Tampilkan postingan dengan label Bunda sayang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bunda sayang. Tampilkan semua postingan

Kamis, 28 November 2019

Perencanaan Keuangan Keluarga membantu Meminimalisir Kebocoran Anggaran




Pernahkah anda bertanya sesuatu seperti hal di bawah ini:


"Prasaan aku gak belanja yang macem-macem tapi koq duitku cepet abis ya?"
"Eh prasaan kemarin di dompet masih ada uang beberapa lembar lho, koq sekarang cuman tinggal segini ya?"


Bisa di pastikan jika anda sering melontarkan pertanyaan tersebut anda bukanlah orang yang gemar melakukan perencanaan keuangan dalam  belanja rutin maupun insidental anda.

Berikut adalah beberapa tips dan aksi yang kami lakukan bersama seluruh penduduk Osin Family dalam melakukan perencanaan keuangan keluarga yang mungkin saja bisa membantu anda semua dalam melakukan sedikit perbaikan berkaitan dengan keuangan keluarga:

1. Pahami seluruh kekuatan keuangan keluarga anda
Langkah pertama yang bisa kita lakukan adalah dengan mengetahui seberapa banyak sih pendapatan yang kita peroleh di periode berjalan, serta pahami post-post rutin yang menjadi pengeluaran keluarga

2. Buat perencanaan keuangan
Aturlah semua uang yang kamu punya, kemana uang akan dibelanjakan,
Serta berapa banyak bagian yang menjadi tabungan keluarga. Buat rencana pengeluaran yang realistis

3. Bedakan kebutuhan dan keinginan
Walaupun kedua hal tersebut memiliki kemiripan, sehingga perlu azzam yang kuat untuk memisahkan keduanya.

Daftar menu mingguan yang disusun bersama seluruh penduduk Osin Family


Salah satu contoh yang menjadi sub perencanaan keuangan keluarga adalah dalam hal menyusun daftar belanja harian untuk kebutuhan logistik para penduduk Osin Family. Melibatkan anak-anak dalam penyusunan menu makan dari pagi hingga malam sehingga bisa tersusun logistik dapur apa saja yang perlu dibelanjakan dalam kurun waktu satu minggu, serta dapat di hitung besarnya anggaran belanja, masukkan pula bagian belanja tak terduga sekitar 10-15% dari total rencana keuangan.

Aktivitas Duo Jenderal dalam memilih bahan pangan lokal untuk memenuhi kebutuhan logistik harian Osin Family



Libatkan pula anak-anak saat berkunjung berbelanja bahan, baik itu ke pasar tradisional maupun ke pasar modern, sehingga mereka bisa membuat perbandingan antara perbedaan suasana di antara kedua pasar tersebut. Ajak mereka untuk menggali apa karakteristik setiap tempat yang didatangi, bandingkan antara harga, tingkat kenyamanan, ketersediaan fasilitas umum agar semakin mengkayakan wawasan mereka.


Menjadi proses yang menyenangakan pula saat melibatkan anak-anak dalam memilih bahan pangan yang akan diolah. Serta luangkan sedikit waktu bersama anak-anak untuk mengolah aneka bahan menjadi sebuah hidangan untuk dinikmati bersama seluruh anggota keluarga.

Bukankah siapa saja bisa menjadi guru dan murid 😃

Rabu, 27 November 2019

Menghargai Karya bukan sekedar dalam ukuran Mata Uang

Mengenalkan budaya dan warisan bangsa adalah salah satu pembelajaran menyenangkan untuk anak-anak. Berita menyenangkannya adalah berkunjung langsung seraya melihat dari dekat adalah salah satu cara efektif dalam mengajarkan anak-anak budaya serta ciri khas dan identitas suatu bangsa.

Dikesempatan Tration Osin Family hari ini anak-anak berkesempatan mengunjungi Museum Batik Danar Hadi yang terletak dipusat kota Solo.




Anak-anak melihat langsung aneka koleksi batik berusia ratusan tahun, dengan segala motif terbaik lengkap dengan falsafah yang mendasari dari setiap coretan batik. Mereka belajar langsung dan melihat secara live proses pengerjaan sebuah kain batik untuk siap digunakan oleh para konsumen dan pecinta batik.

Tidak sekedar menghargai karya dengan nominal mata uang tertentu tapi ada value lebih yang membuat sebuah kain batik berharga dan punya nilai jual.

Filosofi yang dalam akan makna dan value sebuah batik adalah pelajaran berharga yang mereka dapatkan hari ini. 


Hei, pantas saja jika harga satu lembar kain batik tulis bisa bernilai ratusan ribu hingga jutaan rupiah mengingat proses luar  biasa dibaliknya.





