Senin, 11 September 2017

Indonesia Darurat Stunting


“Prasaan anakku makan terus tapi koq tetep kurus ya???”

“Anakku badannya uda gempal nih padahal jarang makan lho, cuman minum susu aja...”

“Duh anakku koq pendek ya? Apa karna Bapak sama Emaknya juga gak tinggi-tinggi amat ya?”



Itulah kadang beberapa obrolan khas emak-emak kekinian yang seringkali terdengar saat mereka “rapat bersama”. Apakah benar yang keluhkan mereka? Ataukah sebenarnya keluhan tersebut menjadi gerbang awal suatu kerisauan yang berkelanjutan?

Nah Mak? Pernah gak mak ngedenger kata “STUNTING”

Satu hal yang bisa jadi akan merisaukan emak-emak (semacam saya) adalah ketika ananda tervonis STUNTING. What? Stunting. Makanan apa pula itu, koq kedengarannya syerem banget sih? Hahahaa jujur emak juga agak parno sih kalau denger kata tersebut, karena sedikit banyak emak pernah berurusan dengan “hal menyeramkan tersebut”

Nah di sinilah mak saat ini, belajar bareng para Blogger Lampung untuk tahu sekelumit tentang Stunting di acara "FLASH BLOGGING, Gerakan Masyarakat Hidup Sehat dalam Penurunan Prevalensi Stunting, yang di selenggarakan oleh Kominfo RI di Hotel Novotel Lampung
Giat Mak hari ini



Menurut Badan Kesehatan Dunia, Indonesia adalah negara dengan angka Stunting yang cukup tinggi, hingga berada di urutan ke-lima jumlah anak dengan kondisi Stunting. Statistik berbicara Provinsi Sumatera Selatan dan Bali adalah dua Provinsi di Indonesia dengan angka Stunting paling minimal di bandingkan wilayah yang lain. So Kemana provinsi-provinsi yang lain???  Seberapa worry sih sama si Stunting ini? Jujur emak pernah berada dalam kondisi di mana emak sangat khawatir  pada kondisi Kak Nad di usianya 12 bulan, saat itu Kak Nad di vonis oleh Dokter Gizi sebagai anak yang gagal tumbuh terlihat dari Growt Chart Kak Nad yang tidak menunjukkan hasil menggembirakan setelah melalui observasi  kurang lebih 3 bulan. 

Oke, sekarang emak mau membahas secara etimologi apa itu Stunting. Di kutip dari Kompas.com, Stunting adalah masalah gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu lama, umumnya karena asupan makan yang tidak sesuai  kebutuhan gizi. Stunting terjadi mulai dalam kandungan dan baru terlihat saat anak berusia dua tahun. Yes di usia 12 bulan Kak Nad menunjukkan angka pertumbuhan yang tidak terlalu mencerahkan dan sesuai dengan pakem dari Kurva pertumbuhan yang WHO maupun IDAI rilis. Salah satu faktornya adalah adanya indikasi ADB akibat minimnya asupan zat besi Kak Nad di usianya saat itu.

Jujur emak akui, di masa kehamilan emak tidak terlalu memperhatikan kecukupan gizi emak di tunjang tri semester pertama yang cenderung mengalami mual dahsyat, rupanya hal tersebut menjadi salah satu faktor penyebab vonis “Gagal Tumbuh” dari Dokter Gizi Kak Nad saat itu, tentunya di luar banyak faktor yang berpengaruh. Seperti hal yang di aminkan oleh Dr. Marina, Kasudit Penanggulangan Masalah Gizi Kemenkes RI, perhatikan kondisi gizi dan kesehatan Ibu Hamil, serta tak lupa pantau terus 1000 HPK (Hari Pertama Kehidupan) untuk meminimalisir resiko stunting pada bayi baru lahir.


Dr. Marina, Narasumber acara hari ini tengah menularkan ilmunya kepada peserta

Huuuaaaa beneran lho emak jadi prihatin banget sama kondisi Indonesia dari angka statistik yang dipaparkan oleh Narasumber di atas, dalam hati mah emak jadi bergumam, kalau beneran nih survey di angka tersebut valid, ini mah namanya Indonesia berada di grade waspada STUNTING euy, misalnya aja nih dari 7juta sekian anak Indonesia menderita Stunting, itu artinya sekitar 37% anak Indonesia masih membutuhkan perhatian ekstra karena mereka tidak tumbuh dengan baik.

Bisa jadi nih (just in Emak opinion aja ya) masih banyak orang awam yang menganggap Stunting hanya sebagai permasalahan genetik dan bukan masuk kawasan determinan primer (misalnya seputar anggapan stunting hanya berputar di tinggi badan anak)... aaaawwwwkkkk... please yuuk emak-emak kece kita segera melek, Stunting not just about as simple like that, Stunting bukan lagi jadi isu yang sederhana lho, doi gak cuman bakalan merugikan pertumbuhan fisik dan kognitif, tapi juga kesehatan anak di masa mendatang lebih lanjut akan berdampak pada produktifitasnya di usia remaja dan dewasa. Mereka anak-anak bangsa lho, di tangan merekalah estafet kepemimpinan terletak. Karena setiap anak terlahir Istimewa, maka berikanlah hal-hal “istimewa untuk setiap tumbuh kembangnya.


