Sabtu, 13 Juli 2019

Kamis, 27 Juni 2019

Our Fun Holiday



Yuhuuuuu aktivitas duo jenderal hari ini di isi dengan banyak agenda fisik๐Ÿ˜€

Di mulai dengan menyiapkan menu sarapan berupa roti tawar panggang dengan filling dan topping suka-suka mereka, lanjut dengan mengerjakan aneka pekerjaan rumah sederhana seperti memasukkan pakaian kotor ke dalam mesin cuci, menyapu dan mengepel serta merapihkan mainan yang tersebar.

Di lanjut dengan menyiapkan menu makan siang yang di pimpin oleh kak nad, dan sesuai keputusan malam sebelumnya jika hari ini kami akan mengkonsumsi ikan bakar sebagai menu santap siang kami. Dengan bantuan aplikasi youtube kak nad browsing dan mencari informasi bagaimana tutorial membuat ikan bakar, dapur rumah kami menjadi media laboratorium untuk kak nad bereksperimen dengan berbagai aneka bumbu, hingga terbitlah sebuah menu sebagai teman kami untuk bersantap hari ini.

Ikan bakar hasil kreasi Kak Nad

Aneka polybag berisi biji sayur


Aktivitas sore masih berlanjut sebagai kelanjutan proyek hari kemarin yaitu menyemai biji untuk di jadikan micro green dan beberapa sayur yang kami tanam untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari kami, kali ini adek yeza yang berperan sebagai asisten bunda, berperan sebagai pengatur jumlah benih yang akan di sebar di dalam setiap polybag maupun tray yang telah di siapkan oleh kak nad

Asisten bunda hari ini

Bibit cabe yang siap di semai



Aktivitas hari ini kami tutup dengan beberapa butir kelapa sebagai pelepas dahaga ๐Ÿ˜ƒ

Rabu, 26 Juni 2019

Menumbuhkan harapan lewat berkebun



Heeemmmm project apa ya yang baru dari Osin Family hari ini๐Ÿ˜ƒ

As a schecule Buras Masamba di mana salah satunya memasukkan unsur berkebun dalam salah satu aktivitas menarik bagi kami. Di mulai dengan browsing cara mengecambah sayuran untuk di dapat micro green, si mini sayuran yang konon kabarnya memiliki kandungan nutrisi yang ruar biasa.

Berlanjut dengan berjalan-jalan ke sebuah toko pertanian untuk belanja aneka biji sayur serta beberapa peralatan yang mendukung. Si emak seperti biasa bertugas sebagai juru mudi, kak nad sebagai eksekutor memilih biji sayur yang akan kami tanam, adek yeza berperan sebagai bagian logistik yang bertanggungjawan dalam hal memastikan segala kebutuhan telah tercukupi tanpa ada yang terlewat, masuk aman dan turun dari kendaraan hingga mendarat dengan baik di kebun mungil kami

Soal tanam menanam kita pasrahkan untuk hari kemudian, dan marilah kita tutup project hari ini dengan hati gembira dan sedikit rasa lelah sebagai tambahan kenikmatan untuk bumbu tidur siang hari ini ๐Ÿ˜ƒ

Selasa, 25 Juni 2019

Progina (Program Cabut gigi Nadia)



Proyek Buras Masamba Osin Family hari ini adalah "Mengantar Kak Nad ke Dokter Gigi" ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ

Kenapa koq di jadikan proyek?
Lha anaknya kan emang udah langganan datang ke dentist? Tapi yang kali ini perkaranya agak terasa pelik dan rumit layaknya kebimbangan hari ini mau ngemil cilok atau batagor ya #oopzh

Hahahahaha actually hari ini adalah jadwal di mana Kak Nad harus cabut gigi, karena sebab musabab itulah kami bertiga (pak kepsek, si emak dan adek yeza) saling bantu membantu, bahu membahu menguatkan mental kak nad untuk mau bertandang ke dokter gigi.

Hingga tibalah hari ini, kak nad dengan bekal semangat dari seluruh penduduk Osin Family memberanikan diri duduk di kursi terdakwa๐Ÿคฃ

Ngobrol ngalur ngidul dengan sang dokter nan budiman, tercabutlah tanpa di sadari oleh sang tuan si gigi yang bermasalah.

Banyak informasi yang kami gali sebelum menjalani proses ini, di mana kami belajar kembali secara bersama struktur dan susunan gigi seri maupun permanen, mengulang kembali kebiasaan baik untuk menjaga kesehatan gigi serta hal apa saja yang bisa mengakibatkan kerusakan gigi.

Proses belajar yang menyenangkan adalah apa yang terjadi dan di alami oleh diri kita sendiri kan ya? Akan jauh lebih membekas di banding hapalan dari teks book maupun diktat manapun

Senin, 24 Juni 2019

Family Forum sebagai salah satu media memantapkan misi hidup



25062010 - 250619
Menjelang satu dasawarsa Disha Journey kami memaknai kembali 9 tahun kebersamaan yang telah kami ukir

Di mulai dengan ritual doa bersama memohon kebersamaan dalam keberkahan serta tak lupa di selipkan doa agar keberadaan kami semakin banyak menebar manfaat untuk ummat.



Beberapa target jangka pendek maupun jangka panjang kami tuliskan kembali. Menjelang usia 40 di mana usia matang menurut kacamata islam untuk kami kembali menelisik seberapa banyak peran yang kami ambil untuk  turut serta membangun ummat dan seberapa keras usaha kami untuk meningkatkan jiwa spiritualitas kami untuk mempersiapkan sebanyak-banyaknya bekal kami kelak.