Rabu, 17 Juli 2019

Menu Sehat dari dapurku sendiri



Saat telah memasuki masa sekolah, artinya masa di mana freezer harus terisi dengan aneka logistik sebagai amunisi untuk bekal sekolah duo jenderal (hihihihi adek yeza mulai ngerasa kalau dia juga sekolah jadi ya tetap masuk hitungan untuk di buatkan bekal😃)

Dan melibatkan anak-anak dalam proses ini menjadi aktivitas menyenangkan untuk kami. Di mulai dengan menyusun menu frozen food, merancang anggaran yang di butuhkan, berbelanja hingga proses mengolah bahan mentah menjadi sajian untuk penghuni Osin Family.



Di pekan ini kami memutuskan membuat frozen food berupa nugget ayam, chicken roll ala-ala yang mirip dengan sajian di salah satu gerai food waralaba favorit anak-anak, serta bakso sapi yang bisa kami olah kembali menjadi aneka masakan turunan.

Proses berbelanja telah kami lewati di hari kemarin. Sehingga hari ini tersajilah aneka frozen food untuk perbekalan kami satu pekan ke depan. Pengamatan terhadap reaksi mereka pun mendapat hasil yang hampir serupa, saat mendapat instruksi dalam mengolah menu, duo jenderal cenderung terkesan abai karena mereka sibuk bercengkrama satu sama lain, walaupun ternyata instruksi di kerjakan secara runut dan mendekati sesuai dengan apa yang menjadi runutan dalam proses.


Memilih makanan sehat adalah pilihan utama untuk kami, dan menyiapkannya secara mandiri adalah proses untuk kami berbahagia bersama. Seperti itulah mungkin perkara mengenai Jodoh, seperti saat kita tengah memilih makanan sehat. Sebetulnya sudah tersaji dekat dengan kita, hanya kadang kita mengabaikannya dengan alasan tak cocok dengan selera kita.

Beruntungnya saya, yang berjodoh dengan kawan-kawan dan pasangan hidup yang mampu membuat saya bersemangat untuk tetap hidup sehat agar semakin banyak lagi memberi manfaat untuk yang lainnya.


Bandar Lampung, 17 Juli 2019
Puspaning Dy

Kamis, 16 Mei 2019

Mandiri itu Artinya Kamu Lebih Menghargai dirimu di banding Sebelumnya


Saat di minta menuliskan aliran rasa mengenai tantangan yang kami terima di level 2 kelas bunda sayang Ibu Profesional, saya sempat menunda untuk menuliskannya. Karena apa? Karena alibi ini masih bulan Ramadhan, jadwal cukup padat dengan berbagai project Ramadhan dan sosial, komunitas di regional yang lumayan menyita fikiran, belum lagi jadwal organisasi yang kadang gak bisa di ajak kompromi...
Fyiuuugh intinya mah kesimpulan alibi di atas Males 🤣🤣🤣
Huahahahhahaaa....

Males koq di piara yak? Mending pelihara arwana yang konon kabarnya bawa rejeki buat yang ngerawat😆

Ini lah akibat manajemen waktu yang belum pas sehingga rasanya energi sudah cukup terkuras dengan aktivitas sekunder hingga lupa pada yang primer.

Saat mendapat materi mengenai Melatih Kemandirian, kami merefleksi kembali si titik kemandirian yang mana pijakan kami hari ini, dalam hal apa saja kami berempat sudah bisa di kategorikan menjadi pribadi mandiri?

Ayana seorang lelaki dewasa berusia 35 tahun dengan aktivitas di ranah publik yang terkadang lupa untuk meletakkan kembali handuk seusai ritual mandinya,
Si emak perempuan kebanyakan gaya dengan kemampuan spasial di bawah rata-rata di usianya yang memasuki tahun ke-33 sehingga masih sangat bergantung pada Ayana dalam hal membaca peta jalan,
Kak Nad wanita muda menjelang usia Akil Baligh yang masih butuh "di ceriwisin" saat harus meletakkan barang kembali ke asal
Atau Adek Yeza pemuda tanggung berlesung pipit yang terkadang belum tergerak untuk mengambil "jatah makan" jika tidak di sediakan si emak


Akhirnya perlahan kami coba untuk bertransformasi dan meninggalkan kebiasaan-kebiaan yang terlacur
Menet
Alah bisa karena biasa...
Pepatah lama di atas masih kah relevan? Kalau saya sih yes gak tau deh Raul Lemas 🤣

Karena menurut saya pribadi "tantangan" sesungguhnya baru di mulai pasca lepas masa tantangan, apakah kita masih bisa konsisten menjalankan segala petunjuk dari setiap materi yang di berikan? Apakah mengerjakan tantangan T10 hanya sebagai penggugur kewajiban untuk bisa lulus dari kelas ini? Ataukah untuk sebuah "gaya" dan "naik kelas" karena berhasil mengumpulkan suatu badge tertentu?


Weelll.. Tidak semudah itu Fergusso, Mandiri itu letaknya ada di jiwa yang tercermin dari perilaku keseharian, bukan sekedar berbagai kata yang di ukir dalam bingkai sebuah tugas.