Mak Kece lagi khusyuk buat review


So, yuuk antum-antum yang udah ngrasa jadi orang tua, mulai yuuk kita perhatikan asupan gizi yang masuk di tubuh buah hati kita. Karena banyaknya makanan bukanlah menjadi tolak ukur untuk menilai anak tersebut sehat atau tidak, namun kecukupan gizi dan higienitas nutrisi yang kita berikanlah yang sangat berpengaruh pada tumbuh kembangnya.

Sebagaimana anak-anak adalah peniru yang ulung, maka tularkan hanya hal-hal baik saja untuk mereka, karena dari kita mereka akan belajar mengenai integritas, baik apa yang kita katakan, lakukan  maupun katakan dan lakukan. Kebiasaan baik, healthy live style yang kita ajarkan bisa jadi akan menular kepada mereka, maka mulai dari hari ini, mulailah hanya kebiasaan yang baik untuk bekal di kehidupan mereka mendatang. Tak kalah pentingnya adalah asupan gizi para Ibu Hamil dan Menyusui, kondisi psikologis ibu hamil akan sangat berpengaruh pada janin yang dikandungnya. Jagalah ibu hamil di sekitar kita, bahagiakan mereka dan mudahkanlah urusannya. Karena Ibu  yang bahagia akan melahirkan anak-anak yang bahagia, sehat secara raga dan jiwa

Mak  kece lagi di bidik kamera paparazzi :)
cerita selanjutnya nantikan segera di kamar emak ya 😉

Bahagiakan Ibu Hamil, sebagaimana kau membuat bahagia pacarmu #LHOLHA



Satu suara untuk Indonesia yang lebih sehat dan bahagia

Bandar Lampung, 12 September 2017

Puspaning Dyah, emak yang hari ini belajar, lagi dan lagi, hingga nanti tanpa henti


Rabu, 06 September 2017

Membuka Keran Rezeki

Pengawal Bunda di saat baterai masih Full Energy


Masih berbicara mengenai Seminar Kewirausahaan Raih Omzet Luar Biasa dengan Sosmed bersama Kang Saptuari Sugiharto, kali ini emak akan membahas sessi kedua dari seminar ini, di mana Kang Saptu akan bercerita Bagaimana Allah datang dengan segala keajaibanNya di semua kehidupan kita, bagaimana cara Allah membuka keran-keran rezeki yang selama ini menyumbat dan menyebabkan bisnis yang kita miliki menjadi mandeg, stagnan atau bahkan mengalami penurunan.
1.       Sholat Tepat waktu



Hal pertama yang diajarkan beliau adalah sebelum memperbaiki hubungan kita dengan manusia maka perbaikilah terlebih dahulu hubunganmu dengan Sang Pencipta. Cobalah memancing rizkimu dengan melaksanakan sholat lima waktu tepat di awal waktu (and buat agan-agan yang ngrasa cowok tulen nih, cobalah rutinkan sholat berjamaah di masjid) dan lihatlah bagaimana kekuatan doa yang akan menembus langit dan membuka satu jalur rizki yang Allah tetapkan untuk anda. Anda bisa membayangkan apa yang Allah janjikan dalam shalat berjamaah? Gak tanggung-tanggung mblo, di lebihkan pahalanya 27 derajat dibandingkan jika antum sholat sendirian? Kebayang kan gimana powerfullnya kekuatan doa yang antum sampaikan?

Pada sebuah buku saya pernah membaca adanya hubungan Tarik Menarik , intinya kurang lebih begini : “Apa yang Anda fikirkan itulah yang Semesta kirimkan”. Boleh juga kita mendeskripsikannya Anda-lah yang menarik segala sesuatu itu terjadi yang pastinya semua berlaku atas izin dari Yang Maha Kuasa.

Pengalaman pribadi saya membuktikkan betapa disiplinnya kita melaksanakan ibadah sholat dengan Hukum Tarik Menarik, di mana keduanya saling menguatkan satu sama lain.
Saat sholat dan doa sebenarnya kita tengah berdialog dengan Sang Maha Pencipta, di dalamnya terselip doa, impian, harapan yang ingin di wujudkan. Sebagian pembaca mungkin akan berujar : “Saya telah melakukan sholat lima waktu, berdoa dengan sungguh-sungguh namun hingga saat ini Allah belum menjawab segala doa dan pinta saya?” tapi sebenarnya, justru kitalah yang mungkin belum mamatuhi hukum Tarik Menarik ini. Satu garis lurus yang bisa saya simpulkan dari gambaran yang diberikan Kang Saptu, bahwa doa dan Hukum Tarik Menarik saling berkaitan erat. Bukti nyatanya adalah seorang Atheis saja bisa koq mewujudkan impian-impiannya semata-mata karena ia telah mematuhi hukum Tarik Menarik.

Seorang filsuf pernah menulis “Sesuatu yang tidak bisa Anda kendalikan, maka lupakan saja”. Sudah tepatkah pernyataan ini? Bukankah ada banyak hal yang masih bisa kita kendalikan? Dengan apa? Dengan Sholat, berserah diri pada Sang Maha Pencipta, melalui ibadah-ibadah yang tegak lurus tertuju kepada Beliau, menembus batas langit dengan harapan membuka simpul-simpul kemacetan yang selama ini menghambat rizki anda turun dari langit.



