Tampilkan postingan dengan label Omah Sinau Listiyono. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Omah Sinau Listiyono. Tampilkan semua postingan

Senin, 29 April 2019

Focus On Your Track

Mengawali pekan dengan rutinitas seperti biasanya, saat kehidupan kembali pada jam normal dan bertemu dengan kebiasaan yang rutin kami temui. Kak Nad kembali sekolah, ayana kembali ngantor, si mak yang kembali menjadi sang manajer dengan berbagai keahlian, serta adek yeza dengan seabrek kegiatannya yang berpusat dari rumah.

Menjawab tantangan dari Kelas Bunda Sayang dengan tema Melatih Kemandirian pasca Tration (Travelling Education) OSIN FAMILY lalu, kami buka dengan obrolan ringan pada Kak Nad. Hal-hal apa saja yang mampu di kerjakannya secara mandiri. Hingga kemudian keluar inisiatif dari Kak Nad untuk menuliskan berbagai stndar yang memang telah berlaku di rumah kami. Dengan sedikit penyesuaian waktu kegiatan yang harus di mulai lebih pagi karena jadwal berangkat sekolah yang harus maju setengah jam dari jadwal seharusnya (hiks..hiks.. efek kurang baiknya jalur yang kami lalui untuk menuju sekolah formal Kak Nad).

Jadwal dan standar yang di buat sendiri oleh Kak Nad


Kak Nad mengklasifikasikan menjadi 3 standar utama, yaitu Standar Pagi berisi kegiatan di pagi hari sebelum berangkat sekolah, Standar Sore adalah waktu sepulang sekolah hingga menjelang waktu petang dan terakhir adalah Standar Malam yaitu kegiatan yang di lakukan pasca Shalat Isya.

Perkara apakah setiap hari akan berlalu secara rutin? kita lihat saja nanti, setidaknya anak-anak akan belajar bertanggungjawab pada dirinya sendiri, mencukupkan dahulu kebutuhan primer baru menuntaskan kebutuhan sekunder bahkan tersier mereka. Mereka berlatih membuat skala prioritas yang harus mereka tunaikan dan mana yang bisa di delegasikan, memacu semangat untuk fokus dengan apa yang ada di muka tanpa menunda hingga yang lain terbaikan.


Bandar Lampung, 29 April 2019
Puspaning Dyah, Catatan Bunda Pembelajar


#hari5
#gamelevel2
#tantangan10hari
#melatihkemandirian
#kuliahbundasayang

Jumat, 21 Juli 2017

Sore yang sempurna bersama sesuap Barongko

Alhamdulillah tugas emak hari ini bisa terlalui dengan baik, lancar, kenyang, hati girang walau sedikit melelahkan (maklum emak sudah mulai masuk usia beranjak tua 😂😂😂)


Beberapa tugas dapat terlalui dengan baik karna anak-anak yang bersikap manis, tak menangis saat emak mengais rezeki (haish emak mulai kumat lebaynya, mohon di maklumi ya pemirsah sekalian)



Kenapa kali ini emak menulis tentang Barongko, yes karena emak tengah ingin bernostalgia pada satu panganan yang bisa jadi favorit emak saat mama masih ada, beliau gemar sekali memasakkan saya aneka panganan khas pulau K tempat beliau di lahirkan (yang sayangnya ilmu memasak beliau tidak di wariskan seutuhnya pada saya😂)

Seorang kawan membawakan makanan ini untuk di santap bersama, dan saya mengizinkan diri sendiri untuk membawa pulang, selain sebagai alat memperkenalkan makanan daerah pada kak nad yang sekarang lagi getol belajar soal rempah khas nusantara (apa coba hububgannya???) plus agar saya bisa menikmati dengan santai setiap suap dari barongko sembari membayangkan lezatnya barongko buatan mama.

Beberapa literasi yang saya pelajari menuliskan filosofi yang cukup dalam dari terciptanya Barongko, semoga saya tidak salah mengingat dan menerjemahkannya 😁

Barongko, sebagai cemilan khas Makassar, terbuat dari campuran pisang, berbalut santan, telur, gula, garam di bungkus dengan daun pisang, emak jadi terngingang rekam jejam emak hari ini. Dimulai dari Halal bi Halal bersama rekans Iwaba, di lanjut Halal bi Halal bersama rekans PIPEBI dengan mendengarkan siraman rohani dari Umi Neny Suswanti, emak seakan menemukan sebuah benang merah di antara ketiganya. Tali penghubung antara Barongko, Halal bi Halal, persaudaraan, sahabat, dan kepedulian.