Selamat memaknai kembali arti kemandirian versi terbaikmu
Dan nikmatilah manisnya menjadi pribadi yang percaya dan lebih mencintai dirimu tanpa suatu alasan yang melemahkan rasa itu



Bandar Lampung, 11 Ramadhan 1440H
Puspaning Dyah, menulis adalah menorehkan rasa


Kamis, 09 Mei 2019

I can do it by my self

Memasuki hari ke-4 di bulan Ramadhan tahun ini, menjadi tahun kedua Kak Nad berpuasa satu hari penuh sekaligus tahun pertama untuk adek Yeza belajar puasa.

Di usianya yang menjelang lima tahun, sudah cukup banyak kemampuan motorik dan sensorik serta jiwa empatinya pun mulai terasah.

Termasuk dalam hal kedisiplinan dan kemandiriannya🤗
Mulai dari bangun pagi dengan sendirinya, bersih-bersih diri, berganti pakaian, memenuhi kebutuhan logistiknya (makan dan mengambil apa yang menjadi keinginannya).

Yach walaupun padu padan busananya masih belum cukup oke, but its better than nothing lah, setidaknya kemauan untuk mengerjakan dan menyiapkan segala keperluan pribadi dapat di lakukan secara mandiri.

Termasuk ia yang mulai terbiasa untuk berangkat ke masjid baik karena mengikuti ayana maupun atas keinginannya sendiri.

Rabu, 08 Mei 2019

Our Virtue Tree until Iedul Fitri

Memasuki Ramadhan hari ketiga, Kak Nad mulai beradaptasi dengan suasana Ramadhan dan puasa. Alhamdulillah memasuki tahun kedua kak nad bisa menjalani puasa satu hari full.

Terbiasa untuk bangun sahur, menikmati waktu-waktu menunggu bedug magrib sembari bercengkrama dengn yang lain.

Sebagai pengisi kekosongan waktu, kami bertiga membuat "Vitri to Fitri', alias Sebuah Virtue Tree yang kami pajang sebagai bagian dari golongan yang memeriahkan konten yg di buat oleh " Keluarga Pembaharu"

Berbagai ide di lontarkan, hingga di putuskan membuat pohon dengan melukiskannya ke atas sebuah kertas.






Dan berdirilah Pohon Harapan ala Osin Family yang siap untuk menyambut Ramadhan kami kali ini. Point kemandirian yang duo jenderal lakukan adalah, dengan inisiatifnya para duo jenderal kembali membersihkan area kerja, dan mengembalikan segala alat tempur pada tempat semula

Selasa, 07 Mei 2019

Cerdas Finansial Menjadi Caraku Mandiri Dalam Keuangan

Seberapa penting sih ngajarin anak untuk tau dan mengerti tentang uang di saat usia dini? Bukannya mereka belum bisa ngebadain ya mana uang pecahan besar atau kecil? Wong baca aja belum jelas, apalagi berhitung?


Kalau kami sih geng orangtua yang peduli untuk memberikan edukasi perihal keuangan sedini mungkin kepada duo jenderal. Banyak masalah keuangan yang di hadapi para orang dewasa bukan karena minimnya penghasilan yang di dapat, melainkan karena belum mampu mengelola keuangan dengan tepat, yang mana salah satu pemicunya adalah belum di biasakan sedari kecil untuk mengelola uang dengan cara yang benar.


Konsep mengenal uang yang kami berlakukan untuk duo jenderal tercakup pada empat hal utama, yaitu :

  1. Bahwa kita butuh uang untuk mendapatkan suatu barang (dengan cara membelinya)
  2. Kita perlu bekerja dan sedikit bersusah payah untuk bisa mendapatkan uang
  3. Tidak ada "seketika" dalam mendapatkan sesuatu, perlu waktu dan kerja keras
  4. Anak-anak perlu di beri pemahaman dan pembeda antara "kebutuhan" dan "keinginan"

Terkadang kami harus bertindak tega dengan menunda apa yang menjadi kesenangan mereka. Pemahaman sederhana tentang konsep "keinginan" dan "kebutuhan" menjadi sebuah praktik yang terjadi setiap harinya. Seperti contoh saat kita makan bersama di rumah adalah sebuah kebutuhan, sedangkan makan di restoran adalah sebuah "keinginan".





Terlebih untuk Kak Nad yang mulai bisa mendapat penghasilan dari bisnis Pudding yang di kelola secara amatiran. Bagaimana modal kerja yang di dapat, bisa berputar untuk mebiayai produksi selanjutnya termasuk di sisihkan untuk sedekah dan tabungan.




Setelah di rasa beberapa tabungan Kak Nad dan Adek Yeza mulai terasa berat, akhirnya di putuskan untuk membongkar dua celengan dari beberapa celengan yang dimiliki mereka. Memisahkan berbagai pecahan uang rupiah berdasar jenis, nominal dan tahun emisi (hahahaha kalau point terakhir ini mah karena ketularan ayana yang begitu memperhatikan dengan detail setiap rupiah yang jatuh ke tangannya 🤣), menghitung dan menjumlah semua perolehan yang di dapat dari dua celengan yang berhasil di bongkar.




