Kamis, 18 April 2019

Bahasa Indonesia Resep Mujarab Memulai Komunikasi Produktif

Beruntunglah kita terlahir di bumi pertiwi yang walaupun berasal dari suku yang berbeda, tinggal di pulau yang berbeda serta adat dan istiadat yang berbeda, namun kita memiliki Bahasa Indonesia yang menyatukan kita semua. Penah gak melakukan uji analisa, jika tiada Bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional, akan seperti apa kita berkomunikasi dengan individu yang “berbeda”dengan kita? Orang-orang dari ujung barat Indonesia bisa berkomunikasi dengan saudaranya di ujung timur negri dengan bahasa Indonesia sebagai penyelamat dan penengah mereka. Bayangkan saja jika para penduduk tidak bisa saling berkomunikasi, mempersatukan mereka bisa jadi hal tersulit bagi kita semua.
Komunikasi Produktif

Sabtu, 13 April 2019

Mengukir Cinta Memahat Kisah Bersamamu

Ada kalanya waktu bergulir dengan sangat cepat, namun tak jarang pula rasanya waktu lambat berputar. Perspektif kitalah yang menbuat adanya deviasi dari dua pemikiran ini. Seperti sebuah perumpaan, saat kita tengah melamun, akan ada dua pilihan tersaji : 'Kehilangan Waktu Luang atau Mencari Peluang".

Komunikasi Produktif Day#17


Akhir pekan senantiasa menghadirkan bumbu romansa di dalam keluarga kami, kadang kami lewatkan dengan "kencan khusus", baik orang tua dengan salah satu anak, atau " Kencannya" Para orang tua alias saya dan Ayana.

Karena biasanya sessi Kencan berdua ini menjadi penghubung dan penguat bonding di antara kami. Tak perlu mencari kemewahan, cukup makan berdua di warung bakso kesayangan, atau berbelanja beberapa kebutuhan, cukup sederhana namun di lalui dengan penuh makna.

"Kencan" Ala emak dan Pak Kepsek

Tak jarang "masalah" akan bisa terselesaikan hanya dengan obrolan "intim" berdua. Saat suasana cenderung menggeser ke kutup merah, maka sudah saatnya menarik salah satu anak secara bergantian untuk masuk ke sessi kencan bersama pasangan.

Apakah efektif untuk selalu menumbuhkan hormon oksitosin di jiwa emak? Silahkan menjawab dengan asumsi manapun namun satu yang mungkin jangan terlupa, yuuk cobain cara kami menguatkan bonding, dengan selalu berdekatan dengan keluarga kita 😃

Bandar Lampung, 13 April 2019
Puspaning Dyah, catatan bunda pembelajar


#day17
#komunikasiproduktif
#kuliahbundasayang
#ibuprofesional

Jumat, 12 April 2019

Sudahkah Berkomunikasi Produktif Hari Ini?

Komunikasi Produktif Day#16


Hari Jumat bisa jadi adalah hari yang cukup padat untuk Osin Family. Karena apa? Karena banyak agenda sosial yang kami rancang dan di plot di hari Jumat. Sedari Kamis malam duo Jenderal telah saling bekerjasama menyiapkan suguhan untuk sedekah jumat, dan di pagi ini mereka membuka hari dengan lebih pagi sebagaimana rencana yang telah kami susun sebelumnya, menitipkan sedekah jumat pada salah satu lembaga crowfunding untuk,di salurkan kepada para penerima manfaat.

Persiapan Duo Jenderal untuk Sedekah Jumat 

Hasil kerjasama Duo Jenderal


Ada banyak tantangan berkomunikasi yang kami jalani hari ini. Tantangan pertama adalah kami harus bisa meyakinkan bude Nia sang asisten andalan kami untuk mau melangkahkan kaki menuju tempat fisioterapis untuk melakukan terapi pada pergelangan tangannya yang mengalami fraktur akibat aksi akrobatiknya di dapur rumah kami beberapa waktu yang lalu 😂

Budhe saat menjalani sessi terapi


Memberi pemahaman bahwa fisioterapi bukanlah sebuah ikhtiar pengobatan yang "horor" dan membuat bulu kuduk merinding🤣 daaaan finally bude akhirnya bersedia menginjakkan kaki di tempat terapi walaupun di dahului dengan adegan melarikan diri macam film-film bollywood. Menjalani serangkaian proses terapi yang berlangsung kurang lebih 1,5 jam dengan di sertai rintihan dan derai air mata karna tak kuasa menanggung himpitan di dada 🤣🤣🤣

