Tampilkan postingan dengan label Dapur BunSha. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dapur BunSha. Tampilkan semua postingan

Rabu, 11 Oktober 2017

Soto Ayam Kampung


Soto Ayam Kampung beserta pasukannya


Pernah suatu ketika, tsaaaah emak belanja di tukang sayur langganan dan si ibu membawa ayam kampung yang masih idup. Dengan segala bujuk rayu si ibu berhasil membuat emak tak berdaya untuk membawa pulang itu ayam...

Hohohohohoohoho lebih tepatnya di bawa pulang esoknya, karena itu ayam butuh untuk di sembelih dulu dan baru dibawa esok harinya, sehingga baru di hari itulah emak membawa
pulang ayam kampung tersebut.

Berhubung orang rumah sudah terlalu bosen dengan olahan ayam goreng, dan ini ayam pasti bakalan lama banget kalau di ungkep dan di jadikan ayam goreng(sayang banget kalau kaldu yang gurih terbuang begitu aja), akhirnya emak putuskan untuk membuat soto ayam kampung. Untuk resep soto ayam kali ini emak mengadaptasi sari resep soto ayam matraman yang emang udah kebukti lezzatos (buktinya setiap kali mampir ke markas uda jauh-jauh hari request sama cik gu untuk di masakin ini soto ayam 😊)

Sama seperti pengolahan daging yang lain, saya selalu membiasakan untuk merebus daging dua kali. Rebusan pertama daging di masukkan di air yang mendidih selama kurang lebih 5 menit untuk membuang kotoran dan lemak jahat yang ada di permukaan kulit protein hewani yang akan di olah (kalau perebusan pertama ayam broiler biasanya saya rendam kisaran 5-10 menit setelah air mendidih), setelah rendaman selama kurang lebih 5-10 menit, ayam di angkat dan cuci dengan air bersih, barulah di lakukan perebusan yang kedua menggunakan air dingin di tambah aneka rempah untuk menghilangkan bau amis dari protein hewani yang kita rebus, setelah daging setengah matang barulah di masukkan bumbu halus sesuai dengan masakan yang akan di olah. Untuk pengolahan daging merah (sapi, kerbau dan kambing) proses perebusan bisa sampai 2-3 kali untuk benar-benar mendapatkan hasil kaldu yang bening dan tidak amis daging.

Kuah soto yang bening dihasilkan selain karena faktor perebusan di atas, kuncinya ada pada penumisan bumbu. Bumbu halus di tumis dengan api kecil hingga harum semerbak keluar dari tumisan bumbu, namun usahakan jangan sampai tumisan bumbu menjadi berubah warna kecokelatan atau bahkan ada bagian yang gosong selain membuat kuah kaldu menjadi cokelat, akan berdampak pada aroma kurang sedap pada hasil akhir kuah kaldu.

Oke ini lah resep Soto Ayam Kampung hasil modifikasi mak
Soto Ayam Kampung


Bahan Utama :

1 ekor ayam kampung muda, potong 4-6 bagian, bersihkan di air mengalir

Bumbu Halus :

10 butir bawang merah

5 butir bawang putih

2-3 butir kemiri yang di sangrai

2 ruas jari jahe

Bumbu Rempah :

3-5 lembar daun salam

3-5 lembar daun jeruk purut

2 batang serai

2 ruas jari lengkuas

Boleh tambahkan kunyit yang di sangrai jika ingin mendapatkan kuah soto yang kekuningan

Serbuk Koya :

Kerupuk Udang

Bawang Putih iris halus, goreng kering

Campur kerupuk udang dan bawang putih goreng, tumbuk halus atau bisa menggunakan blender hingga halus

Bahan Pelengkap :

Irisan kol putih

Soun

Tauge

Irisan kecil kentang yang di goreng kering

Tomat merah yang di potong kecil

Lontong / Nasi Dingin

Bawang Goreng

Irisan daun bawang / seledri

Cara Membuat :