Hingga kemudian kami tawarkan untuk menyimpan tabungan mereka di bank umum. Berbekal informasi digital dan berbagai referensi akhirnya kami putuskan untu menabung di bank syariah. Dan di hari ini berangkatlah kami bertiga menuju bank syariah yang letaknya tak jauh dari kediaman kami. Setelah segala persyaratan lengkap, akhirnya terbit juga sebuah buku tabungan dan sebuah kartu ATM atas nama Kak Nad. Di mana buku tabungan ini akan secara rutin di isi dengan keuntungan hasil bisnis Kak Nad maupun rezeki lain yang di dapat oleh para duo Jenderal.



Bandar Lampung, 07 Mei 2019
Puspaning Dyah, Catatan Bunda Pembelajar

Senin, 06 Mei 2019

Konmari Menumbuhkan Empati dan Peduli

Alhamdulillah tahun ini masih di beri rizki untuk bertemu kembali dengan Ramadhan, menjadi tahun kedua Kak Nad berusaha untuk saum seharian penuh, dan menjadi tahun pertama untuk dek Yeza mencoba berpuasa.


Persiapan menghadapi Ramadhan di mulai dengan membersihkan rumah, aneka perabotan dan pakaian, menyingkirkan aneka debu yang menempel manja di setiap sudut rumah, serta tak lupa agenda rutin yang selalu kami lakukan di awal bulan atau saat ada barang baru masuk ke rumah. Yaitu melakukan proses Konmari, alias menyingkirkan beberapa barang yang sudah tidak pada ukurannya 😂


Kak Nad dan Adek Yeza terlibat aktif untuk melakukan sortir aneka barang, memilah mana yang sering dan jarang di gunakan serta membuat daftar bayangan penerima manfaat hasil Konmari kami.

Selain mengajarkan kerapihan, tanggung jawab dan kebersihan, proses ini menjadi ladang untuk kami menularkan semangat berbagi pada mereka.


Minggu, 05 Mei 2019

I'm Responsibility With My Own

Ada agenda apakah Osin Family di hari Ahad menjelang 1 Ramadhan ini?

Hihihihi di mulai dengan aktivitas mecahin sebagian celengan karena duo jendral udah gak sabar buat berkunjung ke bank, menabung dan menikmati proses yang terjadi selama berada di dalam suatu bank 😀





Lanjut apakah agenda berikutnya? Hohohoho lanjut dengan merapihkan rambut si adek yang mulai panjang tak beraturan. Di mulai dari persiapan mandiri adek memasukkan baju ganti pilihannya ke dalam tas biru kesayangan, duduk manis di dalam salon mengantri untuk tiba waktunya mendapat pelayanan


Dan tibalah kami di rumah, berfamily project membantu tugas ayana yang tahun ini kebagian jatah sebagai penanggungjawab urusan religi di kantor

Sabtu, 04 Mei 2019

Kisah Manis di Balik "Puria"

Masih ingatkah dengan aktivitas bahagia bagi Kak Nad yang pernah emak ceritakan beberapa episode yang lalu? Salah satu aktivitas berdasarkan pengamatan si emak saat proses Home Education adalah dunia kuliner, alias gak jauh-jauh dari masak memasak. Entah doi menciptakan suatu resep, mengembangkan suatu resep yang telah ada atau sekedar mencicipi aneka kuliner untuk memperkaya serta menajamkan taste dan kepekaan lidahnya.













Maka salah satu hari paling menyenangkan di tunggu-tunggu di sekolah formalnya adalah adanya kegiatan "Market Day". Karena di ajang inilah matanya terlihat begitu berbinar-binar dan antusias yang seolah tak terbendung.

Beberapa hari yang lalu di umumkanlah bahwa rekan-rekan di grade Kak Nad kebagian jadwal Market Day dengan tema makanan dan minuman sehat.

Saat mengetahui tema tersebut, secara aktif Kak Nad mencari informasi mengenai makanan sehat yang sekiranya mudah di olah olehnya. Dengan referensi berbagai buku resep yang ada di perpustakaan mini Osin Family, di jatuhkan pilihan pada Pudding Triple Ceria, sebuah paduan pudding cokelat, strawberri dan jeruk.

Dengan bekal catatan resep di tangan, duo jenderal berbelanja aneka kebutuhan untuk mengolah resep tersebut. Secara mandiri Kak Nad menakar, menuang, memasak dan melalui proses finishing hingga terbentuklah PURIA alias Pudding Ceria Nadia, sebuah label yang ia sematkan untuk karyanya kali ini.