Berlanjut dengan home sharing yang kali ini membahas beberapa isu utama. Tentang rencana berbagi kebahagiaan saat milad Kak Nad esok hari, di lanjut dengan rapat untuk memutuskan menu apa yang akan di olah sebagai objek market day di sekolah formal Kak Nad esok senin dan di tutup dengan obrolan bersama pak Kepsek untuk konsep project photo si emak dalam waktu dekat (jadi ceritanya kang poto amatiran ini lagi dapat job untuk jadi fotografer sebuah buku menu dari caffe yang mau launching dalam waktu dekat, jadi si emak butuh saran dan inputan untuk menguatkan konsep yang akan di presentasikan ke calon kliennya si emak)

Yuhuuuuu ternyata mempraktikkan teori KOMUNIKASI PRODUKTIF itu gak hanya berlaku untuk keluarga, namun bisa kita praktikkan pada siapapun orang yang berhadapan secara langsung maupun tak langsung dengan kita.

Sessi Home Sharing Osin Family malam ini di sebuah rumah makan tak jauh dari rumah


Jika lukisan tersaji melalui goresan kuas dan warna yang berpadu dalam balutan "seni", maka bicara pun seperti itu, perlu ada seni dan menghadirkan rasa agar terasa ruh yang bersenyawa di dalam ratusan huruf yang kita keluarkan.

Sudahkah berkomunikasi produktif hari ini? In Shaa Allah kami sudah, kamu kapan? 😘


Bandar Lampung, 12 April 2019
Menjelang Milad Kak Nad
Puspa Fajar, catatan bunda pembelajar



#day16
#kuliahbundasayang
#komunikasiproduktif
#ibuprofesional

Kamis, 11 April 2019

Empati Kita adalah karena kita peduli

Komunikasi Produktif Day#15


Beberapa hari ini linimasa sosial media saya selalu ramai akan kicauan bernada politik maupun berita seorang selebritis yang kemudian akhirnya menjadi tersangka hingga terpaksa menginap di hotel prodeo. Buat saya beberapa berita tersebut adalah semacam sebuah rendang. Di masak kemarin, di hangatkan berkali-kali agar makin keluar aroma khas rendang serta bumbu santan yang semakin "semlekok", makin di angetin makin enak dan makin nagih.

Tapi di antara semua berita tersebut, ada dua hal yang cukup menarik perhatian saya. Pertama berita mengenai desakan penutupan sebuah perusahaan penambangan emas di bumi Aceh yang mempunyai dampak lingkungan cukup luas, serta berita bulliying pada seorang siswi di Pontianak.

Di tengah gaung Revolusi Mental, justru saya melihat banyaknya kecatatan mental yang terjadi hampir di semua lapisan masyarakat. 
Jika dahulu para pejabat "mencuri" uang rakyat masih cukup malu-malu dan melakukannya di balik meja, namun saat ini bentuk pelucutan pada "kepercayaan rakyat" sudah sampai taraf membahayakan. 

Salah siapa jika kemudian generasi muda sibuk menghamba pada sesuatu yang bukan mengarahkan mereka pada fitrahnya, melainkan begitu memuja sesuatu yang kurang mendatangkan manfaat untuk mereka. Bukankah dengan kemudahan akses umtuk masuk ke dan dunia digital harusnya semakin membuat banyaknya informasi positif yang bisa di serap oleh para generasi muda milenial?

Salah siapa dong kalau sudah begini? Salah gue? Salah temen-temen guee....????


Kalimat Istighfar lah yang kemudian mampu terucap. Telah tiba masa yang di gambarkan oleh Baginda Muhammad SAW, bahwa anak-anak kita adalah anak-anak akhir zaman. Tak selamanya kita akan mendampingi mereka, namun di masa ini adalah masa yang paling tepat untuk kita menumbuhkan kepribadian dan mendampingi setiap proses tumbuh kembangnya.

Anak-anak kita tidaklah tumbuh dalam masa kecil kita terlebih masa orang tua kita. Maka tidak bijak rasanya jika kita "copy paste" bagaimana orangtua kita mengasuh dan mendampingi proses tumbuh kembang kita.

Bajar membina keharmonisan keluarga, hadir secara fisik dan hati untuk anak-anak kita menjadi salah satu cara menjaga asset negara di masa mendatang. Sejatinya anak adalah peniru yang ulung, maka berhati-hatilah dalam memilihkan kata untuk,mereka.