Umi Neny memberikan petuah kehidupan


Barongko yang di bungkus dengan daun pisang di umpamakan sebagai diri kita dan pertemanan, di tutup dengan rapi, agar terlihat manis hingga nikmat untuk di santap bersama sahabat maupun orang terkasih. Demikian itulah sejatinya persahabatan, di bungkus dengan manis, agar rahasia pertemanan hanya tersimpan tanpa perlu di umbar kepada yang lain, isi hati kita cukup di mengerti oleh kawan karib.

Ada sebuah istilah orang Makassar yang mungkin selalu terngiang di benak saya, yaitu "Taro ada Taro Gau" (hihihihi beruntungnya saya yang mendapat warisan sedikit budaya dan semangat juang orang Bugis dan Mandar 😁), kurang lebih artinya adalah Apa yang tampak di luar harus sama dengan apa yang tampak di dalam begitu pula sebaliknya. Lihatlah sebuah Barongko, kecantikan, kesederhanaan, dan keluguan tercemin dari sana, Barongko yang dibungkus oleh daun pisang berisi pisang pula di dalamnya, sama di luar sama pula di dalam.

Nah ada satu lagi pesan baik yang saya tangkap dari Tausyiah Umi Neni sore ini, mengenai Silaturahim yang menumbuhkan kepedulian, saya jadi teringan tulisan saya beberapa waktu yang lalu bahwa berbagilah dengan hal-hal sederhana, dengan apa yang kita punya, tanpa perlu mengada-ada untuk menjadikannya sesuatu yang berbeda, berbagilah meskipun kita tak memiliki apa-apa, karena sejatinya kita bisa berbagi kasih sayang, perhatian, cinta kasih atau bahkan sekedar senyuman tulus dan doa untuk saudara kita.

All Iwaba dan adik-adik penerima bantuan


Sore ini saya pulang dengan membawa sejuta rasa syukur, atas segala nikmat yang luar biasa tak terhingga, yang gusti Allah telah berikan untuk saya pribadi dan keluarga, betapa Allah selalu mengirimkan sahabat-sahabat terbaik, yang selalu kembali mengingatkan saya pada kebaikan, menuntun kami untuk terus melakukan lebih banyak hal baik, dan tak putus menebar kebaikan dengan segala apa yang kami miliki.






Bandar Lampung, 21 Juli 2017
Puspaning Dyah, saat menulis sebagai ungkapan syukur


Jumat, 14 Juli 2017

Prinsip pendidikan berbasis fitrah di tahap usia 7-10 tahun

🥇☘🥇☘🥇☘🥇☘🥇☘🥇

*Prinsip Prinsip Pendidikan berbasis Fitrah untuk Tahap Usia 7 – 10 Tahun*
Oleh : _Ust.Harry Santosa_

1. Pahami Fitrah Perkembangan untuk tahap ini dengan baik. Tahap ini adalah fase dari konsepsi berkembang menjadi potensi. Ini masa  latih awal dimana anak sudah boleh diperintah atau adab sudah disampaikan sebagai perintah. Allah memerintahkan orangtua agar menyuruh anak anak mereka sholat ketika berusia 7 tahun. Perintah sholat adalah penanda dimulainya fase pre aqilbaligh awal, inilah perintah untuk beradab kepada Allah. Di Fase ini juga anak sudah menyadari adanya dunia sosial di luar dirinya, menyadari adanya kehidupan dan adanya aturan di atasnya. Kemampuan belajar dan bernalar mencapai masa emasnya di usia ini.

2. Fitrah keimanan pada fase ini bergerak meningkat dari Konsepsi Tauhid Rubbubiyatullah, kepada kesadaran Potensi untuk Tunduk kepada Allah (Tauhid Mulkiyatullah), yaitu sejalan dengan perkembangan fitrah sosialnya serta fitrah belajar dan bernalarnya maka anak disadarkan bahwa Allahlah Zat Yang Maha Mengatur Alam Semesta sehingga secara sadar harus ditaati dan dipatuhi sebaga Sang MAHA Pembuat Hukum. Fitrah keimanan anak bergerak dari penguatan kecintaan pada Allah menuju kepada penyadaran ketaatan padaNya. Dari penguatan cinta kepada Allah kepada kesadaran mengikuti Rasulullah SAW.

Catatan. Indikator tumbuhnya Fitrah Keimanan dengan baik pada tahap usia 0-6 tahun, adalah bahwa pada tahap usia 7-10 tahun anak akan menerima perintah sholat dengan ikhlash. Jika masih belum ikhlash pada tahap ini maka proses pembangkitan cinta pada Allah melalui keteladanan harus diperkuat. Ada masa 3 tahun untuk mengokohkan fitrah keimanan sehingga diharapkan pada usia 10 tahun tidak perlu dipukul.