2.       Berbuat baik kepada Ibu dan Bapak



Kalau saya diperkenankan menerjemahkan bebas dari semua ulasan Kang Saptu mengenai ridho Ibu, saya bisa mengatakan bahwa kekuatan seorang ibu menjadi salah satu sayap yang membuat kita kuat untuk terbang dan melesat melalui segala macam ujian, rintangan.

Ibulah orang pertama yang membanggakan anda di hadapan teman-temannya
Ibulah orang yang tak kan pernah letih mendoakan segala kebaikan anda
Ibulah orang yang selalu akan membahagiakan anda bagaimanapun keadaannya

Yuuk sekarang tengok Qur’an surah Az Zumar Ayat 6

“Dia menciptakan kamu dari diri yang satu (Adam) kemudian darinya Dia jadikan pasangannya dan Dia menurunkan delapan pasang hewan ternak untukmu. Dia menjadikan kamu dalam perut ibumu, kejadian demi kejadian dalam tiga kegelapan. Yang berbuat itu adalah Allah, Tuhan yang Maha memiliki kerajaan. Tidak ada Tuhan selain Dia, maka mengapa engkau dipalingkan?”

Setiap orang pasti memiliki cerita dan kesan tersendiri atas Ibunda tercintanya, terutama jika itu menyangkut pengalaman-pengalaman suka dan duka dalam melewati hari-hari. Lihatlah melalui kacamata spiritual bagaimana kekuatan doa seorang Ibu memberikan dampak yang luar biasa bagi perkembangan keluarga.

Sebuah anekdot seringkali saya lontarkan kepada anak-anak saat bercerita tentang sosok Ibu saya yang notabenenya adalah nenek mereka (anak-anak saya secara fisik belum pernah bertemu dengan beliau, namun mereka mengenal sosok Nenek dan Datuknya melalui cerita dan gambaran saya mengenai Beliau berdua kepada anak-anak), bahwa Mama membesarkan saya hanya dengan “Modal Dengkul”, dengkul yang dipergunakan Beliau untuk bermunajat dengan segenap jiwa raganya, mendoakan yang terbaik untuk seisi keluarga. Dengan dengkulnya yang terkadang perih menahan beban ketika berlutut dan telinga yang panas ketika mendengarkan keluhan saya dan adik saya maupun Ayah kami, justru itulah yang lebih sedap daripada mulut yang senantiasa melontarkan makian dan kata-kata kasar

Akan banyak tinta emas yang pasti tercipta saat kita menceritakan sosok seorang Ibu, dan bahkan dengan ketulusannya Beliau tak kan pernah meminta kompensasi dalam hal apapun dan wujud apapun. Perhatian dan kehangatan kita lah yang dibutuhkan olehnya untuk memompa semangat Beliau di usianya yang beranjak senja. Selagi mereka masih hidup berilah perhatian dan tampakkanlah kepedulian. Jika kita tak tinggal serumah dengan Beliau, lakukanlah sesuatu hal yang menyenangkan hatinya.

Tidak berlebihan rasanya jika kemudian tercipta sebuah lagu dengan lirik yang begitu dalam menggambarkan tulusnya cinta seorang Ibu pada keluarganya

“ Kata mereka diriku selalu di manja
Kata mereka diriku selalu di timang
Oh Bunda ada dan tiada dirimu
Kan selalu ada di dalam hatiku”

Ada nasihat yang selalu saya camkan dalam lubuk hati saya, bahkan saya tuliskan di atas meja kerja saya, sebuah nasihat lawas dari Doroty Law Nolte :

Kalau seorang anak hidup dengan kritik, ia akan belajar menghukum
Kalau seorang anak hidup dengan permusuhan, ia akan belajar kekerasan
Kalau seorang anak hidup dengan olokan, ia belajar menjadi malu
Kalau seorang anak hidup dengan rasa malu, ia akan belajar merasa bersalah
Kalau seorang anak hidup dengan dorongan, ia akan belajar percaya diri
Kalau seorang anak hidup dengan keadilan, ia akan belajar menjalankan keadilan
Kalau seorang anak hidup dengan ketentraman, ia belajar tentang iman
Kalau seorang anak hidup dengan dukungan, ia belajar menyukai dirinya sendiri
Kalau seorang anak hidup dengan penerimaan serta persahabatan, ia belajar untuk mencintai dunia

Dear Mama, terima kasih atas segala pengajaran baik yang kau wariskan untukku, terima kasih atas segala waktu yang kau habiskan untuk kebaikan keluarga kita, terima kasih untuk segala hal remeh temeh yang kemudian menjadi luar biasa hanya dengan sentuhan ketulusanmu, terima kasih Mah, bhaktiku tak kan pernah cukup untuk membalas segala jerih payah perjuanganmu.