1.       Rebus ayam sebagaimana cara di atas 😊

2.       Tumis bumbu hingga harum, masukkan bumbu di rebusan kedua ayam yang telah di beri rempah daun

3.       Rebus ayam hingga empuk dan matang sempurna

4.       Suir-suir ayam setelah matang dan dingin

5.       Di tempat lain siapkan bumbu pelengkap

6.       Tata nasi / lontong di dasar mangkok, isi dengan bahan pelengkap sesuai selera

7.       Beri taburan bawang goreng, irisan daun bawang dan seledri serta tak lupa bubuk koya



Nah demikianlah resep soto ayam kampung yang biasa emak gunakan, silahkan berkreasi dengan isian soto, bumbu maupun kompliment yang lainnya. Kalau sudah berhasil mencoba, jangan lupa untuk kirim ke rumah emak ya 😊

Jumat, 15 September 2017

Cake Ubi Cilembu


Bermula dari rasa penasaran emak pada taste ubi cilembu yang beberapa hari lalu menjadi pengisi sponsor di acara Milad Tapis Blogger, berhubung saat itu emak belum berkesempatan nyicipin langsung (secara puas) maka baru di kesempatan kali ini lah emak berhasil nyicipin bagaimana taste dan tekstur dari ubi cilembu produksi Griya Oebi.


Icip punya icip teksturnya cukup padat, manis yang cukup (tidak terlalu manis), cukup lah di lidah emak 😁 berhubung anak-anak di rumah gak terlalu suka makan ubi yang apa adanya, jadilah emak berkreasi mengolah itu ubi menjadi cake dengan harapan bakalan di lirik sama krucils 😂


Pilihan emak jatuhkan ke olahan cake dengan metode sponge cake, di mana cake yang di olah dengan pengocokan telur, gula dan kadang di tambah dengan emulsifier baru kemudian setelah mengental akan di tambahkan beberapa bahan pelengkap. Kenapa pilihan jatuh ke sponge cake? Just simple, karena emak lagi males cuca cuci pengocok mikser 😂😂😂

Ternyata hasilnya belum terlalu maksimal, mungkin karena faktor ubi cilembu yang lebih padat di bandingkan pisang dan tape singkong yang cenderung memiliki kadar air lebih tinggi dari pada ubi cilembu, sehingga tekstur cake yang di coba emak hari ini cenderung  padat walaupun masih cukup moist untuk ukuran lidah emak. Salah satu trik yang emak gunakan untuk menyamarkan rasa ubi cilembu di dalam cake, emak menggunakan bubuk spekuk di dalam adonan, sehingga ketika cake di panggang maupun setelah matang tercium aroma wangi spekuk yang cukup mengundang penasaran indra penciuman krucils dan penghuni seisi rumah.

Penggunaan telur yang cukup banyak di resep ini dengan harapan mampu mendongkrak cake agar dapat berkembang cukup maksimal. Saat pengocokan telur dan gula dapat juga di tambahkan emulsifier agar kocokan telur dan gula cepat mengental dan kaku terlebih jika adonan mengantri (mengerjakan beberapa cake, dan cake mengantri untuk dapat nomer urut masuk ke oven). Namun di penggunaan kali ini emak tidak memasukkan bahan pengemulsi dengan alasan meminimalisir bahan kimia plus memang emak lagi gak ngantri adonan untuk masuk ke dalam oven 😁



Next time mungkin emak akan mencoba olahan cake ubi cilembu menggunakam sistem butter cake atau teknik pengolahan seperti ketika emak biasa mengolah brownies agar bisa merasakan perbedaan hasil dari kedua jenis teknik pengocokan cake.