3. Fitrah Bakat bergerak dari penguatan sifat unik kepada penyadaran potensi unik, dengan memberikan aktifitas aktifitas produktif yang relevan dengan sifat uniknya untuk mengembangkan potensi Fitrah Bakat. Lakukan Tour de Talents atau kunjungan ke beragam profesi yang relevan untuk membuka wawasan dan libatkan dalam banyak aktifitas yang relevan untuk menemukan aktifitas produktif yang apabila anak memulainya sangat ditunggu tunggu, menjalaninya seolah waktu berhenti berputar dan mengakhirinya tidak mengatakan “akhirnya selesai juga”, tetapi meminta diulangi lagi. Dalam bahasa lain, sampai ditemukan aktifitas yang 4E (Enjoy, Easy, Excellent, Earn). Diharapkan usia 10 tahun sudah mengkristal menjadi aktifitas yang 4E atau peran dalam kehidupan yang siap dikembangkan.

4. Fitrah Belajar dan Bernalar bergerak dari penguatan konsepsi belajar secara abstraksi dan imajinasi kepada penyadaran logika dan nalar. Fase ini Fitrah Belajar dan Bernalar mengalami masa emasnya, dengan interaksi belajar terbaik adalah di alam dan di kehidupan. Belajar berbasis project sesuai ketertarikan pada subyek alam atau pengetahuan akan sangat baik untuk memunculkan gairah inovasinya. Learning is not for Learning, but Learning is for Innovation. Dorong anak untuk melakukan ekpedisi, eksplorasi, riset sederhana di alam. Kaitkan dengan fitrah  lainnya, misalnya gairah untuk eksplorasi dan berinovasi ditujukan kepada memahami pola keteraturan karena adanya Zat Yang Maha Mengetahui dan Maha Mengatur Semesta.

5. Fitrah Seksualitas bergerak dari penguatan konsepsi sebagai lelaki atau perempuan kpeada penyadaran potensi lelaki sejati atau potensi perempuan sejati.  Caranya adalah dengan membina kelekatan (attachment),  untuk potensi kelelakian dengan lebih mendekatkan anak lelaki pada Ayah dan fitrah potensi keperempuanan dengan lebih mendekatkan anak perempuan pada ibu. Ibu dan ayah harus menjadi idola pertama dan terbaik bagi anak anaknya sesuai gendernya. Ayah tuntunlah anak lelaki ke masjid dan kenalkan peran peran kelelakian di masyarakat. Ayah menjelaskan pada anak lelaki ttg “mimpi basah” dan kewajiban besar dibalik amanah yang harus dijaga ini, termasuk mandi wajib dstnya. Ibu tuntunlah anak perempuan untuk terlibat dalam peran keperempuanan di rumah. Ibu menjelaskan pada anak perempuan ttg “haidh” dan kewajiban besar dibalik amanah yang harus dijaga dstnya.

6. Fitrah Estetika bergerak dari fase penguatan konsepsi keindahan secara inderawi dan imaji kepada kesadaran potensi keindahan secara nalar (nazhori) dan aktifitas atau karya. Ekpresikan potensi Fitrah Estetika dan Bahasa melalui apresiasi keindahan pada sastra, arsitektur, desain, musik, sejarah dsbnya. Anak sebaiknya punya apresiasi atau karya estetika. Beberapa anak yang punya bakat dalam bidang seni akan nampak lebih menonjol apresiasinya. Anak menyadari bahwa dibalik keindahan keteraturan Ilahi ada pola keindahan yang dapat dinalar.

7. Fitrah individualitas bergerak dari fase konsepsi ego sentris ke fase penyadaran sosio sentris. Jika anak terpuaskan Fitrah Individualitasnya pada usia 0-6 tahun maka pada usia 7-10 akan nampak mudah mengembangkan Fitrah Sosialitasnya, misalnya lebih percaya diri, mudah membuat keputusan (bukan peragu) dan sangat empati dan suka berbagi. Beri anak tanggungjawab sosial sederhana dalam proyek bersama di rumah atau di masyarakat.

8. Fitrah Jasmani bergerak dari penguatan konsepsi pola jasmani seperti pola makan, pola tidur, pola gerak, pola bersih dll kepada penyadaran potensi jasmani berupa kesadaran untuk beraktifitas secara sehat baik aktifitas makan, aktifitas olahraga, aktifitas tidur, aktiftas kebersihan. Sadarkan potensi fitrah jasmani ini dengan adab adab atau sunnah sunnah pada makan, tidur, kebersihan, kesehatan yang baik agar menjadi kekuatan fisik yang prima. Beberapa anak mungkin punya bakat di bidang terkait fisik seperti olahraga, beladiri maka perlu lebih didalami.