Dear Ibu Mertuaku, terima kasih atas kesediaanmu menjadikanku anakmu, terima kasih atas perjuanganmu membesarkan suamiku, terima kasih atas segala letihmu mengasuhnya, sungguh aku berhutang banyak hal padamu atas segala kemudahan dan kebaikan yang suamiku berikan padaku



Kalianlah ibu terkeren sepanjang masa


untuk ulasan sebelumnya silhkan klik link berikut :



Bandar Lampung, 6 September 2017
Puspaning Dyah, seorang anak yang masih dan in sya Allah selalu mendoakan kebaikan Mamanya

Selasa, 05 September 2017

Bernyanyi merdu bareng Kang Saptuari Sugiharto




Main gitar sambil naik komidi putar
Apalagi di sambi ngemil pisang dan jagung
Seminar bukan sembarang seminar
Khusus mendatangkan kang saptu untuk Lampung


Makan pindang ikan di sambi ngemil jenang
Ada juragan rojak di ujung kampung
BI lampung emang paling bisa bikin hati senang
Semangat memacu wirausaha muda lampung



Selasa 5 September 2017 emak mengawali pagi dengan keriuhan khas rumah emak setiap harinya, menyiapkan nutrisi pagi dan bekal Kak Nad, di lanjut dengan menghadiri undangan seminar di kantor Ayana. Yupz seperti pantun yang emak tuliskan di awal, untuk pertama kalinya Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung menggelar Seminar Kewirausahaan yang gak tanggung-tanggung menghadirkan sosok Saptuari Sugiharto sang enterpreuner handal dari Jogja. Beliau dengan segudang prestasi yang telah ditorehkan serta virus motivasi yang berhasil di tularkan pada banyak calon dan pengusaha muda Indonesia.


Perkenalan emak dengan si akang Saptu ini bermula dari alkisah tentang sosok Beliau melalui rekan-rekan Sedekah Rombongan (SR) Lampung dan juga komunitas Tangan Di Atas (TDA) Lampung di mana Kang Saptu sering mengisi seminar di dalamnya. Namun obrolan pribadi emak dengan Beliau justru bermula saat proses penyusunan materi FLASH yang rencananya saat itu akan mengundang kang Saptu menjadi salah satu narasumber di rangkaian acara FLASH 2016, namun rupanya saat itu belum berjodoh dan qadarullahnya malah berjodoh saat BI yang menjadi tuan rumah di rumahnya sendiri 😊

Yes di sinilah emak hari ini, di kawal bujang ganteng nan solih emak mengikuti rangkaian acara dengan khusyuk dan sedikit kerepotan menjaga adek Yeza agar tetap dalam kondisi good mood dan cenderung “anteng” selama acara berlangsung.

Seminar di buka dengan sambutan Ketua HIPMI Lampung Bpk. M Khadafi, SH yang diwakilkan Bpk. Ari Arianda Jausallam, ada satu pernyataan yang berkesan untuk saya, yaitu saat beliau mengatakan bahwa “Wirausaha itu bukan karena bakat, tapi karena tempaan berbagai aspek, dibutuhkan konsistensi dan kesungguhan untuk mencapainya” huuaaaaa sumpaaah saya langsung jadi Baper euy, dua kata kunci itulah yang masih sulit saya terapkan saat memulai bisnis . Lebih seringnya merasa gampang patah arang saat masalah dalam bisnis yang baru seumur jagung dimulai, di tambah kurang konsisten saat mood mulai merosot, dan yang pasti semangat juang yang naik turun untuk selalu bersungguh-sungguh membina bisnis yang mulai merambah naik, masih belum bisa saya praktikkan dengan baik dan benar (huhuhuhu.... emak nangis di pojokan sambil ngunyah cireng )

Acara berlanjut dengan sambutan dari Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Lampung Bpk. Satria Alam, Msi. Beliau bertutur peran pemerintah Lampung untuk menciptakan iklim usaha yang kondusif demi memacu semangat dan munculnya wirausaha muda baru di bumi Lampung. Pemerintah Lampung berharap adanya sinergi yang mesra antara Pemerintah Pusat, Provinsi, Kota dan Daerah demi pemberdayaan UMKM dan antar instansi di daerah. Secara undang-undang pemerintah telah memfasilitasi melalui UU No. 20 Tahun 2008 sebagai salah satu pilar ekonomi daerah yang diharapkan mampu membangun budaya kewirausahaan serta motivasi kewirausahaan di tingkat daerah.

Sambutan berikutnya di berikan oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, Bpk. Arief Hartawan, di awali dengan guyonan dan sapaan khas, beliau memulai sambutannya di sisipi dengan motivasi yang menjadi catatan emas untuk saya, yaitu “Belajarlah dari yang telah sukses duluan, belajarlah pada ahlinya” yes, saya sepakat ketupat sama statement ini, hidup itu perjuangan mblo,  termasuk di dalamnya berjuang hidup meraih cinta si doi, hidup juga tentang kerja keras bahkan untuk meraih keberhasilan diperlukan keringat dan air mata, di jamin deh mblo gak ada yang instant karena semua melalui proses  yang dilalui dalam setiap proses kehidupan. Dan saya semakin percaya banget deh sama Pak Arief, bahwa orang-orang yang sukses telah melalui segala rasa pahit, manis dan jungkir baliknya kehidupan (pingin deh emak bisikin, Pak kita sukses bareng-bareng yuuk pak 😁)
Bapak Arief Hartawan memberikan Sambutan


Hal menarik dari sambutan yang diberikan Bpk. Arief Hartawan adalah adanya challenges yang diberikan KPw BI Provinsi Lampung untuk 10-15 wirausaha muda yang hadir dalam Seminar hari ini untuk menjadi mitra binaan Bank Indonesia dengan benefit memperoleh pelatihan, diikutsertakan dalam berbagai pameran serta terbuka kemungkinan untuk studi banding dengan mitra binaan Bank Indonesia yang lainnya. Wow, kali ini saya cukup tercengang, bravo banget buat gebrakan yang di lakukan BI Lampung kali ini untuk mendongkrak perekonomian Provinsi Lampung, bukan sekedar sebagai institusi pemerintah yang berkutat mengurusi segala printilah ekonomi Makro, namun inilah kerja nyata BI Lampung di tingkat mikro. Bayangin deh mblo, di gandeng gebetan aja uda bikin hati kembang kempis lha ini mau di gandeng Pak Arief, eh ralat mblo,  di gandeng sama BI Lampung buat jadi mitra binaannya. Hidupmu bisa lebih berwarna deh mblo jadi bakalan lewat deh itu sesemantan dari pikiranmu 😊😊😊
Pemberian Cinderamata kepada Narasumber



