Jumat, 07 Februari 2020

Mendengar dan berempati


Memasuki akhir pekan adalah waktu family forum untuk kami, berisi agenda dan pembicaraan seputar target dan capaian apa yang telah dilaksanakan pekan ini serta pekan depannya
Serta tak lupa mengisi Jurnal Syukur sebagai wujud terimakasih kami pada sang Khalik

Salah satu bentuk syukur kami yang "klop" adalah, saya bersyukur masih bisa memberikan asupan nutrisi untuk seluruh peduduk Osin Family dan mendapat timbal balik rasa terimakasih anak-anak yang selalu mendapat bekal homemade ala bundanya.

Sessi family forum yang tak hanya berisi canda dan gurauan semata melainkan rasa syukur dan bahagia atas segala nikmat yang kami dapatkan hingga hari ini

Jauh lebih indah dan syahdu dari semua dongeng yang telah kami lumat dari berbagai buku pengisi perpustakaan mini kami

Kamis, 06 Februari 2020

Sekaleng gandum untuk paman galih



Paman Galih adalah seorang pemulung yang seringkali melewati area komplek rumah Dani. Dani sampai hapal jam kedatangan Paman Gani.

Sekitar pukul 4 sore saat Dani biasanya tengah asik bermain bola di taman bersama teman-temannya.

Pernah Dani bertanya, mengapa Paman Gani baru lewat di komplek rumah Dani sekitar jam 4 sore, Paman Gani menjawab karena jam itulah ia biasanya kembali lagi ke rumahnya yang berada di belakang komplek rumah Dani.

Namun sudah beberapa hari Paman Gani tak nampak, hingga Dani selalu bertanya, kemanakah perginya Paman Gani?

Dihari keempat Paman Gani lewat kembali di taman seperti biasanya, tak menyia-nyiakan waktu, Dani mengejar Paman Gani.

"Paman, kemanakah Paman selama beberapa hari kemarin?", tanya Dani
" Hai Dani, anak Paman, Sani namanya Ia tengah sakit. Jadi paman harus menjaganya dan menunda semua kegiatan", jawab Paman Gani

"Paman adakah yang bisa kulakukan", tawar Dani pada paman

" Tak perlu repot Dani, teruslah belajar agar kelak kau jadi anak pandai yang bisa menolong orang-orang susah seperti paman ini", jawab paman Gani

Seperginya Paman Gani, Dani berfikir keras apa yang bisa ia berikan untuk Paman Gani

"Ahaaaa..., aku tahu apa yang bisa kulakukan", pekik Dani sore itu

Sesampainya di rumah, dibukanya tabungan yang selama ini disimpannya. Terkumpullah sejumlah nominal untuk dapat diolah oleh Bunda yang hobi memasak.

Setelah didapat barang yang dicari, ia menemukan sang Bunda tengah menggoreng ikan...

"Bund, aku ingin bisa membantu Paman Gani dengan uang ini, tapi aku tak tahu bagaimana dan apa yang harus kulakukan", kata Dani pada Bunda

" Gan, bagaimana kalau kau belikan Paman Gani gandum untuk bisa ia olah menjadi aneka kue-kue, bukankah Paman Gani jago membuat kue?", jawab Bunda

Ide cemerlang dari Bunda yang langsung diiyakan oleh Gani, bergegas dibelanjakannya gandum dan aneka kebutuhan membuat kue serta bergegas menyerahkan hasil buruannya pada Paman Gani berharap sedikit bantuan darinya bisa meringankan beban keuangan Paman Gani, memberi tanpa merendahkan harga diri sang penerima bantuan.

Rabu, 05 Februari 2020

Kalau bisa sekarang, mengapa menunda hingga esok?

Adi baru saja pulang dari sekolahnya, seperti biasa setiap jalur pulang Adi selalu menghitung benda apa saja yang ditemukannya dari jalanan.

Kadangkala ia bertemu dengan berbagai macam bentuk kerikil, atau beberapa poster dan iklan yang terbang dibawa angin atau benda lainnya yang sekiranya menarik penglihatannya.

Benda-benda itu selalu dibawa pulang, ditumpuk menjadi satu di dalam kamarnya. Hingga tak jarang bunda terpaksa ngomel dan memperingatkan Adi untuk meletakkan harta karunnya tersebut dengan rapih agar nyaman dilihat.
Namun nasihat bunda seringkali tak segera dikerjakan.


Hingga suatu pagi, Adi kebingungan mencari di mana buku PR matematiknya yang harusnya dibawanya pagi ini.

Barulah Adi menyesal saat tak menemukan buku yang dicarinya akibat banyaknya barang yang memenuhi isi kamar Adi, seandainya ia segera merapihkan setiap barang di dalam kamarnya, mungkin ia tak kan kesulitan menemukan segala seasuatu yang akan dibutuhkannya

Selasa, 04 Februari 2020

Viola si tangan perkasa

Vliola seringkali merasa asing saat berada dikerumunan saudara-saudaranya, para kawanan cheetah. Pasalnya saat berada bersama para saudaranya, mereka hanya akan saling beradu siapa yang bisa berlari paling cepat. Sedangkan Viola merasa ia tak berbakat dalam hal berlari. Saat adu lari berlangsung, ia akan selalu berada di urutan paling akhir mencapai garis finish. Hingga ia selalu menjadi bahan lelucon teman-temannya.