Bunda bertugas sebagai desain creator untuk label dan Ayana bertugas sebagai konsultan keuangan yang membantu Kak Nad menentukan harga jual Puria agar tetap bisa mendapatkan margin namun tidak memberatkan teman-temanya untuk membelanjakan uang demi membeli pudding hasil karya Kak Nad 😃

Aktivitas 4E di dapat, namun insight lainnya pun di dapat. Kak Nad belajar bahwa saat kita berjualan boleh mencari keuntungan, namun harus sewajarnya, bukan sekedar demi menjaga stabilitas harga di pasaran namun agar mendatangkan berkah baik bagi penjual maupun pembeli. Dari sedikit maupun banyaknya hasil berdagang, maka harus segera di keluarkan zakat maal sebagai bagian harta yang harus kita belanjakan di jalan Allah SWT, maka selesainya berdagang dan memperoleh total hasil berjualan, Kak Nad langsung menyisihkan sebagian untuk di salurkan sebagai zakat melalui perantara fasilitator di kelasnya.



Bandar Lampung, 04 Mei 2019
Puspaning Dyah, Catatan Bunda Pembelajar




#hari10
#gamelevel2
#tantangan10 hari
#melatihkemandirian
#kuliahbundasayang
@institut.ibu.profesional

Jumat, 03 Mei 2019

Melatih Kemandirian di Balik Lensa Kamera

Melatih Kemandirian day#9


Fotografi bisa jadi adalah salah satu kegiatan di mana bisa menjadi sarana healing untuk si emak, bermula dari virus yang di tularkan ayana 5 tahun yang lalu.

Ssmacam ketagihan untuk terus mencoba, mengeksplor teknik dan properti hingga bisa naik level dari sekedar kang foto amatir menjadi kang foto profesional 😁


Naaah menjelang Ramadhan yang tinggal menghitung hari ini, si emak Alhamduah lagi kebanjiran order nih buat Photo Shoot menu Ramadhan di beberapa tempat makan.

Yang biasanya si emak mengandalkan Ayana sekedar meminta pertimbangan dalam setiap hasil jepretan si emak atau hal sederhana lainnya seperti peletakan properti untuk mendukung komposisi suatu karya.

Namun lambat laun si emak harus terbiasa melakukannya secara mandiri.

Di mulai dengan meeting bersama klien, merumuskan konsep yang akan di gunakan dalam buku menu klien, lanjut dengan sketsa berisi komposisi dan styling agar nantinya mudah dalam menentukan properti yang mendukung proses pemotretan.

Kisah di balik lensa kamera


Saat semuanya sudah di sepakati bersama, maka meluncurlah si emak di hari ini bersama duo jenderal menuju venue di lakukannya pemotretan. Sembari menunggu emak mempersiapkan studio foto, duo jenderal secara mandiri menyelesaikan standar siangnya, memesan makanan, menhabiskan makanan, melaksanakan ibadah dhuhur hingga mengisi kebosanan dengan menjelajah seisi resto mengeksplor apa saja yang bisa mereka dapatkan. Dengan sesekali bertugas sebagai asisten emak dan tim, entah menjadi asisten memegang reflektor, blocking cahaya, atau mengambil dan mengembalikan properti pada tempatnya.

Salah satu hasil jepretan emak hari ini


Setelah melewati kurang lebih 8 jam, emak dan tim berhasil menyelesaikan setidaknya 15 menu ramadhan untuk kemudian kami eksplor kembali menjadi booklet menu resto yang menjadi klien kami hari ini.

Duo Jenderal yang menemani giat emak hari ini



Terimakasih banyak duo jenderal yang baik budi, telah menemani emak menunaikan amanah hari ini


Hatur nuhun pula untuk ayana, pak kepsek sekaligus mentor terbaik emak yang banyak mengajarkan si emak hingga emak berada di titik emak berada hari ini. Im happy grow old with you darl 😍😍😍



Bandar Lampung, 03 Mei 2019
Puspaning Dyah, Catatan Bunda Pembelajar




#hari9
#gamelevel2
#tantangan10 hari
#melatihkemandirian
#kuliahbundasayang
@institut.ibu.profesional

Kamis, 02 Mei 2019

Manajemen Waktu Adalah Cara Jitu Bersahabat Dengan Kemandirian

Melatih Kemandirian Day#8
Pas di tanggal 02 mei 2019, biasanya sih kebanyakan orang-orang di Indonesia memperingatinya sebagai hari Pendidikan, namun menjadi hal yang beda buat si emak, karna apa? karna di tanggal ini justru merayakan peringatan Hari Kartini bersama kawan-kawan satu organisasi.

Sedari pagi saya di sibukkan dengan aneka persiapan untuk menjalani hari ini. si emak yang bertugas sebagai sekretaris, bertanggungjawab pada banyak hal berhubungan dengan kesekretariatan, kehumasan, dan terkadang melebar ke bidang yang lainnya, semacam nyolokin kabel proyektor, tukang setel sound system dan banyak hal teknis lainnya 😀😁

Beruntungnya si mak setelah banyak purnama di lalui, akhirnya si mak mendapat teman seperjuangan, hihihihi maksudnya itu ada tandem untuk jadi sekretaris di periode kepengurusan yang sekarang. artinya akan ada bala bantuan untuk membantu segala tanggung jawab terkait organisasi.