Salam Pendidikan Peradaban
#fitrahbasededucation
#pendidikanberbasisfitrah dan akhlak

Sabtu, 27 Mei 2017

Ramadhan 1st day, Listiyono Family



Project Bunda untuk membuat ucapan selamat Ramadhan atas nama LF


Setelah menyelesaikan misi dalam Family Project TTS (Touring to Singapore) selama 4 hari di Singapura, Omah Sinau Listiyono kembali ke tanah air dengan segudang aktifitas yang menanti.

Sekembalinya di Lampung project persiapan Ramadhan telah sampai di pelupuk mata, rasa haru suka cita dan semangat tinggi kami menyambut hadirnya Ramadhan yang mulia.

Walaupun secara fisik kami belum terlalu mempersiapkan (dekor rumah dengan tema ramadhan, print out play sheet Ramadhan, tabel target Ramadhan dll) namun kami berusaha dengan baik mempersiapkan mental anak-anak dalam menyambut Ramadhan.

H-1 menjelang Ramadhan, kami mengajak anak-anak untuk melakukan ritual Rijid (Safari Masjid) sembari menyelesaikan salah satu project Ramadhan bunda dan ayana dengan beberapa takmir masjid yang kami datangi.

Tarawih hari pertama di lalui dengan cukup mengecewakan karena anak-anak tidak cukup kondusif untuk mengikuti sholat tarawih berjamaah di musholla Nadia masih terlena dengan suasana musholla yang sepi seperti saat kami menunaikan shalat wajib sehari-harinya, sehingga cenderung "autis" dengan dunianya 😥

Puasa hari pertama untuk Nadia berhasil terlewati dengan baik, Nadia sanggup menjalani tantangan untuk puasa full day dan tanpa buka puasa di tengah hari seperti puasa Ramadhan tahun lalu, walaupun pertahanan Nadia terlihat mulai goyah saat memasuki waktu ashar, merintih menahan rasa haus dan tak sabar menunggu bedug maghrib di tabuh.

Antrian untuk membeli kelapa muda


Wajah kehausan berpuasa hari ini



Jadilah kami mengajak anak-anak ngabuburit keliling kota Bandar Lampung, melihat aneka penjual takjil dan menu berbuka puasa, dan berhenti sejenak membeli kelapa muda untuk modal iftor sore ini


Alhamdulillah akhirnya masuk waktu berbuka



Kamis, 18 Mei 2017

Wanita dan kecantikannya

Sebagai seorang wanita pada dasarnya terlahir ingin tampil cantik dan menarik  karena memang wanita memang identik dengan kecantikan. Sebagaimana kecantikan saya yakini sebagai sesuatu yang relatif dari sudut pandang setiap individu. Tapi secara umum kecantikan adalah sesuatu yang di pandang dari mata. Dan betul sekali jika sebuah kecantikan identik dengan sosok wanita.


Jika kita menelisik dari Ensikopledia dan etimologi bahasa Arab kecantikan berarti keanggunan, kelembutan, kehalusan dan keelokan. Islam adalah agama yang menyeru kepada keindahan dan kecantikan di mana kecantikan itu mengacu pada kecantikan maknawi, yaitu mengacu pada akhlak, sikap, sifat maupun jiwa.

Hari jumat, 12 Mei 2017 saya mendapatkan kesempatan dan kepercayaan menjadi juri dalam acara Lomba Make Up dan Hijab Hunt sebagai rangkaian dari event Festival Lampung Syariah (FLASH) 2017 yang di selenggarakan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung. Awalnya saya hanya menduga seperti perlombaan pada umumnya di mana juri hanya duduk manis sembari melihat proses lomba yang berlangsung, memberikan penilaian. Tapi rupanya tidak sebagaimana sangkaan saya saudara-saudara 😅😅😅😂


Sedari awal acara saya di buat terpaksa masuk ke panggung utama, bersandingan dengan dewan juri yang lain, dalam hal ini adalah Mbak Andhita selaku MUA yang lagi naik daun di Lampung, serta Nabilla Zainuri pemenang kedua Sunsilk Hijab Hunt yang di selenggarakan oleh Trans7

Saya sebagai perwakilan dari Persatuan Istri Pegawai Bank Indonesia (PIPEBI)  lampung bersama dewan juri yang lain saling berdialog melemlar gimmick dan menghidupkan suasana selama acara berlangsung. Acara berjalan cukup interaktif di pandu oleh duo MC kece Bablu dan Disti.

Saya bersyukur atas kesempatan yang di berikan kepada saya untuk sekali lagi melatih kemampuan Public Speaking dan Komunikasi Massa saya di hadapan hadirin dan peserta lomba.