Memasuki acara inti di mulai seminar wirausaha yang di beri tajuk “SEMINAR KEWIRAUSAHAAN, RAIH OMZET LUAR BIASA DENGAN SOSIAL MEDIA, HIGH IMPACT SEMINAR ON ENTERPREUNERSHIP”


Sebagai pembicara tunggal, Saptuari Sugiharto, seorang alumnus Geografi Universitas Gajahmada, dinobatkan sebagai Provokator Enterpreuners, Owner dan Founder Kedai Digital Corp, Jogist, Bakso Granatz Pedazz dan Tengkleng Hohah (yang ini konon kabarnya jadi favorit banyak rekan-rekan saya di Jogja dan selalu di rekomendasikan kalau saya berkunjung ke jogja 😊), founder Komunitas Rombong Sedekah (yang Alhamdulillah sudah ada perwakilannya di Lampung, lengkap bersama Rumah Singgah dan menyusul segera In sya Allah adalah Ambulance SR Lampung), di samping itu Beliau adalah Penulis Buku Best Seller “Kembali ke Titik Nol”  (kurir SR siapin Royalti buat emak ya, uda emak tulis nih about dirimu 😃😃😃)


Statement awal sebagai pembuka sudah cukup menohok saya, ditampilkan slide dengan tulisan yang cukup provokatif menurut saya “Tidak ada yang instan di dunia ini, berjuanglah membangun bisnismu sendiri”
Kita semua mungkin akan sepakat bahwa kehidupan manusia selalu akan jatuh bangun. Tidak ada satupun yang bisa menjanjikan bahwa langit akan selamanya menjadi biru, namun saya selalu yakin bahwa ada satu hal yang pasti, setelah hujan reda akan selalu ada pelangi indah yang mendamaikan hati dan rasa kita. Seperti halnya setelah mantan bisa jadi akan ada pacar yang baru #lholha... 


Bukan masalah bagaimana kita gagal atau menghadapi masalah, namun yang terpenting bagaimana kita bisa bangkit dari kegagalan dan bersegera melakukan pembaharuan agar hal serupa tak terulang. “Habiskan jatah gagalmu di usia mudamu, agar segera kau tuai keberhasilanmu” demikian tamparan berikutnya yang saya dapatkan siang ini. 


Hingga saat menuangkannya kembali dalam tulisan ini, saya mencoba kembali mereka-reka ulang kehidupan saya di masa kemarin. Membuat saya menyadari bahwa keberhasilan bukan diukur dari posisi yang telah dicapai seseorang dalam kehidupannya, melainkan dari berbagai rintangan yang berhasil di atasinya saat berusaha untuk berhasil, di sinilah letak kehidupan yang bermakna.
Antusiasme Peserta Seminar

Slide berikutnya ditampilkan sebuah pertanyaan, “Kenapa kita harus jadi pengusaha” karena 9 dari 10 pintu rezeki berasal dari dunia perdagangan” tulisan ini di kemukakan langsung oleh Baginda Rasulullah Muhammad SAW. Seorang Pengusaha harus mampu menembus batas, dan jangan terperangkap pada pikiran sendiri. Kekuatan terbesar untuk menyelesaikan pekerjaan dan perjuangan adalah pada saat kita berani untuk memulainya, bukankah seribu langkah ke depan dimulai dari langkah pertama?

Di era digital di mana sosial media menjadi salah satu kekuatan utama untuk marketing dari produk yang kita miliki. Manfaatkan dengan maksimal dengala fitur dari sosial media untuk memperluas market, dan meninformasikan bahwa ada “produk” yang kita jual di market online. Salah satu jurus jitu yang di ajarkan Kang Sabtu adalah teknik Covert Selling yaitu Teknik Menjual tanpa perlu secara vulgar menampakkan bahwa kita tengah berjualan. Hiyyaaaa di point ini saya jadi teringat betapa banyak teman yang sengaja nyepam, nge-broadcast, nge-tag atau nge-japri dengan niat dan semangat 72 yang intinya nawarin dagangannya . Fyiuuugh jujur saja broadcasat jualan membabu buta ini menjadi urutan kedua yang paling saya benci Setelah broadcast berita-berita Hoax, terselip harapan saya di tengah hiruk pikuknya kemerdekaan RI ke-72 agar Indonesia di 2017 bisa merdeka dari aneka berita HOAX dan broadcast obat peninggi, pemutih, pelangsing, pemancung hidung dan semacamnya (karena jujur saja iklan provokatif semacam itu betul-betul mengiris hati emak, seperih bibir emak yang lagi sariawan terus keoles sama cabe rawit 😢😢😢)

