Tampilkan postingan dengan label catatan bunda. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label catatan bunda. Tampilkan semua postingan

Selasa, 24 Desember 2019

Bersenang-senang dengan origami


Penjelajahan Osin Family hari ini dimulai dengan berkeliling Ibukota menggunakan bus wisata yang disediakan gratis oleh pemerintah provinsi.



Mengantri bersama para penumpang lainnya, kami start perjalanan dari halte monas dengan tujuan semula adalah menuju Kota Tua. Tapi berhubung bus yang dituju tak kunjumg muncul, maka kami beralih rute menuju tujuan Jakarta modern, dimana bus akan melewati monas, bundaran HI, senayan, mengeliling Gelora Bung Karno dan kembali lagi menuju monas.




Arus balik dengan traffic yang cukup padat membuat anak-anak bosan dan hampir mati gaya. Terlebih di dalam bus terdapat aturan untuk tak boleh mengkonsumsi makanan dan minuman sehingga aktivitas yang bisa dilakukan hanya mengamati pemandangan di luar bus saja.




Dengan modal empat lembar tiket bus, kami berkreasi membuat origami burung dan memanfaatkannya menjadi dongeng pengantar perjalanan kami menuju kembali ke halte monas.

Sabtu, 21 Desember 2019

Yang tersembunyi dari bayangan


Bermain bayangan menjadi agenda bermain kami malam ini. Berhubung dek Yeza sedang masa pemulihan pasca demamnya dua hari yang lalu, maka aktivitas kami lebih banyak dilakukan di dalam kamar.

Mencari ide bermain yang seru, akhirnya kami menemukan permainan dengan menggunakan tangan serta memanfaatkan redupnya cahaya di kamar hotel kami.

Aneka bentuk binatang kami uji coba melalui tangan dan jemari yang anggap aja deh menyerupai penampakan aslinya.

Eitz kenapa gak ada dokumentasinya? Hihihi soalnya tampilan pada dinding berbayangan menyajikan siluet penampakan kami sehingga batal untuk ditayangkan bersanding bersama aneka bentuk hewan lucu hasil kreasi lipatan jari jemari kami

Kamis, 07 November 2019

Buah Karya Yeza untuk Bunda



Hari ini emak sedikit mau cerita sosok sang Jenderal Sulung yang oleh Ayana diberi nama Adhyasta Faeyza Shadiq konon kabarnya karena ada doa tersemat disana. Adhyasta yang menurut Ayana berarti pengawas karena sedari lahir ayana seolah-olah mampu melihat mata awas adek yang memindai lingkungan sekitarnya, Faeyza yang berarti sukses dan Shadiq berarti terpercaya. Sehingga harapannya kelak Yeza akan tumbuh menjadi orang yang selalu awas, menjadi pemimpin sukses namun selalu jujur dalam bertingkah laku.

Rabu, 06 November 2019

Fitrah Belajar Sepanjang Hayat

Ada sebuah kolerasi positif yang saya temukan seiring berjalan waktu saat proses menumbuhkan fitrah belajar dengan jiwa disiplin serta pembentukan karakter ananda


Anak-anak yang tumbuh jiwa belajar dengan baik akan menjadi anak yang jauh lebih tertib dan disiplin pada waktu dan segalanya.
Semisal contoh sederhana, ketika seorang anak telah sadar dan paham makna belajar untuk meningkatkan segala aspek dalam dirinya (kognitif, motorik, sensorik dll) akan bertransformasi menjadi anak yang "gemati" Serta jauh lebih menghargai baik barang bawaannya maupu  segala pernak-pernik mereka.


Bada' ibadah maghrib anak-anak dengan rapinya mengerjakan standar petang guna menyambut dengan hati hakikat belajar itu sendiri...

Point Streght adek yeza berdasarkan pengamatan sejauh ini adalah disiplin dan bermental baja, ia pantang menyerah sebelum segala instruksi tamat ia kerjakan.