Rabu, 17 Mei 2017

Bedah Buku Tere Liye Tentang Kamu


Terima kasih untuk kesempatan mengenalmu, itu adalah salah satu anugerah terbesar dalam hidupku

Cinta memang tidak perlu ditemukan

Cintalah yang akan menemukan kita

Terima kasih, Nasihat lama itu benar sekali

Aku tidak akan menangis karena sesuatu telah berakhir

Tapi aku akan tersenyum karena sesuatu itu pernah terjadi

Tere Liye, Tentang Kamu, 2016

Cover Book Tentang Kamu


Demikian adalah sebuah quotes apik dan ciamik yang di goreskan oleh Bang Tere dalam novel terbarunya yang berjudul Tentang Kamu. Di awal pembahasan saya sangat terbius oleh setting kota London di era modern di tambah dengan penggambaran sosok Zaman Zulkarnaen, pengacara muda dari Firma Hukum Thompson & Co terletak di Belgrave Square, London (yang asumsi awal saya adalah tokoh sentral cerita ini bermula), namun dengan cerdasnya Bang Tere mematahkan asumsi saya tersebut, karena ternyata beliau menyiapkan satu tokoh utama sebagai pelaku alur cerita dalam novel besutannya kali ini. Adalah sosok perempuan tua dengan usia kurang lebih 70n bernama Sri Ningsih, perempuan keturunan Jawa, Indonesia yang meninggal di kota Paris, mewariskan kekayaan lebih dari 70.000 poundsterling dan ajaibnya tidak meninggalkan satu-pun surat warisan untuk mengamanatkan akan ke mana larinya segala harta yang dimilikinya.

Kisah-pun di mulai dari perjalanan Zaman menelusuri jejak masa lalu Sri Ningsih melalui goresan pena yang di tuangkannya ke dalam sebuah buku diary. Apakah hanya melalui petunjuk kecil itu sudah cukup membuat seorang Zaman dengan mudah memecahkan teka-teki dari misteri “Surat Wasiat” yang menghilang? Atau justru melalui sebuah buku itu sebagai awal dari perjalanan panjang Zaman Zulkarnaen dalam mengorek kembali masa lalu Sri Ningsih? Konflik apa saja yang kemudian muncul selama kurun waktu pencarian jejak masa lalu tersebut? Semuanya akan terjawab dengan cukup mengejutkan dari Novel teranyar besutan Tere Liye ini.

Membaca mungkin menjadi salah satu me-time paling ampuh di saat mood berada dalam keadaan yang kurang baik. Dan menghadiri segala event yang berhubungan dengan Literasi sejujurnya menghadirkan sensasi luar biasa untuk saya pribadi. Karenanya ketika terdengar oleh saya undangan untuk menghadiri event Bedah Buku, tak peduli genre tulisan yang akan di “bedah” maka saat tak ada aral merintang saya berusaha untuk menghadirinya. Demikian pula dengan satu kesempatan baik yang hadir pada saya, menghadiri sebuah bedah buku dengan menghadirkan Penulis yang menjadi inspirasi bagi saya dalam melahirkan karya-karya (yang belum dibukukan 😊 )

Sosok Tere Liye bukanlah orang asing dalam dunia Literasi, buah fikir-nya tak bisa di anggap sembarangan, karena menurut saya beliau adalah salah satu penulis cerdas yang mampu mengemas sebuah ide menjadi sebuah tulisan yang menarik dan menantang untuk di lahap oleh para pembacanya. Bedah buku Tentang Kamu bersama Tere Liye ini di selenggarakan sebagai bagian dari rangkaian acara Festival Lampung Syariah (FLASH) 2017 yang di geber oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung. Di adakan pada hari Sabtu tanggal 13 Mei 2017 bertempat di public hall Mall Boemi Kedaton Bandar Lampung. Kebayang donk kalian semua sebuah institusi negara semacam Bank Indonesia ngadain pekan festival syariah tapi acaranya di mall, hihihihihi yang pasti penontonnya membludak, meluber dan tumpah ruah. Joss gandhos lah buat panitia dan seksi rempong yang udah berhasil mendatangkan Bang Tere hadir ke Lampung (hihihihi...walaupun belum bisa berhasil membujuk si abang untuk foto bersama ☹).


Eh ketemu sama mbak Dini, fasil cantik KI10

Antrian pengunjung di pintu regristasi


Oke sekarang saya akan berusaha menerjemahkan dari hasil diskusi bedah buku si abang tercinta ini 😊


Sessi pemaparan produksi Novel Tentang Kamu

Kami yang belum mampu move on dari "Hujan"


Sebagaimana yang saya jabarkan di awal bahwa sentral cerita novel Tentang Kamu ini bergenre OUT OF VIEW BIOGRAPHY seperti yang di aminkan oleh bang Tere, karena sedari awal hingga akhir buku ini fokus pada cerita tentang tokoh sentral dalam novel ini, yaitu Ibu Sri Ningsih mengenai proses kelahiran hingga kisah kematiannya, yang mencoba di tuturkan melalui pihak ketiga, dalam hal ini di wakilkan oleh tokoh Zaman Zulkarnaen.
Menyempatkan foto cantik dulu bersama genk PIPEBI


