gowes dan jogging ringan"


Yeza (2y6m) terlihat betul menikmati pagi ini dengan aktifitas fisik di luar rumah, entahlah sudah melewati berapa putaran saat ia menggowes sepeda warisan kakaknya itu, dan entah berapa ember pula keringat yang terkeluarkan karena saya berlarian mengejar Yeza dengan sepedanya.


Bagaimana dengan Nadia (6y1m)? Nampaknya Nadia kurang begitu menyukai aktifitas di luar ruangan terlebih yang harus melibatkan fisik, hanya bertahan 10 menit saja Nadia memutuskan untuk menunggu kami dari atas kursi ayunan yang tersedia di taman.


This is our journey for today, melihat minat dan ketertarikan ananda atas aktifitas di luar rumah, sembari tafakur alam atas segala kebesaran Allah SWT, serta tak lupa menyelipkan pesan moral yang baik betapa rasa sayang kita pada Allah perlu di buktikan pula dengan cara kita menyayangi tubuh kita, salah satunya menjaga kesehatan dan kebugaran melalui rutinitas berolahraga

Mens sana in  corpore sano, di dalam jiwa yang kuat terdapat tubuh yang sehat






Omah Sinau, 27 April 2017
Its fun when we're doing activity together


#level4
#kuliahbunsayiip
#gayabelajaranak
#hariketiga

Sabtu, 08 April 2017

Bersih itu indah, Rapi itu menyenangkan

Hari libur adalah harinya banyak kegiatan, Quality time bersama ayana, harinya bersih-bersih rumah, termasuk harinya untuk bersih-bersih badan

Checklist yang kami rutinkan di setiap minggu adalah beberapa hal sepele yang justru biasanya terlupa karena terlanjur asyik mengerjakan hal yang lain.

Mulai dari cek kuku, cek telinga, cek daki yang menempel di sela-sela lipatan tubuh dan juga cek panjang rambut terutama untuk anggota keluarga lelaki :)

Membiasakan anak-anak untuk bersih di dalam banyak hal, salah satunya kebersihan badan sebagai salah satu syarat untuk mendapatkan tubuh yang sehat.


Terutama untuk adek Yeza (2y6m) yang masih perlu kerja keras untuk membiasakannya pada beberapa kebersihan badan, semisal mandi, keramas dan potong kuku. Entah-lah Yeza seakan-akan menjadi paling anti jika area wajahnya tersentuh air :(

Sehingga kadangkala saya menggunakan beberapa cara tidak biasa untuk membujuknya mandi, seperti misalnya secara sengaja mengoleskan selai cokelat di tangan maupun pipinya (walaupun gak suka mandi, tapi Yeza paling gak suka kalau lihat ada sesuatu yang menempel di tubuhnya)

Sering saya menggunakan Nadia sebagai alat untuk membujuk Yeza mandi

Ayyo Yeza itu kak Nad sudah selesai mandinya, Yeza gak mau nih ikut Kak Nad ke sekolah?

Demikian pula dalam hal potong kuku dan kerapihan rambut, beberapa kali saya harus mengecek ujung kukunya apakah sudah mulai hitam penuh dengan tanah atau kotoran lainnya,

Seperti pula hari ini, saya yang sudah begitu gemes melihat rambut panjangnya (menurut versi saya :)
Setelah sessi tidur siang, kami ajak Yeza ke taman belakang rumah melihat Ayana dan Om Adi mengerjakan project hidroponiknya, sembari membisikkan dengan rayuan maut pulau kelapa agar saya diperbolehkan merapihkan ujung-ujung rambutnya.

Saat-saat bangun tidur di mana semangat belum terkumpul dengan maksimal saya lancarkan aksi cukur rambut untuk Yeza, sambil berdendang kecil dan mendongeng, di saat itu pula kedua tangan saya bergerak cepat merapihkan ujung-ujung rambutnya.

Lalu apakah hasil guntingan bunda rapih dan bisa di sejajarkan hasilnya dengan guntingan para kapster di salon? Hohohohohohoooo sepanjang tidak ada kata protes maupun surat somasi yang dilayangkan kepada Bunda itu artinya Yeza puas dengan hasil cukuran bunda


Belajar mengenal konsep kebersihan sebagaimana tuntunan Islam bahkan bisa di praktikkan kepada anak-anak tanpa perlu media yang besar ataupun hal-hal ribet lainnya, contohkan maka anak-anak akan meniru yang baik dari apa yang kita perlihatkan kepada mereka