Dan inilah resep cake ubi cilembu yang di-trial and error oleh emak kali ini :

Bahan-bahan :
500gr Ubi Cilembu (haluskan dengan garpu)
8 telur ayam
1 sdt pasta vanilla
200 gr gula pasir halus
180 gr tepung terigu protein sedang
1 sdt bubuk spekuk
1 sdt BPDA
200gr margarin, di cairkan
1/2 sdt garam halus

Cara Membuat :

  1. Kocok telur, pasta vanilla dan gula hingga mengembang dan mengental
  2. Di tempat terpisah campur tepung terigu, BPDA, bumbu spekuk dan garam halus hingga rata, saring halus
  3. Campur secara bergantian ubi cilembu, adonan kering dan margarin cair ke dalam kocokan telur
  4. Pastikan adonan menjadi homogen, karena adonan yang tidak bercampur rata dan cenderung terpisah antara adonan basah dan yang lainnya akan memicu cake menjadi bantat
  5. Tuang ke dalam loyang persegi ukuran 22*22*4 yang telah di alasi kertas roti
  6. Panggang dalam oven panas dengan suhu 180`c hingga matang



Silahkan mencoba dan jangan lupa bisikin emak kalau sudah jadi ya, biar emak bisa bertandang dan nyicipin hasil re-cook kalian 😊

Senin, 21 Agustus 2017

Pudding Taro

Minggu malam adalah waktu bagi emak berbelanja aneka buah-buahan sebagai bekal amunisi sarapan emak setiap paginya 😃 (mencoba mengawali hari dengan niat untuk gak cheating, walaupun di berjalannya hari bisa aja niat emak berbelok 😂😂😂)

Nah beberapa kali belanja aneka buah di tukang buah langganan ( saking langganannya setiap belanja dapet bonus yang gak tanggung-tanggung, bisa pisang beberapa sisir, atau alpukat beberapa buah atau beberapa-beberapa yang lainnya😁😁😁) emak selalu menemukan ubi ungu yang warnanya selalu buat hati emak kembang kempis terpesona sama warna eksotisnya, selalulah itu ubi ungu jadi tentengan emak setiap keluar dari toko buah, selain komsumsi pribadi emak itu ubi ungu sekaligus jadi "sajen" untuk para CS yang bekerja di komplek rumah emak.

Bermula dari kebosanan emak mengolah ubi ungu yang kalau gak di kukus ya di goreng (kalau emak sih masih setia sama ubi kukus, jenis olahan yang lain memang di khususkan untuk penghuni rumah selain emak😃), hari ini emak ingin bereksperimen dengan pudding ubi ungu aka pudding taro yang kapan hari sempat jadi bahan latbar sama temen-temen emak di NCC Lampung (dan pasti doong emak gak bisa hadir lagi ke sana 😂)

Karena masih banyak stok santan instan eks bahan-bahan membuat timphan  jadilah bahan pencair kali ini emak menggunakan santan. Kadangkala saat kita membuat pudding dengan bahan pencair santan, kita jumpai adonan santan yang terpisah dengan air sehingga hasil akhir di pudding tampak lapisan pemisah antara santan dan lapisan air. Tips dan trik yang bisa emak berikan nih, di saat adonan santan mulai mendidih, lekas matikan api san selalu aduk searah hingga benar-benar hilang uap panas. Jika sudah dapat di pastikan tak ada lagi uap panas, segera tuang pudding santan ke dalam cetakan.




Resep pudding taro ala Emak


Bahan-bahan :

Lapisan Ungu
300 gr ubi ungu kukus, haluskan
400 ml santan kental (emak menggunakan santan instan)
1 bungkus jelly
2 bungkus agar-agar putih
Gula sesuai selera
Garam secukupnya
Air dingin kurleb 900ml
2 lembar Daun pandan 

Lapisan putih :
1 bungkus agar-agar putih
Gula sesuai selera
200ml santan kental
1 lembar daun pandan
Garam secukupnya
1sdm maizena
Air dingin kurleb 400ml

Cara membuat :
  1. Campur ubi ungu halus, santan kental, jelly dan agar-agar hingga larut
  2. Tambahkan air dingin, aduk rata
  3. Tambahkan gula dan cicipi hingga kemanisan yang di inginkan (emak menggunakan gulpas 7sdm)
  4. Setelah semua bercampur rata, panaskan hingga mendidih
  5. Tambahkan daun pandan dan garam
  6. Aduk searah selama proses pendinginan
  7. Tuang ke dalam cetakan hingga setengah tinggi cetakan
  8. Setelah adonan ungu mengeras lanjut pembuatan adonan putih
  9. Campur semua bahan, jerang di atas api hingga mendidih
  10. Saat uap panas hilang, segera tuang adonan putih di atas adonan ungu
  11. Tunggu hingga mengeras, dan siap di sajikan



