Tampilkan postingan dengan label Tapis Blogger. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tapis Blogger. Tampilkan semua postingan

Jumat, 08 Desember 2017

Petualangan Tiga Sahabat Gigagu



Hari Kamis adalah hari keramat untuk Kak Nad? Kenapa jadi keramat, karema setiap hari kamis adalah jadwal kunjungan rutin Kak Nad untuk kontrol ke Dokter Gigi.

Yach beberapa waktu ke belakang Kak Nad memang bermasalah dengan gigi, bermula dari gigi yang berlubang, lalu kemudian di tambal, tapi rupanya tambalan ini tidak cukup kuat sehingga meninggalkan bengkak di gusi serta mengharuskan tambal ulang di gigi yang bermasalah.

Beberapa penyebab kerusakan di gigi Kak Nad, salah satunya adalah kebiasaan Kak Nad menyantap kudapan manis tanpa  sikat gigi setelah mengkonsumsi kudapan manis maupun susu UHT kesukaannya.

Sehingga kemudian mengalirlah cerita persahabatan tiga Orang anak kec bernama Giga, Gagi dan Gigu. Bahwa ketiganya berkawan karib, namun memilik kebiasaan yang berbeda. Giga yang gemar makan permen, Gagi penyuka gorengan, dan Gigu sang fanatik buah. Kisahpun berlanjut dengan kebiasaan masing-masing sahabat tersebut menjelang tidur malamnya.
Giga yang tak mau sikat gigi di malam hari, Gagu yang harus minum susu sebelum tidur, dan Gigu yang tak bisa tertidur jika belum bersih-bersih diri.


Sabtu, 25 November 2017

Ngobrol Bareng Netizen dan MPR RI, Bahas Empat Pilar Kebangsaan

Ketua MR RI - Zulkifli Hasan


Didik Calon Kandidat Pemimpin untuk mengerti wawasan kebangsaan agar mampu menjadi pemimpin yang taat konstitusi

-         Ketua MPR RI Periode 2014 – 2019, DR.(H.C) Zulkifli Hasan, SE., MM. –



Demikian sepenggal kalimat menohok yang di sampaikan oleh Ketua MPR RI Periode 2014 – 2019 Bapak. DR. (H.C) Zulkifli Hasan, SE., MM., dalam acara Ngobrol Bareng Netizen dan MPR RI yang di selenggarakan pada hari Minggu, 19 November 2017 bertepat di Swiss BelHotel Bandar Lampung

Acara kece yang terselenggara berkat kerjasama MPR RI dan Tapis Blogger menjadi semacam ajang reuni bagi para blogger Lampung yang tentunya reuni dan kopdar dengan tetap menyerap suatu ilmu bergizi sebagai bekal oleh-oleh berharga untuk di bawa pulang.

Proses Regristasi Peserta

Ajang temu Blogger Lampung

Ngobrol Bareng Netizen dan MPR RI

Ngobrol Bareng Netizen, adalah suatu gebrakan istimewa yang dilakukan oleh lembaga negara sekelas MPR RI melibatkan para netizen untuk bersama-sama mensosialisasikan beberapa program kerja, maupun falsafah dasar negara yang seharusnya diketahui secara baik dan seksama oleh seluruh warga negara Indonesia. Masyarakat seharusnya sudah faham betul bahwa Pancasila adalah dasar falsafah negara yang paling mendasar daripada sebuah ideologi. Sebagaimana sebuah seminar yang pernah saya ikuti di waktu lampau dengan mengundang pakar hukum tata negara Prof. Yusril Ihza Mahendra, di mana Beliau mengatakan bahwa Pancasila adalah “Filosofice grondslag” yang kurang lebih berarti bahwa Pancasila adalah dasar falsafah negara yang lebih mendasar daripada sebuah ideologi. Masih mengutip buah fikir Prof. Yusril, Pancasila adalah dasar negara yang merupakan landasan falsafah bernegara Indonesia dan itu merupakan suatu kesepakatan dari seluruh komponen bangsa Indonesia. Terlepas dari fakta bahwa tidak ada kata “Pancasila” di dalam pembukaan UUD NRI Tahun 1945 sehingga memicu perdebatan perlu ada dan tidaknya payung hukum  sebagai tindakan “penegasan” Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara. Kali ini saya tidak akan membahas sedikit-pun mengenai polemik tersebut, karena pada kesempatan ini saya justru tertarik membahas mengenai Empat Pilar MPR RI yang memang menjadi artis utama dalam “isu” saat Ngobrol Bareng Netizen dengan MPR RI kali ini.
Yandigsa - MC acara sekaligus memperkenalkan Tapis Blogger di hadapan MPR RI