Nah yang seru dari setiap bedah buku adalah bagaimana mengulik resep rahasia setiap penulis dalam menelurkan karya-karyanya. Demikian pula dengan Bang Tere yang pada kesempatan ini membantu kita untuk merumuskan hal-hal dasar saat berniat membuat suatu novel



1. Tentukan So What

Tentukan SO WHAT dalam suatu cerita (lantas kenapa? terus kenapa?) pesan moral yang ingin disampaikan

Contoh nya dalam Novel Hafalan Surat Delissa so whatnya adalah tentang Hipokrasi (kemunafikan) Delissa menghafal bacaan shalat demi seuntai kalung

Camkan bahwa dunia tulisan beda dengan dunia audio visual di mana orang masih di manjakan oleh suara, pemain, setting tempat dll

Sedang di buku pembaca hanya di giring lewat tulisan dan alur cerita



2. Tentukan Panggung Cerita

Tips kedua adalah tentukan panggung cerita (tempat cerita itu disampaikan, lewat apa cerita itu disampaikan agar pembaca bisa merasa “gue banget”)

Panggung cerita novel Tentang Kamu adalah soal memeluk erat semua kenangan masa lalu yang menyakitkan

Contoh lagi Panggung cerita dari novel RINDU adalah tentang perjalanan haji tahun 40n



3.Tentukan Isi Cerita tersebut akan manjadi seperti apa

Dalam novel Hafalan Surat Delisa (HSD)  so whatn-ya sudah dapat, panggung sudah ada, butuh peristiwa besar untuk memutus cerita (masuklah peristiwa tsunami aceh) siapa yang akan menjadi dan peran-peran dalam cerita tersebut, apakah akan berbeda jika pemeran utama laki-laki? Pemilihan jenis kelamin apakah Delissa pantas jika mempunyai  kakak atau tidak? Kalau Delissa anak sulung bagaimana cerita itu akan berakhir?


Semua orang pasti pernah menghafal hafalan shalat, namun ia tidak tulus melakukannya, hingga panggung inilah yang mendasari novel HSD

Dalam novel Tentang Kamu (TK) seorang Tere Liye berfikir lewat apa menyampaikan cerita tersebut, karena ini tentang memeluk erat pengalaman menyakitkan di masa lalu, lewat perempuan tua yang meninggal di usia 70n


TK : dapat so what, panggung, tokoh utama ibu-ibu meninggal usia 70n, awalnya ternyata bang Tere kepikiran peran sentral adalah sesosok lelaki tapi beliau kesulitan untuk bisa mengisahkan perjalanan hidupnya, meredefinisikan lokasi, tempat cerita dari kecil sampai meninggal



And guess what? Cerita TK ini terinsipirasi oleh cerita OSHIN lho guys 😊, yuuk kita telaah bareng-bareng, OSHIN dengan mudah kita lihat gambaran mengenai perjalanan dan perjuangan seorang OSHIN semasa kecil hingga masa dewasanya, dan bener banget kalau TK ini gak jauh beda sama cerita OSHIN, clue-nya adalah sebagai berikut :



1. Ketika masih anak-anak (Sri Ningsih menanyakan definisi sabar)

2. Remaja : menyelesaikan sekolah (di Surakarta, pertanyaan : tentang  persahabatan )

3.Tentang kerja keras ,  dengan setting tempat jakarta di saat 60saat monas memasuki awal-awal pembangunan

4.       Tentang definisi cinta sejati (London)

5. Memeluk erat seluruh kejadian yg menyakitkan saat usia 60-70) setting di paris





4.       Lakukan Riset

Saya sangat sependapat dengan pernyataan bang Tere bahwa manusia modern bisa lho menulis 1.000 kata dalam satu harinya, imajinasikan lah dengan percakapan melalui media chat, media sosial, telegram dll? Pas bahkan cenderung lebih 1.000 kata per-hari terlontarkan sudah? Betul apa betul banget nih😊



Bayangkan bahwa proses menulis TK hanya butuh waktu 22 hari saja, tapi please deh jangan lihat sedemikian singkatnya bang Tere bisa menyelesaikan novel ini, tapi yuuk kita sama-ama lihat bagaimana proses riset yang dilakukan beliau, konon kabarnya untuk menyelesaikan novel ini bang Tere sampai membutuhkan waktu kurang lebih  1 tahun untuk melakukan riset dan mengumpulkan literasi dan hal-hal detail  yang mendukung penyelesaian buku ini.