Selasa, 05 November 2019

Memulai Petualangan Bersama Teman Baru



Yuhuuuui, ada hal menarik beberapa hari belakangan ini yang ditunggu kehadirannya oleh Kak Nad. Konon kabarnya sih di kelas Kak Nad bakalan ada murid pindahan baru. Its means dia akan punya teman baru sesama anak pindahan, semacam sedang berusaha mencari temen satu gank agaknya 😂🤣


Hari pertama sang siswi baru hadir, Nad belum punya kesempatan untuk membuka obrolan baru dengan doi berhubung tempat duduknya yang kata Kak Nad sih berjauhan.

Nah waktu berdua khusus dengan sang anak baru, datang saat prosesi manasik haji di sekolah kak nad. As a new comer pastinya doi berdua belum melaksanakan program parenting di sekolah yang salah satunya adalah proses Manasik Haji.



Nah di kesempatan kali inilah Nad punya waktu dan ruang agak leluasa untuk bisa ngobrol, main dan beraktivitas bareng.

Hemmm... At a first emak mau cerita gimana prosesi Manasih Haji ala sekolah Kakak ya. Jadi tuh setiap prosesi manasik haji maka sang bunda harus pula turut mendampingi setiap ananda, turut bersama melaksanakan segala ritual orang berhaji pada umumnya.
Melelahkan sih, wong di lakuinnya pas di siang terik yang menyengat. So far Nad masih nyaman , gak grusa-grusu, gak gumunan justru sering mengalah dan memberikan kesempatan pada anak lain yang terlihat sangat tergesa dan belum mau tertib.

Pasca proses manasik haji barulah kesempatan main berdua dengan Zahra sang teman baru Kak Nad.  Hemmm sepanjang jangkauan radar si emak fokus mata Nad tertuju manakala lawan bicaranya tengah bercerita atau menanggapi suatu hal. Sehingga secara tidak langsung membuat lawan bicara nyaman melakukan komunikasi dengannya.


Senin, 04 November 2019

Antara Aku, Kamu dan Dua Ekor Kucing

Yuhuuuuu ada berita paling gress dari pawon Osin Family, what is that?
Hihihi dengan ini, secara resmi kami proklamirkan bahwa ada penambahan jumlah penduduk Osin Family, yang semula berempat kini kami menjadi ber-enam 😂😂🤣


Sepulang dari perjalanan ke Medan akhir pekan kemarin, kami membawa serta dua ekor kucing yang manis hasil adopsi dari pemilik rumah makan tempat kami bersantap siang.

Dengan suka cita duo jenderal menyambut tawaran tersebut. Menyempatkan singgah di pet shop untuk membeli beberapa perlengkapan sang anggota baru serta tak lupa membawa rekam medik terkait kesehatan sang duo pussy.



Duo jenderal yang memang teramat cinta pada hewan yang satu ini dengan sangat hati-hati memilihkan aneka perlengkapan sang pussy. Menjaga dengan telaten selama kami dalam perjalanan Medan - Pematang Siantar.

Sesuai dengan janjinya kepada Ayana bahwa mereka akan menjaga dan merawat duo pussy dengan penuh kasih sayang.



Apakah cara merawat dan menunjukkan rasa sayang berbeda? Hihihi jelas dong, namanya aja uda beda orang, pastinya beda karakter dan sifatnya


Jika Kak Nad lebih memilih untuk menemani duo pussy bermain, lain halnya dengan Yeza yang menunjukkan perhatiannya pada duo pussy dengan cara memastikan kandangnya selalu bersih dan bebas dari kotoran, baik karena ceceran makanan, sisa kotoran BAB&BAK duo pussy maupun hal-hal lainnya.

Well... Selamat bermain bersama teman baru dear kids, selamat melatih empati dan peduli kalian pada sesama makhluk ciptaan Gusti Allah 😃


Pematang Siantar, 4 November 2019
Puspaning Dyah, karena nama saya Pus maka saya adalah penyayang Pus



Minggu, 03 November 2019

Sang Navigator dan Kecerdasan Spasialnya yang Mumpuni



Berpetualanglah agar kau tahu mahalnya BBM saat ini
- Quotes Nglantur Emak -

Jiahahahahaa sungguh bukan sebuah quotes sebenarnya, jauh lebih kepada rintihan hati emak-emak budget minimalis tapi ingin hasil maksimalis🤣😂

Hihihi jadi tuh ceritanya di Ahad ceria ini segenap pasukan Osin Family mau mengadakan perjalanan misi ke barat mendapatkan sebungkus bubur candil... Yiahahahaha....