Mengubah kata negatif menjadi sesuatu yang bersifat membangun dan mendidik.
Karena saudara kita adalah cerminan diri kita, apa yang kita lisankan adalah doa yang akan kembali pada diri kita.

Teruslah membina komunikasi pada seluruh anggita keluarga, buatlah SOP sendiri di dalak keluarga yang "memaksa" masing-masing individu mau membuka suara dan memulai perbincangan dengan yang lain.

Pak, bu....? Jika bukan kita yang peduli dengan anak kita harus pada siapa kita bisa mengadu?
Jika bukan sekarang kapan lagi???



#day15
#kuliahbundasayang
#ibuprofesional
#komunikasiproduktif

Rabu, 10 April 2019

Bermimpilah dan Bergegas Bangun Untuk Mewujudkan Mimpimu

"There is only one thing that makes a dream imposisible to achieve : the fear of failure"



Adalah sebuah quotes yang tidak sengaja terbaca saat saya berselancar di cyber digital sore tadi. Kurang lebih terjemahan bebasnya adalah :

"Hanya ada satu hal yang membuat mimpi menjadi mustahil tercapai : ketakutan dan kegagalan", kutipan yang di tulis oleh Paulo Coelho di dalam bukunya yang bertajuk " The Alchemist".

Membaca tulisan di atas, seperti ada yang membisikkan kepada saya bahwa jangan pernah merasa takut untuk melangkah dan berusaha mengejar impian. Karena satu atau dua kali kegagalah masih menjadi hal wajar. Di dalam kegagalan itulah kita belajar mengenal letak kesalahan kita.

Mengingat sessi bersama Mas Ardi Gunawan seorang motivator dan penulis buku "Kajian Magnet Rezeki", beliau mengatakan bahwa setidaknya jam mati saja akan benar dua kali dalam sehari. Artinya sebanyak apapun kesalahan yang kita lakukan baik sengaja maupun tidak sengaja pasti akan ada suatu nilai yang di anggap benar dalam keseluruhan hidup kita.

Kenapa jadinya ngebahas soal "mimpi" sih? Pan judulnya kita lagi ngomongin soal KOMUNIKASI PRODUKTIF  ye kan? 😂
Hihihihi jadi ceritanya tuh, beberapa hari ini si emak lagi berhubungan intens (ya elaaah intens kayak apaan aja yak 😂) sama Uni Nesri sang manajer HRD IIP yang menjadi salah satu penanggungjawab dalam acara Konferensi Ibu Profesional yang mau di selenggarakan Agustus mendatang.

Saya menuliskan beberapa mimpi keluarga kami sebagai bagian dari Ikhtiar menuju Our Mission Life ke dalam paper yang saya kirimkan di ajang "Call for Paper". Baru dapat ide lancar untuk nulis Paper yang akan di ikutsertakan itu pas d Hari H pengumpulan paper (kebiasaan bener si emak kalau ngerjain sesuatu pasti mephet-emphet sama deadline😂)



Bada Maghrib ada ide untuk menuangkan dalam tulisan, brainstroming dengan Pak Kepsek dan dua jam kemudian jadilah paper tersebut. Gak ada kepikiran buat lolos seleksi atau apapun itu, niatnya cuman nulis aja sesuatu yang bisa mendatangkan manfaat untuk orang lain sembari menuangkan ide untuk perubahan menuju ummat yang lebih sejahtera.

Eeeeh koq ya ndilalah di kontak langsung sama Uni Nes, wawancara via WA yang sumpah bikin kringetan (karna emang balas WA dalam kondisi di jalanan yang panasnya membara 🤣🤣🤣), tantangan banget buat saya yang seorang Auditori di mana akan lebih nyaman saat berkomunikasi via tatap muka dan suara. Eeeh lha ini di minta menjelaskan konsep yang saya tulis secara gamblang dan sejelas-jelasnya melalui media Whatsaap pula, lha dalah belepotan bener lah ya menyampaikan maksud hati agar pesan yang ingin di kirim sampai tepat sasaran.

Akhirnya perlu beberapa kali saya menjelaskan dengan alur yang bolak balik maju mundur secara random hingga akhirnya sessi wawancara perlu di cukupkan di iringi ucapan terima kasih😅

Lalu apa hasilnya? Wait and see aja deh, karena saya sendiri belum cukup yakin ide gila saya bisa di terima dengan mudah di kebanyakan orang 😂

Point yang bisa saya pelajari dari interaksi ini adalah, kita tidak  bisa menyamakan orang lain demi membuat kita nyaman. Seperti kasus yang saya alami, si auditori ini di paksa harus mampu tetap menjalankan KOMUNIKASI PRODUKTIF pada pihak lawan bicara melalui media dan apapun keadaan yang terjadi.