Pembahasan mengenai pemanfaatan media sosial untuk mendongkrak penjualan mengingatkan emak pada materi kece yang di bawakan suhu Muri Handayani saat Beliau menjadi narasumber di rangkaian acara FLASH 2016, emak jadi bertanya-tanya nih jangan-jangan beliau berdua pas bertapa buat jadi pengusaha sukses,  mojoknya di gua yang sama kali ya? Abis ilmunya setipe banget, kalau mau di perumpamakan yaach seperti kesamaan kecantikan Raisha dan Emak yang 11 12 lah, beti alias beda tipis, saking tipisnya jadi gak perlu di pertanyakan atau di perdebatkan apagi di viralkan sama Lambe Turah 😂



Seorang filsuf pernah berujar, “Tantangan dan masalah merupakan tanda bahwa kita masih hidup”. Jika dicermati lebih jauh, memang tidak satu tempat di dunia ini yang bebas dari tantangan. Tantangan sesungguhnya membuat seseorang semakin matang dan dewasa dalam perkembangan mental. Tantangan yang dilakoni dengan baik akan memberikan pelajaran yang berharga bagi kehidupan seseorang.


Mari kita memulai usaha dan hari-hari kita yang penuh tantangan dan ketidakpastian dengan nyanyian optimisme dan penuh harapan. kalau kata Kang Saptu mah, ayoo  Kita Mainkan dengan merdu 😂😂😂😂😂



Ulasan Sessi Kedua silahkan Klik Link di bawah ini :

Membuka Keran Rezeki

Bandar Lampung, 6 September 2017
Puspaning Dyah, cerita ringan dari seorang emak yang tengah menunda sekian banyak cita-cita yang disimpannya

Rabu, 30 Agustus 2017

MERDEKA

Mempersiapkan Market Day di sekolah Kak Nad artinya membuka peluang memulai project baru di keluarga kami. Berhubung masih dalam nuansa memeriahkan HUT RI maka family project kami kali ini di beri tajuk "MERDEKA" (Market Day Kak Nad 😊)

Kenapa kemudian kami serius mengerjakan project ini? Karena kami tidak pernah main-main dalam hal membersamai ananda di rumah walaupun pada praktiknya kami seringkali menggunakan metode bermain sebagai salah satu pendekatan dalam proses membersamai ananda. Di mulai dengan rapat keluarga untuk menentukan menu yang akan di sajikan ke Kak Nad saat MERDEKA, saling urun saran serta memberikan masukan untuk Kak Nad,  baik itu dari tingkat kesulitan mengolah,  ketersediaan bahan baku di rumah (menyangkut budget sekaligus agar emak gak perlu keluar rumah lagi berburu bahan-bahan😂😂😂), waktu pelaksanaan eksekusi sekaligus peran masing-masing anggota keluarga saat proses MERDEKA berlangsung.

Menimbang dan mengukur bahan

Menuang susu untuk adonan Cake

Ingredients Cake


Family Forum kami buka dengan sirah Nabawiyah yang menceritakan gelar Al-Amin yang disematkan kepada Beliau atas kejujuran Beliau saat berdagang kemudian kami hubungkan dengan proses Market Day yang akan Kak Nad lalui hari ini. Dari Family Forum tersebut di dapatlah kesepakatan personil sebagai berikut :

Pimpro : Kak Nad
Eksekutor : Kak Nad
Juru Mikser : Kak Nad
Juru Cekrek : Bunda
Manajer Keuangan : Ayana
QC Rasa : Ayana dan Mbah Rayi
Kritikus Foto : Ayana
Juru Bersih : Bude Nia
Supporter dan Juru Icip : Adek Yeza

Nah berhubung Kak Nad menunjuk dirinya sebagai Pimpro maka doi lah yang bertanggungjawab secara keseluruhan dari Fampro kami kali ini. Di mulai dari persiapan seluruh bahan,  proses memasak hingga finishing berupa pengemasan dan cara marketing agar kue yang di bawa kak Nad laris manis

Kak Nad saat mengocok adonan

Tahap finishing adonan


Beberapa orangtua mungkin akan melihat market day ini sebagai hal yang biasa dan di lalui dengan hal yang biasa pula.  Lain halnya dengan kami,  proses ini kami lalui dengan sungguh-sungguh dan sepenuh hati sebagai suatu pijakan untuk bekal Kak Nad di kemudian hari. Melalui family forum yang biasa kami lalui membiasakan anak-anak untuk berani mengemukakan pendapatnya,  berani untuk saling mempertahankan argumen selama masih berada di jalur yang benar.  Sungguh kami tak sanggup membayangkan anak-anak yang berada dalam kondisi di mana emosinya tak dapat tersalurkan dengan baik,  dan tidak menjadikan orang tua maupun keluarga terdekat sebagai pihak pertama ia berkeluh kesah dan mendapatkan jawaban atas banyak pertanyaan-pertanyaan "ajaib" yang ada dalam fikiran mereka.

Proses memasak yang di lalui Kak Nad dan Adek Yeza kami jadikan sebagai ajang melatih motorik halus mereka,  kerjasama dalam tim kami harap mampu menumbuhkan kepekaan dan solidaritas antar saudara sekaligus sebagai vitamin bonding untuk anak-anak.  Proses mengukur dan menimbang bahan,  kami jadikan sebagai proses untuk melatih kecerdasan matematis ananda yang suatu saat kelak berfungsi mempertajam daya analisis di masa dewasa mereka kelak.