Tepatnya adalah kembali le our home sweet home di Pematang Siantar. Karena pada saat berangkat kami menggunakan kendaraan pribadi, gak mungkin dong pulangna malah jalan kaki, minimal ya pake ntu kendaraan pas awal berangkat kan ye pemirsah🤣


As a usulally (ceileeeh...) Emak hanya sebagai teman manis di samping pak Kepsek yang asyik mengendarai roda empat agar baik jalannya... Tuk tik tak tik tuk tik tak tik tuk...


Berhubung kecerdasan spasial si emak masih sangat-sangat butuh latihan ekstra maka sepanjang perjalanan tugas sebagai navigator atau pembaca GPS di alihtugaskan kepada sang Jenderal Sulung. Doi dengan kemampuan mengenal bangun dan ruang yang jauh lebih mumpuni mengambil posisi sebagai pembaca GPS dan bertugas mencari jalan alternatif manakala di temui jalur merah.



Alhamdulillah dengan kemampuam Kak Nad ini perjalanan kami lancar dan bisa terhindar dari padatnya traffic jalan raya di ahad yang selalu ramai.

Sabtu, 02 November 2019

Take a Risk and be Brave Kids



Yippie yippe yippie hei hei hei...
Its weekend and its our pleasure time as a family 😃

Jadi di akhir pekan ini kami bertravelling kembali, hihihi kemanakah tujuan kami? Yeeayh mengunjungi sang ibu kota provinsi, Kota Medan yang berjarak kurang lebih 3-4 jam perjalanan dengan kendaraan pribadi.

Sesuai dengan kesepakatan antara Ayana dan Duo Jenderal, mereka diperbolehkan akan berpetualangan ke mana selama berada di kota ini. Duo Jenderal memutuskan untuk menjelajah sebuah pusat pembelanjaan di mana terdapat sebuah wahana bermain semi outbond indoor.



So, apakah bisa ditebak siapa yang paling menikmati permainan outbond? Hihihi jawabannya pasti adalah Kak Nad 😃😃😃

Sepanjang sesi bermain ia nampak menikmati beberapa permainan yang cukup menguras energi dan membutuhkan konsentrasi, tenaga dan effort lebih. Di manakah sang jenderal bungsu? Doi menunggu sang kakak dengan setia, diam sebagai pengamat dan menunggu hingga sang kakak selesai bersenang-senang

Jumat, 01 November 2019

Kamis, 31 Oktober 2019

Rabu, 30 Oktober 2019

Selasa, 29 Oktober 2019

Senin, 28 Oktober 2019

Minggu, 27 Oktober 2019

Sabtu, 26 Oktober 2019

Children See, Childreen Do


Saat "Pembagian Jatah" tugas domestik Osin Family di awal bulan, Adek Yeza berinisiatif mengambil peran sebagai Manajer Kasur. Tugas pokoknya adalah merapihkan dan membuat kasur tertata dengan baik dan rapih sebelum ia berangkat ke sekolah formalnya.

Jumat, 25 Oktober 2019

Beradu Seperlunya, Berkasih Sayang Selamanya



Akan tiba masa di mana para emak akan begitu merindukan berisiknya anak-anak, tidak cukup rapihnya rumah serta dandan ala kadarnya sekedar tak nampak kucel serta tak tercium aroma bumbu.
-Quotes Nglantur Emak-

Kamis, 18 Juli 2019

Kreativitas membebaskanku berimajinasi



Seringkali saya mendapat pertanyaan dari rekan sejawat mengenai proses membersamai ananda, seperti:
"Mak, gimana sih bikin anak jadi kreatif?"
Atau di lain kesempatan akan muncul pertanyaan
"Mak, sumpah deh eikeh mati gaya nih, gimana ya berfikir lebih kreatif lagi?"