TK : Riset soal Pulau Bungin, Jakarta di masa pembangunan awal, foto Pulau Bungin di tahun 1938, cara kerbau naik kapal jaman segitu, tidak ada dermaga

Kalau kita jeli akan ada satu paragraf  yang menggambarkan berapa terkenalnya Pulau Bungin di masa itu sebagai sentral kerbau, dan bagaimana proses memasukkan seekor kerbau ke dalam kapal (di jaman seperti saat itu yang belum tersentuh peralatan canggih dan teknologi modern)





5.       Tuliskan

Nah ini dia fase paling rumit, njuwetin, ngeselin dan menguras emosi serta fikiran dari proses melahirkan karya (emak lagi pingin curcol ☹)hihihihii.. yess bener banget fase terakhir adalah TULISKAN



Ada pengalaman menarik yang dikisahkan bang Tere saat pertama kali novel HSD rilis di toko buku, beliau tidak mendapati HSD ada di deretan buku-buku new arrival, bahkan tak kunjung di temui di deretan buku bergenre Novel, dan yang tragis beliau justru menemui HSD di deretan buku-buku peraga dan bacaan Sholat.

“yang saya tahu sholat itu ya, sholat istikharah, sholat Tahajjud yang bacaannya ya bacaan Al-Quran lha koq ini pakai Surat Delissa, wagh buku Bid’ah ini namanya. 😊


Huahahahahahahhaa jederr banget gak sih? Sampai-sampai ada calon pembaca yang bergumam sendiri seperti itu?


Hal detail berikutnya yang perlu kita perhatikan adalah pemilihan cover buku, ternyata nih bang Tere telah melakukan survey melalui FP beliau hingga dua kali untuk menentukan gambar cover dari Novel Tentang Kamu ini dan terpilihlah gambar sepatu sebagai cover utama TK, yang rupanya menyimpan makna filosifi yang cukup dalam.



Pertama karena Sepatu menjadi simbol dari hadiah yang di janjikan bapak Sri Ningsih, selain itu sepatu adalah simbol tentang perjalanan hidup, seberapa panjang perjalanan SN tentang hidupnya.



Closing statement yang ingin di sampaikan bang Tere melalui TK adalah,

Bahwa kebahagiaan hidup itu simple, saat kita bisa berdamai dengan diri kita sendiri

Harta dari popularitas, jabatan dll semu semata, lihatlah contoh seorang SN yang melalui berpuluh tahun memahami kebahagiaan adalah memeluk erat semua kejadian buruk, sahabat baik yg mengkhianati, meninggal karena pengkhianatan, mempunyai bisnis ternyata harus dilepaskan, kisah cinta yang manis namun berujung dengan maut, ketika senja usia saat kehidupan hampir selesai ia peluk erat semua kejadian-kejadian di masa lalu.



Satu pesan mutiara yang dioleh-olehkan untuk kita semua yang berniat terjun sebagai penulis :

Waktu terbaik menaman pohoh adalah 20 tahun yang lalu, dan hari ini adalah saatnya untuk kita menikmati hasilnya, di mana pohon tersebut telah menjadi pohon yang lengkap dan utuh serta memberi manfaat untuk sekitarnya.

Tapi, kalau kita baru dengar nasihat ini janganlah merasa kecil hati

Karna waktu terbaik kedua untuk menanam  pohon kalian adalah hari ini, hingga 5-6 tahun kemudian akan kita saksikan pohon kita akan tumbuh dan mencerahkan. Segera mulailah, agar  di masa depan akan ada pohon yang bisa kalian wariskan untuk generasi berikutnya

Naqiyyah Syam ketua Tapis Blogger

Salah satu penanya saat sessi tanya jawab

Book signing


Gadis manis yang selalu setia membersamai saya




Bandar Lampung, 18 Mei 2017

Puspaning Dyah, saat menulis adalah untuk membangkitkan semangat





#resumebedahbuku

#bedahbukutereliye

#tereliye

#tentangkamu

#bunshajourney

#omahsinaulistiyono






Selasa, 16 Mei 2017

Nadia Journey_Mengenal Apa Itu Donor Darah

Sebagai rangkaian pamungkas dari event Festival Lampung Syariah 7(FLASH) 2017 hari ini Selasa 16 Mei 2017, di adakanlah event donor darah untuk menutup serangkaian acara yang telah sukses di geber seminggu terakhir ini (dalam hati emak mengucap syukur bahwa akhirnya FLASH menemui titik kulminasinya 😀😀😀, karena dengan berakhirnya FLASH berakhir pula tugas emak untuk menjadi driver setia Ayana, dan berakhir sudah rutinitas mengunjungi Mall di pagi buta bahkan sebelum gerbang parkir mall di buka hingga gerbang parkir betul-betul tutup dini harinya 😢😢😢)