Hari ini di mulai dengan sikap manis Adek Yeza yang seolah faham bahwa emaknya lagi dalam sibuk mode on, di rapihkannya tempat tidur kami, mengganti seprai dengan yang baru, serta langsung menuju kamar mandi tanpa perlu bujuk rayu seperti biasanya sembari saya masih sibuk berkutat dengan banyak tugas organisasi.

Kak Nad yang telah selesai dengan segala standar pagi termasuk bekal snack dan makan siang yang di siapkan sendiri olehnya (doi tinggal masukin saja sih ke kotak bekel apa saja menu yang telah tersaji di meja makan), dan meluncurlah doi ke sekolah bersama Ayana. Sementara si mak sibuk berkegiatan bersama Adek Yeza.

Satu point yang berhasil saya latih hari ini adalah membantu rekan saya dalam menghandle beberapa tugas yang biasanya saya kerjakan. berada satu kota namun berbeda aktivitas dengan ayana, membuat saya harus terampil membagi waktu dan mendelegasikan beberapa tugas domestik maupun yang lain pada orang yang tepat. seperti misalnya saat hari ini saya tidak dapat menjemput Kak Nad di sekolah formalnya, tugas ini saya delegasikan kepada Budhe Nia sang asisten kami untuk bersama Adek Yeza menjemput Kak Nad menggunakan moda transportasi online.

Beberapa pekerjaan dapat saya selesaikan dengan baik di hari ini, meeting dengan calon klien, bersua dengan para sahabat lama untuk sekedar melepas satu saudara kami yang akan pindah sekolah, meeting dan mengorganisasi pertemuan di bulan ini serta tak lupa berbagai tugas domestik yang dapat terselesaikan dengan baik, karena perencanaan waktu yang tepat, matang serta tak lupa tetap saling berkomunikasi dengan seluruh anggota keluarga.


Bandar Lampung, 02 Mei 2019
Puspaning Dyah, Catatan Bunda Pembelajar


#hari8
#gamelevel2
#tantangan10 hari
#melatihkemandirian
#kuliahbundasayang
@institut.ibu.profesional


Rabu, 01 Mei 2019

Piknik Yuuk, Karena Piknik Itu Asik



Mengajarkan anak untuk menjadi mandiri rasanya tak salah jika di mulai sedini mungkin, saat ia mulai faham interaksi bersama dirinya, sesamanya, saudaranya maupun orang dewasa. Kenapa begitu? Mari kita tanya Galileo... Eh salah ya? Hihihi... 😆😆😆
Fakta psikologi berbicara bahwa kemandirian yang di latih sedini mungkin akan berpengaruh pada pembentukan karakter di masa dewasa mereka kelak.

Saya setuju dengan pendapat banyak ahli yang mengatakan bahwa melatih kemandirian artinya kita pun tengah melatih rasa tanggung jawab mereka. Ada banyak hal yang menjadi kunci sukses proses ini, kesabaran dan keuletan orang tua sebagai fasilitator utama menjadi salah satu kunci ,selain itu perlu diingat, melatih anak mengerjakan sesuatu terkadang butuh proses berulang sampai akhirnya sang anak terbiasa untuk melakukannya.

Mulai dengan memberikan tugas sederhana namun di lakukan secara konsisten. Saat mereka akan mencoba hal baru, maka berilah mereka kesempatan dan percayalah bahwa mereka mampu menyelesaikan amanah yang di berikan kepada mereka.

Salah satu budaya dalam keluarga kami adalah seringnya melakukan Tration atau Travelling Education, di mana kami akan berkunjung ke beberapa destinasi wisata maupun tempat di mana kami bisa bertemu dengan banyak guru kehidupan. Sebagai contoh saat Tration kami beberapa hari yang lalu, dengan rute yang cukup panjang, Bandar Lampung - Jakarta - Tegal - Semarang - Purwodadi - Yogyakarta - Bandung dan kembali lagi ke Bandar Lampung.


Di setiap tration, anak-anak telah terbiasa menyiapkan sendiri kebutuhannya, mulai dari busana sehari-hari, alat mandi, berbagai permainan sebagai pengisi waktu selama dalam perjalanan, serta tak lupa turut aktif untuk menentukan itinery kami selama Tration.


Tugas merapihkan tempat tidur pun tetap mereka jalankan dengan merapihkan tempat tidur hotel, serta tak lupa membuang selalu sampah pada tempatnya sekecil apapun sampah tersebut.

Termasuk urusan makanan, anak-anak hanya akan memesan atau mengambil menu dan porsi makanan sesuai dengan apa yang bisa mereka habiskan.
Menjadi pembelajar mandiri saat mereka datang ke suatu tempat wisata
Terlihat sangat sederhana, namun butuh konsistensi dan kesabaran agar kebiasaan kecil ini menjadi budaya yang tumbuh dan membumi di keluarga.