Ada sebuah artikel yang pernah kami dapatkan, di mana di sebutkan bahwa usia 40 tahun adalah masa matang seorang hamba untuk mampu siap dalam segala sisi, telah selesai dengan tugas dirinya dan siap mengambil peran lebih di masyarakat dan berbakti untuk ummat. Sebagaimana kisah perjalanan Rasulullah yang mengemban misi kenabian di usia 40 tahunNya.

Banyak rencana jangka panjang yang kami bahas ulang, merumuskan strategi bersama maupun individu untuk tercapainya misi hidup kami dan menjemput peran peradaban yang di amanahkan di pundak kami.

Tiada langkah besar yang akan tercapai tanpa satu kayuhan kaki kita untuk melangkah menuju akhir tujuan kita. Di awali dengan project kecil, menengah hingga project yang melibatkan banyak orang. Seperti apakah hasil yang kami dapatkan nanti? Biarlah waktu yang akan menjawabnya
#tsaaah udah macam sinetron kekinian aja kan ya ๐Ÿ˜ƒ๐Ÿ˜ƒ





Minggu, 23 Juni 2019

Sudahkah berkasih sayang hari ini?



Keluarga merupakan tempat membentuk karakter dan menumbuhkan hal-hal baik sedari dini, sebuah rumah yang menghantarkan para penghuninya dapat tumbuh dengan energi positif dan membangun serta tempat kembali saat berkeluh kesah dan menumpahkan segala rasa. Terkadang aktivitas salah satu keluarga yang dominan di ranah publik membuat adanya ketimpangan dalam menghabiskan waktu yang berkualitas bersama seluruh anggota keluarga.

Ada banyak cara yang di siasati oleh Osin Family untuk tetap mendapatkan waktu yang berkualitas bersama seluruh anggota keluarga, hal sederhana seperti ayana yang meluangkan waktu istirahat siang untuk kembali ke rumah setelah ibadah dhuhurnya untuk menikmati santap siang bersama di rumah, jika kepulangan ayana yang tidak terlalu larut maka sessi pillow talk menjadi salah satu moment yang kami nantikan, semacam ajang curhat dan saling melapor raport hari ini.

Waktu akhir pekan menjadi salah satu waktu yang berharga, di mana selalu di habiskan dengan aktivitas bersama seluruh penduduk Osin Family. Baik itu olahraga, memasak bersama, beberes rumah bersama atau hanya sekedar duduk santai di taman memandang hamparan tanaman yang membentang di halaman rumah kami.

Aktivitas duo jenderal dan ayana membersihkan tenda


Seperti di hari ini, Ahad kami habiskan dengan menyelesaikan beberapa pekerjaan rumah bersama, memasak, bersih-bersih rumah dan terutama adalah mengerjakan sesuatu yang tertunda yaitu membersihkan tenda pasca camping dan hiking kami beberapa waktu yang lalu. Sembari menikmati jamuan berupa buah potong hasil dari kebun kami sendiri, bercengkrama dengan hangat serta meluangkan waktu untuk tertawa lepas bersama.
Salah satu buah hasil kebun kami sendiri



Bagi kami apapun kegiatannya, berapapun lamanya kami mengerjakan hal tersebut akan selalu menjadi agenda rutin sebagai salah satu cara kami mempertahankan kehangatan keluarga. Menghadirkan diri secara utuh, agar sinyal kasih sayang di antara kami dapat di tangkap dengan baik melalui radar anggota yang lain.

Menempatkan keluarga menjadi prioritas utama membuat kami (saya dan ayana) secara sadar untuk lebih memilih aktivitas yang bisa melibatkan kami berempat, alih-alih memilih kegiatan pribadi seperti bertemu dengan rekan sejawat maupun mengbiskan waktu dengan menekuni hobi pribadi yang tak bisa melibatkan para anggota keluarga. Bukankah menjadi sebuah project yang sederhana namun membawa impact yang luar biasa bagi pengembangan jiwa dan raga?๐Ÿ˜ƒ

Selamat menikmati hari bersama keluarga


Bandar Lampung, 23 Juni 2019
Puspaning Dyah, di tulis saat gelombang kasih sayang sedang terpancar kuat

Sabtu, 22 Juni 2019

Berkebun itu Dealing with Nature




Memanfaatkan lahan yang tak seberapa di sekitar rumah, kami maksimalkan untuk bercocok tanam aneka bumbu dapur dan rempah yang biasa kami gunakan sehari-hari, sekaligus media untuk mengenalkan berbagai jenis tumbuhan lokal kepada duo jendral. Mulai dari kunyit, jahe, kencur, lengkuas, kunyit serta sedikit lahan untuk menanam aneka bunga penghias taman dan sayur mayur yang mudah tumbuh seperti kenikir, katuk, cabai, bawang, kelor dan sejenisnya.


Tugas rutin para duo jenderal adalah menyiram dan memastikan segala tumbuhan dapat hidup dengan baik serta seminimal mungkin terjauh dari mara bahaya๐Ÿ˜ƒ

Di mulai dengan membersihkan area yang akan kami tanam dengan aneka biji tanaman, menambahkan sekam dan media taman, menggemburkan tanah dan tak lupa menabur biji serays berdoa semoga tanaman dapat tumbuh subur dan dapat di ambil manfaatnya

Lahan yang siap di garap

Biji cabai yang siap di semai

Banyak sekali bukan manfaat yang bisa kita ambil dari aktivitas ini? Selain belajar ilmu botani, kemampuan motoriknya pun terasah dengan baik. Dan terlebih kepekaannya terhadap lingkungan sosial, alam dan sekitarnya bisa tumbuh berjalan dengan pemahamannya untuk lebih menghargai apa yang ada di dekatnya.


Bandar Lampung, 22 Juni 2019
Puspaning Dyah, menulis adalah meninggalkan kebaikan