Hohohoho anda tak sendiri esmeralda? Fergusso pun mengalaminya 🤣


Hingga saat ini saya termasuk orang yang percaya bahwa kreativitas anak adalah salah satu potensi yang perlu di kembangkan sedari dini. Why? Karena dengan kreativitas menjadi salah satu dasar saat anak di hadapkan pada posisi harus memutuskan sesuatu dan menyelesaikan masalah, mampu berfikir melebihi cara pandang orang kebanyakan, dan mencapai suatu hal baru.

Yeza dan hasil kreasinya

Mobil salju karya Yeza

Bagi kami keseluruhan point-point tersebut bisa menjadi modal menuju kesuksesan apapun bidang yang di pilihnya kelak.

Setidaknya ada beberapa hal yang sering kami kerjakan bersama di Osin Family, di antaranya adalah :

1. Having Fun dan bermain bersama
Beragam media sering kami gunakan untuk bermain bersama, baik itu permainan DIY, sesuatu yang sengaja kami beli maupun bermain langsung bersama alam. Memberikan kesempatan pada anak-anak untuk bermain di luar rumah, mengeksplor alam dan sekitar akan menambah kaya wawasan, pengalaman serta mereka akan terbiasa berinteraksi dengan lingkungan sosial. Mereka akan belajar banyak hal termasuk belajar menyelesaikan masalah salah satu di antaranya. Eh iya, penduduk Osin Family akhir-akhir ini lagi getol-getolnya eksplor tentang alam lho, dan in shaa Allah dalam waktu dekat Family Project kami adalah mendaki salah satu gunung di Provinsi Lampung 😃


2. Memberikan kesempatan kepada mereka untuk berimajinasi
Ada beraneka ragam games pura-pura yang sering kami mainkan bersama, membacakan buku cerita dan membiarkan imajinya terbang bebas mengangkasa dan melangit bersama sejuta harapan yang ingin di raih mereka, daaaan bermain peran adalah salah satu aktivitas yang rutin kami lakukan bersama, kadang saya menjadi anak murid mereka, kadang mereka yang berperan dengan aneka profesi baru yang di temuinya atau terkadang hanya diam tak bergerak karena mereka tengah menjalankan peran sebagai sebuah patung 😃


3. Peka terhadap minat dan bakat
Apakah si kecil sering menggambar, menyusun buku, menumpuk barang, atau justru berkaca? Lihatlah lebih jeli mungkin akan kita temui apa minat dan bakatnya yang jika di asah dengan baik akan membantu mereka untuk segera menemukan syaqillanya.
Naah berdasakan beberapa pengamatan emak laboratorium kami, Adek Yeza gemar sekali menyusun aneka barang dalam suatu komposisi yang menarik dan teratur, sedangkan Kak Nad masih dominan perannya sebagai pelontar ide dalam beberapa aktivitas bersama. Huhuhuhu wait and see aja yuk, apakah akan menjadi bibit-bibit bakat mereka kelak 😃


Naaah sesuai dengan tugas dan materi yang emak dapatkan dari kelas Bunda Sayang soal mengenal gaya belajar anak, proses pendampingan kreatif adek yeza salah satunya adalah sessi bermain lego, yupzh hari ini adalah harinya adek bermain lego. Aneka kotak mini itu di susunnya seperti sebuah objek yang telah menjadi referensi sebelumnya. Ia yang tertarik mengamati aneka bentuk dan warna, berusaha merangkai imaji menjadi suatu bentuk nyata yang bisa di lihat, di raba namun sepertinya tidak bisa di terawang😃😁


Menurut imaji berdasarkan beberapa referensi sebelumnya, di buatlah sebuah mobil yang konon kabarnya dapat berjalan di atas hamparan salju. Lengkap di buat sebuah landasan mobil, garasi mobil dan menjelaskan secara detail bagian-bagian dalam mobil dan rumah salju kreasinya, menurutnya sih ini mobil tahan banting kalau berjalan di medan licin tersebut😃

Walaupun di sekitar muncul suara yang mengganggu ia nampak asyik pada dunianya, berusaha fokus menyelesaikan bentuk terbaik yang bisa di hasilkannya. Sooo... Sekian laporan pandangan mata emak hari ini, sampai jumpa di kisah yang berbeda esok hari ya ☺





Bandar Lampung, 18 Juli 2019
Puspaning Dyah, si emak rempong

Sabtu, 15 Juni 2019

Berkreasi dari yang terdekat



Akhir pekan adalah waktu yang menyenangkan untuk di habiskan bersama keliarga terkasih. Seperti kegiatan yang kami lakukan bersama di pagi ini, sesuai dengan apa yang Kak Nad tuliskan hari ini kami lalui dengan menunaikan beberapa point dalam daftar aktivitas duo jenderal.