Hadirin menyanyikan Lagu Indonesia Raya

Ka Biro Humas MPR RI - Siti Fauziah


Acara ngobrol bareng netizen di mulai dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan di lanjutkan sambutan oleh Ketua Panitia yang dalam hal ini di bawakan oleh Ibu Siti Fauziah, SE.,MM.  selaku Kepala Biro Humas MPR RI, di lanjutkan prakata oleh Bapak. Ma’ruf Cahyono, SH.,MH. Beliau yang dalam hal ini adalah Sekretaris Jendral MPR RI. Dalam prakatanya beliau menyebutkan bahwa telah terjadi kesepakatan adanya empat pilar penyangga kehidupan berbangsa dan bernegara. Yang kemudian di aaminkan oleh partai politik  dan organisasi kemasyarakatan untuk sama-sama berpegang teguh dan berusaha mempertahankan empat pilar kehidupan berbangsa dan bernegara tersebut. Dalam hal ini empat pilar yang dimaksud di implementasikan dalam penyusunan program kerja pelaksanaan kegiatan masing-masing parpol dan ormas.
Sekjend MPR RI - Ma'aruf Cahyono
Saya cukup terpana dengan sebuah puisi yang di bacakan oleh beliau dalam kesempatan ini, sebuah puisi berjudul MANIFESTO, puisi yang dengan mendengarkannya menjadi penggugah semangat kebangsaan kita, dan demikian lah puisi yang di bacakan oleh bapak Sekjend MPR RI tersebut :


MANIFESTO



Masih Indonesiakah kita

Setelah sekian banyak jatuh bangun

Setelah sekian banyak tertimpa dan tertempa

Setelah sekian banyak terbentur dan terbentuk



Masihkah kita meletakkan harapan di atas kekecewaan

Persatuan di atas perselisihan

Musyawarah di atas amarah

Kejujuran di atas kepentingan



Ataukah ke-Indonesia-an kita telah pudar

Dan hanya tinggal slogan dan gambar?



Tidak!!!



Karena mulai kini nilai-nilai kita lahirkan kembali

Kita bunyikan dan kita bumikan

Menjadi jiwa dan raga setiap manusia Indonesia



Dari Sabang sampai Merauke

Kita akan melihat lebih banyak lagi

Senyum ramah dan tegur sapa

Gotong royong dan tolong menolong

Kesantunan bukan anjuran tapi kebiasaan

Kepedulian menjadi dorongan



Dari terbit hingga terbenamnya matahari

Kita melihat orang-orang berpeluh tanpa mengeluh

Berkeringat karena semangat

Kerja keras karena ibadah

Ketaatan menjadi kesadaran

Kejujuran menjadi bagian harga diri dan kehormatan



Wajah mereka adalah wajah Indonesia yang sebenarnya

Tangan mereka adalah tangan Indonesia yang sejati

Keluhuran budi mereka adalah keluhuran Indonesia yang sesungguhnya



Hari ini kita gemakan, Ini Baru Indonesia



Entah siapakah yang mencipkatan pusi di atas, tapi untuk saya pribadi puisi ini semacam pembakar semangat karena seketika mendengarkan puisi ini di bacakan seolah-olah ada petir yang menyambar dan menjadi suntikan energi yang membakar rasa patriotik dan jiwa corsa saya untuk semakin mencintai negri Indonesia. Aaaaggghh keren bangetlah acara Ngobrol Bareng Netizen ini 😊
Ketua dan Sekjend MPR RI