Gaya Nadia yang pingin banget dinobatkan jadi Duta FLASH 2017

Berhubung berakhirnya Flash membawa misi spesifik untuk emak melakukan kontrol terhadap stand bazzar yang memang menjadi tanggungjawab emak (maklum emak kan ajudan yang harus siap setiap saat manakala tugas menyertai)


Fyiiiuuuugh akhirnya lagi-lagi emak harus berkunjung ke Mall, dan berharap bahwa si anak gadis bisa di ajak kompromi (berdamai dengan dompet emak 😢😢😢)

Hihihihihi...  Jadilah tugas yang di emban emak hari ini di anggap sebagai project belajar untuk Nadia (6y1m), berhubung ada event donor darah, maka petualangan "Duo Gadis Cantik" dari Osin ( Omah Sinau) di mulai untuk mencari segala hal berhubungan dengan "Donor Darah".

Berpose sama Tante Meilan yang hari ini  ngepas banget lagi ultah


Saya berusaha menjelaskan dengan rinci namun sederhana kenapa harus ada proses donor darah, siapa yang akan di ambil darahnya, dengan apa dan siapa yang akan mengambil darah dll hal berkaitan dengan donor darah. Praktik langsung dengan melihat keseruan saat proses donor darah berlangsung, menjadikan proses belajar kami yang tadinya masih sebatas "text book" menjadi betul-betul terasa nyata dan membekas di memori kanak-kanaknya.


Antrian Donor Darah

Proses antri untuk menunaikan urusan administrasi setidaknya mengajarkan kita untuk selalu sabar dan taat pada aturan,

Menyumbangkan setetes darah bagi sesama menjadi media untuk mengajarkan konsep berbagi sebagai dasar dalam menumbuhkan kecerdasan sosialnya,

Konsep bahwa kita sebagai makhluk hidup yang tak bisa hidup sendiri, mengajarkan padanya bahwa manusia adalah manusia sosial yang tak berdaya tanpa bantuan orang lain, sekecil apapun peran orang tersebut dalam kehidupan kita

Serta tak kalah penting mengajarkan pada sang buah hati, betapa kecilnya kita di hadapan sang Khalik, sehingga sudah sepatutnya puji syukur tak henti di panjatkan kehadirat-Nya atas segala nikmat sehat yang mungkin selama ini sering kita abaikan.

Hanya halaqoh singkat yang saya uji-kan pada Nadia hari ini, namun saya berusaha menyampaikannya dengan cara yang menyenangkan dan tanpa paksaan. Karena seperti itulah hakikatnya belajar, berjalan natural tanpa memikul beban bahwa kita sedang belajar, menikmati setiap prosesnya tanpa merasa tertekan dan di dikte oleh apapun.


Rupanya ke-takjuban untuk Nadia tidak berhenti saat mengamati proses donor darah saja, uring-uringannya karena ia merasa gagal bertemu dengan om kesayangannya memaksa saya untuk melampiaskan ke-sebelannya itu dengan "menebus" melalui hal-hal yang di incarnya. Mau tidak mau saya terpaksa menurut dengan hasrat terpendam yang di simpannya sejak pertama kali saya libatkan ia di dalam proses membersamai saya di event FLASH. Hihihihi... Rupanya doi merajuk untuk di penuhi keinginannya menggambar di salah satu spot anak di MBK.

Guess what? Di sanalah kejutan manis menunggu Nadia, hohohohoho akhirnya si Om kesayangannya muncul ke permukaan, menghampiri Nadia yang tersenyum simpul malu-malu 😊😊😊 hadugh nak meleleh hati emak nak, hal-hal sederhana saja sudah mampu membuat senyum merekah manis di wajahmu 😀😂

Hohohoho siapa dia?? 


Bermain Puzzle di stand SDI

Nadia dan hasil karyanya



Berkunjung ke stand Bazzar milik Sygma dan dapat suguhan kue lezat hasil karya Ammah Nelvi 😍


Berbahagialah selalu buah hatiku, karena kau selalu di kelilingi orang-orang yang menyayangimu dengan tulus, tumbuhlah engkau menjadi gadis dengan senyum tulus ikhlas sebagaimana tulusnya orang-orang yang mencintaimu. Nikmatilah setiap proses hidupmu dengan bahagia, walaupun terkadang akan muncul hal-hal yang menyakitkan, dan semoga engkau senantiasa tumbuh menjadi generasi yang mampu berdamai dengan semua rasa sakit yang mungkin kan kau temui dalam perjuangan hidupmu.

Bismillah, Mampukan kami Ya Rabb agar kami senantiasa bisa membersamainya dan menanamkan lebih banyak hal-hal baik untuk bekal masa depan buah hati kami kelak.



Bandar Lampung, 16 Mei 2017
Puspaning Dyah, menulis untuk merekam jejak


#nadiajourney
#catatanbunsha
#omahsinaulistiyono