Memulai hari ini dengan olahraga yang rutin kami lakukan bersama, di mana pekan ini di buka dengan jalan santai di lapangan depan rumah sembari berjemur dan menengok beberapa kucing komplek 😄


Cangkang telur yang siap untuk di bersihkan


Di lanjutkan dengan project membuat pupuk dan pembasmi hama organik dari bubuk cangkang telur. Di mana kami memulai prosesnya dengan membersihkan cangkang telur limbah produksi kue kering kami saat Ramadan yang lalu dari sisa telur yang masih menempel di dalam cangkang telur. Saat si emak dan Kak Nad membersihkan cangkang telur, Ayana dan Adek Yeza bertugas membersihkan aneka alas kaki yang kami gunakan saat hiking dan camping pekan yang lalu.

Nadia dan aktivitasnya

Yeza dan aktivitasnya

Deretan hasil karya Adek dan Ayana

Di tengah sesi membersihkan cangkang, terselip dialog tentang asal muasal proses pembentukan telur ayam, bagaimana kuasaNya Allah yang bisa membuat telur menjadi anak ayam serta beberapa masakan kreasi dari telur.

Sebagai penutup aktivitas hari ini di lalui duo jenderal dengan berbelanja di suatu toserba untuk membeli beberapa barang kebutuhan masjid yang memang telah di niatkan oleb Kak Nad sebagai wujud rasa bersyukur mereka pada sang Illahi Rabbi.



Cukup sekian report project kami hingga hari ini, dan sampai jumpa In Shaa Allah dengan even berikutnya 😃




Bandar Lampung, 15 Juni 2019
Puspaning Dyah, saat menulis melukiskan adalah kisah

Jumat, 03 Mei 2019

Melatih Kemandirian di Balik Lensa Kamera

Melatih Kemandirian day#9


Fotografi bisa jadi adalah salah satu kegiatan di mana bisa menjadi sarana healing untuk si emak, bermula dari virus yang di tularkan ayana 5 tahun yang lalu.

Ssmacam ketagihan untuk terus mencoba, mengeksplor teknik dan properti hingga bisa naik level dari sekedar kang foto amatir menjadi kang foto profesional 😁


Naaah menjelang Ramadhan yang tinggal menghitung hari ini, si emak Alhamduah lagi kebanjiran order nih buat Photo Shoot menu Ramadhan di beberapa tempat makan.

Yang biasanya si emak mengandalkan Ayana sekedar meminta pertimbangan dalam setiap hasil jepretan si emak atau hal sederhana lainnya seperti peletakan properti untuk mendukung komposisi suatu karya.

Namun lambat laun si emak harus terbiasa melakukannya secara mandiri.

Di mulai dengan meeting bersama klien, merumuskan konsep yang akan di gunakan dalam buku menu klien, lanjut dengan sketsa berisi komposisi dan styling agar nantinya mudah dalam menentukan properti yang mendukung proses pemotretan.

Kisah di balik lensa kamera


Saat semuanya sudah di sepakati bersama, maka meluncurlah si emak di hari ini bersama duo jenderal menuju venue di lakukannya pemotretan. Sembari menunggu emak mempersiapkan studio foto, duo jenderal secara mandiri menyelesaikan standar siangnya, memesan makanan, menhabiskan makanan, melaksanakan ibadah dhuhur hingga mengisi kebosanan dengan menjelajah seisi resto mengeksplor apa saja yang bisa mereka dapatkan. Dengan sesekali bertugas sebagai asisten emak dan tim, entah menjadi asisten memegang reflektor, blocking cahaya, atau mengambil dan mengembalikan properti pada tempatnya.