Sudah berlatih kemandirian bersama keluarga? Bukan kemarin ataupun esok, karena sekarang adalah saat yang tepat 😄



Bandar Lampung, 01 Mei 2019
Puspaning Dyah, Catatan Bunda Pembelajar




#hari8
#gamelevel2
#tantangan10 hari
#melatihkemandirian
#kuliahbundasayang
@institut.ibu.profesional

Senin, 29 April 2019

Focus On Your Track

Mengawali pekan dengan rutinitas seperti biasanya, saat kehidupan kembali pada jam normal dan bertemu dengan kebiasaan yang rutin kami temui. Kak Nad kembali sekolah, ayana kembali ngantor, si mak yang kembali menjadi sang manajer dengan berbagai keahlian, serta adek yeza dengan seabrek kegiatannya yang berpusat dari rumah.

Menjawab tantangan dari Kelas Bunda Sayang dengan tema Melatih Kemandirian pasca Tration (Travelling Education) OSIN FAMILY lalu, kami buka dengan obrolan ringan pada Kak Nad. Hal-hal apa saja yang mampu di kerjakannya secara mandiri. Hingga kemudian keluar inisiatif dari Kak Nad untuk menuliskan berbagai stndar yang memang telah berlaku di rumah kami. Dengan sedikit penyesuaian waktu kegiatan yang harus di mulai lebih pagi karena jadwal berangkat sekolah yang harus maju setengah jam dari jadwal seharusnya (hiks..hiks.. efek kurang baiknya jalur yang kami lalui untuk menuju sekolah formal Kak Nad).

Jadwal dan standar yang di buat sendiri oleh Kak Nad


Kak Nad mengklasifikasikan menjadi 3 standar utama, yaitu Standar Pagi berisi kegiatan di pagi hari sebelum berangkat sekolah, Standar Sore adalah waktu sepulang sekolah hingga menjelang waktu petang dan terakhir adalah Standar Malam yaitu kegiatan yang di lakukan pasca Shalat Isya.

Perkara apakah setiap hari akan berlalu secara rutin? kita lihat saja nanti, setidaknya anak-anak akan belajar bertanggungjawab pada dirinya sendiri, mencukupkan dahulu kebutuhan primer baru menuntaskan kebutuhan sekunder bahkan tersier mereka. Mereka berlatih membuat skala prioritas yang harus mereka tunaikan dan mana yang bisa di delegasikan, memacu semangat untuk fokus dengan apa yang ada di muka tanpa menunda hingga yang lain terbaikan.


Bandar Lampung, 29 April 2019
Puspaning Dyah, Catatan Bunda Pembelajar


#hari5
#gamelevel2
#tantangan10hari
#melatihkemandirian
#kuliahbundasayang

Minggu, 28 April 2019

Alam Mengajariku Banyak Hal

Melatih Kemandirian Day#4
Bermain dan bergembira adalah dua hal pokok yang menjadi aktifitas anak-anak. Karena lazimnya anak-anak usia dini gemar sekali melakukan suatu permainan. Misalnya saat saya mengenalkan konsep angka pada Adek Yeza, maka saya bawa ia ke tanah lapang di depan rumah kami, kami kumpulkan beberapa daun kering sembari menghitung dan mengurutkan dari bagian paling kecil hingga paling besar. Terkadang di sertai beberapa nyanyian yang ceria dan menarik hati hingga anak lupa bahwa ia sedang menjalani proses belajar.

Ada proses penyaluran energi dalam bentuk positif bagi anak-anak, merangsang seluruh inderawinya bekerja merespon suara alam. Melalui rabaan ia akan belajar bentuk dan menguatkan sensor motoriknya, melalui nyanyian menguatkan keceriaan dan memudahkan proses menghafal, melalui pencarian demi pencarian menumbuhkan rasa ingin tahu yang lebih serta banyak hal berharga lainnya yang bisa kita dapatkan saat anak-anak berkegiatan di luar rumah.

Bermain di alam mengajarkan beberapa point membangun untuk mereka. Di antaranya anak akan belajar konsep mengikuti aturan dan SOP, ia belajar sosialisasi dengan sekitarnya, pintar menempatkan diri dan mampu mengelola emosinya dengan baik, semangat bekerjasama serta tak lupa mengembangkan beberapa aspek kecerdasan anak di antaranya, kecerdasan mental, spiritual, bahasa dan tak lupa kemampuan motoriknya yang akan sangat berpengaruh pada kehidupan mereka di masa mendatang.