Rabu, 16 Agustus 2017

Kue Timphan, Kudapan Tradisional Aceh




Berawal dari project di kelas kak Nad untuk membuat kue/makanan tradisional Aceh sebagai bagian dari tema di kelas Kak Nad bulan ini (Aceh dan kebudayaannya), kami (emak dan Kak Nad) menantang diri untuk berani membuat kue Timphan.

Kenapa pilihan jatuh ke kie Timphan, pilihannya karena kue itulah yang gak butuh aneka protein hewani yang komplek 😅😅😅 (emak masih gak pingin mengkomsumsi aneka prothew😁), yaaah walaupun tetep gak bisa menghindari telur sebagai komponen utama di dalam resep, plus masih banyak santan dan gula memang gak bisa di bilang panganan ini FC friendly 😅😅😅


Sebelum final tema Di sekolah kakak, akhirnya emak dan Kak Nad berlatih membuat kue Timphan yang entah bagaimana rasa sesungguhnya ini kue, karna emang emak belum pernah sekalipun nyicipin kudapan manis yang satu ini. Tapi paling gak dari segi taste sudah cukup lumayanlah dan layak untuk di sajikan di khalayak ramai 😁

Untuk resep, emak mencoba googling sama mbah google (haiiish... Ribet banget sih mak nulisnya 😅). Dan inilah resep kue timphan hasil search sama mbah google dengan beberapa modifikasi khas emak yang gak terlalu suka rasa manis, dan amisnya telur


Eeeh iya lupa, ini kue hasil karya emak dan Kak Nad ya, doi ikutan sibuk saat mempersiapkan project kali ini, dan doi paling bersemangat untuk otak-atik resep hingga di dapat rasa yang pas di lidah kami dan hasilnya di sajikan saat puncak tema Aceh Day di sekolah Kakak 😍😍😍


Resep Kue Timphan :

Kulit :
350gr pisang raja yang benar-benar masak (sekitar 3-4 pisang ukuran sedang)
250 - 300gr tepung ketan
50 gr santan kental
Garam secukupnya

Bahan Isi :
3 butir telur ayam
100gr gula pasir
100ml santan kental (emak menggunakan santan instan)
Garam secukupnya
1sdm terigu
Nangka (optional)

Cara membuat :
1. Haluskan pisang raja hingga benar-benar halus
2. Campur tepung ketan, santan kental, dan pisang raja halus
3. Aduk rata hingga menjadi adonan yang dapat di pulung, tutup dengan serbet agar adonan tidak kering
4. Kocok telur, gula, santan dan garam hingga rata dan bercampur dengan baik
5. Tambahkan terigu, saring hingga halus
6. Masak di atas api sedang hingga mengental dan adonan tidak lengket di pinggan (emak menggunakan wajan teflon)
7. Siapkan daun pisang muda, oles dengan sedikit minyak
8. Ambil secukupnya adonan kulit, tipiskan di atas daun pisang, beri sedikit isian sarikayo, gulung dan bungkus rapi
9. Kukus hingga matang

Satu resep bisa menghasilkan 10-12 adonan timphan

Hari ini Kak Nad berhasil melalui puncak tema dengan baik, menyenangkan dan hati gembira 😍

Hasil kue timphan yang di bawa ke sekolah sebanyak 100 pcs, laris manis di serbu pengunjung yang hadir di perayaan puncak tema 😍

Emak dan Kak Nad di depan display kelas

Kak Nad dan Kue Timphannya


Kak Nad saat melayani pengunjung yang hadir (Nampak dalam foto adalah Bu Citra selaku Ketua Yayasan SAL dan Pak Rossy Kepala Sekolah SD Alam)