Ketua MPR RI - Zulkifli Hasan

Bupati Lampung Selatan - Zainudin  Hasan

Istimewanya acaraNgobrol Bareng Netizen Lampung dengan acara serupa di kota lain, karen Lampung menjadi salah satu kota yang langsung di sambangi oleh Ketua MPR RI. Berbangga hati jika rasanya acara Ngobrol Bareng Netizen kali ini langsung di datangi oleh Ketua MPR RI Bpk. DR (HC) Zulkifli Hasan, SE., MM., dan satu fakta menarik adalah beliau yang juga putra asli Lampung. Banyak point penting yang menjadi catatan saya dalam sambutan yang di bawakan oleh beliau dalam acara Ngobrol Bareng Netizen kali ini, rasa-rasanya saya semacam flash back saat masih duduk di bangku sekolah dan mendapatkan pelajaran PMP maupun PPKn, karena setiap kata dan kalimat yang di tuturkan oleh beliau dalam acara Ngobrol Bareng Netizen kali ini sarat dengan nilai-nilai kebangsaan.

Di mulai dengan penggambaran nyata 4 (empat) permasalahan utama bangsa Indonesia saat ini :

1.     Kemiskinan

2.     Kesenjangan

3.     Korupsi

4.     Distrusi

Salah satu cara mengatasi permasalahan bangsa adalah dengan menjalankan dengan baik dan benar empat pilar bernegara kita. Masyarakat umum mungkin belum banyak yang faham dengan baik apa saja 4 (empat) pilar MPR RI dan bagaimana implementasi dasar dari setiap sila di dalam Pancasila. Dan disini-lah netizen berperan sebagai perpanjangan tangan dari pemerintah, mendapat mandat khusus untuk bersama-sama mensosialisasikannya melalui tulisan-tulisan yang bermutu sehingga gelombang tsunami Hoax yang akhir-akhir ini semakin meluas dapat di imbangi melalui adanya berita dan tulisan yang sahih dan berasal dari sumber yang dapat di pertanggungjawabkan kebenarannya.

Berikut ini adalah Empat Pilar MPR RI :

1.     Pancasila sebagai Dasar dan Ideologi Negara

2.     UUD NRI Tahun 1945 sebagai konstitusi negara

3.     NKRI sebagai bentuk negara

4.     Bhineka Tunggal Ika sebagai semboyan negara

Implementasi Sila-sila Pancasila :

a.     Sila pertama (Ketuhanan Yang Maha Esa)

1)     Berhenti saling menyakiti, mulailah saling menghargai

2)     Berhenti saling merendahkan, mulailah menghormati perbedaan

3)     Berhenti takabur, mulailah bersyukur

b.     Sila kedua (Kemanusiaan yang Adil dan Beradab)

1)     Stop marah-marah, mulailah bersikap ramah

2)     Berhenti memaki, mulailah memakai hati

3)     Berhenti curiga, mulailah menyapa

c.      Sila ketiga (Persatuan Indonesia)

1)     Berhenti bersiteru, mulailah bersatu

2)     Berhenti memaksakan, mulailah berkorban

3)     Berhenti mencari perbedaan, mulailah bergandeng tangan

d.     Sila keempat (Kerakyatan yang dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan)

1)     Berhenti silang pendapat, mulailah mencari mufakat

2)     Berhenti besar kepala, mulailah berlapang dada

3)     Berhentilah bersilat lidah, mulailah bermusyawarah

e.     Sila kelima (Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia)

1)     Berhenti malas, mulailah bekerja keras

2)     Stop diskriminasi, mulailah toleransi

3)     Berhenti menang sendiri, mulailah berbagi

Sebagai bagian dari generasi milenium sudah seharusnya kita mengisi karya kita dengan konten-konten bernuansa positif dan membangun saja. Sebagaimana 3 (tiga) pesan utama yang disampaikan oleh Bpk. Zulkifli kepada generasi kids jaman now di sela-sela acara Ngobrol Bareng Netizen :

1.     Banggalah pada kontennya

Generasi muda harus faham betul tentang daerahnya, potensi apa saja yang harus diberdayagunakan dengan baik, maksimal dan bertanggungjawab dari daerah tempat ia berasal atau bermukim. Jangan jadikan potensi yang dimiliki daerahmu di kuasai atau di manfaatkan dengan tidak bijak