Saya jadi langsung membuka kembali suatu buku bacaan yang menuliskan sebuah kata penyemangat :

"You do not write your life with words, you write it with actions. What you think is not important. It is only important what you do"

Yeee kurang lebih artinya mah, "Kamu tidak menuliskan hidupmu dengan kata-kata. Kamu menuliskannya dengan tindakan. Apa yang kamu fikirkan tidaklah terlalu penting, satu-satunya yang penting adalah apa yang kamu lakukan"

Sebuah kutipan dari Patrick Ness yang di ambil dari salah satu buku yang kemudian di angkat ke dalam layar lebar. Banyak rencana dan harapan tapi sebanyak apapun itu, harapan tidak akan pernah menjadi kenyataan tanpa adanya tindakan dan usaha. Nasihat lama menorehkan bahwa untuk mewujudkan mimpi menjadi nyata kita harus bergegas bangun dan mewujudkannya. Gak pernah ada kata terlambat atau terlalu cepat, semuanya akan terjadi pada waktu yang telah di tetapkan. Tugas saya, kamu dan kita adalah berusaha, no putus asa, karena semua akan indah pada waktunya 😍😍😍
Oke cuy 😁



Bandar Lampung, 10 April 2019
Puspaning Dyah, penjelajah hikmah


#day14
#kuliahbundasayang
#ibuprofesional
#komunikasiproduktif




Selasa, 09 April 2019

Komunikasi Yang Baik Jalan Menumbuhkan Fitrah Berkasih Sayang

Komunikasi Produktif Day#13

"Buuuuuun, adek nyubitin perut aku...." Aduan Kak Nad di siang tadi sembari menunjuk bagian perutnya yang kurang nyaman baginya.

Tak lama berselang setelah tangisannya reda dan duo jenderal mulai bermain bersama....

Adek : "Buuuuuun, kakak ngambil mainan aku gak pake ijin...." Jerit si adek saat ke luar dari kamar dengan bersimbah air mata

Bunda : "Kak Nad lupa ya minta izin sama adek? Next harus izin dulu ya karena mainan itu punya adek"

Bunda : "Dek, Bunda tau adek marah dan sebel sama kakak, tapi adek tetep gak boleh kasar sama kakak, adek kan laki-laki, pesan ayah apa coba? Laki-laki harus jadi pelindungnya perempuan kan?"

Apakah pertikaian berhenti saat itu juga? Hehehehee belum tentu pemirsa, walaupun usaha pengalihan untuk adek sudah di lakukan tapi ia tetap ngotot pada pendiriannya, dan memang prinsip di keluarga kami tidak berlaku bahwa sang kakak harus selalu mengalah pada adiknya atau bahkan sebaliknya, melainkan siapa yang berhak maka harus mengambil haknya kecuali jika ada kesepakatan di antara dua belah pihak.

Bunda : "Duuh kalau udah begini, bunda gak tau nih abisnya kalian berdua gak ada yang mau ngalah"

Nadia : "Oke bund, aku yang ngalah, aku yang salah udah ngerebut mainan adek"

Bunda : "Alhamdulillah, makasih banyak ya Kak, Kak Nad keren banget deh"

Melihat situasi ini...

Adek : "Iya eza juga salah udah marah sama kakak, mau di peluk juga sama nda"



Akhirnya semua mengalah, menagih minta di peluk dan di cium, serta kembali bermain bersama.

Fyiuuugh rupanya keaktifan Kak Nad hari ini berbuah rasa tidak nyaman untuk adek. Saling memperebutkan sesuatu, lalu beradu argumen, saling adu fisik menjadi pemandangan sehari-hari yang mewarnai rumah kami, walaupun begitu cepat mereka merasa tidak nyaman dengan yang lainnya, namun secepat itulah mereka saling berpelukan dan duduk bersama kembali dalam suasana yang lebih ceria.

Ada jeda yang perlu kita ambil untuk melerai mereka, mengambil salah satu anak dan membisikkan kata cinta, menularkan energi positif, membangun rasa nyaman dan mau memaafkan satu sama lain. Ada kalanya pula untuk mendudukkan mereka berdua, mendengarkan apa yang menjadi isi hati mereka dan membuat mereka menjadi kurang nyaman akan perilaku salah satu pihak. Bukan sekedar belajar berkomunikasi tapi menumbuhkan fitrah berkasih sayang di antara mereka.