Soal hasil laris atau tidaknya kue yang di bawa Kakak hari ini bukan lah sebagai hal utama untuk kami. Karena kami percaya segala kesusahan kami saat ini suatu saat akan di bayar lunas melalui anak-anak solih dan solihah yang lahir dalam proses kami membersamai mereka. Sekecil apapun kebaikan yang kami torehkan, kami berharap menggiring mereka untuk kembali candu mengerjakan berbagai kebaikan berikutnya

Kak Nad saat market day berlangsung


Bandar Lampung, 30 Agustus 2017
Puspaning Dyah, penjelajah hikmah dari setiap proses hidup yang dilaluinya

Senin, 21 Agustus 2017

Pudding Taro

Minggu malam adalah waktu bagi emak berbelanja aneka buah-buahan sebagai bekal amunisi sarapan emak setiap paginya 😃 (mencoba mengawali hari dengan niat untuk gak cheating, walaupun di berjalannya hari bisa aja niat emak berbelok 😂😂😂)

Nah beberapa kali belanja aneka buah di tukang buah langganan ( saking langganannya setiap belanja dapet bonus yang gak tanggung-tanggung, bisa pisang beberapa sisir, atau alpukat beberapa buah atau beberapa-beberapa yang lainnya😁😁😁) emak selalu menemukan ubi ungu yang warnanya selalu buat hati emak kembang kempis terpesona sama warna eksotisnya, selalulah itu ubi ungu jadi tentengan emak setiap keluar dari toko buah, selain komsumsi pribadi emak itu ubi ungu sekaligus jadi "sajen" untuk para CS yang bekerja di komplek rumah emak.

Bermula dari kebosanan emak mengolah ubi ungu yang kalau gak di kukus ya di goreng (kalau emak sih masih setia sama ubi kukus, jenis olahan yang lain memang di khususkan untuk penghuni rumah selain emak😃), hari ini emak ingin bereksperimen dengan pudding ubi ungu aka pudding taro yang kapan hari sempat jadi bahan latbar sama temen-temen emak di NCC Lampung (dan pasti doong emak gak bisa hadir lagi ke sana 😂)

Karena masih banyak stok santan instan eks bahan-bahan membuat timphan  jadilah bahan pencair kali ini emak menggunakan santan. Kadangkala saat kita membuat pudding dengan bahan pencair santan, kita jumpai adonan santan yang terpisah dengan air sehingga hasil akhir di pudding tampak lapisan pemisah antara santan dan lapisan air. Tips dan trik yang bisa emak berikan nih, di saat adonan santan mulai mendidih, lekas matikan api san selalu aduk searah hingga benar-benar hilang uap panas. Jika sudah dapat di pastikan tak ada lagi uap panas, segera tuang pudding santan ke dalam cetakan.




Resep pudding taro ala Emak


Bahan-bahan :

Lapisan Ungu
300 gr ubi ungu kukus, haluskan
400 ml santan kental (emak menggunakan santan instan)
1 bungkus jelly
2 bungkus agar-agar putih
Gula sesuai selera
Garam secukupnya
Air dingin kurleb 900ml
2 lembar Daun pandan 

Lapisan putih :
1 bungkus agar-agar putih
Gula sesuai selera
200ml santan kental
1 lembar daun pandan
Garam secukupnya
1sdm maizena
Air dingin kurleb 400ml

Cara membuat :
  1. Campur ubi ungu halus, santan kental, jelly dan agar-agar hingga larut
  2. Tambahkan air dingin, aduk rata
  3. Tambahkan gula dan cicipi hingga kemanisan yang di inginkan (emak menggunakan gulpas 7sdm)
  4. Setelah semua bercampur rata, panaskan hingga mendidih
  5. Tambahkan daun pandan dan garam
  6. Aduk searah selama proses pendinginan
  7. Tuang ke dalam cetakan hingga setengah tinggi cetakan
  8. Setelah adonan ungu mengeras lanjut pembuatan adonan putih
  9. Campur semua bahan, jerang di atas api hingga mendidih
  10. Saat uap panas hilang, segera tuang adonan putih di atas adonan ungu
  11. Tunggu hingga mengeras, dan siap di sajikan



Rabu, 16 Agustus 2017

Kue Timphan, Kudapan Tradisional Aceh




Berawal dari project di kelas kak Nad untuk membuat kue/makanan tradisional Aceh sebagai bagian dari tema di kelas Kak Nad bulan ini (Aceh dan kebudayaannya), kami (emak dan Kak Nad) menantang diri untuk berani membuat kue Timphan.

Kenapa pilihan jatuh ke kie Timphan, pilihannya karena kue itulah yang gak butuh aneka protein hewani yang komplek 😅😅😅 (emak masih gak pingin mengkomsumsi aneka prothew😁), yaaah walaupun tetep gak bisa menghindari telur sebagai komponen utama di dalam resep, plus masih banyak santan dan gula memang gak bisa di bilang panganan ini FC friendly 😅😅😅


Sebelum final tema Di sekolah kakak, akhirnya emak dan Kak Nad berlatih membuat kue Timphan yang entah bagaimana rasa sesungguhnya ini kue, karna emang emak belum pernah sekalipun nyicipin kudapan manis yang satu ini. Tapi paling gak dari segi taste sudah cukup lumayanlah dan layak untuk di sajikan di khalayak ramai 😁

Untuk resep, emak mencoba googling sama mbah google (haiiish... Ribet banget sih mak nulisnya 😅). Dan inilah resep kue timphan hasil search sama mbah google dengan beberapa modifikasi khas emak yang gak terlalu suka rasa manis, dan amisnya telur