Nadia bersama Bu Hesti Direktur SAL

Rabu, 09 Agustus 2017

Bola-bola Nasi Mozzarela

Penampakan si bola-bola nasi


Berawal dari kejenuhan Kak Nad untuk makan nasi di setiap bekal yang di bawa ke sekolahnya, akhirnya emak berkreasi macam-maca dengan olahan karbohidrat demi mencukupi kebutuhan gizi kak nad dan kekenyangan perutnya 😊

Setelah tadi malam berdiskusi dengan kak nad yang gak mau bawa bekel berupa nasi, dan nego minta di buatkan waffle yang dari kapan tahun belum berhasil diluluskan sama emak (bukan berarti emak males, tapi kebetulan cetakan waffle di rumah lagi pada error dan selalu lengket bin amburadul setiap di tuang  adonan, walhasil emak frustasi dan gak mau mesra-mesraan dulu sama itu cetakan 😂)

Melihat nasi dingin di rice coocker, tapi ternyata orang rumah lagi di landa virus-virus asmara (eh salah dhing, virus batuk bin pilek 😁😁😁) jadilah urung di buat nasi goreng, tengok-tengok isi kulkas koq menemukan harta karun berupa sekotak keju Mozzarella, ingat pula punya telur puyuh dan nugget yang beberapa hari lalu di buat emak bareng sama krucils. Jadilah pagi ini itu nasi di sulap jadi bola-bola nasi untuk bekal kak nad dan Ayana. Hahaaa judulna tetep aja di goreng, tapi paling gak olahan kali ini gak perlu pakai ulak ulek bumbu 😂😂😂


Cara buatnya terhitung simple, singkat, gak pakai ribet dan bebas di kreasikan dengan isian apa aja menyesuaikan harta karun yang ada di kulkas masing-masing. Emak hanya butuh waktu kurleb 15 menit menyiapkan bekal sarapan yang satu ini.

Lumeran keju mozzarela di tengah nasi


Bahan-bahan :


  • Nasi putih dingin secukupnya
  • Keju mozzarela parut sesuai selera (makin banyak kejunya makin berasa mulur-mulur lah itu bola-bola nantinya)
  • Silahkan tambahkan kaldu bubuk, garam, merica halus jika di rasa perlu, tapi buat emak asin dan gurih sudah cukup dari keju
Bahan pelengkap :

  • Nugget
  • Telur Puyuh rebus
  • Sosis
  • Crab stik
  • Telur ayam 1 butir kocok lepas
  • Tepung panir secukupnya
Cara membuat :

  • Remas-remas nasi campur dengan keju parut hingga menjadi adonan yang dapat di bentuk
  • Pipihkan adonan tambahkan isi di tengah
  • Bulatkan kembali hingga isi adonan tertutup sempurna
  • Gulirkan ke dalam kocokan telur ayam, selimuti dengan tepung panir hingga merata
  • Goreng dengan minyak panas hingga berwarna kuning keemasan, tiriskan
  • Sajikan bersama saus sambal, mayones atau apapun sesuai selera anda
Bekal kak nad pagi ini



Sabtu, 08 April 2017

Glotak, Traditional Food From Tegal Laka-laka

Kadangkala ada banyak hal yang membuat kita rindu pada sesuatu hal, misalnya saja saat rindu kampung halaman karena tiba-tiba rindu terhadap suatu makanankhas yang tak pernah kita jumpai di tempat rantau atau tempat bermukim saat ini.


Begitulah yang sering terjadi pada saya dan Ayana, merantau jauh di bumi sai ruwa jurai karena mengikuti Ayana dan beberapa makanan khas dari Jawa sulit kami temukan di bumi Lampung ini. Sehingga memaksa kami jika rindu pada sesuatu berbau kampung halaman harus sebisa mungkin menghadirkannya dari dapur rumah kami.