Hingga suatu hari saat ia berjalan ke pasar seorang diri, ia bertemu dengan sosok monyet yang bekerja di kedai paman jugo, monyet itu bernama panji. Tugas Panji adalah memanjat pohon kelapa apabila ada pembeli di kedai paman Jugo yang hendak membeli es kelapa.

Dengan cepat dan tangkas Panji memanjat pohon kelapa yang tinggi hingga kemudian sampai di puncak untuk memetik satu atau beberapa butir kelapa muda


Semua proses itu diamati Viola dengan seksama. Beruntung sekali Panji bisa bekerja sesuai dengan apa yang bisa ia kerjakan dan ia pun berada di tempat yang tepat dimana ia dihargai dan diperhitungkan kemampuannya di sana. Beda sekali dengan aku, kakak-kakakku tak tahu walaupun aku tak mahir berlari tapi aku kuat sekali melontarkan benda apa saja disekitarku


Tak jauh dari kedai paman Jugo, Viola melihat orang-orang berkerumun saling berteriak, karena penasaran didekatilah kerumunan itu. Rupanya orang-orang sedang berlatih bermain voli.

"Sepertinya ini permainan yang menarik", gumam Viola

" Hei, siapa namamu? Aku baru melihatmu ada di sini? Mau ikut berlatih bersama kami? Kenalkan namaku Seri

"Hai Seri, benarkah aku boleh bergabung? Aku tertarik mencoba permainan ini dan sepertinya aku akan cocok bermain di sini", jawab Viola dengan gembira

Babak demi babak berlalu sudah dan entah berapa banyak poitn yang telah dikumpulkan Viola untuk tim barunya.

"Wagh Viola, permainanmu sungguh keren", kata beberapa teman Viola saat pertandingan berakhir

Mendengar pujian temannya Viola pun tersipu, rupanya untuk menunjukkan bakat milik kita, kita hanya harus berada di tempat yang tepat

Sore ini Viola kembali ke rumah dengan mata yang berbinar-binar

Senin, 03 Februari 2020

Memetik hikmah dari Kori sang Pelukis handal

Terinspirasi dari aktivitas Yeza mewarnai malam ini, lahirlah kisah Kori seorang anak manis yang mahir melukis bersama Poli sahabatnya

Alkisah di negeri Sempura tinggallah seorang anak lelaki bernama Kori, Ia gemar sekali melukis, benda apa saja yang dilihatnya akan dituangkan kembali di atas kertas. Melukis dan mewarnai seolah-olah menjadi bagian tak terpisahkan dari hidupnya.

Tersebutlah Poli sahabat Kori, salah satu orang yang selalu mendukung pada bakat Kori. Ia percaya bahwa suatu saat Kori akan bisa mengelilingi dunia dan memperlihatkan lukisan-lukisannya pada banyak orang.

Namun suatu hari datanglah banjir menyerang desa tempat Poli dan Kori tinggal, membawa pergi seluruh alat lukis milik Kori. Berhari-hari Kori nampak murung tak berkesudahan meratapi hilangnya semua alat lukis yang dimilikinya.

Layaknya seorang sahabat, Poli selalu hadir menguatkan Kori.

"Hei Kori, tak adalah alat lukismu mari kita cari alat lain yang bisa Kau gunakan untuk melukis dan mewarnai lagi", nasihat Poli pada Kori

" Aku tak tahu lagi Poli dengan apa aku harus menggerakkan tanganku agar kudapat lukisan yang bagus", keluh Kori

"Mari kita coba manfaatkan sekitar kita sebagai pengganti kuas dan cat warnamu", tawar Poli

" Ah Kau benar Poli kita bisa memanfaatkan getah pohon untuk bisa mendapatkan aneka warna, kita juga bisa menggunakan aneka bunga dan daun untuk pewarna dan motif alami, terimakasih Poli kau selalu hadir menjadi teman terbaik yang selalu mendukungku", jawab Kori dengan hati gembira.

Ternyata dibalik kemalangan yang kita dapatkan selalu ada berkah dan hikmah terselubung yang perlu kita gali dan cari agar tak terjebak pada perasaan murung yang berkepanjangan


Minggu, 02 Februari 2020

Cici Sang Gorila pemberani

Di suatu hutan yang lebat hidup aneka satwa yang selalu rukun, damai serta saling tolong menolong. Segala kebutuhan mereka terpenuhi dari hutan tempat tinggal mereka


Sebutlah Cici sang Gorilla betina, Ruru seekor rubah yang periang, Gagah si gajah yang perkasa dan entahlah satwa ini seolah-olah tak berbilang dan terlalu banyak jika dipandang sekilas mata.

Cici remaja hidup dengan bahagia di hutan tersebut. Walaupun sebetulnya ia tengah memendam trauma yang cukup dalam karens kematian kedua induknya yang menjadi sasaram empuk timah panas pada pemburu.


Untuk itulah, Cici selalu berharap takkan pernah lagi berjumpa dengan makhluk bernama manusia

Sabtu, 01 Februari 2020

Saat Ayana berkisah



Yuhuuuuuu hari berkumpul bersama Ayana pun tiba

Setelah dua bulan lamanya Ayana DL di Ibukota, Ayana kembali dengan banyak cerita seru untuk dikisahksn


Dan khusus untuk malam ini, tiada sesi dongen dari bunda karena duo jenderal lebih memilih untuk mendengarkan cerit dan keseruan Ayana sama yang m