2.     Pahami sejarah

Dengan memahami sejarah harapannya generasi muda menjadi mahfum betulakan perjuangan generasi terdahulu dalam berburu kemerdekaan

3.     Milikilah ilmu

Jadilah generasi muda yang cerdas, cermat dan cekatan. Agar dengan ilmu yang di miliki mampu mengantarkan bangsa kepada masa depan yang jauh lebih baik lagi

Penanya saat Sessi Diskusi



All Blogger dalam acara Ngobrol Bareng Netizen dan MPR RI


Sudah saatnya kita berkeringat karena semangat, dan bekerja keras karena ibadah

Sudah saatnya Indonesia menjadi bangsa yang berdaya saing serta sanggup tegakkan badan

Dan saatnya kini kita manfaatkan teknologi demi memperluas jaringan agar semakin banyak hal positif yang dapat kembali kita bagikan untuk masyarakat luas


Swa Foto di antara puluhan blogger Lampung 😉



Sumbangkanlah sedikit usahamu untuk perbaikan, sebagai bhakti untuk negri





Bandar Lampung, 26 November 2017

Puspaning Dyah, menulis sebagai jalan mematik patriotisme

Senin, 11 September 2017

Indonesia Darurat Stunting


“Prasaan anakku makan terus tapi koq tetep kurus ya???”

“Anakku badannya uda gempal nih padahal jarang makan lho, cuman minum susu aja...”

“Duh anakku koq pendek ya? Apa karna Bapak sama Emaknya juga gak tinggi-tinggi amat ya?”



Itulah kadang beberapa obrolan khas emak-emak kekinian yang seringkali terdengar saat mereka “rapat bersama”. Apakah benar yang keluhkan mereka? Ataukah sebenarnya keluhan tersebut menjadi gerbang awal suatu kerisauan yang berkelanjutan?

Nah Mak? Pernah gak mak ngedenger kata “STUNTING”

Satu hal yang bisa jadi akan merisaukan emak-emak (semacam saya) adalah ketika ananda tervonis STUNTING. What? Stunting. Makanan apa pula itu, koq kedengarannya syerem banget sih? Hahahaa jujur emak juga agak parno sih kalau denger kata tersebut, karena sedikit banyak emak pernah berurusan dengan “hal menyeramkan tersebut”

Nah di sinilah mak saat ini, belajar bareng para Blogger Lampung untuk tahu sekelumit tentang Stunting di acara "FLASH BLOGGING, Gerakan Masyarakat Hidup Sehat dalam Penurunan Prevalensi Stunting, yang di selenggarakan oleh Kominfo RI di Hotel Novotel Lampung
Giat Mak hari ini



Menurut Badan Kesehatan Dunia, Indonesia adalah negara dengan angka Stunting yang cukup tinggi, hingga berada di urutan ke-lima jumlah anak dengan kondisi Stunting. Statistik berbicara Provinsi Sumatera Selatan dan Bali adalah dua Provinsi di Indonesia dengan angka Stunting paling minimal di bandingkan wilayah yang lain. So Kemana provinsi-provinsi yang lain???  Seberapa worry sih sama si Stunting ini? Jujur emak pernah berada dalam kondisi di mana emak sangat khawatir  pada kondisi Kak Nad di usianya 12 bulan, saat itu Kak Nad di vonis oleh Dokter Gizi sebagai anak yang gagal tumbuh terlihat dari Growt Chart Kak Nad yang tidak menunjukkan hasil menggembirakan setelah melalui observasi  kurang lebih 3 bulan. 

Oke, sekarang emak mau membahas secara etimologi apa itu Stunting. Di kutip dari Kompas.com, Stunting adalah masalah gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu lama, umumnya karena asupan makan yang tidak sesuai  kebutuhan gizi. Stunting terjadi mulai dalam kandungan dan baru terlihat saat anak berusia dua tahun. Yes di usia 12 bulan Kak Nad menunjukkan angka pertumbuhan yang tidak terlalu mencerahkan dan sesuai dengan pakem dari Kurva pertumbuhan yang WHO maupun IDAI rilis. Salah satu faktornya adalah adanya indikasi ADB akibat minimnya asupan zat besi Kak Nad di usianya saat itu.