Sebenernya ini kalau saya di tanya di mana sih kampung halamanmu? Nah itu termasuk kategori pertanyaan yang paling susah di jawab, abisnya kalau bener-bener di jawab dengan keadaan yang real terjadi bisa panjang kali lebar menjelaskannya, tapi kalau maksa cuman di jawab sepotong-potong eh malah memicu pertanyaan selanjutnya, dan saya termasuk golongan orang yang paling males menceritakan asal usul saya sama orang lain, apalagi orang-orang yang baru saya kenal atau orang-orang yang sok merasa kenal sama saya (Oopsh...heheheee...)

Nah kebetulan banget ini ya, mamang Udin tukang sayur dan pemasok logistik tunggal (abisnya cuman si mamang ini lah satu-satunya babang sayur yang mau masuk ke komplek perumahan kami) eeeeeh di suatu pagi yang ceria, si mamang ngebawa sebuah logistik langka yang jarang banget saya temuin di pasar tradisional maupun babang sayur di tempat lain, yeeess si mamang ngebawa "tempe gembus" di antara deretan logistiknya.

Tanpa pikir panjang langsung sikat abis itu 3 biji tempe gembus yang di bawa si mamang, sudah langsung kepikiran buat di olah jadi glotak, karena kebeneran juga ada stok ceker ayam di freezer.

Buat kamu-kamu yang belum tau seperti apa penampakan tempe gembus berikut inilah yang dinamakan dengan tempe gembus :

Tempe Gembus

Jadi Tempe gembus itu sepertinya sih masih sodaraan sama oncom kali ya, soalnya mereka sama-sama olahan dari ampas tahu yang kemudian di fermentasikan ulang lalu terciptalah ini tempe gembus, rasanya juga gak beda jauh lah antara gembus dan oncom



Proses pembuatannya pun hampir setipe dengan tumis oncom, hanya bedanya di sini untuk "Glotak" sedikit ada tambahan protein hewani untuk rasa kaldu alaminya, bisa menggunakan "Balungan" atau Ceker Ayam. Kenapa kemudian makanan ini di namakan Glotak, hohohohoho.... saya bukan orang yang ahli dalam menjawabnya, plus mungkin untuk orang yang baru pertama kali melihat makanan ini bakalan mengernyitkan dahi dan memandang sebelah mata penampilan makanan khas Tegal ini, ya karena memang bentuknya tidak cukup instagramable kali ya kalau pakai istilah anak-anak kekinian, tapi soal rasa, buat saya sih ini juaraaaaaaa, selalu bikin kangen sama kampung halaman (halaman berapakah???hihihihi....)

Bahan-bahan :
Ceker ayam sesuai selera, makin banyak di jamin makin gurih :)
Air untuk merebus

Bumbu Halus:
3 Kotak tempe gembus ukuran kecil (kukus kira-kira 5 - 10 menit untuk menghilangkan bau langu dan apeknya)
8 siung bawang merah
5 siung bawang putih
3 Butir Kemiri
cabe merah / cabe hijau (menyesuaikan tingkat kepedasan masing-masing orang ya)
1 sdt merica sangrai
Salam, Laos dan Serai secukupnya
Garam, gula dan merica seikhlasnya

Cara Membuat :
  1. Rebus air hingga mendidih, setelah betul-betul mendidih masukkan ceker ayam yang telah di bersihkan, masak hingga kurleb 5 menit, matikan api, buang air rebusan ceker
  2. Rebus kembali ceker dengan air dingin bersama sejumput garam, masak hingga ceker benar-benar empuk
  3. Di tempat terpisah haluskan gembus dengan ulekan
  4. Tumis bumbu halus (Duo Bawang, cabai, kemiri dan ketumbar) hingga wangi, masukkan tempe gembus, salam, laos dan sereh
  5. Masukkan ceker dan air kaldu dari ceker ayam
  6. Masak hingga semua rasa bercampur, tambahkan garam, gula dan merica
  7. Test rasa, tunggu hingga matang sempurna
  8. Sajikan
Glotak by Bunda Sasha


Rabu, 22 Februari 2017

Sus Vla Vanilla


Cemilan ringan sesuai Request Om Moto kesayangan yang dari kemarin ngidam banget makan sus, jadilah hari ini Bunda turun gunung untuk semedi dan bertapa demi menghadirkan cemilan ini di meja makan siang hari yang terik ini.