Dalam suasana liburan dan menuntaskan misi "TRATION (Travelling Education) Osin Family, kami membawa anak-anak untuk menikmati salah satu tempat wisata edukasi di wilayah Bandung daerah agak atas 🤣

Duo Jenderal saat mencoba mainan edukatif

Duo Jenderal belajar konsep Katrol

Diaroma Gunung Meletus

Mencoba Olahraga Panahan


Adalah sebuah tempat bernama " Bandung Science Center" atau di kenal dengan nama BSC. Sebuah wahana permainan edukasi yang baru di buka tiga tahun yang lalu.
Nah sebagai salah satu uji kemandirian serta keberanian duo jenderal pada saat mengelilingi arena BSC ini duo jenderal hanya di temani oleh seorang kakak manis yang bertugas sebagai pemandu mereka.

Petualangan di mulai saat mereka menjelajah dan mengenal apa itu bumi dan ruang angkasa, di lanjut dengan eksplorasi beberapa percobaan dari beberapa disiplin ilmu, dari mulai percobaan fisika, kimia, alat peraga biologi dll. Tour science di akhiri dengan menikmati area outdoor sembari berlatih mengendalikan busur dan anak panah, dan tetap di kawal oleh seorang pemandu ya 😃
Hari ini, selain belajar sains dan berbagai ilmu pengetahuan langsung para praktik di lapangan, anak-anak belajar mandiri dan berani menjelajah tanpa dampingan Ayana dan Bunda, hanya di temani oleh kakak pemandu. Seperti apa yang pernah di tulis Merry Riana dalam sebuah bukunya, "Aku akan perintahkan diriku untuk berkata mampu, aku akan mengalahkan keraguan, rasa takut, perasaan minder dan menukarnya dengan keberanian".




Jakarta, 28 April 2019
Puspaning Dyah, catatan bunda pembelajar






#hari4
#gamelevel2
#tantangan10 hari
#melatihkemandirian
#kuliahbundasayang
@institut.ibu.profesional

Kamis, 25 April 2019

Aku berani bertraksaksi

Akhirnya kami para mahasiswi di Kelas Bunda Sayang Ibu Profesional memasuki materi baru di level kedua ini. Kami mendapat materi mengenai Melatih Kemandirian Anak, yang point di dalamnya adalah anjuran beserta tantangan untuk main games bersama anak, pasangan, keluarga dan diri sendiri untuk melatih kemandirian di dalam keluarga.

Melatih Kemandirian Day#1


Di level ini kami mendapat beberapa point yang di jadikan sebagai beberapa ketrampilan dasar yang perlu di miliki anak-anak usia sekolah (which is anak-anak usia pre dan akil bhalig ya), antara lain :


  1. Menjaga kesehatan dan keselamatan dirinya
  2. Ketrampilan literasi
  3. Kemampuan mengurus dirinya
  4. Berkomunikasi
  5. Melayani
  6. Menghasilkan makanan
  7. Perjalanan mandiri
  8. Memakai teknologi
  9. Transaksi keuangan
  10. Berkarya
Uhuuuiiiy tantangan yang menarik nih, ada banyak hal yang bisa di kerjakan bersama duo jenderal euy 😀


Baiklah, mari kita memulai tantangan di level 2 ini dengan melatih ketrampilan komunikasi dan servicing Kak Nad. Jadi tuuuh ceritanya, Osin Family kan lagi safar nih, pasca libur pemilu beberapa saat yang lalu, kami masih melanjutkan perjalanan untuk berkunjunh, birrul walidain dan silaturahim ke tempat beberapa saudara yang berada di jalur yang kami lewati.

Kak Nad saat memesan menu dan langsung bertransaksi di kasir


Naaah berhubung Ayana masih harus lanjut Dinas Luar ke Jogjakarta, sedangkan Bunda masih memiliki tanggung jawab di beberapa urusan, maka rombongan duo jenderal dan sang emak memisahkan diri sementara waktu dari Ayana. Dua hari kami menginap di Semarang untuk menuntaskan beberapa kewajiban dan urusan si emak di kota lumpia ini.




Karena gak mungkin untuk masak memasak, maka urusan logistik kami serahkan lah kepada ahlinya 🤣🤣🤣
Sengaja kami memilih makan siang di suatu tempat pusat perbelanjaan yang cukup legend di kota ini. Memilih salah satu gerai restoran, dengan mengawasi adek Yeza yang tiada henti bergerak, sembari mata yang senantiasa harus awas dengan bawaan emak berisi berbagsi alat tempur karena studio foto si emak harus di gembol demi menuntaskan amanah, maka urusan pesan memesan makanan harus bisa di delegasikan pada sang manajer logistik alias Kak Nad yang mengambil peran memilih menu santap siang kami, memesan di kasir sekaligus membayarkannya.


Alhamdulillah dengan bantuan dari sang manajer logistik, urusan kami menjadi lancar hari ini, perut kenyang, tenaga kembali pulih dan siap menyelesaikan tantangan hari ini 😃


Semarang, 25 April 2019
Puspaning Dyah, Catatan bunda pembelajar

#hari1
#gamelevel2
#tantangan10 hari
#melatihkemandirian
#kuliahbundasayang
@institut.ibu.profesional