Jujur emak akui, di masa kehamilan emak tidak terlalu memperhatikan kecukupan gizi emak di tunjang tri semester pertama yang cenderung mengalami mual dahsyat, rupanya hal tersebut menjadi salah satu faktor penyebab vonis “Gagal Tumbuh” dari Dokter Gizi Kak Nad saat itu, tentunya di luar banyak faktor yang berpengaruh. Seperti hal yang di aminkan oleh Dr. Marina, Kasudit Penanggulangan Masalah Gizi Kemenkes RI, perhatikan kondisi gizi dan kesehatan Ibu Hamil, serta tak lupa pantau terus 1000 HPK (Hari Pertama Kehidupan) untuk meminimalisir resiko stunting pada bayi baru lahir.


Dr. Marina, Narasumber acara hari ini tengah menularkan ilmunya kepada peserta

Huuuaaaa beneran lho emak jadi prihatin banget sama kondisi Indonesia dari angka statistik yang dipaparkan oleh Narasumber di atas, dalam hati mah emak jadi bergumam, kalau beneran nih survey di angka tersebut valid, ini mah namanya Indonesia berada di grade waspada STUNTING euy, misalnya aja nih dari 7juta sekian anak Indonesia menderita Stunting, itu artinya sekitar 37% anak Indonesia masih membutuhkan perhatian ekstra karena mereka tidak tumbuh dengan baik.

Bisa jadi nih (just in Emak opinion aja ya) masih banyak orang awam yang menganggap Stunting hanya sebagai permasalahan genetik dan bukan masuk kawasan determinan primer (misalnya seputar anggapan stunting hanya berputar di tinggi badan anak)... aaaawwwwkkkk... please yuuk emak-emak kece kita segera melek, Stunting not just about as simple like that, Stunting bukan lagi jadi isu yang sederhana lho, doi gak cuman bakalan merugikan pertumbuhan fisik dan kognitif, tapi juga kesehatan anak di masa mendatang lebih lanjut akan berdampak pada produktifitasnya di usia remaja dan dewasa. Mereka anak-anak bangsa lho, di tangan merekalah estafet kepemimpinan terletak. Karena setiap anak terlahir Istimewa, maka berikanlah hal-hal “istimewa untuk setiap tumbuh kembangnya.


Mak Kece lagi khusyuk buat review


So, yuuk antum-antum yang udah ngrasa jadi orang tua, mulai yuuk kita perhatikan asupan gizi yang masuk di tubuh buah hati kita. Karena banyaknya makanan bukanlah menjadi tolak ukur untuk menilai anak tersebut sehat atau tidak, namun kecukupan gizi dan higienitas nutrisi yang kita berikanlah yang sangat berpengaruh pada tumbuh kembangnya.

Sebagaimana anak-anak adalah peniru yang ulung, maka tularkan hanya hal-hal baik saja untuk mereka, karena dari kita mereka akan belajar mengenai integritas, baik apa yang kita katakan, lakukan  maupun katakan dan lakukan. Kebiasaan baik, healthy live style yang kita ajarkan bisa jadi akan menular kepada mereka, maka mulai dari hari ini, mulailah hanya kebiasaan yang baik untuk bekal di kehidupan mereka mendatang. Tak kalah pentingnya adalah asupan gizi para Ibu Hamil dan Menyusui, kondisi psikologis ibu hamil akan sangat berpengaruh pada janin yang dikandungnya. Jagalah ibu hamil di sekitar kita, bahagiakan mereka dan mudahkanlah urusannya. Karena Ibu  yang bahagia akan melahirkan anak-anak yang bahagia, sehat secara raga dan jiwa

Mak  kece lagi di bidik kamera paparazzi :)
cerita selanjutnya nantikan segera di kamar emak ya 😉

Bahagiakan Ibu Hamil, sebagaimana kau membuat bahagia pacarmu #LHOLHA



Satu suara untuk Indonesia yang lebih sehat dan bahagia

Bandar Lampung, 12 September 2017

Puspaning Dyah, emak yang hari ini belajar, lagi dan lagi, hingga nanti tanpa henti