Sengaja sus-nya di buat porsi minimalis, biar sekali makan sekali Hap, prosesnya agak sedikit ribet karena pertama-tama kita harus membuat adonan Choux pastry terlebih dahulu, pastikan bahwa sebelum memasukkan telur ke dalam adonan, adonan dasar Choux telah lebih dingin dari suhu semula, karena jika adonan yang masih panas di tambahkan telur, membuat telur matang dan berakibat adonan sulit mengembang ketika proses pemagangan.


Resep Choux Pastry:
150gr tepung terigu serbaguna (bisa juga pakai yang protein rendah)
1/2sdm gula pasir
1/2sdt garam halus
100gr mentega (kalau menggunakan mentega asin, penggunaan garam bisa di skip)
250 ml air
4 butir telur kocok lepas

Cara Membuat Choux :
1. Rebus air hingga mendidih, masukkan mentega, garam dan gula, masak hingga semuanya larut
2. Matikan api, masukkan tepung terigu, aduk cepat hingga menjadi adonan setengah kalis
3. Masak kembali adonan hingga adonan menjadi kalis
4. Matikan api, angkat dan dinginkan adonan
5. Setelah adonan mendingin, masukkan kocokan telur, mikser menggunakan stik spiral
6. Kocok hingga adonan rata dan menjadi pasta
7. Masukkan adonan ke dalam piping bag, spuitkan ke atas loyang yang telah di alasi dengan kertas roti
8. Panggang dalam oven yang telah di panaskan sebelumnya, hingga tidak terlihat lagi buih-buih yang keluar dari adonan




Resep Vla Vanilla :
4 butir kuning telur
50gr tepung maizena
100gr gula halus (bisa juga menggunakan gula pasir yang di blender)
500ml susu cair
1sdt pasta vanilla
50gr mentega

Cara Membuat Vla Vanilla :
1. Campur susu dan kuning telur, masukkan gula halus dan tepung maizena
2. Masak hingga megental (sering aduk adonan agar tidak berkerak di bagian bawah)
3. Masukkan mentega, aduk cepat
4. Tunggu hingg adonan vla meletup dan matang sempurna
5. Dinginkan Vla dan semprotkan ke dalam adonan Choux pastry


Selasa, 21 Februari 2017

Sempol Ayam


Hari ini Bunda kebagian jatah di rumah karena harus menyelesaikan beberapa PR yang tertunda, urusan Dapur-pun di usahakan diselesaikan sesegera, secepat dan se-sederhana mungkin :)

Buka-buka freezer masih menemukan beberapa harta karun yang bisa diolah siang ini. Seplastik daging ayam giling akhirnya saya manfaatkan untuk membuat sempol ayam.

Berikut ini adalah resep dan cara membuat Sempol Ayam ala Dapur BunSha :)


Bahan-bahan :
250gr Daging Ayam Giling
1 butir telur, kocok lepas
4 Siung Bawang Putih, haluskan
3sdm Tepung Terigu
3sdm Tepung Sagu
Garam, gula dan merica secukupnya

Cara Membuat :

1. Campur daging ayam giling, tepung terigu, tepung sagu hingga merata
2. Masukkan setengah bagian kocokan telur ke dalam campuran daging
3. Tambahkan garam, gula dan merica
4. Bulatkan kecil adonan, masukkan ke dalam air yang telah mendidih, tes rasa, bila sudah cukup, ambil adonan secukupnya, lilitkan mengitari tusuk sate, rebus ke dalam air mendidih
5.Tunggu hingga adonan mengapung, angkat dan tiriskan
6. Celupkan sempol ke dalam kocokan telur, goreng hingga kecokelatan
7. Sempol siap di sajikan bersama saus sambal kesayangan anda