Eeeh iya lupa, ini kue hasil karya emak dan Kak Nad ya, doi ikutan sibuk saat mempersiapkan project kali ini, dan doi paling bersemangat untuk otak-atik resep hingga di dapat rasa yang pas di lidah kami dan hasilnya di sajikan saat puncak tema Aceh Day di sekolah Kakak 😍😍😍


Resep Kue Timphan :

Kulit :
350gr pisang raja yang benar-benar masak (sekitar 3-4 pisang ukuran sedang)
250 - 300gr tepung ketan
50 gr santan kental
Garam secukupnya

Bahan Isi :
3 butir telur ayam
100gr gula pasir
100ml santan kental (emak menggunakan santan instan)
Garam secukupnya
1sdm terigu
Nangka (optional)

Cara membuat :
1. Haluskan pisang raja hingga benar-benar halus
2. Campur tepung ketan, santan kental, dan pisang raja halus
3. Aduk rata hingga menjadi adonan yang dapat di pulung, tutup dengan serbet agar adonan tidak kering
4. Kocok telur, gula, santan dan garam hingga rata dan bercampur dengan baik
5. Tambahkan terigu, saring hingga halus
6. Masak di atas api sedang hingga mengental dan adonan tidak lengket di pinggan (emak menggunakan wajan teflon)
7. Siapkan daun pisang muda, oles dengan sedikit minyak
8. Ambil secukupnya adonan kulit, tipiskan di atas daun pisang, beri sedikit isian sarikayo, gulung dan bungkus rapi
9. Kukus hingga matang

Satu resep bisa menghasilkan 10-12 adonan timphan

Hari ini Kak Nad berhasil melalui puncak tema dengan baik, menyenangkan dan hati gembira 😍

Hasil kue timphan yang di bawa ke sekolah sebanyak 100 pcs, laris manis di serbu pengunjung yang hadir di perayaan puncak tema 😍

Emak dan Kak Nad di depan display kelas

Kak Nad dan Kue Timphannya


Kak Nad saat melayani pengunjung yang hadir (Nampak dalam foto adalah Bu Citra selaku Ketua Yayasan SAL dan Pak Rossy Kepala Sekolah SD Alam)


Nadia bersama Bu Hesti Direktur SAL

Rabu, 09 Agustus 2017

Bola-bola Nasi Mozzarela

Penampakan si bola-bola nasi


Berawal dari kejenuhan Kak Nad untuk makan nasi di setiap bekal yang di bawa ke sekolahnya, akhirnya emak berkreasi macam-maca dengan olahan karbohidrat demi mencukupi kebutuhan gizi kak nad dan kekenyangan perutnya 😊

Setelah tadi malam berdiskusi dengan kak nad yang gak mau bawa bekel berupa nasi, dan nego minta di buatkan waffle yang dari kapan tahun belum berhasil diluluskan sama emak (bukan berarti emak males, tapi kebetulan cetakan waffle di rumah lagi pada error dan selalu lengket bin amburadul setiap di tuang  adonan, walhasil emak frustasi dan gak mau mesra-mesraan dulu sama itu cetakan 😂)

Melihat nasi dingin di rice coocker, tapi ternyata orang rumah lagi di landa virus-virus asmara (eh salah dhing, virus batuk bin pilek 😁😁😁) jadilah urung di buat nasi goreng, tengok-tengok isi kulkas koq menemukan harta karun berupa sekotak keju Mozzarella, ingat pula punya telur puyuh dan nugget yang beberapa hari lalu di buat emak bareng sama krucils. Jadilah pagi ini itu nasi di sulap jadi bola-bola nasi untuk bekal kak nad dan Ayana. Hahaaa judulna tetep aja di goreng, tapi paling gak olahan kali ini gak perlu pakai ulak ulek bumbu 😂😂😂


Cara buatnya terhitung simple, singkat, gak pakai ribet dan bebas di kreasikan dengan isian apa aja menyesuaikan harta karun yang ada di kulkas masing-masing. Emak hanya butuh waktu kurleb 15 menit menyiapkan bekal sarapan yang satu ini.

Lumeran keju mozzarela di tengah nasi


Bahan-bahan :


  • Nasi putih dingin secukupnya
  • Keju mozzarela parut sesuai selera (makin banyak kejunya makin berasa mulur-mulur lah itu bola-bola nantinya)
  • Silahkan tambahkan kaldu bubuk, garam, merica halus jika di rasa perlu, tapi buat emak asin dan gurih sudah cukup dari keju
Bahan pelengkap :

  • Nugget
  • Telur Puyuh rebus
  • Sosis
  • Crab stik
  • Telur ayam 1 butir kocok lepas
  • Tepung panir secukupnya
Cara membuat :

  • Remas-remas nasi campur dengan keju parut hingga menjadi adonan yang dapat di bentuk
  • Pipihkan adonan tambahkan isi di tengah
  • Bulatkan kembali hingga isi adonan tertutup sempurna
  • Gulirkan ke dalam kocokan telur ayam, selimuti dengan tepung panir hingga merata
  • Goreng dengan minyak panas hingga berwarna kuning keemasan, tiriskan
  • Sajikan bersama saus sambal, mayones atau apapun sesuai selera anda
Bekal kak nad pagi ini