Di setiap hari kami menjemput Kak Nad dari sekolah formalnya, hampir selalu ada "oleh-oleh" yang di bawa untuk adiknya baik berupa makanan, hasil karya di kelasnya atau  harta karun berburu dari hutan jati. Jika berupa makanan maka akan di makan berdua dengan sang adeksepanjang perjalanan kami menuju rumah, jika berupa sesuatu barang maka kak nad akan langsung bercerita kisah di balik barang bawaannya itu, dan adek yeza akan menjadi pendengar setia yang dengan antusias mendengarkan apapun celotehan Kak Nad.

Begitulah indahnya persaudaraan dan kasih sayang yang senantiasa kami syukuri, walaupun proses menjaga keistiqomahan itu sangatlah tidak mudah. Menjadi hal wajar jika perkelahian, pertikaian dan perdebatan terjadi namun ikhtiar untuk selalu membentuk agar nilai persaudaraan dan kasih sayang harus selalu tumbuh subur di dalam keluarga agar mereka siap melanjutkan tongkat estafet kepada saudara dan keturunan mereka kelak.


Bismillah, semoga Allah SWT selalu menyatukan kami dalam ikatan cinta dan kasih sayang




Bandar Lampung, 9 April 2019
Puspaning Dyah, penjelajah hikmah



#day13
#kuliahbundasayang
#ibuprofesional
#komunikasiproduktif




Senin, 08 April 2019

Magnet Rezeki dan Membuka Perisai Diri

Terkadang kita hanya butuh beberapa effort kecil untuk membuka sebuah obrolan dengan orang "asing". Tanyakan hal-hal umum seputar dirinya sebagai " Pemancing" Obrolan mampu menjadi jurus jitu bagi saya saat berada di tengah-tengah lingkungan yang baru. Saya jadi teringat beberapa prinsip dasar yang Ibu Profesional tuliskan saat kita tengah menjalin suati sinergi dengan pihak lain. Antara lain prinsip U Win I Win, Understanding first than to be understood, understand your unniquiness, dan code of conduct and moral characters.

Hari ini atas atas izin dan ridho pak kepsek, berangkatlah saya untuk mengambil job mendokumentasikan suatu acara di pinggir kota Bandar Lampung. Bersama Adek Yeza yang sangat kooperatif selama saya harus bekerja meliput sebuah kegiatan. Doi yang bisa duduk manis di barisan paling belakang bersama setumpuk mainan dan cemilannya membuat saya cukup tenang menuntaskan kewajiban saya hari ini. Seperti biasa setiap saya akan bertugas, maka saya akan menyampaikan dengan cukup lugas kepadanya, di mana, kapan, bersama siapa, akam bertemu dengan siapa saja serta banyak gambaran umum sebagai informasi awal baginya, agar iapun bisa mempersiapkan "perbekalan" apa yang perlu di bawanya.

Sang pengawal setia bunda

Menggunakan beberapa prinsip sebagaimana tertuliskan di muka, hari ini saya berkesempatan menjalin silaturahim dan perkenalan dengan banyak orang baru. Bahkan berita baiknya adalah sang pemateri acara hari ini yaitu Mas Ardi Gunawan tanpa saya tawarkan terlebih dahulu, tertarik menjalin sinergi dengan Ibu Profesional Lampung dan menyapa teman-teman IP Lampung dalam berbagai forum berikutnya. Woow hari ini saya praktik langsung ilmu yang baru saja beliau ajarkan mengenai "Magnet Rezeki". Bagaimana rezeki-rezeki itu akan datang secara tiba-tiba tanpa kita menyadarinya saat kita mau untuk membuka "Perisai Diri".

Hayyo Tebak, sedang berpose bersama siapakah si emak?

Kabar baiknya pula seorang artis yang pernah ngetop di zamannya, yang saat ini berkesempatan hadir dan saya bisa berkenalan dengannya, tak pelit ilmu ingin berbagi sesuatu dengan kawan-kawan saya di IP Lampung begitu saya kenalkan tentang portofolio IP Lampung dalam sosial media yang kami miliki. Mashaa Allah Tabarakallah atas segala kebaikan dan kemudahan yang Allah berikan kepada saya dan IP Lampung. Semoga komunikasi yang baik bisa mendatangkan sinergi yang mendatangkan manfaat bagi banyak pihak.



Bandar Lampung, 8 April 2019
Puspaning Dyah, Bunda Pembelajar

#day12
#kuliahbundasayang
#ibuprofesional
#komunikasiproduktif