Salah satu hasil jepretan emak hari ini


Setelah melewati kurang lebih 8 jam, emak dan tim berhasil menyelesaikan setidaknya 15 menu ramadhan untuk kemudian kami eksplor kembali menjadi booklet menu resto yang menjadi klien kami hari ini.

Duo Jenderal yang menemani giat emak hari ini



Terimakasih banyak duo jenderal yang baik budi, telah menemani emak menunaikan amanah hari ini


Hatur nuhun pula untuk ayana, pak kepsek sekaligus mentor terbaik emak yang banyak mengajarkan si emak hingga emak berada di titik emak berada hari ini. Im happy grow old with you darl 😍😍😍



Bandar Lampung, 03 Mei 2019
Puspaning Dyah, Catatan Bunda Pembelajar




#hari9
#gamelevel2
#tantangan10 hari
#melatihkemandirian
#kuliahbundasayang
@institut.ibu.profesional

Rabu, 01 Mei 2019

Piknik Yuuk, Karena Piknik Itu Asik



Mengajarkan anak untuk menjadi mandiri rasanya tak salah jika di mulai sedini mungkin, saat ia mulai faham interaksi bersama dirinya, sesamanya, saudaranya maupun orang dewasa. Kenapa begitu? Mari kita tanya Galileo... Eh salah ya? Hihihi... 😆😆😆
Fakta psikologi berbicara bahwa kemandirian yang di latih sedini mungkin akan berpengaruh pada pembentukan karakter di masa dewasa mereka kelak.

Saya setuju dengan pendapat banyak ahli yang mengatakan bahwa melatih kemandirian artinya kita pun tengah melatih rasa tanggung jawab mereka. Ada banyak hal yang menjadi kunci sukses proses ini, kesabaran dan keuletan orang tua sebagai fasilitator utama menjadi salah satu kunci ,selain itu perlu diingat, melatih anak mengerjakan sesuatu terkadang butuh proses berulang sampai akhirnya sang anak terbiasa untuk melakukannya.

Mulai dengan memberikan tugas sederhana namun di lakukan secara konsisten. Saat mereka akan mencoba hal baru, maka berilah mereka kesempatan dan percayalah bahwa mereka mampu menyelesaikan amanah yang di berikan kepada mereka.

Salah satu budaya dalam keluarga kami adalah seringnya melakukan Tration atau Travelling Education, di mana kami akan berkunjung ke beberapa destinasi wisata maupun tempat di mana kami bisa bertemu dengan banyak guru kehidupan. Sebagai contoh saat Tration kami beberapa hari yang lalu, dengan rute yang cukup panjang, Bandar Lampung - Jakarta - Tegal - Semarang - Purwodadi - Yogyakarta - Bandung dan kembali lagi ke Bandar Lampung.


Di setiap tration, anak-anak telah terbiasa menyiapkan sendiri kebutuhannya, mulai dari busana sehari-hari, alat mandi, berbagai permainan sebagai pengisi waktu selama dalam perjalanan, serta tak lupa turut aktif untuk menentukan itinery kami selama Tration.


Tugas merapihkan tempat tidur pun tetap mereka jalankan dengan merapihkan tempat tidur hotel, serta tak lupa membuang selalu sampah pada tempatnya sekecil apapun sampah tersebut.

Termasuk urusan makanan, anak-anak hanya akan memesan atau mengambil menu dan porsi makanan sesuai dengan apa yang bisa mereka habiskan.
Menjadi pembelajar mandiri saat mereka datang ke suatu tempat wisata
Terlihat sangat sederhana, namun butuh konsistensi dan kesabaran agar kebiasaan kecil ini menjadi budaya yang tumbuh dan membumi di keluarga.

Sudah berlatih kemandirian bersama keluarga? Bukan kemarin ataupun esok, karena sekarang adalah saat yang tepat 😄



Bandar Lampung, 01 Mei 2019
Puspaning Dyah, Catatan Bunda Pembelajar




#hari8
#gamelevel2
#tantangan10 hari
#melatihkemandirian
#kuliahbundasayang
@institut.ibu.profesional